Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 16


__ADS_3

Arumi yang baru saja selesai mandi,tiba tiba tidak enak hati dengan pemandangan nya.Ia melihat Jonathan dengan tajam menatapnya.


"Ada apa mas," Arumi semakin menghalangi dada nya karena takut dengan Jonathan yang semakin mendekat.


"Mas ada apa," Arumi terus mundur


"Mana saja yang sudah pria itu cicipi," kata Jonathan dengan nada marah .


"Apa maksudnya mas, mencicipi apa," Arumi semakin ketakutan dengan tingkah Jonathan


"Cih jangan pura pura polos kamu!"


"Aku ga ngerti mas,apa maksudmu tolong jangan begini kamu membuatku takut,"


"Takut kau bilang hah, mana saja yang pernah Rafa cicipi dari badan mu,"


"Ra Rafa tak pernah melakukan itu,"


"Bohong kamu, lalu kenapa tadi tiba-tiba Rafa memeluk mu hah,apa kau punya hubungan istimewa dengan nya,"


"Tidak ada mas," kata Arumi


"Tolong jawab jujur atau aku akan melakukan sesuatu," ucapnya


"Aku tak pernah melakukan apapun sama Rafa,dia memeluk mungkin karena dia khawatir padaku dan sebenarnya," Arumi menjeda ucapannya.


"Sebenarnya apa! jawab."


"Dia mantan ku waktu dulu tapi sekarang aku tak punya hubungan apapun itu,"


"Oh jadi begitu, pantas saja haha rupanya kau punya mantan," Arumi merasa takut dengan ekspresi Jonathan.


"Maaf mas aku mau ganti baju dulu," lalu Arumi mengambil bajunya dan pergi keruang ganti dengan terburu-buru.


"Jadi mereka pernah menjalin suatu hubungan, ternyata Arumi tak sepolos yang aku kira," gumam nya.


Setelah selesai ganti baju Arumi berniat pergi ke untuk menemui ibu mertuanya.


"Mau kemana kamu hah,"


"Aku mau menemui ibu mas,"


"Tidak boleh! kau harus disini,"


"Tapi mas,"


"Turuti apa kata ku atau aku akan memakan mu," kata Jonathan


"Ba baik mas,"


"Tolong pijit punggungku," Arumi hanya menurut saja apa kata suaminya.


"Yang keras dong pijitnya,lemah banget tangan mu," Arumi menambah gerakan tangan nya.


"Aw kau ingin membuatku mati hidup hidup hah," teriak Jonathan

__ADS_1


"Ini sudah sedikit keras mas,lalu aku harus gimana,"


"Ini terlalu keras sialan," Arumi memelankan lagi gerakan nya.


"Kenapa semakin pelan," benar benar membuat Arumi harus sabar dengan sikap suaminya.


"Sudah lepaskan! kau tidak becus hanya pijit badan ku," katanya


"Maaf mas," lalu Arumi terdiam ia bingung sekarang harus melakukan apa.


"Mas apa kau ingin kopi,"


"Em boleh tapi harus sesuai selera ku," Baik mas aku ke dapur dulu.


Arumi pergi ke dapur lalu ia menemui bi esih dan menanyakan takaran kopi untuk tuanya.


"Segini nona gula dan kopinya," kata bi esih


"Ya sudah terimakasih ya bi saya mau ke atas dulu,"


"Iya non," kemudian Arumi kembali lagi ke kamarnya.


"Ini mas kopinya,"lalu dia menaruhnya dimeja.


Jonathan langsung mengambil kopinya lalu ia menyeruput nya dengan pelan,tiba tiba


Cuiihh "Ini kopi apaan hah kenapa manis sekali,aku bilang harus sesuai dengan takaran ku," sentak Jonathan


"Tapi mas itu udah sesuai,aku minta resep nya pada bi esih,"


"Mas aku capek,kaki ku rasanya mau patah sampai kapan aku harus membuat kopi mas,"Arumi mulai mengeluh,disisi lain Jonathan tersenyum puas karena sudah mengerjai Arumi.


