Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 12


__ADS_3

"Arumi !" panggil Rafa


"Mas Rafa em ada apa," Arumi melihat kanan kiri karena takut ada yang melihatnya.


"Tenang saja suami mu pergi ke kantor,"


"Ah ya,tapi ibu kemana ya,"


"Tante sedang di ruang tamu," ucapnya


"Mas Rafa ngapain kesini," kata Arumi


"Aku merindukan mu,apa kamu tidak merindukan aku," ucap Rafa lalu menggenggam tangan Arumi namun Arumi melepaskan nya karena ia merasa tidak pantas.


"Maaf mas aku sudah menikah,tolong jaga sikap mu,"


"Apa kamu sudah tak mencintaiku lagi Arumi,"


"Maaf mas itu dulu,sekarang aku sudah menikah jadi aku mohon mas lupakan aku saja," kata Arumi


"Aku tahu karena kamu terpaksa menikah dengan Jonathan, Arumi kembali lah pada ku,"


"Tidak bisa mas,maaf aku permisi dulu," kemudian Arumi pergi meninggalkan Rafa yang masih mematung dengan kepergian Arumi.


"Aku akan tetap mengejar mu Arumi," kata Rafa dalam hatinya.


hiks hiks Arumi menangis setelah pergi meninggalkan Rafa,hatinya sakit mendengar Rafa yang masih mengharapkan nya,begitupun Arumi yang masih mencintai nya.


"Mas Rafa aku tak bisa melihat mu begini,ku harap kamu bisa menemui wanita yang lebih baik lagi," lirihnya.


Jonathan yang sibuk dengan pekerjaan nya tiba tiba ia teringat Arumi.


"arumi, sedang apa ya dia,aku takut dia menggoda saudara ku Rafa," Jonathan terus berkelut dengan pikiran nya, kenapa tiba tiba ia sangat takut kehilangan Arumi apakah ini tanda tanda cinta akan tumbuh.


"Pekerjaan ku tinggal sedikit lagi,lebih baik aku pulang cepat," kata Jonathan


Bunyi ponsel Jonathan berdering, tring tring


"Hallo Clara,"


"Kamu sedang apa Jo,"


"Aku lagi kerja,ada apa cla,"


"Aku merindukan mu Jo," kata Clara


"Aku juga,"


"Aku ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaan ini,aku ingin hidup bersama mu Jo,"


"Ya Clara selesaikan dulu pekerjaan mu lalu kita menikah," kata Jonathan


"Baik Jo, tapi hati ku tidak enak,aku takut kamu mencintai dia,"


"Itu tidak mungkin Clara,percayalah pada," tiba tiba hening


"Clara apa kamu menangis," tanya Jonathan


"Ah tidak,aku hanya takut saja,"


"Percaya lah padaku,aku janji,"


"Ya Jo aku mencoba untuk percaya,dan aku pegang janji mu,"


"Ya sudah kalau begitu aku mau lanjut kerja lagi," ucap nya


"I Miss you Jo,"


"Miss you too," lalu Jonathan mengakhiri telpon nya.

__ADS_1


"Kenapa setelah menelpon dengan Clara hati ku tak sehangat dulu, apa mungkin ini hanya karena perasaan ku saja," ucap nya kemudian ia fokus lagi dengan layar laptopnya.


"Serius amat bro," kata Devan yang baru saja datang


"Ya iya lah orang gue masih kerja,"


"Ngomong ngomong katanya Rafa mau kerja sama dengan perusahaan kamu,"


"Iya,mulai besok dia akan kerja dengan ku disini,"


"Oh gitu, ini berkas yang kemarin lu mau,"


"Baiklah,"


**


"Rafa kamu liat menantuku tidak," ucap Nita


"Seperti nya di kamarnya Tan,"


"Oh iya terima kasih,"


"Emang nya ada apa sih Tan," tanya Rafa


"Tante mau ngajak dia jalan jalan, kamu mau ga nganter Tante,"


"E boleh Tante," kata Rafa


"Ya sudah Tante mau menemui Arumi dulu," Nita langsung mencari Arumi ke kamarnya,ia ingin mengajak menantunya belanja.


"Arumi," panggil Nita,Arumi yang masih dengan tangisan nya ia langsung buru buru menghapus air mata nya.


"Ada apa Bu," ucap Arumi yang baru nongol dibalik pintu kamar nya.


"Astaga kenapa menantu ibu sembab begini,kamu habis nangis?"


