
"Cie!" kata Nita yang baru saja kembali, ia melihat Jonathan dan Arumi saling tertawa.
"Apa sih Bu!" jonathan kesal karena ia sedang asyik ngobrol bersama mantan istrinya itu tapi malah di ganggu sama ibunya.
"Ko gitu sih jo, kamu ga suka ada ibu di sini?"
"Bukan gitu Bu, masa ga ngerti sih?"
Arumi hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil ibu dan anak.
"Kita makan malam yuk!" ucap Nita.
"Kayanya arumi mau pulang bu, soalnya udah malam."
"Makan dulu sayang, nanti jonathan yang akan mengantarmu pulang,"
"Tapi Bu ?"
"Iya nanti aku yang antar," kata jonathan.
Kemudian mereka bertiga makan malam bersama tanpa ada suara yang memecah keheningan hanya dentingan sendok saja yang terdengar.
"Arumi sudah selesai bu," lalu arumi merapihkan piring kotor ke dapur, namun Nita tak mengizinkan nya."
"No arumi, jangan pegang pegang piring kotor, ini tugas bi esih."
"Arumi hanya membantu saja kok bu, sebelum pulang ke rumah,"
"Terserah kamu saja lah, kamu kan emang wanita paling rajin, ibu juga kalah sama kamu!"
"Hehehe ibu bisa aja sih."
Jonathan yang sedang berada di kamar nya, ia merasa bahagia dengan adanya Arumi. Apalagi ia harus mengantar pulang Arumi, jonathan mengganti bajunya lalu menyemprot parfum ke tubuhnya.
"Em wangi nya, biar Arumi nempel terus," ucap nya.
Tak lupa juga jam tangan kesayangan nya ia pakai, Jonathan benar benar sudah rapih, kemudian ia kembali ke ruang tamu untuk menemui Arumi lagi.
Nita dan Arumi yang sedang mengobrol mereka terpesona dengan ketampanan jonathan.
"Jo kamu mau kemana? kamu udah janji kan mau antar pulang Arumi."
"Iya lah bu, kan ini juga mau antar pulang dia."
"Wah tapi kenapa penampilan mu sangat beda sekali."
"Dasar ibu, dari dulu juga anak mu ini tampan bu."
"Cih kepedean sekali." lalu Jonathan melirik pada Arumi dan ingin mengatakan sesuatu tapi kenapa tenggorokan nya terasa tercekat.
"E Arumi! apa mau pulang sekarang, atau mau nginap saja di sini," ucap jonathan membuat Nita ingin ketawa dengan tingkah anak nya.
"Pulang aja mas, masa nginap sih."
"Oh ya sudah kalau gitu mari aku antar, karena ini sudah malam, besok kamu harus kerja kan
"
"Iya mas mari," kemudian Arumi pamit pada Nita untuk kembali pulang.
"Hati hati di jalan ya Arumi, Jo kamu jagain Arumi ya! awas saja kalau kau sakiti."
__ADS_1
"Tenang aja lah bu, Jo ga mungkin nyakitin dia."
Tiba tiba saja Jonathan menggandeng tangan Arumi dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Astaga anak itu? ternyata bisa romantis juga," kata Nita.
***
"Mas terimakasih ya sudah antar aku pulang."
"Sama sama." ucapnya.
suasana kembali hening.
"Em mas,"
"Ada apa Arumi, bicara saja."
"Tak ada apa apa ko mas, aku cuma mau bilang terimakasih."
"Kamu ini kenapa Arumi dari tadi bilang terimakasih terus."
"Hehe engga apa apa mas," Arumi benar benar gugup saat ini, ia serasa baru bertemu dengan Jonathan lagi.
"Sudah sampai,"
"Iya mas terimakasih ya,"
"Hem iya," lalu kemudian Arumi membuka pintu mobilnya, namun jonathan malah menarik tangan arumi.
"Mas," mereka saling bertatap satu sama lain, ada rasa rindu di hati nya masing masing.
Namun semakin lama jonathan malah lebih mendalam lagi, bisa bisa nya Jonathan melakukan ini, begitu pun Arumi yang menerima serangan dari Jonathan.
Tin Tin mereka berdua kaget mendengar klakson dari kendaraan lain.
"E maaf," jonathan gugup dengan tingkahnya.
