
Hari ini adalah hari keberangkatan Jonathan ke Amerika.
"Mas hati hati dijalan," kata Arumi
"Iya," ucap nya tersenyum.
"Jangan lama lama ya Jo kasian istri mu pasti merindukan mu!"
"Iya Bu,aku nitip dia," ucapnya.
Tak ada pelukan tak ada kecupan dari Jonathan,Arumi merasa akan ditinggal lama oleh suaminya,ia sedih karena akhir akhir ini sikap Jonathan sudah berubah dan ia takut pulang dari Amerika sikapnya kembali seperti dulu.
"Semoga saja tidak," ucap Arumi dalam hatinya.
lalu ia kembali ke kamarnya dengan langkah yang lelah.
"Arumi," tanya Nita
"Ah iya Bu ada apa?"
"Kalau kamu bosan bilang sama ibu nanti kita jalan jalan," ucapnya
"Tidak Bu,Arumi hanya mau kembali ke kamar saja,"
"Oh ya sudah istirahat lah."
POV Jonathan
Aku melihatnya seperti tak rela jika aku pergi,dan aku juga tak sempat untuk memberi kehangatan walaupun hanya mengecupnya,jujur aku masih gengsi apa lagi di depan ibu.
Ibu selalu meledek ku jadi aku tak ingin memperlihatkan perlakuan ku padanya.
Maafkan aku Arumi,aku memang akan menyelesaikan pekerjaan di sana namun aku juga akan bertemu dengan ku Clara.
Setelah perjalanan menempuh 17 jam aku langsung menginap di apartemen yang tak jauh dari perusahaan ku,dan aku juga tak memberi tahu Clara bahwa aku mengunjungi negara ini.
"Dev tolong pesan kan aku makan,"
"Baik bos,"
Ku lihat ponsel ku di sana banyak pesan tertera dari Arumi.
"Mas apakah sudah sampai"
"Hati hati di sana"
"Aku merindukan mu"
"Jangan lupa makan"
Begitulah isi pesan dari Arumi,aku tak membalasnya karena Devan datang membawa makanan dan aku langsung makan bersamanya.
"Omong omong kekasih mu tak jauh dari sini tinggalnya,"
"Ya begitulah aku sengaja menyewa apartemen ini," ucap ku
"Gila kamu bro,bisa bisanya berniat menemui kekasih mu sedangkan istri mu mengkhawatirkan mu," kata Devan
"Aku sudah janji pada Clara,dan aku bukan orang yang ingkar janji,"
"Iya iya gue tahu,"
"Ya sudah setelah selesai makan kita langsung ke perusahaan,aku ingin tahu siapa yang menggelapkan dana perusahaan ku,"
__ADS_1
"Siap bos,"
**
Arumi masih merenung menunggu balasan dari Jonathan namun ia masih belum mendapatkan balasan nya.
"Mas Jo kemana ya,apa dia sudah sampai? aku sangat mengkhawatirkan nya,"
Arumi tidak bisa tidur ia masih menunggu ponsel nya berdering.
"Ya Tuhan aku ga bisa tidur,apa yang harus aku lakukan?" dan pada akhirnya Arumi menonton Drakor lewat ponselnya,memang ia paling suka dengan drama Korea.
toktoktok "Arumi," panggil Nita,namun tak ada jawaban ia berniat untuk masuk ke kamarnya.
"Huh pantas saja, dia masih tidur,"
Nita berbalik lagi setelah melihat Arumi yang masih nyenyak. Arumi yang merasa ada orang ia langsung terbangun.
"Ibu?"
"Hehe maaf ibu masuk ke kamar mu karena sudah siang kamu belum bangun,ibu takut kamu kenapa napa,"
"Maafin Arumi ya Bu,memang ini jam berapa sih," Arumi terkejut melihat jam di ponselnya.
"Astaga ini sudah siang,kenapa aku tidur kesiangan," ucapnya
"Kamu ga bisa tidur ya karena ditinggal Jonathan," goda Nita
"kok ibu tahu sih hehe,"
"Ya sudah cepat mandi nanti kebawah segera sarapan ya,ibu ada penting dengan Rafa,"
"Iyaa baik Bu,"
Dikediaman Jonatan
"Ya aku tahu,"
"Jo dua bulan lagi kita akan menikah,aku ingin resepsi yang meriah,"
"Tentu saja karena itu keinginan mu,"
"Terimakasih Jo,ya sudah kamu minum dulu pasti haus kan,"
"Iya,"
"Gimana perusahaan mu Jo,apa sudah selesai,"
"Sudah," jawabnya
"Jangan dulu pulang,aku masih ingin kamu disini Jo dua hari aja temani aku disini," kata Clara
"Nanti aku pikir pikir dulu Clara,"
Tiba tiba badan Jo panas setelah meminum pemberian Clara.