"E iya Arumi hanya sedang ingat sama ibu dirumah,"


"Iya nanti besok Bu,"


"Em ya udah kalau begitu ibu mau ngajak kamu jalan jalan,"


"Kemana Bu,"


"Ada deh pokonya kamu siap siap dulu,"


"Baik Bu,ibu tunggu di bawah saja nanti Arumi ke sana,"


"Oke sayang dandan yang cantik ya,"


Lalu setelah itu Arumi kembali ke dalam,ia bingung ada acara apa sehingga ibunya menyuruh Arumi untuk dandan yang cantik.


"Ya sudahlah aku pakai dress ini saja," Arumi mengambil dress berwarna grey selutut, ia sangat cantik sempurna,sekarang Arumi sudah mahir dalam menggunakan makeup nya.


"Ibu," kata Arumi, seketika Rafa pun terpesona melihat Arumi yang cantik dan anggun.


"AW sakit Tante," kata Rafa meringis


"Jangan memandang Arumi seperti itu,dia menantu Tante dan istrinya Jonathan,"


"Aku tahu Tante,tapi ga usah nyubit juga kan sakit," Rafa masih meringis


"Memangnya ibu mau ajak Arumi kemana?" tanya Arumi


"Nanti juga kamu tahu sayang,ayok Raf kita pergi sekarang,"


"Tu tunggu Bu, kita berangkat sama Rafa!"


"Iya memang nya kenapa, kamu ga keberatan kan,"

__ADS_1


"Tidak sih Bu hehe,"


"yaudah ayok berangkat," Arumi hanya mengangguk lalu ia masuk kedalam mobilnya Rafa.


"Jalan Raf, anter Tante ke mall,"


"Siap Tante," ucap Rafa


Diperjalanan Rafa memandangi Arumi terus lewat kaca mobilnya.


"Arumi cantik sekali sekarang," ucap nya dalam hati,tak sengaja Arumi bersitatap dengan Rafa mereka berdua membayangkan dulu yang selalu bersama.


"Hem hem," kata Nita


"E ah ibu kenapa,"


"Kalian apa pernah saling mengenal," tanya Nita penuh penasaran


"Tidak Bu,memangnya kenapa?"


"Ko ibu ga enak melihat Rafa yang suka mandangin kamu,"


"Ya wajar lah Tan orang dia cantik begitu siapa yang ga akan terpikat,"ucap nya


"Awas ya kamu jangan naksir,"


"Ya engga lah Tan, lebih baik sama gadis di luaran sana lah,"


"Iya lah kamu harus cari gadis,jangan istri orang," seketika Arumi terdiam apa Rafa memang tak menginginkan Arumi lagi sedangkan kemarin Arumi masih mengingat kata kata Rafa.


"Sudah sampai Tan,aku boleh ikut kan,"


"No kamu ga boleh ikut,Tante mau berdua aja sama menantu Tante,kamu jalan sendiri aja ya,"


"Dih Tante nyebelin banget," kata Rafa


"Arumi ayok kita ke sana," Arumi hanya menurut saja apa yang mertuanya ucapkan.


lalu mereka berdua memasuki toko tas branded dan Nita sengaja ingin membelikan nya untuk Arumi.


"Coba ini kamu pakai,"


"Arumi tidak mau Bu,ini kemahalan,"


"Ga apa apa,ayo sayang coba ini bagus loh di kamu,"


"Tapi Bu?"


"Sudah nurut saja, Nah kan bagus ini cocok sama kamu," puji Nita


"Mba tolong bungkus ini sama ini ya,"


"Baik nyonya semuanya jadi lima ratus juta," kata pelayan toko


"Apa?kenapa mahal sekali ini Bu,aku tidak mau memakainya Bu,"


"Suts Arumi ko malah membuat ibu malu, tenang saja uang ibu banyak,"


"Tapi kan ini namanya pemborosan Bu,"tiba tiba


"Mba saya mau tas ini," ucap seorang pria , namun Arumi dan nita seperti mengenali suaranya.


"Jonathan,kamu disini," tanya Nita


seketika Jonathan gugup


"Iya Bu,ibu disini juga, sejak kapan?"


"Baru saja Jo, kamu mau belikan tas buat Arumi kan? cie anak ibu so sweat," pikir Nita Jonathan membelikan nya buat Arumi padahal ini kado untuk clara.

__ADS_1


"Iya Bu ini untuk Arumi," lalu Jonathan melirik ke arah Arumi dengan tatapan tajamnya seketika Arumi langsung menunduk.


__ADS_2