
Baru saja masuk rumah, Arumi sudah di kejutkan lagi dengan mantan ibu mertuanya.
"Cie abis jalan sama Rafa ya?"
"Ko ibu tau sih?"
"Ya tahu dong, kan Jonathan tadi kesini mau jemput kamu tapi kamu ya tidak ada dirumah."
"Apa jadi mas Jo tadi kesini, kok Arumi ga tahu ya bu?"
"Mungkin Arumi ga liat, tapi Jonathan tahu Arumi pergi sama Rafa." Arumi diem sejenak, ia memikirkan Jonathan takut mengikutinya.
"Ya sudah Bu mari masuk, silahkan duduk bu!"
"Terimakasih Arumi, kamu makin cantik sekarang,"
"Ah ibu bisa aja hehe,"
"Seperti Rafa yang sudah merubah penampilan mu ya!"
"Iya Bu, dia yang maksa padahal aku ga mau tapi aku senang dan nyaman dengan penampilan yang seperti ini."
"Bagus dong berarti Rafa tulus sama kamu, ibu ikut senang Arumi." sebenarnya Arumi tak tahu kenapa Nita sangat senang jika ia bersama Rafa, padahal Jonathan anaknya tapi ia tak mempermasalah kan soal arumi dan Rafa.
"Oh iya Bu ini silahkan di minum."
"Terimakasih Arum, Arumi ibu kesini ingin mengajak mu ke rumah ibu sudah lama kan kamu tak kesana?"
"Iya Bu, Arumi mau aja kok tapi nanti setelah di sini ya Bu, Arumi juga ga bisa lama lama
karena kan besok Arumi harus kembali kerja."
"Tidak apa apa kok sayang." kemudian Arumi mengobrol sambil tertawa, meraka seperti anak dan ibu pada umum nya
***
POV Rafa
Pada akhirnya aku lega juga sudah mengatakan isi hati ku pada Arumi dan sekaligus aku melamarnya. Dari dulu aku sangat mencintai Arumi namun karena ke pindahan ku keluar negri aku jadi berpisah dengan dia, sampai pada akhirnya Arumi harus menikah dengan jonathan.
Biarkan saja aku di bilang pengecut oleh Jonathan karena memang kenyataan nya hati ku tak bisa di bohongi bahwa aku sangat mencintainya, semoga saja Arumi mau menerima lamaran ku.
Aku memandang foto Arumi di ponsel ku, ia sangat manis dan juga cantik, ia begitu ceria dan juga penyayang. Bagaimana bisa aku tak menaruh perasaan padanya, dia wanita yang aku mau.
Aku mendengar ada orang yang memencet bel apartemen ku lalu aku membuka pintunya.
Aku benar benar terkejut ternyata Jonathan yang datang, kenapa tumbem sekali ia kesini.
"Jo? ada apa ke sini."
"Suruh masuk kek, malah bengong gitu."
"Oh iya silahkan masuk, lagian ada apa kamu kesini tumben sekali kamu Jo."
"Aku hanya ingin bicara dengan mu saja,"
__ADS_1
"Soal apa?"
"Ini tentang Arumi." Aku tahu pasti Jonathan sudah mengetahuinya tentang aku yang melamarnya.
"Ada apa?" tanya ku.
"Kau benar melamar arumi!" sudah ku duga jonathan mengatakan ini.
"Ya memang nya kenapa?"
"Aku tak menyangka kau bisa merebut wanita yang aku cintai."
"Ya jelas karena ia kekasih ku."
"Tapi aku pernah menikah dengan nya Raf, aku mohon jangan menikahi Arumi karena jujur aku masih mencintainya, maaf soal aku yang menyakitinya tapi aku baru sadar sekarang, aku sangat mencintainya."
"Bagaimana dengan hati ku Jo, aku juga mencintainya," Jonathan terdiam setelah aku mengatakan perasaan ku padanya, lalu ia langsung pergi dari apartemen ku dan aku tak tahu kenapa ia tidak bicara lagi, apa ia kecewa pada ku! tapi sudahlah aku tak ingin memikirkan nya.
