
"mbak rully kok balik lagi?" tanya Arumi.
"tau tuh bos mu bikin sebal, dia mau nya di antar sama kamu."
"kok bisa sih mbak, kan kerjaan ku masih banyak."
"sudahlah cepetan sana, nanti dia murka!" ucapnya.
Rully baru pertama kali di buat kesal oleh Jonathan, ia jadi curiga pada Arumi dan bos nya itu.
Jantung Arumi berdebar untuk melangkahkan kaki nya menuju ruangan Jonathan.
"permisi tuan, ini kopinya!" Jonathan masih sibuk dengan layar laptopnya pura pura tak mempedulikan Arumi.
"kalau begitu saya permisi dulu tuan," kemudian Arumi pamit untuk kembali namun suara dingin Jonathan menghentikan langkah arumi.
"ada apa tuan?"
"Arumi, nanti setelah pulang kerja kamu ikut dengan ku." ucapnya.
"ta tapi mau ngapain tuan?"
"tak perlu banyak tanya nanti akan ku jelaskan padamu."
"oh ya sudah kalau begitu saya permisi dulu tuan."
Lalu Arumi meninggal kan ruangan Jonathan, namun ia malah di cegat oleh Rafa.
"Arumi kamu udah ngapain dari sana,"
"nganterin kopi mas!"
"nganterin kopi atau menggoda jonathan?" tidak biasanya sikap Rafa seperti ini pada Arumi, ada apa sebenarnya dengan diri Rafa.
"jaga ucapan mu mas, aku tak seperti itu."
"hem rupanya kamu wanita penggoda Arumi." ucapan Rafa membuat Arumi benci pada Rafa, apa maksudnya dengan perkataan Rafa yang seperti itu. Kemudian arumi meninggalkan Rafa dengan perasaan yang kecewa padanya.
"semalam aku melihat mu Arumi! dengan gampang nya kau tergoda oleh Jonathan, hati ku sakit melihat mu seperti itu." ucap Rafa dalam hatinya.
__ADS_1
"Arumi? kenapa mata mu merah, apa kau sudah menangis?" tanya mbak Rully pada Arumi.
"aku ga apa apa mbak, aku permisi dulu ke toilet." sakit hati yang ia rasakan dengan ucapan Rafa barusan membuat ia menangis tak tahan membendung air matanya. Arumi tak tahu kenapa Rafa menghina nya dengan ucapan wanita penggoda, padahal selama ini Rafa sangat baik padanya dan tak pernah bicara melukai hatinya tapi kali ini Arumi jadi membencinya.
Pada waktu malam kemarin Rafa sengaja ingin bertemu Arumi, ia ingin memberikan buket bunga pada Arumi dan dua pasang cincin yang akan di berikan nya. Namun ternyata Arumi tidak ada di rumahnya, jadi Rafa setia menunggu nya sampai Arumi pulang. Rafa juga tahu bahwa Arumi sedang di rumah tantenya, karna itulah ia tahu dari Nita.
Pada malam itu juga Rafa merasakan sakit di hatinya, perhatian yang selama ini ia berikan tak ada artinya. Arumi tak menghargai perasaan nya, ia melihat arumi dan Jonathan saling beradu bibir, ini lah yang membuatnya marah dan kecewa sampai ia mengatakan Arumi wanita penggoda.
"Arumi aku membenci mu, sekarang aku tak mengharapkan jawaban itu! kau terlalu murahan dengan pria! kau sudah tak punya hubungan dengan nya tapi kenapa kamu sangat menikmatinya, ini membuat ku membenci mu." ucap Rafa dengan mengepalkan kertas di tangan nya.
Jam sudah pukul sore, Arumi pulang lebih awal karena pekerjaan nya sudah selesai, sore ini ia harus menunggu Jonathan tapi ia malah pulang dengan ojek yang biasa menjemputnya.
