Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 23


__ADS_3

Malam ini Jonathan tak bisa tidur,dan Arumi pun terusik dari tidurnya.


"Mas kenapa sih dari tadi guling guling terus?"


"Aku ga bisa tidur,"


"Kenapa?"


"Aku pengen sesuatu," kata Jonathan


"Pengen apa mas biar aku buatin,mau kopi atau mau susu apa mau cemilan mas,"


"Pengen susu aja," ucap Jonathan


"Ya sudah aku mau ke bawah,"


"Tunggu," Jonathan menahan tangan Arumi


"Apa lagi sih mas,"


"Bukan pengen susu itu,tapi pengen punya kamu," Arumi langsung melotot menatap Jonathan


"Mas apa sih ga lucu tau becanda nya." namun pipi Arumi merah menahan malu


"Kenapa pipi mu jadi udah rebus," godanya


"Apa sih mas,"


"Arumi?"


"Ya mas ada apa?"


"Bantuin aku dong supaya cepat tidur,"


"Bantuin apa maksudnya mas,"


"Astaga punya istri kok polos banget," gumamnya.


"Aku pengen melakukan kewajiban ku lagi," Kata Jonathan jujur


"Tapi mas aku takut,"


"Dosa loh nolak suami," katanya


"Tapi cukup sekali ya mas jangan lagi dan lagi aku ga kuat," kata Arumi dengan polos nya.


"Iya iya aku janji,"


"Matiin lampunya mas aku malu!"


"Astaga,"


Dan terjadi kembali setelah lama menahannya kini Jonathan mendapatkan hak nya lagi.


"Mas perih," rengek nya


"Nanti juga ga bakalan sakit lagi kalau terbiasa,coba kamu nya jangan pake gaya batu," Arumi langsung mencubit lengan suaminya

__ADS_1


"Mas jangan bilang gitu aku malu tau,"


"Biasa aja kali, aku mau sekali lagi Arumi,"


"Ga mau mas aku ga sanggup," namun Jonathan memaksanya sampai Arumi pasrah dan melakukan nya lagi dan lagi membuat Arumi kewalahan namun ia juga sangat menikmatinya.


Setelah percintaan semalam Jonathan lebih memperhatikan Arumi, entah mengapa setelah mendapatkan hak nya Jonathan semakin tak mau jauh dengan Arumi.


"Mas bangun,"


"Emm aku masih ngantuk sayang,"


"Mas kan harus kerja hari ini,"


"Aku jadi malas kerja,gara gara si Rafa,"


"Udah lah mas jangan gitu lagi,aku ga ada hubungan apa apa sama dia,"


"Bener? emang kamu udah ga ada rasa sama mantan mu itu,"


"Buat apa mas? aku sudah menikah dan itu dosa kalau aku berhubungan dengan pria lain," Jonathan merasa sangat tertampar dengan ucapan Arumi.


"Kamu memang istri ku yang baik," ucap Jonathan


"Aku belum beres bicara mas, em kalau suatu saat nanti kita bercerai berarti aku boleh sama Rafa lagi kan mas," emosi Jonathan mulai terpancing dengan kata katanya.


"Jangan pernah bicara tentang perceraian aku ga suka itu!" ketus nya


"Aku becanda kok mas hehe,ya sudah sana mandi mas ini udah siang loh ," kemudian Jonathan berjalan ke kamar mandi dengan malas sebenarnya ia masih ingin melakukan lagi tapi tidak mungkin juga karena udah siang.


"Mas setelah anak ini lahir mungkin kamu akan meninggalkan ku," ucap Arumi dalam hatinya.


Tiba tiba ponsel Jonathan berdering tandanya ada pesan masuk,Arumi penasaran dengan benda pipih itu karena selama ini ia belum pernah menyentuh ponsel suaminya.


"Apa aku boleh melihatnya,kenapa tidak boleh ini kan hak ku," ia pun buru buru langsung membukanya sebelum jonathan kembali.


"Sayang aku ingin melakukannya lagi,kapan kamu datang ke Amerika lagi,i Miss you calon suami ku" Begitu isi pesan nya.


Tangan Arumi tiba tiba bergetar begitupun air matanya jatuh,ada rasa sakit dan kecewa. Ia tahu Jonathan memiliki kekasih namun ia syok jonathan pernah melakukan hubungan dengan kekasihnya.


