
Devan pagi pagi sudah berada di ruang kerja Jonathan, namun Devan terkejut dengan keberadaan Arumi yang sedang membersihkan meja kerja Jonathan.
"Permisi," sapa Devan
"Iya pak, ada apa?"
"Jangan panggil saya bapak, saya ini masih muda loh."
"Ah iya maaf tuan," kata Arumi
"Bukan kah kamu istri Jonathan kan, kenapa kerja di sini? kenapa bersih bersih maksud ku!"
"Maaf mungkin tuan salah orang kali," ucap Arumi, ia tak ingin ada orang yang mengetahuinya bahwa ia mantan istri sang bos.
"Oh begitu ya, tapi kok kaya mirip ya?"
"Masa istri bos kerja di sini tuan, mungkin penglihatan anda salah, kalau begitu saya permisi dulu tuan," setelah selesai Arumi langsung kembali, ia takut Devan bertanya lebih dan ia juga sedang tak ingin bertemu Jonathan jadi ia sengaja berangkat kerja lebih awal.
"Ehemmm,, rupanya kamu menempati janji mu untuk datang pagi," ucap Jo mengagetkan Devan.
"Astaga bro lu ngagetin gue, gue kira setan tiba tiba datang langsung bicara!"
"Cih mana ada setan' disini, mana katanya kamu bawa bukti clara!"
"Ini bro, rekaman video dan juga rekaman suara dia ada di sini semua, kau bisa melihatnya sekarang."
Jonathan yang penasaran tanpa lama ia langsung mengambilnya lalu memutarkan videonya.
Rahang Jonathan mengeras, tangan nya mengepal kali ini ia benar benar di bohongi oleh Clara, bisa bisanya seorang Jonathan di bohongi oleh wanita.
"Santai bro lu jangan sampai marah di sini, gue takut!" ucapnya.
"Sialan wanita itu berani berani nya dia berbohong pada ku, sangat pintar dia mempermainkan ku, aku akan memberikan dia pelajaran!" ketusnya.
"Harus bro jangan di biarkan kalau bisa cincang saja jadikan bakso haha,"
"Diam berisik lu, gue sedang tidak becanda,"
"Hehe maaf bro, oh iya tadi gue liat istri lu di sini sedang bersihin meja kerja lu, gue tanya dong sama dia,, tapi dia tidak mengakui istri lu katanya hanya mirip saja."
"Gue udah cerai sama dia,"
"Serius bro, tapi yang tadi benarkan istri lu apa gue yang salah liat,"
"Iya benar, dia bekerja di sini sebagai office girl."
"Bisa bisanya cantik begitu jadi office girl, lu tega bro jadikan dia office girl, harusnya jadi sekertaris."
"Bukan gue yang bawa dia, tapi si bajingan Rafa,"
"Oh jadi sekarang dia dekat dengan Rafa, lu nyesel kan sekarang mantan istri lu Deket sama saudara lu bro,"
"Biarkan saja, jangan bahas tentang dia gue tak ingin mendengar nya."
"Cih bilang saja cemburu, kalau begitu gue bisa dong deketin dia," Kata Devan
__ADS_1
"Lo ingin mati hah, cukup Rafa yang jadi musuh gue, apa lo juga ingin jadi musuh gue," ucapnya.
"Hehehe gue becanda."
**
"Arumi apa kamu sudah membersihkan ruangan bos?" tanya Rully
"Sudah kok mbak."
"Kamu datang pagi pagi ya, kok rajin sekali."
"Em sambil olahraga aja mbak hehe,"
"Bagus deh semoga saja kamu dapet bonus dari si bos," kata Rully
"Wih ada office girl cantik nih, kenalan dong," ucap Doni yang baru saja datang dia karyawan office boy.
"Jangan mau kenalan sama dia," ucap mbak Rully, Arumi hanya tersenyum mendengarnya.
"Jangan suka gitu lah, aku mau kenalan sama gadis ini, kamu belum nikah kan Arumi," tanya Doni
"Em aku udah nikah mas, tapi sekarang udah cerai!"
"Serius udah nikah, kamu kelihatan masih kecil loh, tapi kenapa cerai?"
"Mungkin sudah tidak cocok aja mas,"
"Em Arumi ku kira kamu masih gadis, mbak baru tahu kamu sudah pernah nikah," ucap mbak Rully.
