
"Arumi," panggil Bu Retno
"Ya Bu ada apa?"
"Tadi nyonya Nita kesini,"
"Ada apa Tante Nita kesini Bu,"
"Apa benar kamu akan menikah dengan anak nya nyonya Nita,kenapa kamu tak memberi tahu ibu," kata Bu Retno yang sedikit kecewa
"Maaf Bu, Arumi mau memberitahu ibu malam ini tapi malah ibu sudah tahu dari Tante Nita,"
"Kenapa ga dari kemarin bilang sama ibu,apa kamu tak menganggap ibu mu,"
"Bu bukan begitu Bu,hanya saja waktu itu Arumi takut ibu tidak setuju,"
Bu Retno tarik nafas dengan jawaban Arumi
"Apa ini karena ibu,kamu dipaksa menikah,"
"Tidak Bu, ini bukan paksaan tapi ini murni kami saling mencintai," kata Arumi berbohong
"Jangan bohong pada ibu,ibu tak bisa kamu bohongi,harusnya kamu jujur sama ibu,"
"Tapi aku serius Bu,"
"Sampai kapan pun kamu tak akan pernah jujur Arumi, ibu tahu kamu menikah karena kamu punya hutang Budi sama nyonya Nita," Arumi hanya menunduk dengan ucapan ibunya
"Jawab Arumi," ucap Bu Retno dengan nada tinggi
"Iya Bu maafkan Arumi," lalu Arumi memegang kedua tangan ibunya
"Kalau ibu tahu kamu begini,lebih baik ibu mati saja biar tidak ada orang yang memaksa mu untuk menikah,"
"Ibu tolong jangan berbicara seperti itu, Arumi memang mencintai Jonathan Bu, bukan karena hutang Budi pada Tante Nita tapi Arumi memang mencintai dia," hiks "maafkan Arumi Bu,"
"Ibu kecewa pada mu Arumi,"
"Maafkan Arumi Bu tapi ini memang kenyataan nya bahwa Arumi mencintainya,"
"Lalu bagaimana dengan Jonathan," Arumi seketika diam ia harus bilang apa
"Arumi akan membuatnya jatuh cinta,ibu tenang aja,Arumi janji akan bahagiain ibu,"
"Arumi pernikahan bukan untuk main main,"
"Arumi tahu Bu,Arumi janji akan bahagia dalam pernikahan Arumi,"
"Ya sudah ibu percayakan saja padamu,tapi suatu saat nanti ibu tak ingin mendengar kesedihan mu,"
"Ya Bu Arumi janji," kemudian Arumi memeluk sang ibu,ia lega ibunya tidak marah padanya,soal pernikahan nya Arumi akan menjalani dengan baik walaupun mungkin Jonathan tidak akan pernah mencintainya.
**
__ADS_1
POV Jonathan
Kenapa aku terpesona dengan Arumi,dia cantik sekali kalau sudah merubah penampilan nya,aku hampir terpesona dengan tatapannya dan juga bibirnya yang menurutku **** tapi aku ga mau sampai Arumi mengetahui soal ini.Aku berpura pura biasa aja di depan Arumi karena aku tak mau dia kepedean.
"Jo," tiba tiba ibu masuk ke kamarku
"Ya ada apa Bu,"
"Bagaimana tadi jalan jalan berdua dengan calon istri,apa kamu senang," astaga ibu memang paling kepo dengan kehidupan ku, sebenarnya aku kesal dengan ibu yang selalu ikut campur urusan ku,dari pada ibu banyak bicara mending aku jawab iya aja.
"Tentu saja aku senang bahagia Bu,"
"Wah akhirnya kamu ada hati untuk Arumi,ibu seneng banget dengarnya,"
"Ya Bu,ini kan demi ibu dan ini juga balas Budi untuk ibu yang sudah membesarkan ku,tapi aku punya satu permintaan,"
"Em apa itu," ucap Nita penasaran
"Aku ingin menikah secara tertutup Bu,"
"Tapi kenapa? bukan nya lebih bagus kita adakan pesta,"
"Aku tidak mau Bu,tolong ibu turuti saja apa kata ku,"
"Ya sudah ibu menuruti keinginan mu,ibu hanya mengundang kerabat saja yang penting kamu tetap menikah,"
"Terimakasih Bu,tenang aja aku akan menikah Bu,2 hari lagi aku menikah ini demi ibu,"
"Ya sayang dan ibu juga ingin secepat nya diberi cucu,"
"Tapi kamu tetap harus memberi ibu cucu,"
"Ya tentu saja bu,aku pasti akan memberikannya,"
Bagaimana mungkin aku memberikan cucu untuk ibu, sedangkan didekat Arumi aku ingin mual,"
**
"Clara, denger denger pacarmu akan menikah?"