"Kenapa badan ku panas sekali,argh,"
"Aku yang membuatmu jadi panas Jo,maafkan aku, ayok tuntaskan hasrat mu dengan ku," Clara semakin menggodanya,namanya jiwa pria pasti ia menginginkan nya.
"Kenapa kamu membuatku seperti ini Cla,kalau begitu bersiaplah aku akan membuat mu kewalahan,ini ulah mu sendiri," namun Clara malah senang dan semakin menggila.
Dipikiran Jonathan kenapa Clara seperti wanita yang sudah pengalaman bahkan sangat lihai.
__ADS_1
Dan terjadilah pergumulan.
"Gimana Jo,apa kamu puas," kata Clara tanpa ada rasa malu nya.
"Hemmm," Jonathan tak berkata kata karena jujur saja rasanya sangat berbeda dengan Arumi ,ia jadi curiga pada Clara dan setelah ini ia berniat akan menyelidiki nya.
"Ya sudah kalau gitu aku mau pergi dulu,"
"Jangan Jo aku masih menginginkan mu,"
"Sudah lah Clara,aku masih ada perlu dengan bawahan ku,"
"Ya sudah lah,hati hati di jalan ya," walaupun begitu Clara sangat puas dengan permainan Jonathan.
"Akhirnya aku menikmatinya lagi,kapan kapan aku akan membuatmu seperti ini lagi Jo," gumam nya setelah kepergian Jonathan.
"Kau dari mana saja sih bro,di hubungi malah tak di angkat,"
"Maaf gue dijebak sama Clara," ucapnya."Dijebak? apa maksud mu?"
"Clara memasukan sesuatu pada minuman ku dan terjadilah,"
"Lah itu mah emang mau nya elu bro,"kata Devan
"Buka begitu,tapi gue curiga sama Clara,"
"Curiga bagaimana maksudnya,"
"Jujur rasanya beda dengan Arumi,"
"Haha jadi kau sudah mencicipi Arumi juga Jo, Clara itu model Jo mana mungkin dia setia sama elo," Devan masih terus saja menertawai Jonathan karena dari dulu Devan sudah tahu dengan kelakuan Clara.
"Gue jadi curiga," ucap nya
"Ya sudah gini aja bro,kamu nyewa seseorang buat mata mata biar tahu kelakuan dia bagaimana dibelakang mu,gampang kan,"
"Benar juga kamu Dev,"
"Sudah lah besok kita pulang,kamu tak perlu menuruti keinginan si Clara itu,jangan sampai suatu saat nanti kau membuang berlian hanya demi sampah," kata Devan menyadarkan Jonathan.
"kenapa gue ga kepikiran ke sana,bisa bisa nya gue dibohongi,arghhh,"
"Itu karena elu cinta dan elu buta mata sekarang kalau sudah tahu lu harus jauhin dia jangan memberi harapan untuk menikahinya,"
"Ya benar juga,"
"Dan satu lagi,gue yakin Arumi wanita baik baik,elu jangan memandangnya dia sebagai pembantu sampai elu ilfil sama dia,gue akui Arumi itu cantik walaupun sederhana apalagi kalau jadi model dia bakal seperti bidadari,dan harusnya elu tuh menjaga dia karena diluar sana pasti banyak pria yang menyukainya," ucap nya
Jonathan hanya diam mencerna kata kata Devan lalu ia baru ingat selama dua hari ini ia tak menghubungi Arumi,kemudian Jonathan membuka ponselnya dan terakhir kali ada pesan Arumi itu kemarin sekarang sudah tidak ada pesan darinya lagi,lalu Jonathan melihat akun Instagram nya Arumi tidak ada yang aneh di sana.
Tapi ia dikagetkan oleh story Rafa, Jonathan langsung geram setelah melihatnya.
"Sial,"
"Kenapa Jo," tanya Devan
"Rafa membuatku geram," ucapnya kemudian Devan melihat ponselnya Jonathan,disana terdapat foto Arumi dan juga Rafa yang sedang tertawa di taman belakang.
"Tuh kan kata gue apa Jo,Lo harus hati hati apalagi dia mantan nya,"
"Hari ini juga persiapkan kepulangan ku kita pulang hari ini," tegas Jonathan
"Astaga kenapa harus sekarang,kita belum persiapan,"
__ADS_1
"Kau jangan membantah,"
"Baiklah," Devan mengalah.