"maafkan aku mas, aku harus pulang! hatiku sedang tidak baik baik saja!" sepanjang jalan Arumi menangis mengingat kata kata Rafa yang membuatnya sakit hat.
Setelah sampai rumah, Arumi melihat Rafa yang sedang menunggunya.
"mas Rafa? ada apa!"
"aku ingin bicara pada mu Arumi!"
"bicara soal apa lagi mas, kau sudah menyakiti perasaan ku dengan kata kata mu itu."
"lalu tujuan mu kesini untuk apa mas?"
"hanya mengatakan ini saja, biar kamu sadar diri! kalau kamu menikmati dengan Jonathan berarti dengan pria lain juga kau begini, iyakan."
"jaga ucapan mu mas, aku tak seperti itu lagian aku belum pernah melakukan nya dengan mu, jujur saja aku memang masih mencintai jonathan! jadi puas kau sekarang," teriaknya. Ini membuat jonathan senang yang sedang mendengarkan pentengkaran mereka berdua, rupanya jonathan sedang berada di depan rumah Arumi dengan senyum yang mengembang.
Lalu Rafa pergi dengan perasaan marah dan kecewanya.
"Cih rupanya kau pria itu," ucap Rafa yang melewati Jonathan begitu saja.
Arumi menangis sesenggukan sambil menekuk kedua lututnya, ia tak percaya harus seperti ini dengan Rafa, katanya Rafa ingin menjaganya namun rupanya dia meninggalkan Arumi juga, beginilah kalau pria sudah sakit hati.
"Ehem ehem, lah kok cengeng," sindirnya.
"Mau apa kau kesini mas, pergi dari sini!" ucap Arumi.
"katanya kau masih mencintaiku tapi kau malah mengusirku." kata Jonathan.
__ADS_1
"sejak kapan kau ada di sini mas?"
"sudah lama!"
Ingin sekali Arumi pergi dari hadapan Jonathan namun kaki nya serasa lemas.
"pergi lah, untuk apa kau disini jika hanya untuk meledek ku."
"tidak akan, aku ingin menunggu jawaban mu,"
"jawaban apa mas?"
"jawaban yang tadi, katanya kau masih mencintai ku. Aku ingin mendengar nya sekali lagi."
"kau salah dengar mas, telinga mu harus di obati." Arumi kesal pada Jonathan yang masih berdiri di hadapan nya.
Lalu Arumi pergi masuk ke dalam rumahnya tanpa mempedulikan Jonathan yang terus saja mengetuk pintu.
"Arumi buka! aku juga mau masuk,"
"pulang sana mas, aku lagi malas bertemu orang."
Karena Arumi tak mengizinkan nya masuk, jonathan kembali pulang tadi nya ia ingin mengobrol dengan Arumi, gara gara Rafa ia jadi ikut imbas nya juga.
"Jo tumben pulang siang?" kata Nita.
"Iya bu tadinya Jo mau ajak Arumi kesini tapi dia malah marah."
"masa sih Arumi baik gitu, masa bisa marah."
"Ini gara gara Rafa bu, Rafa menyakiti Arumi !"
"lah memang nya ada masalah apa Jo,"
"Ga tau! tanya aja sama Ibu!" lalu ia pergi ke kamar nya dengan perasaan bahagia, walaupun Arumi mengusirnya tapi saat ini ia tau isi hatinya Arumi hanya untuk dia.
Arumi merapihkan semua barang barang pemberian Rafa, ia ingin mengembalikan nya besok pada Rafa.
"Aku kecewa pada mu Rafa, aku akan kembalikan ini semua begitupun dengan bantuan berupa uang akan ku kembalikan padamu, terimakasih atas semuanya, aku tahu kau pria yang baik tapi sekarang aku tak bisa percaya pada mu lagi. Setalah apa yang kau ucapkan pada ku, aku minta maaf tak bisa menerima lamaran mu." ucapnya dalam hati.
__ADS_1