Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 26


__ADS_3

"Hiks hiks," setelah kepergian Jonathan Arumi menangis sejadi jadinya.


"Kenapa harus begini,apa aku salah yang terlalu berharap padanya,harus nya aku tak menaruh hati pada suami ku! dia tak pernah mencintaiku hiks hiks." lalu Arumi langsung menghapus air matanya,ia tidak ingin ibunya tahu tentang rumah tangganya.


"Arumi apa kau sudah tidur," kata Bu Retno yang baru saja datang


"Belum Bu,aku lagi baca baca novel,"


"Oh memang suami mu tak kesini?"


"Mas Jo masih sibuk Bu,mungkin besok atau lusa dia menjemput ku," ucap Arumi berbohong.


"Oh ya sudah kamu jangan tidur malam malam ,"


"Iya Bu,"


Dikediaman Jonathan.


Jonathan pagi pagi sekali sudah rapih karena pagi ini ia akan menjemput kekasihnya di bandara.


"Mau kemana Jo masih pagi,"


"Aku Bu lagi ada urusan bu!"


"Mau jemput arumi bukan?" tanya nya


"Bukan Bu ini soal pekerjaan,"


"Apa kamu tidak bohong pada ibu?"


"Tidak kok Bu,nanti siang mungkin aku akan menjemput Arumi,"


"Oh ya sudah, baru dua hari Arumi ga ada disini ibu merasa kesepian. Secepatnya kamu harus jemput dia ya,"


"Iya Bu, Jo permisi dulu,"


Jonathan mengendari mobilnya menuju bandara, Clara sudah sampai di bandara sejak 15 menit yang lalu.


"Jo aku disini," kata Clara lalu ia memeluknya.


"Apa kabar mu," tanyanya


"Aku baik baik saja Jo, akhirnya aku bisa bersama dengan mu lagi tanpa ada pekerjaan yang mengganggu kita,"


"Ya terimakasih sudah kembali,"


"Em aku mau cari apartemen untuk tinggal ku,mau kah kamu menemani ku,"


"Tentu saja, tapi aku sudah menyewa apartemen untuk mu,"


"Serius Jo,"


"Iya,"


"Terimakasih ya Jo," Jonathan mengendarai mobilnya dengan santai apalagi Clara yang manja membuat Jonathan terusik."


"Aku ingin bicara sesuatu pada mu Jo,kau pasti senang,"


"Apa itu?"


"Nanti saja di apartemen,nanti kamu ga fokus mengendarai nya,"


"Hemm baik lah,"


Arumi masih di rumah sang ibu,ia menunggu Jonathan untuk menjemputnya namun masih belum ada tanda tanda Jonathan datang.

__ADS_1


"Apa sekarang aku harus biasa biasa saja jangan terlalu mengharapkan nya? apa aku harus memberi tahu suami ku bahwa aku sudah mengandung,jujur ini membuat ku sakit hati sekarang aku harus pilih jalan mana?" gumamnya.


"Arumi,"


"Iya Bu,"


"Apa Jonathan masih belum datang?"


"Belum Bu mungkin masih sibuk,"


"Sampai kapan kamu mau nunggu diluar,masuklah kedalam nanti juga suami mu pasti ke sini,"


"Eh iya Bu,aku hanya senang melihat pemandangan," kata Arumi.


"Apa kamu tak bawa ponsel?" tanya Bu Retno


"Tidak Bu, aku lupa tak membawanya,"


"Arumi kalau mau bepergian kamu harus membawanya,biar bisa mengabarinya."


"Iya Bu Arumi lupa jadinya Arumi ga bisa menghubungi mas Jo,"


"Ya sudah tunggu saja,mungkin nanti siang atau sore dia kesini,"


"Iya Bu,"


**


"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Clara?"


"Em santai dong Jo, main main dulu lah sama aku emang kamu ga kangen apa?"


"Aku sedang tak ingin melakukan nya,pikiran ku lagi kacau,"


"Kenapa? apa karena istri mu itu,"


"Apa kamu mencintai dia Jo, sampai kamu tak peduli padaku," keluhnya


"Tak peduli bagaimana, ini aku peduli pada mu kalau tak peduli mana mungkin aku menjemput mu!"


"Aku takut kamu berpaling padanya Jo,"


"Tidak akan,"


"Kamu serius?"


