Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 30


__ADS_3

Hari ini hari kepulangan Arumi, setelah kejadian yang menimpanya Arumi mengikhlaskan semuanya.


"Mari kita pulang Arumi," ucap Nita


"Ya Bu tapi Arumi akan pulang ke rumah lama,:


"Arumi sayang kamu bisa pulang ke rumah ibu, ibu akan mengusir Jonathan untuk tak tinggal bersama ibu,"


"Tidak bisa Bu, bagaimana pun mas Jonathan anak ibu, Arumi tidak apa apa tinggal sendirian, Arumi ingin menata hidup kembali,"


Kemudian Nita memeluknya.


"Maafkan ibu, semua karena ibu yang telah menjodohkan mu dengan Jonathan,"


"Bukan salah ibu, ini semua sudah takdirnya, Arumi berterimakasih sama ibu sudah menjadi mertua yang baik terimakasih juga sudah merawat ibu walaupun pada akhirnya ibu harus kembali kepada sang kuasa." Arumi menitikkan air matanya.


"Terimakasih kamu juga sudah menjadi menantu ibu yang baik, jangan pernah lupakan ibu walaupun kamu sudah tak bersamanya, ibu tetaplah ibu mu."


"Ya Bu," lalu mereka berdua saling berpelukan saling menguatkan.


"Oh ya pak Mul kita antar Arumi ke rumah lamanya ya,"


"Baik nyonya,"


Akhirnya mereka sudah sampai,perjalanan dari rumah sakit tak begitu jauh.


Suasana yang hening dirumah Arumi, biasanya suka di sambut Bu Retno namun kali ini semuanya tinggal kenangan.


"Aku ikhlas Bu, aku akan menata hidup ku kembali tanpa ibu dan juga mas Jonathan, semoga di sana ibu bertemu dengan cucu ibu," ucapnya dalam hati


"Mari masuk Arumi," kata Nita.


"Kamu yakin mau tinggal disini, apa kamu tak akan kesepian?"


"Tak apa apa Bu, biar aku lebih mandiri disini, aku juga berencana akan mencari pekerjaan,"


"Kalau begitu kamu bekerja dengan Rafa aja gimana? kamu mau ga,"


"Em terserah sih Bu yang penting Arumi dapat pekerjaan lagi,"


"Baiklah nanti ibu akan memberi tahu Rafa,"


"Terimakasih Bu, oh iya Bu Arumi mau menyampaikan sesuatu untuk mas Jo,"


"Apa itu arumi?"


"Arumi mau menandatangani surat perceraian, biar mas Jo bisa menikah dengan kekasihnya," ucap nya dengan hati yang sedih, jujur ia masih mencintainya apalagi dengan kebaikan mertuanya.


"Baiklah nanti ibu akan memberitahu dia, kalau begitu ibu pulang, maaf ga bisa lama lama disini,"

__ADS_1


"Tak apa apa Bu, hati hati di jalan ya," lalu Nita pamit untuk pulang.


Setelah kepulangan Nita Arumi kembali menangis tersedu sedu ia terduduk dilantai dengan air mata yang membanjirinya sambil memeluk foto sang ibu.


"Hiks hiks aku ikhlas untuk semua nya tuhan, semoga ke depan nya aku bisa menjalani kehidupan ku dengan baik," ucap nya.


Nita yang sudah sampai di rumah nya, ia dikejutkan dengan Clara yang masih ada dirumah nya.


"Tante sudah pulang? Clara membuatkan sup untuk Tante," sapa Clara


"Berani beraninya kau masih menginjakkan kaki dirumah ku hah, jadi waktu saya dirumah sakit kau masih berada di sini,"


"Maaf Tante, karena Jonathan yang mengizinkan aku menginap disini,"


"Bisa bisanya kalian berdua belum menikah sudah tidur bersama, apa kalian tak takut dosa hah, dimana Jonathan panggil dia kesini," geramnya.


lalu tak lama kemudian Jonathan menemui ia ibunya.


