Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 7


__ADS_3

Arumi yang sudah cantik dengan gaun putih,hatinya sudah tak karuan merasakan detak jantung yang tak biasanya.


"Bu perasaan ku ga enak," kata Arumi pada ibunya.


"Biasanya kalau akan menikah memang seperti ini,jadi kamu harus tenang ya nak,tarik nafas dalam dalam,"


"Iya Bu,Arumi jadi berdebar begini," Bu Retno hanya tersenyum melihat anak nya yang terus mondar mandir di depan nya.


Toktoktok "Permisi nona,mari kita kebawah acaranya akan dimulai sekarang,"


"Baik terimakasih," ucap Arumi


"Mari nak ibu gandeng tangan mu,kamu ga boleh gugup seperti itu,bukankah kamu bahagia akan menikah dengan pria yang kamu cintai," kata Bu Retno


"Iya Bu,Arumi sudah siap,"


semua orang mengucapkan SAH, Jonathan mengucapkan ijab kobul dengan lancar,kemudian ia mengulurkan tangan nya pada Arumi.Lalu Arumi mencium tangan suaminya.


"Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia," kata Nita lalu ia memeluk Jonathan begitupun pada Arumi.


"Terimakasih Bu," ucap Jonathan


"Tolong jaga anak ibu ya nak," ucap Bu Retno


"Baik Bu aku akan menjaganya seperti ibu menjaga Arumi," deg hati Arumi berdebar setelah Jonathan menyatakan akan menjaganya apakah ia tidak berbohong dengan ucapan nya? namun Arumi menepis pikiran itu yang penting sekarang Arumi bisa melihat ibu dan mertuanya bahagia.


Acara pernikahan sudah selesai sampai siang karena memang tidak begitu banyak mengundang hanya ada kerabat saja yang datang di acara pernikahan nya.


"Bu sesuai janji ku,aku akan membawa Arumi ke apartemen ku," kata Jonathan


"Kenapa harus sekarang Jo, besok aja bisa kan?"


"Aku sudah janji pada Arumi Bu,aku akan membawanya sekarang ya kan Arumi," ucap Jonathan lalu melirik Arumi . dan Arumi hanya mengangguk saja ia hanya menuruti keinginan suaminya.


"Benar begitu Arumi," kata Nita karena ia takut anak nya berbohong.


"Iya Tante benar,"


"Ko bilang nya Tante,bilang ibu dong sayang,"


"E iya Bu hehe,"


"Ya sudah ibu izinkan kamu tinggal di apartemen dan kamu tenang saja Arumi,ibu sudah membelikan rumah untuk ibu mu dan juga ada satu orang pelayan yang akan menjaga ibu mu,"


"Terimakasih Bu sudah menjaga ibu ku," lalu Arumi memeluk mertuanya ia terharu dengan kebaikan mertuanya selama ini.

__ADS_1


"Semoga kamu bahagia ya nak, jangan lupa untuk selalu menghubungi ibu," sahut Bu Retno


"Ya Bu aku janji pasti akan selalu mengunjungi ibu dan juga ibu Nita,"


"Sudah pamit pamitan nya," kata Jonathan


"Sudah mas," Jonathan ingin muntah setelah mendengar Arumi memanggil nya mas.


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang," Arumi hanya mengangguk lalu mengikuti suaminya dari belakang.


"Ayo jalan pak Mul,"


"Baik tuan,"


Selama diperjalanan Arumi hanya melihat ke jendela ia membayangkan ibunya yang harus ditinggal,Arumi benar benar sedih ia tak menyangka sekarang sudah menjadi istri dari tuan nya. Begitupun dengan Jonathan ia hanya diam saja,diam bukan berarti dia baik baik saja, Jonathan sedang memikirkan bagaimana caranya bisa secepatnya cerai dengan Arumi,ya itulah keinginan Jonathan.


Hanya menempuh waktu 1 jam di perjalanan,mereka berdua sudah sampai di apartemen nya.


"Pak Mul tolong bawakan barang barang nya ke atas di lantai 10," perintah Jonathan


"Baik tuan,"


Arumi hanya mengikuti Jonathan dari belakang ia tak tahu harus berbuat apa jadi ia hanya mengikutinya.


