
Arumi yang baru sampai rumah setelah pulang kerja namun tangan di tarik oleh seseorang.
"Mas Jo ada apa, lepaskan tangan ku," Jonathan tersenyum sinis.
"Rupanya kau pura pura tak mengenaliku, pintar sekali bersandiwara!"
"Apa maksud mu mas aku ga ngerti,"
"Cih pura pura,"
"Jangan pernah dekat sama aku lagi mas, inget ya kamu punya anak sama kekasih mu, lepaskan tangan mu!"
"Ternyata kau berani juga melawanku, lihat saja besok kalau kau bekerja!"
"Terserah kamu saja mas, mana surat perceraian itu biar aku tandatangani sekarang juga,"
"Jadi benar kamu ingin cerai dariku,"
"Buat apa aku bersama mu lagi mas jelas jelas kamu sudah bikin anak sama orang, jijik aku walaupun harus bertahan," geram Arumi, ia tak suka melihat Jonathan yang terus mengganggu nya.
"Berani kamu bilang jijik pada ku, memang nya kau siapa hah, kau orang miskin yang tak punya apa apa?"
"Lalu kenapa jika aku miskin, ngapain juga kamu kesini hah, dasar ga punya malu,"
Jonathan geram dengan sikap Arumi lalu ia membawa masuk ke rumah lama Arumi.
"Mau ngapain kamu mas, lepaskan aku!"
Jonathan malah semakin mengeratkan tangan nya lalu ia memeluk Arumi.
"Aku tak ingin cerai dari mu Arumi, surat perceraian itu sudah aku bakar."
"Lepas mas, pokonya aku ingin bercerai, aku ga suka dengan kamu yang selalu bermain dengan wanita mu mas, pergi kau dari sini!" Arumi mendorong Jonathan keluar lalu ia mengunci pintu nya.
"Hiks hiks kenapa masalah ini belum selesai juga ya tuhan,"
"Lihat saja Arumi kau tak akan bisa berkutik," ucapnya.
kemudian ia pulang ke rumahnya tanpa mengganggu Arumi lagi.
"Tumben pulang siang Jo," kata Nita
"Lagi malas kerja!"
"Heran deh ibu sama kamu, semenjak kamu dekat dengan Clara malah jadi pemalas."
"Diam lah Bu jangan banyak bicara,"
__ADS_1
"Cih anak ga tau diri!" kesal Nita
"Oh iya ibu sengaja ya memperkerjakan Arumi di perusahaan ku, apa rencana ini sekarang?"
"Kamu ingin tahu rencana ibu? tentu saja ibu mau jodohin Arumi sama Rafa,"
"Cih hahaha mana mau rafa! Arumi bekas ku Bu!" Jonathan tak habis pikir dengan ibunya yang mau menjodohkan Arumi, tentu saja ia tidak rela karena di hatinya masih ada Arumi namun ia gengsi untuk mengatakan nya.
"Sama aja kaya kamu Jo, kok kamu mau sih sama Clara bekas orang apa kamu tidak jijik, kalau Rafa jelas pasti mau karena arumi statusnya asli janda bukan murahan!" Nita memang sengaja ingin mendekatkan Arumi dengan Rafa biar Jonathan menyesal.
Jonathan ingin membungkam mulut ibu nya namun ia sadar walaupun begitu Nita tetaplah yang pernah melahirkan nya.
"Terserah ibu mau menjodohkan mereka, asal ibu tahu Arumi tetap lah milik ku, aku tak akan membiarkan dia jadi milik rafa!" lalu Jonathan pergi meninggalkan ibunya yang masih menganga.
"Anak itu, kenapa bisa begitu? dia yang menceraikan nya tapi dia tak rela Arumi di ambil orang lain, bener bener egois aku tak nyangka bisa melahirkan anak seperti dia!" kesalnya.
"Devan bagaimana tentang joni!"
"Aku sudah mengetahuinya Jo, tapi kamu jangan marah?" ucap Devan di sebrang sana
"Kenapa harus marah? cepat katakan!"
"Sebenarnya Joni itu bersekongkol dengan Clara, dia sengaja tak melaporkan Clara pada mu karena Clara membayar Joni dengan sangat mahal," kata Devan, Jonathan langsung mengepalkan jari jarinya.
