Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 9


__ADS_3

"Hallo bro pengantin baru ko udah kerja lagi," Kata Devan yang baru saja bertemu Jonathan


"Suts berisik sialan,nanti karyawan ku denger,"


"UPS gue lupa bro hehe, jadi gimana malam pertamanya,"


"Tidak ada malam pertama bagiku,"


"Lah ga asyik dong,"


"Diem lu, sudah pergi dari sini,males banget gue kalo bicara sama lu,"


"Haha santai aja kali bro jangan usir gue,"


"Mana berkas kemarin," tanya Jonathan


"Ini bro,tenang semuanya aman terkendali,"


"Bagus lah kau memang bisa di andalkan,"


"Oh iya bro,kapan kapan gue pengen ketemu istri lu,penasaran gue seperti apa sih wajah pembantu itu,"


"Iya nanti gue kenalin,lu datang aja ke apartemen kalo gue libur,"


"Siap bro!"


**


"Yah sayuran nya abis,aku turun ke bawah aja ah lagian dia sudah ngasih uang,"


Kemudian Arumi pergi keluar untuk membeli sayuran di super market yang tak jauh dari apartemen nya.


"Arumi," sapa seorang pria yang sedang belanja


"Mas Rafa?"


"Kamu tinggal disekitar sini Arumi,"


"Ya mas," Rafa dialah pria yang mencintai Arumi sejak lama namun sampai saat ini Rafa masih menunggu jawaban dari Arumi


"Arumi,"


"Ya mas ada apa?"


"Aku ingin mengajak mu makan,ada yang ingin aku bicarakan,"


"Maaf mas aku ga bisa,lain kali aja ya mas,"


"Sebentar aja ko Arumi,"


"Maaf mas aku tidak bisa, ada yang sedang menunggu ku,"


"Oh ya sudah kalau begitu apa aku boleh minta nomor ponsel mu,"


"Maaf mas aku ga bawa ponsel,lain kali aja ya,"


"Oh ya udah," ucapnya, Arumi sudah selesai belanjanya lalu ia buru buru pergi keluar karena takut Rafa mengikutinya,ia tak ingin sampai Rafa tahu tentang pernikahannya.


"Aduh aku lapar sekali, kalau gitu aku mau cari makan dulu,"


Arumi mendatangi restoran yang tak jauh dari apartemen nya juga.

__ADS_1


"Mba aku pesan Nasi goreng 1 ya," kata Arumi


"Baik Mba silahkan tunggu dulu sebentar,"


"Ya terimakasih,"


Dari kejauhan Jonathan melihat Arumi yang sedang duduk dengan belanjaan disampingnya,Jonathan sedang makan siang bersama Devan.


"Jo lu liatin apa sih," Tanya Devan


"Ada si pembantu di sini!"


"Maksudnya? istri lu,"


"Iya itu," Jonathan menunjukkan jarinya pada Arumi


"Gila bro istri lu cantik itu," puji Devan


"Bukan yang itu,tapi yang diujung sana,"


"Iya gue tau yang ada belanjaan disampingnya kan,"


"Iya itu istriku si pembantu,"


"Kata Lo dekil, dekil darimana nya? dia cantik sekali menurut ku,"


"Cih cantik kata Lo, buta kali Lo,"


"Mending buat gue aja bro kalo Lo ga mau,"


Devan sengaja berbicara seperti itu pada Jonathan, karena memang menurutnya Arumi itu cantik alami.


"Sana aja lu," kata Jonathan ketus


kemudian Devan mendekati Arumi yang sedang makan nasi goreng.


"Hai boleh ikut duduk disini ga," kata Devan


"Ah silahkan mas,"


"Wow dia cantik sekali,cantiknya sangat alami," ucap Devan dalam hatinya


"Perkenalkan nama ku Devan,"


"Aku Arumi," ucap Arumi dengan senyum tulus nya yang membuat Devan terpesona.


"Apa kamu tinggal disekitar sini," tanya Devan


"Ya mas,"


"Sialan itu si Devan ngapain Deket Deket sama istri gue,eh maksudku si pembantu,"


Jonathan langsung mengambil ponselnya untuk menelpon Devan yang sedang asyik mengobrol dengan istri nya.


