Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 31


__ADS_3

"Arumi," kata Rafa


"Ya ada apa mas,"


"Gimana ya jelasin nya," ucap Rafa bingung.


"Jelasin aja mas, memangnya ada apa?"


"Begini, kalau kamu jadi office girl apa mau," tanya Rafa


"Office girl tuh kaya gimana," Rafa langsung menepuk jidat nya.


"Yang kamu kata kan itu? em bersih bersih apa kamu mau?"


"Ga apa apa mas, aku mau kok,"


"Ya sudah aku mau panggil kepala office girl ya,"


"Iya mas," Arumi duduk kembali di ruang Rafa, namun tiba tiba saja ada yang masuk dan membuat Arumi terkejut.


Jonathan baru saja masuk ke ruang Rafa.


"Ternyata Arumi kerja disini, baguslah kalau begitu, tapi lebih baik aku cuek saja," ucap Jonathan dalam hatinya. Begitupun dengan Arumi ia juga memikirkan hal yang sama.


"Ada apa kamu kesini," kata Rafa yang baru saja datang.


"Aku mau ngambil berkas yang kemarin,"


"Tuh ambil saja di meja, oh iya Arumi nanti sebentar lagi kepala office girl ke sini." kata Rafa.


"Iya mas," Jonathan sengaja diam disitu sambil membuka berkasnya, ia pura pura fokus dengan kertas yang di pegang nya padahal ia ingin tahu Arumi bekerja sebagai apa.


"Sialan kenapa belum pergi juga, berkas nya udah ada kan?" tanya Rafa dengan ketus.


"Iya ada ini bajingan, aku cek dulu takut ada yang salah."


Tak lama kemudian kepala office girl datang.


"Permisi tuan," kata kepala office girl namanya Rully.


"Em Rully ini Arumi, tolong ajarkan apa yang harus di kerja kan,"


"Baik pak, mari mbak Arumi ikut saya," ucap Rully.


"Em mas Rafa aku permisi dulu ya,"


"Iya kalau ada apa apa kamu bisa hubungi aku," kata Rafa.


Setelah kepergian Arumi, barulah Jonathan keluar dari ruangan Rafa.


"Jadi sebagai office girl, baiklah akan aku kerjain dia," ucapnya dengan senyum sinis, ada rasa bahagia di hati Jonathan karena ia bisa melihat Arumi setiap hari.


"Arumi nanti setiap pagi kamu bersihin meja pak Jonathan sama pak Rafa, ruangan nya yang di tempat tadi, kalau ruang pak Jonathan yang disebelahnya,"


"Baik mbak,"


"Terus kamu bersihin toilet setiap harinya dan membuat kopi ke ruangan pak Jonathan juga pak Rafa, apa kamu mengerti," tanya Rully


"Baik mbak saya mengerti, kalau begitu saya mulai bersihkan toilet dulu mbak,"

__ADS_1


"Iya silahkan, em untuk masalah pulang itu tergantung bos ya jadi gak tentu pulangnya tiap jam berapa."


"Iya mbak," kemudian Arumi pergi menuju toilet untuk membersihkan nya.


"Aku harus membersihkan apa, ini toilet nya juga masih bersih begini? aku bersihin ulang lagi aja deh," ucapnya.


"Hem aku juga harus membersihkan meja mas Jo dan membuat kopi, aku bisa ga ya pura pura ga kenal dia, aku takut perasaan ku muncul kalau berada di hadapan nya," Arumi terus saja berkelut dengan pikiran nya.


"Arumi," panggi mbak Rully.


"Ada apa mbak?"


"Kamu buat kopi ke ruangan pak Jonathan ya,"


"Kan ini belum beres mbak,"


"Ga apa apa biar office girl yang lain aja, kamu buatkan kopi saja ke ruangan pak Jonathan jangan lama lama ya takut dia marah."


"Baik mbak," Kemudian Arumi membuatkan kopi untuk Jonathan , ia sudah tahu takaran kopinya karena ia sering membuatnya. Ada rasa berdebar menuju ruangan Jonathan.


"Aduh ini gimana cara naik lift nya?" Arumi ke kebingungan karena ia baru pertama kali.


"Ya sudah aku jalan tangga darurat saja," ucapnya.