"Kata siapa, mana mungkin,"
"Aku mendengar dari bawahan nya Jonathan,"
"Em mana mungkin dia tiba tiba menikah sedangkan pacar nya aku, apa dia malah mencampakkan ku," ucap Clara
"Coba nona cari tahu,mungkin saja benar,"
"Ya tenang saja,aku akan mendapatkan informasinya sebentar lagi," Clara sudah menyuruh asisten nya untuk mencari tahu informasi ini,hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja asisten nya sudah kembali.
"Saya sudah mencari tahu tentang informasi ini nona,memang benar Jonathan akan menikah 2 hari lagi," kata asistennya
"Apa? jadi ini benar,ini tak boleh terjadi aku tak akan membiarkan nya,aku harus menemuinya besok" ucap Clara geram
__ADS_1
**
Pagi hari Jonathan yang sudah disibukkan dengan pekerjaan nya tanpa ia sadari ada seseorang yang sedang menunggunya .
"Jo," panggil Clara
"Clara ngapain kamu kesini,"
"Aku mau marah sama kamu Jo,"
"Marah? marah karena apa,memang nya aku salah apa!"
"Aku dengar kamu akan menikah Jo,hubungan kita belum selesai tapi kamu malah menikah dengan orang lain,"
"Lalu kenapa kamu selalu menolak untuk menikah denganku? kamu ga bisa jawab kan," kata Jo membuat Clara langsung diam.
"Tapi Jo kamu mengerti kan aku sedang ngejar karir aku dan ini cita cita aku Jo,"
"Aku tahu, makanya kalau kamu tetap memilih karir lebih baik aku menikah saja dengan orang lain ngapain menunggu orang yang ga jelas," ucap Jonathan dengan santainya.
"Baiklah aku mau menikah dengan mu tapi tunggu 6 bulan lagi sehabis kontrak ku sebagai model,"
Mata Jonathan langsung berbinar setelah mendengar ucapan dari Clara,ini lah yang jonathan inginkan,ia butuh kepastian dari kekasihnya.
"Kamu serius cla?"
"Aku serius Jo tapi tolong jangan menikah,"
"Sebenarnya aku menikah karena di jodohkan ibu dan aku akan menikah dengan pembantu ku,"
"Apa! yang bener saja"
"Ya aku serius,"
"Aku kira kamu nikah sama siapa,ternyata sama pembantu yang ga sebanding dengan aku," kata Clara
"Ya tapi aku tak bisa membatalkan pernikahan ini,kalau aku menolak maka ibu ku akan marah dan akan mencabut semua fasilitas ku,"
"Apa benarkah,"
"Ya begitulah,"
"Ya sudah Jo kamu menikah saja dengan dia,sambil menunggu 6 bulan lagi,aku janji akan kembali pada mu,tapi ada syaratnya Jo,"
"Apa itu?"
"Kau tak boleh menyentuh dia,"
"Tentu saja,tujuanku menikah hanya ingin menyelamatkan hartaku dan aku tak akan menyentuhnya,"
"Apa kamu akan tetap mencintaiku," tanya Clara pada Jo lalu Jo tersenyum penuh arti pada Clara
"Aku akan tetap mencintaimu sampai suatu saat nanti kita di persatukan aku tak akan pernah berpaling dari mu," kemudian Jonathan memeluk Clara,ia seperti menemukan cinta nya kembali bersama Clara.
__ADS_1
"Terimakasih sudah mau menungguku Jo,aku mencintaimu," Clara mengeratkan pelukan nya,ia bahagia akhirnya bisa hangat kembali hubungan yang sudah lama tak seperti ini.