
"Arumi ini makanan nya "
"Kenapa mas Rafa repot sekali bawa makanan?"
"Ya sekali kali kita makan siang bareng," ucapnya.
"Makasih yah mas,"
"Sama sama." Mereka berdua makan siang di kantin perusahaan, banyak sepasang mata yang melihatnya dan juga banyak yang tidak suka pada Arumi yang bisa dekat dengan bos nya.
"Bagian office girl aja ko dia bisa ya deketin bos," ucap salah satu karyawan yang ada di kantin.
"Mungkin dia pakai pelet, kok bisa mujarab gitu ya, ngapain juga pak Rafa mau sama bawahan kaya gitu,"
"Iya ya mendingan juga kita yang cantik dan penampilan oke." setiap para karyawan wanita memandang tak suka pada Arumi .
"Mas kok aku ga enak ya makan disini," ucap Arumi.
"Kenapa memang nya?"
"Orang orang kaya melihat aku ga suka dekat sama kamu mas!"
"Sudah lah biarin aja, kalau nanti ada karyawan yang membicarakan kamu maka aku akan memecat nya!" ucap Rafa dengan ketus.
"Jangan gitu mas, kan mereka juga kerja buat keluarganya."
"Arumi kamu ini kenapa punya hati lembut kaya gini sih,selalu peduli sama orang padahal orang lain belum tentu peduli sama kamu loh!"
"Karena aku pernah hidup susah mas, susahnya cari pekerjaan."
"Em gitu!"
Sedari tadi ada sepasang mata yang menatapnya dengan tajam siapa lagi kalau bukan Jonathan .
"Sial berani berani dia makan berdua di sana!" ucap Jonathan dalam hatinya ia geram melihat Rafa yang terlalu akrab dengan mantan istrinya, mantan istri yang baru diceraikan hukum agama namun belum cerai di pengadilan karena Arumi belum menandatangani surat cerai nya.
"Bro ngapain lu diam disitu, katanya mau makan diluar." ucap Devan
"Iya ayok,"
"Tumben aja lu datang ke kantin bikin karyawan wanita terpesona dengan ketampanan mu,"
"Ya sekali kali lah gue pengen liat kantin disini,"
"Huh lu buat gue terheran heran dengan sikap lu yang sekarang," Kemudian Devan melajukan mobilnya menuju restoran.
"Mau pesan apa bro?"
"Apa ajalah terserah, kalau bisa makanan terenak di restoran ini."
"Siap bos,"
Tak lama kemudian pelayan membawa makanan pesanan mereka.
"Bro lihat deh sebelah sana, sepertinya itu Clara,"
"Mana?"
__ADS_1
"Tuh yang paling pojok, sedang ketawa sama pria lain."
"Sial rupanya dia berani!"
"Lu percayakan dengan mata lu sendiri."
"Dari kemarin juga gue dah percaya sama video yang lu kasih."
"Asyik kalau begitu gue dapat tambahan bonus dong hehe,"
"Hem,,,"
"Kita ikutin saja dia bro, gimana?"
"Pinter juga ide lu Dev,"
"Gue gitu loh," ucap Devan dengan gaya membenarkan kerah bajunya.
"Cih,"
"Ayo ikuti sekarang, lihat dia sudah pergi!" kata Devan yang melihat Clara menuju pintu keluar.
"Ya ayok cepat, jangan sampai kehilangan jejak."
Clara yang tidak menyadari ada yang mengikutinya, ia mengendarai mobilnya dengan santai bersama mantan kekasihnya itu, mungkin sekarang kekasihnya bukan mantan lagi karena sering jalan bersama ya kan.
"Sepertinya dia mau ke hotel,"
"Ikutin saja,"
"Cih wanita murahan," gumam Jonathan.
Kemudian Jonathan dan Devan menuju resepsionis dan meminta kuncinya yang di tempati Clara namun resepsionis itu tak memberikan nya karena ini privacy, namanya Jonathan ia bisa menguasai segalanya.
"Dev beri dia uang,"
Setelah memberikan uang lalu jonthan mendapatkan kuncinya dan ia menuju ruangan yang di tempati Clara.