"Kenapa aku malah mencium nya sih, astaga ini membuat harga diri ku malu," ucapnya dalam hati.
"Terimakasih ya mas," Arumi membuka pintu mobilnya lalu ia berlari dan masuk kedalam rumah dengan jantung yang masih berdebar.
"Hah bisa bisanya aku tergoda olehnya," Arumi langsung berlari ke wastafel mencuci bibirnya.
"Bibir ku tak suci lagi, argh kom aku bisa gini sih," jujur saja arumi sangat malu, ia mengacak acak rambutnya dengan kesal.
Sementara Jonathan malah tersenyum bahagia, ia merasa menang ternyata Arumi masih menikmatinya.
"Walaupun gaya batu, ini membuat gairah ku semakin menggebu, padahal arumi hanya diam saja tapi kenapa aku menyukainya."
Jonathan memasuki rumah nya dengan bahagia perasaan yang nyaman, tidurpun ia bisa nyenyak lagi.
Pagi hari ini Arumi berangkat lebih awal lalu ia langsung membersihkan ruangan kerja jonathan.
"Semoga saja cepat beres, aku malu tak ingin bertemu dengan nya lagi." ucapnya
Setelah selesai Arumi langsung memasuki ruangan Rafa untuk membersihkan juga.
"Mas Rafa? tumben sudah ada di sini."
"Ya karena aku ingin bertemu dengan mu pagi ini?"
__ADS_1
"Tapi untuk apa?"
"Kok kamu gitu Arumi, ga mau ya ketemu dengan ku,"
"Bukan begitu mas, em aku merasa aneh aja."
"Aku cuma ingin mengajak mu untuk sarapan bareng,"
"Oh sarapan ya mas, tapi aku masih kenyang mas. Aku sudah makan dirumah."
"Oh gitu ya sudah lain kali saja!"
"Maaf ya mas, aku permisi dulu." namun Rafa malah menghentikan langkah Arumi.
"Ada apa lagi mas?"
"Kamu ingat kan soal kemarin, besok aku menagih janji mu,"
"Janji? janji apa maksud mu mas?" Rafa sedikit kecewa pada Arumi, kenapa Arumi bisa melupakan hal penting ini.
"Jawaban untuk aku."
"Ah i iya mas, maaf aku melupakan itu,"
Rafa langsung terdiam, ia membiarkan arumi pergi, perasaan nya sakit kenapa Arumi bisa melupakan nya padahal Rafa dari kemarin menunggu jawaban Arumi.
"Apa ia akan menolak ku," ucapnya, membayangkan nya saja membuat Rafa frustasi.
Jonathan baru sampai diruang kerjanya, tadi nya ia ingin melihat Arumi sebentar saja namun rupanya Arumi sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Rupanya dia berangkat lebih dulu hem!"
"Arumi ?" panggil Rully.
"Ya mbak kenapa?"
"Kamu mau ga anterin kopi ini ke ruang tuan jonathan,"
"Ta tapi mbak, aku ga bisa kayanya, soalnya mau bersihin toilet." ucapnya.
"Biar aku saja deh, ini kesempatan untukku," ucap santi.
"Pak Jonathan tak menginginkan kamu santi, hanya boleh aku dan arumi yang masuk ke sini!" kata Rully.
"Kok bisa ya, Arumi yang masuk ke sana memang nya ia punya keistimewaan apa sih sampai di bolehkan masuk, aku jadi ngiri sama dia!" ucap santi dengan bibir yang mengerucut.
"Maaf ya mbak aku juga ga bisa, mbak aja lah kan aku masih banyak kerjaan," kata Arumi.
"Em ya sudah lah, tapi nanti siang kamu yang anter ya," ucapnya pada arumi.
"Iya mbak baik lah," Kemudian Rully membawa kopinya keruang jonathan.
"Ini tuan kopinya."
"Arumi mana, aku mau dia uang antar! dengan suara dingin nya.
"Baiklah tuan nanti siang Arumi yang akan antar."
"Aku mau sekarang, bawa lagi kopinya sana dan buat lagi yang baru, ingat ya! harus arumi."
"Baik tuan," kemudian Rully membawa kopinya kembali, ia merasa heran dengan bos nya itu? ada hubungan apa dengan arumi. Rully masih terus berpikir.
__ADS_1