
"Arumi? pulang sama siapa?" tanya Nita
"Di antar Rafa Bu,"
"Rafa nya mana, dia pergi lagi katanya ada penting,"
"Memang nya Jonathan kemana?"
"Aku ga tau Bu mungkin sibuk,"
"Ah anak itu tak bisa di biarkan!" kata Nita.
Baru saja bicara tentang Jonathan ternyata orang nya baru sampai.
"Kamu dari mana aja Jo,bisa bisanya dia pulang sama Rafa?"
"Ibu tanya saja sama Arumi kenapa dia pulang sama Rafa,bukanya menunggu suami,"
"Mas aku menunggu mu dari pagi loh,katanya kamu janji mau jemput pagi?"
"Ya bisa ga sih tunggu dulu, murahan malah pulang sama mantan nyari kesempatan ya kamu!"
"Astaga Rafa..harusnya kamu berterima kasih pada Rafa karena dia sudah menjemput istrimu,ada ada aja kamu ini Jo!"
Namun Jonathan malah pergi saja melewati Nita dan juga Arumi.
"Dasar anak tak tahu diri,orang tua lagi ngomong malah pergi," kesal Nita
"Ya sudah Bu Arumi pergi dulu ke kamar ya,"
"Iya kamu istirahat saja,"
lalu Arumi menuju kamarnya,tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke dalam.
"Hebat ya kamu bisa jalan berduaan sama mantan,"
"Memang nya kenapa mas,lagian aku ga ada hubungan cuma sebatas teman,"
"Bohong! pintar sekali kamu berbohong."
"Terserah kau saja mas,aku capek."
Namun Jonathan malah menarik tangan Arumi.
"Lepasin mas,apa apaan sih kamu!"
"Sini kamu!" Jonathan menarik paksa Arumi ke dalam kamar mandi kemudian ia mengguyur badan Arumi yang masih mengenakan baju.
"Mas apa apaan kamu,"
"Ini akibat mu yang suka dekat dengan pria lain, badan mu harus di suci kan dulu," ucapnya
__ADS_1
"Memang nya aku ini setan mas sampai kamu mengguyur aku, jahat kamu mas,"
"Pokonya setiap kamu jalan dengan dia,kamu harus suci kan dulu badan mu,ingat itu!" Arumi tak habis pikir dengan pikiran Jonathan yang tak masuk akal.
"Lalu bagaimana dengan mu yang sudah berhubungan badan dengan kekasih mu mas? apa kamu juga harus aku guyur hah.. sini kamu mas." Arumi tak mau kalah ia juga membasahi badan Jonathan.
"Sialan kamu berani berani nya hah," Jonathan geram
"Gimana rasanya mas! dingin kan, kamu pikir aku ga tahu kalau kamu suka dekat dengan wanita,aku juga merasa jijik mas jujur aku menyesal telah memberikan kesucian ku pada mu! ucap Arumi terang terangan ia sudah geram dengan keegoisan Jonathan.
"Jadi kamu ga suka disentuh sama aku!"
"Kalau iya kenapa mas,mau bilang apa lagi kamu," Arumi menantang Jonathan dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Cih murahan,"
"Kamu lebih murahan mas main celap celup sana sini,jijik aku!"
Jonathan tak habis pikir dengan ucapan Arumi yang semakin hari dia melawan.
"Kau ingin apa sebenarnya!" tanya Jonathan.
"Aku hanya ingin hidup tenang!"
"Baiklah,kau akan hidup tenang setelah kita bercerai," ucap Jonathan.
"Ya aku menunggu perceraian itu mas jangan hanya ucapan tolong buktikan biar aku bebas tanpa di kekang," jonathan tersenyum sinis ia tak menyangka Arumi menginginkan perceraian.
"Aku bahagia kalau gitu,, awas aku mau mandi," kata Arumi lalu Arumi menutup pintunya dengan keras.
"Hiks hiks aku mencoba kuat menghadapi kamu mas, kamu egois hiks," sambil menangis Arumi mengelus perutnya yang masih rata.