"Sial berani berani nya dia!"
"Apa itu?"
"Kekasih mu sedang mengandung hasil hubungan dengan mantan nya!"
"Apa! beraninya dia membohongi ku!"
"Kau juga pernah melakukan dengan Clara kan, tapi dia lebih sering dengan mantan nya karena mereka tinggal bersama!"
"Ini tak bisa di biarkan!" ucapnya
"Besok di kantor aku akan memberikan bukti ya pada mu biar kau percaya bahwa aku tak mengada ngada,"
"Baiklah, kalau begitu besok pagi kamu harus keruangan ku,"
"Siap bro" setelah menelpon dengan Devan, Jonathan langsung merebahkan badan nya di kursi, ia mengingat lagi tentang Clara kenapa ia bisa di bohongi Clara.
"Wanita sialan rupanya dia." yang membuat nya marah ia membuat Arumi menderita karena nya, padahal selama ini Arumi wanita yang baik untuknya.
"Arumi, aku tak boleh kehilangan dia," ucap nya dalam hati.
***
__ADS_1
"Makasih ya mas makanan nya, kenapa kamu bawa makanan kesini!"
"Aku hanya ingin kesini saja Arumi, aku kepikiran sama kamu, maaf ya dikantor aku tak bisa menemui mu,"
"Tak apa apa mas."
"Oh iya gimana? kamu betah ga disana kalau kamu ga betah aku bisa mencarikan pekerjaan lagi untuk mu,"
"Betah betah aja sih mas, tapi...Aku tak suka dengan sikap jonathan!" katanya
"Memangnya dia kenapa?"
"Dia memperlakukan aku se enaknya, aku membersihkan kan meja kerjanya berulang kali dan begitupun membuat kopi untuknya, sepertinya dia senang mengerjai ku mas!"
"Apa? bisa bisa nya dia begitu, aku akan memberikan pelajar padanya nanti."
"Jangan mas, gak usah ga apa apa yang penting dia ga macam macam sama aku mas!"
"Em ya sudah kalau gitu, tapi kalau ada apa apa kamu harus memberitahu ku,"
"Terimakasih mas udah baik sama aku, maaf aku ga bisa balas kebaikan mu." kemudian Rafa menggenggam tangan Arumi lalu ia mengelusnya.
"Arumi? aku akan selalu ada untuk mu, jangan sungkan meminta pertolongan ku, aku sudah janji pada ibu mu akan menjaga mu,"
"Terimakasih mas," lalu Arumi menyandarkan kepalanya di pundak Rafa membuat jantung Rafa berdebar.
"Aku pinjam pundak mu mas, aku butuh sandaran,"
"Tentu saja boleh." rasanya bersandar di pundak Rafa membuat Arumi tenang sampai ia ketiduran.
"Malah tidur lagi." kemudian Rafa menggendong nya ke kamar Arumi.
"Selamat tidur Arumi, aku pulang dulu ya,cup!" Rafa memberi kecupan di kening Arumi. Lalu ia mengunci pintu rumah Arumi dari luar, Rafa sengaja membawa kunci cadangannya.
"Sayang lagi dong," ucap Clara.
"Apa kamu masih belum puas?" tanya seorang pria.
"Aku ingin lagi, bayi ini yang menginginkan nya,"
"Ada ada saja kamu, aku tak mau melakukan nya lagi kasian bayi yang ada di perut mu, itu adalah anak ku!"
"Ya mas ini anak mu, kamu percaya kan aku tak pernah melakukan hubungan dengan pria lain, hanya kamu pemuas nafsu ku sayang!"
"Terus kenapa kamu minta di nikahi Jonathan hah,"
"Sayang aku cuma mau ngambil sertifikat nya saja setelah itu aku akan meninggalkan nya,aku janji tak akan melakukan hubungan dengan dia."
__ADS_1
"Baiklah terserah kamu saja." Clara melakukan hubungan nya dengan mantan kekasih nya, ia sudah lama tinggal bersama dengan mantan kekasih nya itu, ia juga wanita yang pintar berbohong sampai semua pria yang pernah dekat dengan nya bisa patuh padanya.