Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 17


__ADS_3

"Ini buatan Arumi,enak kan masakan nya," kata Nita


"Iya Tan ini enak melebihi chef yang terkenal,"puji Rafa


"Jangan terlalu berlebihan mas,biasa aja ko," ucap Arumi senang plus campur malu di puji Rafa,sedangkan Jonathan hanya fokus dengan makanan nya.


"Jo gimana masakan Arumi,enak kan," tanya Nita


"Biasa aja," singkatnya.


"Sudah pasti jawaban nya seperti itu,dasar anak ga tau diri,"


"Apa sih Bu cuma makanan gini harus di puji berlebihan,"kesal Jonathan mendengar ibunya yang selalu membela menantunya.


"Aku udah selesai Tan makannya,kalau begitu aku mau pergi dulu," kata Rafa


"Memangnya kamu ga jadi nginap disini Raf,"


"Maaf Tan aku sudah nyewa apartemen temen ku," ucapnya


"Oh ya sudah hati hati dijalan ya karena ini sudah malam,"


"Iya Tan aku permisi dulu," sambil memberikan senyum pada arumi,Jonathan yang melihat Rafa dan begitupun Arumi rasanya ia ingin melempar cangkir kepada mereka berdua. Nita yang melihat ekspresi anaknya malah ia senang karena sepertinya Rafa sedang cemburu.


"Jonathan,,Arumi ibu ingin bicara sama kalian," ucapnya


"Ada apa Bu,"


"Ibu ingin secepatnya memiliki cucu dari kalian,"


uhuk uhuk tiba tiba Arumi batuk mendengar ucapan dari mertuanya.


"Arumi kamu tidak apa apa kan,"


"E Arumi baik baik saja ko Bu,"


"Makanya kalau makan tuh pelan pelan," ucap Rafa dengan ketus nya, ia biasa saja setelah mendengar ibunya menginginkan cucu karena baginya sangat mudah untuk membuat cucu.


"Pokonya ibu tak mau tau Jo,Arumi harus secepatnya hamil,"


"Astaga ibu,santai dong kan aku juga lagi proses iyakan Arumi," tanya nya berbohong pada Arumi


"I iya Bu," Arumi gugup


"Ya sudah kalau begitu nanti kamu keruang kerja,ada yang ibu bicarakan sama kamu Jo,"

__ADS_1


"Baik Bu," Setelah semuanya selesai dengan makan malam Arumi langsung membereskan nya dan dibantu oleh bi esih,sedangkan Nita dan Jonathan berada diruang kerjanya.


"Ada apa ibu membawa ku kesini,kalau ibu mau bicara padaku tak usah sembunyi begini juga kali," kata Jonathan


"Siapa yang sembunyi Jo,ibu hanya ingin berbicara berdua dengan mu,"


"Memang nya ibu mau mengatakan apa?"


"Ibu ingin secepatnya Arumi hamil,maka setelah Arumi melahirkan ibu akan memberikan warisan kepada mu," mata jonathan langsung berbinar setelah mendengar kan ucapan sang ibu.


"Ibu serius?"


"Ya tentu saja ibu serius,kau bisa tanda tangan disini perjanjian ibu dengan mu,asal kau bisa memberi cucu tapi ingat ibu hanya ingin cucu dari Arumi,"


Tentu saja ini membuat Jonathan bahagia dengan keputusan ibunya.


"baik lah Bu aku akan tandatangani disini,dan aku akan secepatnya membuat Arumi hamil," kata Jonathan


"Terimakasih sudah menuruti keinginan ibu,"


kemudian Jonathan keluar dari ruang kerja dengan hati senang dan bahagia sampai Arumi bergidik takut melihat senyum mematikan dari Jonathan.


"Ada apa dengan nya,kenapa dia senyum begitu,aku jadi takut," gumamnya.


Kemudian Arumi mengikuti Jonathan dari belakang untuk menuju kamarnya.


degdegdeg begitu jantung Arumi saat ini,ia benar benar merasakan dada yang berdebar.


"Mas a ada apa," namun Jonathan malah semakin mendekati jaraknya.