"Arumi," Jonathan yang melihat Arumi memegang ponselnya ia langsung mengambilnya dengan kasar.


"Berani berani nya kamu pegang ponsel ku," geramnya.


"Maaf mas a aku ga sengaja,"


"Jangan pernah sekali pun menyentuh ponselku apa lagi membukanya,ngerti kamu!"


"Iya mas maaf," Jonathan langsung memakai bajunya tanpa mempedulikan Arumi ia langsung pergi untuk ke kantor tanpa pamit pada Arumi.


"Jo mau kemana kamu," tanya Nita yang sedang berada di meja makan


"Aku mau ke kantor Bu."


"Sarapan dulu Jo,mana istri mu," tanya nya


"Aku sedang buru buru,Arumi masih tidur," ucap nya berbohong lalu ia pergi mengendarai mobilnya.

__ADS_1


"argh sial,kenapa dia berani berani nya menyentuh barang barang ku," Jonathan memukul setir mobilnya.


"Apa yang dia lihat di ponsel ku," lalu ia pun mengecek ponselnya melihat pesan masuk dari Clara.


"Jadi dia sudah membaca nya," gumam nya.


Arumi yang masih menangis di kamarnya merenungi nasibnya,ia benar benar tak menyangka Jonathan telah membohongi nya.


"Katanya ia ada masalah di perusahaan nya yang ada di Amerika ,nyatanya dia malah tidur dengan kekasihnya ku kira ia benar benar berubah setelah apa yang ia lakukan pada ku hiks hiks aku memang bodoh gampang percaya padanya hiks bagaimana dengan anak ini yang tak berdosa?"


Lalu Arumi menghapus air matanya ia sadar ia tak pantas untuk suaminya.


"Arumi kamu kenapa nak," tanya Nita


"Tidak apa apa kok Bu, maaf ya Arumi baru bangun hehe,"


"Ga apa apa sayang,makan dulu ayok," kemudian Nita mengambilkan makanan untuk Arumi.


"Tidak usah repot-repot Bu Arumi bisa sendiri,"


"Ga apa apa sekali kali ibu juga ingin melakukan nya,"


"Oh iya Bu nanti siang Arumi mau ke rumah ibu,sudah lama Arumi sangat merindukan nya"


"Ya boleh dong,nanti biar Jonathan yang antar,"


"Ga usah Bu,mas Jo lagi sibuk! Arumi bisa pergi sendiri,"


"Em ya sudah kalau begitu kamu di antar pak Mul saja ya,"


"Iya Bu terimakasih,"


Jonathan yang sudah sampai di kantor nya ia dikejutkan oleh Rafa yang sudah berada di ruangan nya.


"Ada apa kau kesini sialan,"


"Apa kau lupa kita sedang bekerja sama," kata Rafa


"Aku tahu tapi aku muak melihat wajah mu,"


"Kenapa? kamu cemburu pada istri mu haha kamu tau tidak dia itu wanita yang lemah lembut dan aku sangat menyukainya,sejak lama aku sudah bersamanya apa kamu tidak tahu,"


Brak Jonathan menggebrak meja kerjanya dengan geram.


"Jangan pernah kau mendekati istri ku apalagi menyentuhnya,"


"Cih kau pria egois, bukannya kau akan menikah dengan kekasih mu,maka lebih baik kau memberikan istrimu pada ku," ucap Rafa


"Diam kau sialan,jangan ikut campur urusan ku,"


"Hemm bagaimana ya kalau Arumi tahu bahwa kau sering tidur dengan kekasihmu,pasti dia merasa jijik padamu ,"


"Apa kau ingin mati hah," ancam Jonathan


"Aku tak takut Jo, yang takut itu harusnya kamu bagaimana kalau suatu saat Arumi meninggalkan mu dan aku tahu kau sudah mulai mencintainya,"


"Pergi kau dari sini bajingan,"

__ADS_1


"Yang bajingan itu kamu, lihat lah Arumi wanita yang baik sangat tidak cocok dengan mu pria yang egois dan ingat satu lagi! aku akan merebut Arumi dari mu lagi dan aku akan membawanya ke pelukan ku, akan ku tumbuhkan lagi cinta yang dulu bersama ku,"


kemudian Rafa pergi meninggalkan Jonathan yang sedang menahan emosinya.


__ADS_2