"Cih rupanya dia hanya menyewa hotel tingkat rendah," kata Jonathan
"Mungkin lakinya kurang duit bos makanya dia memanfaat kan elu,"
"Benar juga Dev."
Clara yang sedang asyik melakukan hubungan dengan kekasihnya itu ia tak tahu ada orang di luar yang sedang menunggunya.
"Buka aja sekarang bos, siapa tahu dia sudah main kuda kuda an hehehe." Ampun ini si Devan bikin gokil.
Jonathan menurut saja dengan ucapan Devan.
ceklek pintu di buka.
Devan dan Jonathan sudah tak kaget lagi karena ia tahu Clara pasti sedang melakukan hubungan.
Prokprokprok "Enak ya kalian main kuda kuda an," ucap Jonathan.
"Kalian!" Clara terkejut dengan kedatangan Jonathan tanpa sehelai baju pun lalu ia menutupi badan nya dengan selimut.
__ADS_1
"Berani sekali kau membohongiku clara!" geramnya.
"Ini tidak benar Jo, ini sama sekali bukan yang kau lihat."
"Lalu dia siapa hah, berani berani kau berhubungan badan di belakang ku, kau benar benar murahan rupanya!"
"Jonathan tolong jangan begini, nanti aku jelasin."
"Aku sudah tidak butuh penjelasan dari mu Clara, bahwa anak yang kau kandung itu bukan anak ku mulai sekarang jangan pernah kau datang lagi pada ku!"
"Tapi jo, dengarkan dulu penjelasan ku, dia pria yang memaksa ku untuk melakukan itu." Clara memohon pada Jonathan.
"Cih dasar wanita! kamu bilang dipaksa, tapi kamu main di atas dia dengan begitu lihai nya." ucap Devan.
"Diam kamu Dev," kata Clara kesal pada Devan, karena Devan memang pria yang susah di bohongi namun tidak dengan Jonathan ia pria yang sangat mudah di manfaatkan.
"Apa lu takut ya sama gue,"
"Diam sialan!"
"Malu lah sama apem mu ga pake celana!"
"Sialan kau Devan, awas kau,"
"Dih rupanya kau tak bisa melawan ku karena ga pake baju ya hahaha."
Clara benar benar ingin memasukan cabe sekarung ke mulut Devan.
"Apa lu liat liat," Devan menantang nya.
"Sudah Dev ayok kita pulang," jangan tanya kemana pria yang sedang bermain dengan Clara tentu saja pria itu ngumpet di toilet karena ia takut dengan Jonathan si penguasa.
"Tunggu Jonathan aku bisa menjelaskan soal ini," Clara berlari dengan selimut di badan nya.
"Sialan jangan menyentuh tangan ku kali ini kau tak boleh menemui ku lagi, lepas tangan mu kau membuat ku jijik!" kemudian Jonathan mengepiskan tangan Clara dengan kasar lalu ia pergi meninggalkan nya.
"Ah sial ini semua gara gara Devan, rencana ku gagal karena dia argghh," Clara membanting kan barang barang yang ada di ruangan itu, ia frustasi dengan kepergian Jonathan.
"Lega rasanya bro."
"Ya kau benar juga Dev, kenapa gue bodoh sekali,"
"Nah itu, kenapa lu bisa di bohongi cewek macam Clara sih Jo,"
"Gue juga ga tau, sudah lah kita langsung balik ke kantor karena pekerjaan ku masih banyak,"
"Siap di gas bos hehe,"
Jonathan yang baru sampai di kantornya ia tak sengaja bertemu Arumi di lift menuju ruangan nya.
Tak ada ucapan satu kata pun dari Jonathan dan tak ada lirikan dari Jonathan membuat Arumi bertanya tanya.
"Tumben sekali dia," ucapnya dalam hati.
Setelah lift di buka Jonathan langsung masuk keruang kerja nya tanpa mempedulikan Arumi, begitupun Arumi masuk keruangan Rafa dengan secangkir kopi di tangan nya.
jangan lupa like dan komen beri masukan untuk cerita ini.
__ADS_1