"Hey sialan cepat balik kesini,jangan lama lama di sana," kata Jonathan yang menghubungi Devan lewat ponselnya.


"E Arumi saya permisi dulu ya ada urusan dari bos ku,"


"Iya mas," Lalu devan kembali lagi ketempat Jonathan


"Bro lo kenapa telpon gue,ada apa hah?" Tanya Devan kesal

__ADS_1


"Siapa yang suruh lama lama dengan istri ku hah,"


"Lagian istri mu seru kalau di ajak Ngobrol,"


"Lo jangan naksir Arumi, awas aja lo kalau naksir lagi,"


"Iya maaf maaf bro,ga bakalan diulang lagi deh,"


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang," ajak Jonathan


"Bisa bisa nya si Devan dekat dengan Arumi,apa benar Arumi cantik menurut Devan?" Ya tentu saja cantik dengan penampilan yang sederhana tapi tidak mengurangi kecantikan nya.


"Dia sudah melanggar perintah ku,liat saja kalau nanti setelah pulang aku akan menghukumnya.


Sesampainya di rumah Arumi langsung memasukkan belanjaan nya satu persatu.


"Ah akhirnya stok makanan ku banyak," ucap Arumi


"Sekarang ngapain lagi ya? kesel juga diam sendirian disini," Arumi berniat akan membuat donat buat cemilan nya sambil nonton Drakor.


"Wah tampan sekali Lee min Hoo,"


Tiba tiba saja ada suara pria yang di kenal nya.


"Siapa itu Lee min Hoo," ucap Jonathan yang baru saja datang


"Tuan? ko masih siang sudah pulang," tanya Arumi


"Ya terserah aku lah, aku bos nya," kata Jonathan sewot


"Oh iya hehe karena tidak biasanya tuan pulang siang,"


"Jadi kamu ga suka kalau saya pulang siang?"


"Bukan begitu tuan,"


"Jangan berpikir kamu bebas kalau ga ada saya,jangan so dekat dengan pria lain,"


"Apa maksud tuan? saya hanya belanja sayuran ke bawah terus makan di restoran ko," ucap Arumi jujur


"Terus kamu ngobrol sama pria, iya kan?"


"Tuan tahu dari mana, em cie ternyata tuan mengawasi ku dari jauh ya hehe pantesan jam segini sudah pulang," kata Arumi sengaja menggoda Jonathan.


"Sial kenapa gue jadi gini sih,ngapain gue pulang coba,gue harus buat alasan apa ya," kata Jonathan dalam hatinya.


"Cih kepedean sekali kamu, saya pulang siang juga karena mau sarapan disini. Soal tahu kamu lagi ngobrol itu aku tak sengaja melihatnya," Arumi tersenyum mendengar alasan suaminya yang menurut dia tak masuk akal.


"Em begitu,ya sudah tuan kalau gitu aku mau nyiapin makan siang nya,"


"Ya," jawab Jonathan singkat, rasanya saat ini juga ia ingin sembunyi karena benar benar malu sama Arumi yang mengetahuinya.


"Ini tuan makan siangnya nasi goreng nugget," Arumi menyodorkan nasi goreng nya.


"Kalau begitu makan saja sendiri,sepertinya saya kenyang," kata Jonathan lalu pergi. meninggalkan Arumi tanpa mencicipi nasi gorengnya.


"Dia itu kenapa sih katanya mau makan tapi malah pergi,udah capek capek aku buatin,huh ya udah lah aku makan aja," ucap Arumi kesal dengan tingkah Jonathan.


Jonathan yang berada di dalam mobilnya ia terus saja memukul setir nya dengan kesal.


"Kenapa gue pulang ke rumah,argh pasti si pembantu dekil itu senang. Pokonya nanti malam harus ku beri pelajaran,enak aja seorang CEO tampan kalah sama si dekil," Jonathan masih menganggap Arumi pembantu dekil padahal penampilan Arumi sudah berbeda jauh dengan dulu,ia semakin cantik walaupun dengan penampilan sederhana,bukan Jonathan namanya kalau punya gengsi dan tidak mau mengakui.

__ADS_1


__ADS_2