***
"Apa aku harus merelakan arumi? jujur aku tak bisa tapi kenapa Rafa juga mencintainya." Jonathan terus saja memukul setir mobilnya, ia benar benar kesal pada Rafa dan juga pada perasaan nya yang masih mengharapkan Arumi padahal ia sudah menyakitinya.
Setelah sampai rumah Jonathan langsung masuk dengan tergesa gesa namun ia seketika menghentikan langkah nya.
"Arumi!" ucapnya.
Arumi tersenyum pada Jonathan, begitupun dengan Jonathan rasanya ini seperti pandangan pertama.
Begitupun dengan Nita ia senyum senyum sendiri melihat kelakuan Jonathan yang tak mengalihkan pemandangan nya pada Arumi.
"Ehem ehem, ga berhenti memandang ya Jo,".kata Nita.
"Sini kamu duduk Jo, kalau ada tamu itu harus sopan, salaman dulu kek atau nyapa dulu kek,"
"Iya iya Bu," Jonathan langsung mengulurkan tangan nya pada Arumi, padahal di tempat kerja pun ia sering bertemu tapi kenapa hatinya bisa segugup ini.
"Apa kabar Arumi."
"Baik mas."
"Oh iya kalau begitu aku mau ke atas dulu," ucap Jo.
"Mau ngapain jo? diem di sini dulu lah jo!"
"Jo mau nyimpan dulu ini Bu," menunjuk pada tas nya.
"Oh ya udah, cepetan ke sini ya."
Lalu Jonathan berjalan menuju kamar nya.
"Arumi seperti Jonathan masih mencintai mu."
"Masa sih Bu, kan dia udah punya ke kasih, Arumi kesini juga cuma mau tandatangani surat cerai, biar mas Jo bisa menikah dengan kekasihnya."
"Jonathan sudah tidak bersama lagi, ternyata anak yang di kandung kekasihnya itu bukan anak Jonathan."
__ADS_1
"Ko bisa gitu bu?" Arumi bingung.
"Ya karena Clara selalu berhubungan dengan mantan kekasihnya, dan ia juga membohongi Jonathan."
"Tapi dari mana Jonathan tahu kalau Clara selingkuh di belakangnya?"
"Jonatham waktu itu datang ke hotel bersama Devan untuk memergoki Clara, tenyata Clara sedang bermain panas di sana."
"Serius bu, kok bisa sih,"
"Ya makanya ia menyesal telah memilih ke kasihnya itu dan membuang kamu Arumi."
"Emm gitu," Arumi hanya mengangguk saja, ga tau ia harus senang atau sedih mendengar kekasihnya tidak mengandung anak Jonathan, tapi tetap saja dia pernah bermain panas dengan kekasihnya itu.
"Ah tidak tidak," Arumi menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa arumi?" ucap Nita.
"Tidak apa apa kok Bu hehe kepala ku agak pusing ini,"
"Kalau begitu kamu tidur aja di sini, untuk menghilangkan pusing di kepala mu itu."
"Tidak Bu tak apa apa, udah baikan kok,"
Kemudian Jonathan kembali ke ruang tamu menemui Arumi.
"Bu siapkan makanan dong untuk Arumi, kita makan bersama,"
"Tumben kamu bilang gitu,"
"Ya masa ada tamu di biarin Bu."
"Ya iyalah Jo ibu sudah membuat makanan spesial untuk Arumi, nanti kita makan bersama."
"Nah harus gitu lah Bu."
"Ya sudah ibu mau ke kamar dulu, mau nelpon teman ibu dulu."
"Hem, iya Bu," kata Arumi.
Tinggal berdua Arumi dan Jonathan, mereka sama sama gugup, Arumi diam begitupun dengan Jonathan, tak ada pembicaraan diantara mereka.
Namun Arumi mencoba untuk memecahkan keheningan ini.
"Mas,"
"Ah iya ada apa?"
"Hari libur memang nya ga main gitu,"
"Mau ngapain lah,"
"Ya main aja mas cari udara segar," kata Arumi.
"Kalau sama kamu kayanya aku mau,"
__ADS_1
"Cih mulai gombal kamu mas,"
"Siapa yang gombal kan emang kenyataan nya begini," Arumi tersenyum membuat Jonathan bahagia ternyata Arumi masih bisa di ajak komunikasi dengan baik, semoga saja tidak ada dendam di hati Arumi.