"Apa aku harus membesarkan anak ini sendirian, ya aku pasti bisa dan aku tak akan memberitahu ibu dan juga Jonathan,semoga perceraian ini secepat nya terjadi biar aku bisa hidup tenang dengan anakku," ucap nya dalam hati dengan guyuran air di badan nya.
"Arumi keluar kamu,lama sekali kau!"
tiba tiba pintu kamar mandi dibuka tanpa melirik,Arumi melewati Jonathan begitu saja.
Tak ada suara di saat makan malam,biasanya Jonathan suka becanda dan merayu Arumi namun kali ini mereka berdua terdiam.
"Kalian kenapa?" tanya Nita.
Tak ada yang menjawabnya diantara mereka yang sedang fokus dengan makanan nya.
"Arumi sudah selesai Bu, Arumi mau kembali ke kamar,"
"Jo apa kalian bertengkar," tanya nya
"Iya Bu,"
"Karena apa,bukanya kalian tak pernah bertengkar seperti ini?"
__ADS_1
"Aku sudah tak peduli lagi dengan nya, aku dan Arumi ingin cerai," kata Jonathan
"Apa? apa maksud mu Jo,kenapa bisa begitu?"
Tanpa menjawab, Jonathan langsung pergi meninggalkan Nita .
"Kamu mau kemana jo?"
"Aku mau ke apartemen ku,"
Lalu ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Argh sial, aku membenci mu Arumi..Ayo kita lakukan,mari bercerai Arumi.. itu mau mu kan? akan ku buktikan kau pasti menderita tanpa aku" gumamnya.
Bukanya pergi ke apartemen nya namun ia malah menemui Clara .
"Jonathan? tumben kamu kesini,ada apa?"
"Mari kita menikah," ucapnya
"Kamu serius jo?"
"Iya aku serius, Arumi ingin bercerai dengan ku jadi untuk apa kita tidak menikah kan,"
Clara terharu dengan kata kata Jonathan lalu ia memeluknya .
"Terimakasih Jo kau menempati janji mu, aku janji akan menjaga kandungan ini," namun ekspresi Jonathan biasa saja,tak ada kebahagian dari raut wajahnya pikiran nya hanya tertuju pada Arumi namun ia frustasi setelah Arumi bilang menyesal.
"Ini mau mu kan Arumi,aku akan melakukan nya segera," ucap nya dalam hati.
"Jo jadi kapan kamu akan bercerai dengan nya,"
"Tidak akan lama lagi kami akan bercerai dan aku akan membawa mu kepada ibu ku," ucapnya.
"Kamu serius Jo, apa kamu tak takut dengan harta mu, bukanya ibu mu akan menyita semua kemewahan mu,"
"Tidak akan, Ibu pasti menyetujuinya apalagi ada bayi yang kamu kandung?"
"Jadi kamu akan memberitahu ibu bahwa aku hamil,"
"Ya," Clara sangat senang bukan main,ini lah rencana nya ingin menikah dengan Jonathan.
"Terimakasih Jo,aku mencintai mu," ucapnya
"Lihat saja arumi,Aku akan kau akan menderita dan kau akan menyesal,aku akan memberikan kejutan untu mu,aku akan menceraikan mu,dan aku akan menikah dengan kekasih ku,itu lah akibatnya kau mengatakan menyesal telah memberi kesucian mu pada ku. Tunggu tanggal main nya Arumi," ucap jonathan dalam hatinya.
Dengan percaya diri ia akan merencanakan semua ini.
Arumi masih menangis tersedu sedu ia menyesal telah mengatakan nya pada Jonathan, ia tak tahu kenapa bibirnya bisa mengeluarkan kata kata itu, apa semua itu karena terlalu sakit pada Jonathan hingga ia tak bisa mengontrol emosinya.
"Hiks hiks aku akan menerima semua yang kau lakukan pada ku mas, aku tak tahu harus bagaimana lagi, aku capek menghadapi semua ini, aku serahkan pada mu hiks."
__ADS_1