Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 29


__ADS_3

Batin nya di hancurkan oleh suaminya, dan sekarang ia harus menerima kenyataan lagi yang lebih menyakitkan.


"Pak katanya ibu kecelakaan tapi kenapa ini jalan menuju ke rumah ibu, apa ga dibawa ke rumah sakit" tanya nya.


"Maaf nona saya juga tidak tahu jelas, tapi tadi saya mendengar dari tetangga Bu Retno ada dirumah,"


"Ko perasaan ku tak enak Bu," ucap nya, Nita pun menguatkan Arumi ia menggenggam tangan nya dengan erat.


"Kita ke rumah ibu mu dulu, semoga saja tidak kenapa napa,"


"Aamiin Bu,"


Setelah menempuh perjalanan 20 menit mereka sudah sampai dihalaman rumah lama Arumi.


"Kenapa ramai sekali?" tanya nya


"Ya sudah ayok kita turun," kemudian Nita menggandeng tangan Arumi.


"Tante kenapa Tante ada disini," ucap Arumi pada Tante nya namanya Tante Rina .


"Arumi hiks hiks," Rina langsung memeluknya.


"Kenapa Tante,"


"Ibu meninggal Arumi, ibu mu kecelakaan setelah pulang menjenguk Tante.


"Apa?" Arumi syok mendengar ucapan dari Tante nya, ini lebih menyakitkan dari perceraian.


"Ibuuuuu," Arumi langsung berlari masuk kedalam dan memeluk jasad ibunya.


"Ibu kenapa tinggalin Arumi secepat ini Bu, ibu bangun hiks hiks kenapa secepat ini!"


Nita yang menyaksikan kesedihan Arumi ia ikut menangis di samping Arumi .


"Yang sabar ya Arumi," kata Nita menguatkan arumi


"Kenapa ibu secepat ini hiks, aku tak punya siapa siapa lagi selain ibu,"


"Sudah sudah Arumi mau bagaimana lagi,ini takdir dari maha kuasa, kamu harus menerimanya semoga ibu mu di tempatkan di surganya Allah ."


"Hiks hiks," Arumi menangis sejadi jadinya, setelah di hancur kan oleh suaminya,sekarang ia harus menerima kepergian ibunya. Hati siapa yang tidak sakit diceraikan suaminya lalu ditinggalkan ibunya untuk selama lamanya.


"Jonathan keluar kamu," teriak Rafa dari luar


"Apa Lo bajingan kesini hah,puas kau sekarang?" kata Jonathan.


"Kau bilang puas padaku hah? harus nya aku yang bilang begitu! puas kau menyakiti Arumi ,"


"Cih sang mantan rupanya peduli juga, memang nya kenapa kalau aku puas?"


"Kamu benar benar pria jahat yang aku kenal Jo, aku tak menyangka dengan sikap mu yang seperti ini,"


"Hahaha kau baru tahu aku begini?" ucapnya.


"Pria egois kau, tega teganya kau hancurkan Arumi seperti ini," geram Rafa


"Memang nya kenapa?"


"Kau tahu Arumi sedang terpuruk, ibunya meninggal tapi kau dengan se enaknya menghancurkan batin nya,"


"Apa? apa maksud mu?" Jonathan syok mendengar kabar dari Rafa.


"Jangan pernah menyesal kamu," kemudian Rafa meninggalkan Jonathan yang masih mematung.


"Jo ada apa Rafa kesini," tanya Clara.


"Mertua ku meninggal,"


"Apa? mertua ? kau sudah tidak punya mertua lagi Jo, ingat kamu sudah bercerai dengan nya."

__ADS_1


"Tetap saja dia mertuaku, aku harus ke sana,"


Jonathan mengendarai mobilnya menuju rumah lama Arumi, namun setelah sampai sana sudah tidak ada orang yang melayat.


"Permisi Bu, orang orang yang di rumah itu kemana ya," tanya Jonathan pada salah satu warga.


"Oh itu, mereka pergi ke pemakaman umum,"


"Kira kira dimana TPU nya?"


"Tak jauh dari sini tinggal lurus saja,"


"Oh begitu, terima kasih ya," kemudian Jonathan kembali lagi ke dalam mobilnya dan melajukan mobil nya ke tempat tujuan.


"Kita mau kemana Jo," tanya Clara


"Kita ke TPU,"


"Ibu hiks hiks, maafkan Arumi yang belum bisa membahagiakan ibu hiks hiks maafkan Arumi Bu,"


Nita dan Rafa yang berada di sampingnya memeluk Arumi yang sedang bersedih.