"Mas kita tinggal disini," akhirnya Arumi memberanikan diri untuk berbicara


"Baiklah tuan,"


"Bagus," ucap Jonathan dengan ketus


Lalu Jonathan masuk ke apartemennya dan di ikuti oleh Arumi.


"Kau disini hanya sebagai pembantu,ingat itu,"


Sakit? jujur ini membuat Arumi sakit


"Baik tuan,"


"Saya menikah hanya terpaksa,kau juga sudah tahu kan ini hanya demi ibu tapi maaf soal pernikahan kita hanya sebagai status saja, dan kau hanya pembantu di rumah ini dan juga jangan ikut campur urusan pribadiku,mengerti,"


"Ya tuan saya mengerti," kata Arumi


"Sekarang bereskan barang barang mu, dan kau tidur disofa itu jangan pernah tidur di sini," ucap Jonathan dengan menunjuk ke tempat tidurnya.


"Saya mengerti,"

__ADS_1


"Dan tolong di ingat lagi, saya tidak akan pernah menyentuh kamu jadi kamu bebas mau pacaran atau jual diri sekalipun aku tak akan peduli," deg bagai disambar petir kata kata Jonathan yang membuat air mata Arumi jatuh.


"Kenapa kau menangis hah, apa kau tak mau menerima,kau harus ingat pernikahan ini terjadi karena dirimu jadi kamu harus menerima konsekuensinya,"


"Ya tuan," Arumi buru buru menghapus air mata nya sebelum deras.


"Sekarang saya akan pergi keluar nanti pulang jam 10 malam jadi sebelum saya sampai kamu harus menyiapkan makan malam dan juga ruangan ini harus benar benar bersih,"


"Ya baik tuan saya mengerti,"


Kemudian Jonathan pergi meninggalkan Arumi tanpa mempedulikan bagaimana perasaan Arumi sekarang.


**


POV Arumi


Aku tak menyangka dengan dia yang memperlakukan aku seperti ini,ku kira ucapanya benar bahwa dia akan menjaga ku seperti ibu ku tapi pada kenyataan nya dia malah memperlakukan ku seperti ini, jujur aku sakit hati setelah dia mengatakan bebas mau berbuat apa saja walaupun itu jual diri,aku sangat sakit mendengarnya karena aku bukan wanita murahan seperti diluar sana,tak apa apa aku disini hanya di jadikan pembantu tapi aku sakit hati dengan ucapan tentang jual diri.


sehina itukah aku dimatanya, tapi aku tetap akan pada pendirian ku,aku akan menjadi istri yang baik dan aku akan membuat dia jatuh cinta padaku.Ya aku harus bisa merubah sikap nya yang dingin itu dan menutup mulutnya yang selalu merendah kan ku.


Setelah semuanya beres,aku langsung merebahkan badan ku disofa walau pun harus tidur disofa tapi ini membuatku nyaman karena sofa nya benar benar empuk dari pada tempat tidur yang ada di rumah ku.


**


"Jo kamu janji kan akan bercerai dengan istrimu,"


"Ya aku janji Clara,"


"Terimakasih Jo,ingat ya jangan pernah menyentuh dia apalagi sampai dia hamil,"


"Kamu tenang aja Clara,aku tak mencintainya mana mungkin aku menyentuhnya," kata Jonathan


"Em ya aku percaya padamu sayang,"


Kemudian Jonathan memeluk Clara sampai pada akhirnya mereka berdua melakukan hubungan tanpa ikatan.


"Terimakasih sudah memberikan mahkota mu," ucap Jo


"Ya tapi ini membuatku sakit Jo,kamu main nya terlalu kasar,tapi aku suka hehe,"


"Kalau begitu aku harus pulang karena sudah malam,"


"Menginap saja disini Jo,istrimu tak akan mencari mu," kata Clara


"Tidak bisa Clara,aku takut ibu tahu,"

__ADS_1


"Hem ya sudah deh terserah kamu aja, tapi besok kamu kesini lagi ya aku masih pengen sama kamu, kamu membuatku terbang ke awan,"


"Haha kamu bisa aja sayang,ya sudah aku pulang dulu," lalu Jonathan mengecup kening Clara dan pergi meninggalkan nya.


__ADS_2