"Memangnya usia mu berapa Arumi," Doni kembali lagi bertanya.
"Aku masih 19 tahun mas,"
"Pantas saja kamu masih imut dan cantik, suami mu buta atau gimana bisa bisa nya menceraikan kamu!"
"Bukan jodoh ku mungkin jadi kandas di tengah jalan hehe,"
"Yang sabar ya, aku ga jadi merayu mu karena aku ingin seorang gadis, kita berteman saja ya Arumi." ucap Doni
"Ada ada saja mas Doni ini,"
Sedang asyik ngobrol bersama karyawan lain nya namun tiba tiba saja Jonathan datang.
"Kalian mau kerja atau ngerumpi hah," Suara dingin dan ketus dari Jonathan semua karyawan tunduk tak berani menatapnya, baru kali ini seorang Jonathan datang ke bagian office girl.
"Maaf kan kami semua tuan!" ucap Rully
"Lain kali jangan begini lagi kalau kalian tak ingin di pecat MENGERTI!"
"Baik tuan saya mengerti,"
"Dan kamu anak baru, sini ikut saya ke ruang kerja saya" ucap Jonathan dengan menunjuk Arumi yang masih menunduk.
"Baik tuan," Kemudian ia mengikuti langkah Jonathan ke ruang kerjanya.
__ADS_1
"Ya Allah pasti dia akan mengerjai ku lagi, semoga saja tidak!" ucap Arumi dalam hatinya.
Suasana dingin dan mencekam diruang kerja Jonathan, tak biasanya Arumi merasa takut di depan Jonathan, padahal dulu ia biasa biasa saja tapi sekarang kenapa berbeda.
"Tolong pijit pundak saya!" kata Jonathan.
"Maaf tuan tugas saya hanya bersih bersih, kenapa saya harus mijit tuan,"
"Kau membantah ku hah, cepat pijit!"
Arumi mengalah ia langsung menuruti ke mau an Jonathan.
"Enak sekali pijitan mu, sama seperti istri ku."
Arumi hanya diam ia tak ingin menjawabnya.
"Tiap hari kamu harus memijitku seperti ini, kenapa kamu diam saja, ngomong kek jangan bisu begitu." mendengar nya saja Arumi sangat malas.
"Kamu tuli atau bisu hah dari tadi diam saja,"
"Tolong jaga bicara mu, saya di sini hanya bekerja bukan untuk mengobrol."
"Rupanya kau pintar melawan bos mu juga, sangat menarik!" kata Jonathan.
**
"Arumi apa yang kau lakukan, sini kamu," Rafa yang baru saja masuk keruangan Jonathan ia langsung menarik tangan Arumi.
"Jangan perlakukan Arumi seperti ini, dia bukan budak mu,"
"Haha rupanya sang mantan masih peduli," ledeknya.
"Diam kau sialan,berani beraninya kau mengerjai Arumi?"
"Memang nya kamu siapa, aku berhak karena aku bos nya, kamu disini hanya bekerja sama dengan perusahaan ku saja, yang jadi bos disini tetap aku!" ketusnya, Rafa malas berdebat dengan Jonathan, lalu ia menarik tangan Arumi untuk keluar dan membawanya ke bagian office girl.
"Kamu disini aja Arumi," ucap Rafa
"Terimakasih mas eh maksud ku tuan," lalu Rafa pergi kembali setelah mengantarkan Arumi.
"Wah Arumi kau punya hubungan dengan pak Rafa ya?" tanya Santi yang melihatnya.
"Tidak kok san, dia dulunya temen saya!"
"Bohong kamu, kok dia pegang pegang tangan kamu sih."
"Namanya juga teman masih wajar pegang tangan!" kata mbak Rully menimpali ucapan Santi.
"Terus kamu tadi di panggil pak Jonathan ngapain?"
"Aku hanya membersihkan meja kerja saja, katanya masih berdebu."
"Oh gitu, kenapa tuan Jonathan ga nyuruh Santi aja sih, kan Santi bisa merayunya terus dia juga pasti suka dengan lekuk tubuh Santi yang **** ini, ih membayangkan nya saja membuat Santi gemes,"
Arumi dan juga Rully saling pandang ingin tertawa mendengar ucapan Santi.
__ADS_1