"Ada apa Bu,"


"Ada apa, ada apa, otak mu di taro dimana Jo, bisa bisa nya kau membawa perempuan haram ke rumah ibu,"


"Bu tolong biarkan dia tinggal disini dia sedang mengandung anak Jo,"


"Alaaah.. kau bilang mengandung anak mu, kalau wanita itu berani tidur dengan mu berarti dia juga pernah tidur dengan orang lain,"


"Jaga ucapan mu Bu,"


"Ibu tak mau tahu, bawa dia pergi dari sini, terserah dia mau tinggal dimana! yang penting jangan pernah menginjakkan kaki dirumah ini PAHAM."


"Baik Bu Jonathan akan membawanya keluar nanti,"


"Oh iya mana surat cerai kemarin, biar Arumi tandatangani,"


Jonathan hanya diam tak menjawab pertanyaan sang ibu.


"Kenapa diam kamu jo?"


"Iya Bu nanti Jo yang akan menemui Arumi,"


"Tak usah biar ibu saja, berikan kertasnya pada ibu, ibu takut kau menyakitinya lagi,"


"Ga akan Bu, aku tak akan menyakitinya lagi,"


"Terserahlah ibu kurang percaya sama kamu," ucapnya lalu pergi meninggalkan Jonathan.


Clara yang sedang menelpon Joni tanpa menutup pintu, tak sengaja Jonathan mendengarkan nya di balik pintu.


"Bagaimana Clara apa kamu sudah berada dirumahnya Jonathan," ucap Joni di sebrang sana.

__ADS_1


"Ya aku berada disini ,dan aku berhasil terimakasih sudah membantu ku joni!" ucapnya kemudian ia menutup telpon nya.


"Apa joni? siapa Joni, apa dia Joni orang suruhan ku, aku jadi curiga," ucap Jonathan dalam hatinya lalu ia kembali ke kamar nya.


Jonathan terus mondar mandir memikirkan kata kata Clara barusan. Lalu ia berencana menelpon Devan.


"Hallo Devan,"


"Ya ada apa bro?"


"Coba kau cari tahu orang suruhan ku yang namanya Joni, sebenarnya dia punya hubungan apa dengan Clara,"


"Siap bos," ucapnya.


"Clara apa kau mengkhianati ku, jika benar maka aku tak akan memaafkan mu Clara," Jonathan mengepal tangan nya dengan erat.


Suasana pagi yang sepi, Arumi sudah bersiap akan melamar kerja ke perusahaan Rafa, eits itu juga perusahaan Jonathan karena mereka sedang bekerja sama dengan bisnis nya.


"Biarkan saja aku bertemu Jonathan di sana yang penting niat ku ingin mencari pekerjaan," ucap Arumi yang penuh semangat, lalu ia pergi dengan naik ojek online menuju ke perusahaan milik Nita group.


Di sana sudah ada Rafa yang sedang menunggunya.


"Arumi maaf aku tak menjemput mu karena aku benar benar sibuk," ucapnya


"Tak apa apa mas Rafa aku bisa naik ojek kok,"


"Oh ya udah mari kita masuk kedalam,"


"Mari mas," baru kali ini Arumi menginjakkan kaki di perusahaan besar, ia terpesona dengan kemewahan perusahaan ini.


"Keren," ucapnya dalam hati, maklumi saja karena ia baru pertama kali, pengalaman kerjanya hanya sebagai pembantu jadi ia tak pernah mengunjungi perusahaan besar.


"Arumi kamu bisa bekerja sebagai sekertaris ku," kata Rafa


"Maaf mas aku tidak mau, aku tak bisa komputer, lebih baik aku jadi tukang bersih bersih aja mas kan pengalaman ku pembantu,"


"Aduh bagaimana bisa orang cantik jadi tukang bersih bersih,"


"Ga apa apa mas yang penting kan halal, bisa dapat gaji juga,"


"Hem nanti aku pikirkan lagi ya, kamu bisa keruangan ku dulu." ucap Rafa


"Baik mas, aku ikut saja mas, emm mas aku baru pertama kali masuk ke perusahaan ini tapi kenapa lantai nya licin ya mas,"


"Hah Arumi ada ada saja,"


"Terus juga barusan aku naik lif kok kepala ku jadi pusing mas!"


"Astaga Arumi jangan membuat ku sakit perut, kenapa kamu kuno sekali,"

__ADS_1


"Hehe maklumi saja mas."


__ADS_2