"Sabar ya Arumi," kata Rafa


"Masih ada ibu disini," ucap Nita.


Jonathan melihatnya dari kejauhan, melihat Arumi yang menangis di atas kuburan Sanga ibu, hatinya sakit rasanya ia ingin memeluknya juga untuk menguatkan Arumi.


"Jo pulang yuk, udah beres kan pemakaman nya,"


"Aku masih ingin disini kau pulang saja sendiri,"


"Cih menyebalkan," kesalnya.


Tiba tiba perut Arumi kram.


"Ah sakit Bu,perut ku sakit,"


"Sakit Bu perut ku kram," Rafa terkejut melihat darah yang mengalir di kaki Arumi .


"Darah Tante darah,"


"Astaga Arumi, cepat panggil pak Mul kita ke rumah sakit,"


"Baik Tante,"


"Arumi kenapa bisa begini?" ucap Nita


"Sakit Bu Arumi ga kuat auhh,"


Jonathan yang melihatnya ia segera menghampirinya.


"Arumi kenapa Bu,"


"Anak sialan ngapain kamu kesini, sana pergi! kehadiran mu tak diharapkan disini!" ketus Nita sang ibu.


"Ayo cepetan pak Mul, cepat gendong Arumi kedalam mobil,"


Kemudian Arumi di gendong Rafa kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Darahnya semakin banyak, ayok cepat pak Mul ,"


"Ini sudah kecepatan tinggi nyonya,"


"Lebih cepat lagi ayok, yang kuat ya Arumi sebentar lagi kita sampai,"


"Sakit Bu tolong," Arumi sudah tak kuat lagi menahan sakitnya kemudian ia sudah tak sadarkan diri lagi.


"Arumi bangun hiks hiks,"

__ADS_1


"Sudah sampai nyonya,"


"Cepat panggil perawat," ucap nya.


Setelah sampai perawat pun langsung membawa Arumi ke ruang operasi.


"Ibu bapak mohon tunggu di luar ya," kata dokter yang menangani nya.


"Selamat kan menantu saya dok,"


"Ibu berdoa saja,"


Nita tak menyangka Arumi bisa mengalami hal ini


"Apa dia hamil? kenapa aku tidak tahu," gumam nya.


"Tante bagaimana Arumi," ucap Rafa yang baru saja datang.


"Dia sedang di tangani dokter,"


"Semoga Arumi tidak kenapa napa,"


Tak lama kemudian, Jonathan pun langsung datang.


"Ibu bagaimana dengan Arumi,"


"Ada apa kamu kesini Jo,"


"Aku ingin melihatnya bu!"


"Ini semua gara gara kamu anak sialan, kau menghancurkan mentalnya habis habisan."


"Maafkan Jonathan Bu,"


"Cih setelah sadar kau baru minta maaf, ditaro di mana otak dan hati mu hah," Nita memarahi Jonathan habis habisan.


"Arumi kenapa bu?"


"Kau masih bertanya ke adaan nya, sana pergi urusi saja wanita itu dan anak mu,"


"Bu Jo tahu salah, tapi Jo mohon ingin mengetahui kabar Arumi dulu,"


"Terserah kau saja ibu capek," ucap Nita.


Sudah 4 jam dokter masih belum keluar membuat semua orang yang menunggu panik.


"Bu kenapa dokter belum keluar," tanya Jonathan


"Bisa diam ga, jangan tanya ibu! pulang saja sana,"


Jonathan diam ia tak ingin bertanya lagi.


tak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi.


"Bagaimana ke adaan menantu saya dok,"


"Maaf Bu menantu ibu mengeluarkan darah banyak sekali jadi kami harus transfusi darah, kondisi nya sangat lemah, dan kami tak bisa menyelamatkan anaknya."


"Anak?" kata Jonathan .


"Ya dia sedang mengandung 4 Minggu, jadi kami terpaksa melakukan operasi kuret untuk mengeluarkan janin nya, karena ini demi nyawa pasien juga,"


"Terimakasih dok, apa saya boleh melihatnya," ucap Nita


"Silahkan,"


"Arumi kenapa kau tak memberitahuku bahwa kau sedang mengandung darah daging ku, apa kau memang tak ingin aku mengetahuinya, jujur aku sakit hati setelah mendengarkan ucapan dokter, maafkan aku Arumi," ucapnya dalam hati Jonathan.


, sekarang menyesal pun sudah tak ada artinya lagi.

__ADS_1


mohon **maaf** bila ada penulisan yang salah,di maklumi saja ya. jangan lupa like dan komen beri masukkan untuk ceritanya.


__ADS_2