Sudah sampai ia di ruangan Jonathan dengan nafas memburu.


"Permisi tuan ini kopinya," kata Arumi


"Lama sekali, Buat lagi sana!" ketusnya.


"Baiklah," setelah kepergian Arumi Jonathan tertawa senang membuat Arumi jengkel, ini seperti baru pertama kali bertemu lagi.


"Aku harus tetap profesional jadi bos," ucapnya.


"Aku disuruh bikin lagi mbak kopinya ke buru dingin,"


"Loh kok bisa, memang nya kamu kemana dulu?"


"Aku jalan tangga mbak, aku ga ngerti kalau naik lift,"


"Astaga kamu ini sebenarnya dari mana berasal sampai naik lift aja ga tau,"


"Aku baru pertama kali mbak maaf,"


"Ya sudah buat lagi, nanti aku ajarin caranya naik lift,"


Kemudian Arumi membuatkan kopinya lagi.


"Mbak aku udah selesai,"


"Ya sudah ayok," Rully mengajari Arumi caranya naik lift.


"Kamu tinggal pencet ini aja ko,"


"Oh iya mbak terimakasih,"


"Ngerti ya sekarang jangan sampai kamu disuruh buat kopi lagi, karena pak Jonathan itu galak banget loh,"


"Iya mbak baik,"

__ADS_1


"Aku malu sekali sebenarnya, aku benar benar kuno naik lift aja aku ga tahu, rasanya aku ingin menangis sambil guling guling untung saja mbak Rully baik." ucapnya dalam hati.


"Ini tuan kopinya,"


"Baiklah terimakasih," kata Jonathan


"Saya permisi tuan,"


"Tunggu dulu jangan dulu pergi, bersihkan dulu ruangan kerja ku."


"Bukan nya ini sudah di bersihkan tuan?"


"Tak ada bantahan, kamu kalau kerja harus nurut apa kata bos mu jangan ngeyel apalagi kamu baru pertama kali kerja di sini,"


"Baik tuan," Arumi kembali membersihkan ruang kerja Jonathan .


Tanpa di sadari Jonathan terus saja memandangi Arumi sambil tersenyum.


"Tuan sudah beres!"


"Beres kata mu, lihat ini masih ada debunya."


"Ya Tuhan ini sudah bersih, tapi kenapa dia masih menyuruhku membersihkan nya lagi, apa dia mau mengerjai ku," ucap Arumi dalam hatinya.


"Heh ngapain bengong, bersihkan lagi cepat!"


"Baik tuan," setelah satu jam Arumi berada di ruangan Jonathan ia baru bisa keluar.


"Arumi kenapa kamu baru kembali," kata mbak Rully


"Aku disuruh bersihin meja kerjanya mbak,"


"Bukan nya sudah ada yang bersihin?"


"Aku juga ga tau mbak, sampai berulang kali aku membersihkan mejanya, rasanya aku lelah sekali mbak,"


"Ya sudah kamu istirahat saja," ucap nya.


"Heh Arumi gimana dengan bos mu," kata Santi karyawan office girl juga.


"Ga gimana gimana mbak, emang nya kenapa?"


"Katanya bos kita ganteng, aku belum pernah datang keruangan nya, aku kalau tau bos ku ganteng bakal aku goda lah," ucap Santi sambil membayangkan nya.


"Biasa aja kok mbak,"


"Kok biasa aja, orang orang bilang ganteng banget loh, banyak loh karyawan disini yang mengharapkan pak Jonathan,"


"Masa sih mbak,"


"Iya tapi bos kita itu ketus dan galak makannya ga ada yang berani,"


"Oh gitu," ucap Arumi.


"Harusnya kamu pakai baju yang **** Arumi biar bos mu tergoda gitu,"


"Maaf mbak aku ga suka berpakaian begitu,"


"Lihat nih aku, lekuk tubuhku bagus kan kelihatan," kata Santi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan baju yang ketat.

__ADS_1


"Iya bagus mbak," Arumi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia baru tahu bekerja di perusahaan itu seperti ini banyak wanita yang merayu Jonathan rupanya.


"Ternyata mas Jo banyak di kagumi wanita, pantas saja ia tak pernah mencintai ku? ternyata banyak wanita cantik di dekatnya Hem," gumamnya.


__ADS_2