"Iya tapi aku tak bisa menceraikan nya karena ibu ingin Arumi memiliki anak,"


"Apa? bagaimana dengan aku Jo, sampai kapan aku harus menunggu kepastian dari mu?"


"Tenang Clara, aku juga sedang memikirkan nya."


"Kalau kamu ingin tahu,sekarang aku juga lagi mengandung darah daging mu Jo," ucap Clara


"Apa maksud mu,"


"Kenapa jawaban mu begitu, apa kamu tak ingin mengakuinya," Jonathan syok setelah mendengar Clara hamil ia tak menyangka Clara bisa hamil sedangkan Arumi saja belum hamil.


"Bukan begitu Clara,tapi bagaimana mungkin kamu hamil?" tanya nya


"Kenapa, kita sudah melakukan nya berkali kali bagaimana tidak mungkin Jo," teriak Clara


Jonathan terdiam ia bingung harus bagaimana menyikapinya.


"Aku ingin kau bertanggung jawab Jo,"

__ADS_1


"Tapi aku masih punya istri Cla!"


"Terserah kau saja yang penting anakku harus punya status karena kau ayah kandung nya,"


"Arghh," Jonathan menjambak rambutnya ia benar benar terjebak di situasi seperti ini.


Hari sudah sore namun Jonathan malah melupakan Arumi, ia masih berada di apartemen nya bersama Clara. Clara memanfaatkan ke hamilan nya untuk membuat Jonathan selalu berada di sampingnya.


"Baby nya pengen di elus Jo,"


"Hemm," namun Jonathan masih belum percaya sepenuhnya pada Clara


"Sudah berapa bulan kandungannya,"


"Dua bulan Jo, kau bisa memeriksanya ke dokter kalau kau ingin tahu,"


"Hemm," tak ada jawaban dari Jo, ia hanya diam tanpa ekspresi.


"Arumi,"


"Iya Bu, mas Jo masih belum ke sini Bu!"


"Kamu yang sabar aja ya,"


"Iya Bu," tiba tiba Rafa datang


"Hai Arumi lagi apa?" tanya nya


"Aku lagi nunggu mas Jo,"


"Memangnya kamu mau kemana?"


"Aku mau pulang, tapi mas Jo belum kesini,"


"Kalau begitu pulang dengan ku saja," Rafa sudah tahu bahwa Jonathan menemui kekasihnya namun ia tak akan memberi tahu Arumi,Rafa takut Arumi sakit hati dengan kelakuan Jonathan.


"Ya udah mas,aku ikut dengan mu saja lagian aku sudah janji sama Ibu Nita cuma mau nginap dua hari,"


"Oh ya sudah ayok pulang," kemudian Arumi berpamitan dengan Bu Retno lalu masuk ke mobilnya Rafa.


"Terimakasih ya mas Rafa,"


"Sama sama, memang nya kamu tak menghubungi suami mu,"


"Ponsel ku ketinggalan di rumah,"


Rafa hanya mengangguk saja.


Jonathan yang mengendarai mobilnya menuju restoran ia tak menyangka dengan pemandangan di sampingnya,ia melihat Arumi dan Rafa dalam satu mobil.


"Sial beraninya dia bersama si bajingan itu,: ucap nya dalam hati


Clara melihat Jonathan dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan. sedangkan Rafa tahu bahwa Jonathan melihatnya namun ia pura pura tak melihatnya.


"Lihat istri mu sedang bersama ku Jo, semakin lama dia akan semakin muak jika kau terus begini Jo," ucap Rafa dalam hatinya, sebenar nya Rafa sudah mengikhlaskan Arumi untuknya namun karena melihat kelakuan Rafa ia ingin mengambil kembali cinta lamanya.


"Kamu kenapa Jo," tanya Clara


"Aku tidak apa apa," katanya


"Kok kamu kaya marah gitu,"


"Mungkin hanya penglihatan mu saja Clara," "Em gitu ya, malam ini kamu akan menginap di apartemen ku kan Jo,"


"Maaf aku tidak bisa Cla mungkin lain kali saja,"

__ADS_1


"Ko kamu gitu sih Jo,ini demi anak kita,"


"Aku tidak bisa ya tidak bisa jangan pernah membantah ku," geram Jo pada Clara, Clara kaget dengan ucapan Jonathan tak biasanya ia bersikap begini padanya,pada akhir akhir ini Jonathan berubah membuat Clara sedih dengan sikapnya.


__ADS_2