Cup tiba tiba Jonathan mengecup bibir Arumi,namun seketika Arumi langsung diam seperti patung,ia baru merasakan kecupan dari suaminya.


"Rasanya manis," gumamnya,Rafa jadi menginginkan lagi lalu ia mendekatkan bibirnya lagi dan mencium nya hingga memainkan nya dengan sangat lembut.


Emmmp emmmp Arumi tak kuat karena kehabisan nafas lalu Jonathan melepaskan nya.


"Apa kamu baru pertama kali?"


"Iya mas," ucap Arumi malu malu.


"Pantas saja kaya patung diam terus,"


"Mas kenapa melakukan ini bukan nya sudah janji ga bakal menyentuh ku mas,"


"suts diam, ibu menginginkan cucu dari kita tapi ingat bukan karena aku menginginkan mu, aku hanya ingin kau secepatnya hamil dan setelah itu terserah kamu,"

__ADS_1


Sakit rasanya mendengar kejujuran dari Jonathan,apa ia harus memberikan kewajiban nya pada jonathan tapi disisi lain ia juga tidak mau menjadi korban kebohongan suaminya.


"Kenapa kamu menangis," tanyanya


"Apa tak ada hati untuk ku mas,kenapa kamu tak menginginkan ku sedang kan kamu menginginkan anak ku,"


"Itu karena harta warisan dari ibu,hanya


itu yang aku ingin kan,setelah berpisah aku akan membayar mu berapa pun yang kamu inginkan Arumi,"


"Mas aku tak butuh uang tapi aku butuh kebahagiaan dengan keluarga kecil kita mas, kenapa kamu tak bisa memberi sedikitpun hatimu untukku hiks hiks," Arumi sudah tak kuat lagi dengan tangisan nya.


"Karena aku mencintai kekasih ku,dan setelah kita bercerai aku akan menikahinya. Puas kamu,"


"Kenapa kamu sekejam itu sama aku mas,aku mencintai mu denga tulus,bisa kah kamu memberikan hatimu pada ku mas,"


"Cih itu tidak akan pernah ingat itu,"


"Kalau begitu aku tidak ingin memiliki anak dari mu mas," kemudian Jonathan mendekati Arumi lalu mencengkram dagunya dengan keras.


"Kau tahu bahwa kau punya hutang Budi pada ibu ku,maka kau harus membayarnya,ibu ku menginginkan cucu maka kau harus menuruti kemauan nya,ingat itu! ibu mu masih hidup itu karena kebaikan ibuku jika kamu menyerah berarti kamu mengkhianati ibu ku," lalu ia melepaskan cengkraman nya sedangkan Arumi tidak bisa berkata kata apa yang dikatakan Jonathan memang benar adanya.


hiks hiks Arumi terus menangis dibalik pintu.


"Apa aku harus memberikan rahim ku hanya untuk suamiku," gumamnya


Tiba tiba Jonathan kembali mendekati Arumi lalu ia melempar kan sebuah lingerie.


"Pakai itu malam ini,biar aku bisa melakukan nya," ucap Jonathan ia tak bisa melakukan nya dengan wanita yang tidak dicintai namun jika Arumi memakai bajunya maka ia bisa membangunkan hasratnya.


"Aku tak mau memakainya mas,"


"Apa kau tuli,aku sudah menjelaskan semuanya padamu apa kau masih tidak mengerti,"


"Aku siap memberikan kesucianku pada mu mas,tapi aku tak mau memakai baju seperti ini,"


"Cih kau bilang kesucian, jangan mengaku suci jika sudah tidak virgin lagi," kata Jonathan


"Terserah kamu mau bilang apa mas,apapun yang aku ucapkan kau tak akan pernah percaya,"


"Jangan banyak bicara, sekarang kau gunakan ini,aku menunggumu di tempat tidur," Tanpa rasa malu Jonathan mengatakan itu.


"Oh tuhan apa aku harus melakukannya hiks hiks," kemudian Arumi pergi keruang ganti dan memakainya.


ia merasa seperti wanita malam,rasanya ia malu untuk keluar dari ruang ganti ini.

__ADS_1


"lebih baik aku berlama lama disini," gumam nya.


__ADS_2