"Baiklah,bikin satu kali lagi saja setelah ini selesai,"


"Benar ya mas,"


"Iya," katanya singkat,kemudian Arumi kembali lagi ke dapur namun ia malah di cegat Nita ibu mertuanya.


"Arumi,ibu melihat mu bolak balik terus,ada apa?"


"Arumi mau buat kopi Bu,"


"Tapi kenapa kopinya dibawa lagi?" tanya Nita


"Karena ini tak sesuai dengan seleranya,ini sudah ke enam kalinya Arumi mau bikin lagi,"


"Aih anak sialan itu, sini biar ibu buatkan,"


"Tapi Bu nanti dia marah,"


"Tidak akan,ibu akan memberikan perhitungan," Arumi menyerah ia memberikan cangkir nya pada Nita,setelah selesai membuat kopi Nita langsung masuk ke kamar Jonathan sedangkan Arumi masih di bawah.


Tanpa mengetuk pintu,Nita langsung masuk dan meletakkan nya di meja.


"Kenapa kau lama sekali hah,kau ingin membuat tenggorokan ku kering!" Ucap Jonathan yang masih fokus dengan laptopnya tanpa melihat siapa yang ada di depan nya.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja hah,apa kau tuli,apa kau ingin aku melakukan sesuatu," Nita masih terdiam dengan ucapan anak nya.


"Ya kenapa kau diam saja," lalu Jonathan melirik Arumi namun ia malah diam setelah tahu bahwa didepan nya itu ibunya .


"Anak kurang ngajar kamu sudah mengerjai istri mu hah," Nita langsung menjewer telinganya.


"Ampun Bu ini sakit ah,"


"Berani berani nya kamu menganggap istrimu sebagai pembantu,"


"Maaf Bu Jo hanya menghukum nya karena dia sudah melakukan kesalahan," ucapnya mencari pembelaan.


"Kesalahan apa maksud mu hah, awas aja kalau kau berbuat begitu lagi ibu akan memberi mu perhitungan,ingat itu,"


"Iya Bu maafkan Jonathan," dia memang paling takut dengan ibunya karena Nita lah yang berkuasa. kemudian Nita pergi meninggalkan Jonathan dengan kesal karena tak percaya dengan sikap anak nya .


"Arumi,"


"Eh ibu apa ibu sudah mengantarkan kopinya,"


"Sudah,lain kali kamu harus memberinya pelajaran, Jonathan memang keterlaluan,"


"Iya Bu,maafkan suami Arumi,"


"Kenapa harus kamu yang minta maaf,harus nya dia yang minta maaf sama kamu,kamu tak boleh takut pada dia, dia ada dibawah kuasa ibu,"


"Iya Bu terimakasih sebelumnya," kata Arumi.


"Argh sialan si Arumi udah mengerjai ku,awas saja kau," geram Jonathan bukanya berubah namun ia malah semakin ingin mempermainkan Arumi.


Arumi yang belum kembali ke kamarnya ia sengaja di sibukkan di dapur sedang memasak dengan bi esih karena ia takut Jonathan mengerjainya lagi .


"Sini bi biar aku aja yang masak,"


"Tapi non,"


"Ga apa apa bi, aku ingin membuat makanan spesial buat keluarga ini," katanya


"Ya sudah non bibi bantu ngupas bawangnya ya,"


"Boleh bi,"


Arumi ingin membuat rendang sapi dan sayur Sop.


"Semoga ibu dan suami ku suka," Setelah 2 jam berkutat di dapur arumi langsung membawanya ke meja makan.


"Wah wangi sekali,ini buatan mu ," tanya Nita


"Iya Bu," Arumi keatas dulu ya Bu,kemudian ia kembali ke kamarnya untuk mengajak Jonathan makan malam.


"Mas makan malam nya sudah siap," kata Arumi


"Cih dasar sialan,setelah apa yang telah kau buat sekarang sok manis pada ku," kata Jonathan


"Maaf mas lebih baik mas segera kebawah karena ibu sudah ada di sana," kemudian Arumi pergi lagi dengan buru buru ia tak mau berdebat.

__ADS_1


"Awas saja nanti Arumi, akan ku buat kau semakin menderita," gumamnya


__ADS_2