Menikahi Arumi Pembantuku

Menikahi Arumi Pembantuku
Bab 8


__ADS_3

"Tuan sudah pulang," ucap Arumi yang menunggu Jonathan


"Ya," jawab Jonathan singkat


"Memang nya sudah dari mana tuan,"


"Jangan tanya saya dari mana, saya sudah bilang jangan campuri urusan pribadi saya," ketus Jonathan


"Saya cuma nanya tuan,biasa aja kali ga usah marah gitu," ucap Arumi,ia sudah janji pada dirinya sendiri akan membuat suaminya jatuh cinta jadi Arumi akan merubah sikap pendiam nya.


"Sudah sana siapkan air hangat,aku ingin mandi,"


"Baik lah," lalu Arumi pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan nya


"sudah belum Arumi, Kok lama sih,"


"sudah kok Tuan ini sudah aku siapkan silakan mandi, "ucap Arumi.


Jonathan langsung pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan Arumi lagi.


"kalau gitu aku tinggal siapkan bajunya saja untuk tuan," Setelah mempersiapkan bajunya lalu Arumi pergi ke dapur untuk memasak.


Tak lama kemudian Jonathan sudah selesai dari kamar mandi.


"Suruh siapa kau menyiapkan pakaianku hah, Jangan pernah menyentuh pakaianku ngerti kamu,"


"Ya sudah tuan kalau begitu besok nyuci sendiri ya hehe,"


"Kau tetap mencuci baju ku tapi jangan menyiapkan baju ganti ku,selera mu kampungan bukan baju ini yang aku mau," kata Jonathan


"Ya sudah ga perlu marah juga kan tinggal masukin lagi ke lemari,"


"Jangan coba coba melawanku ya," Jo geram pada Arumi


"siapa yang melawan,saya hanya memberi tahu saja,"


"Terserah kau saja," lalu Jonathan pergi ke ruang ganti begitupun dengan Arumi ia pergi menuju dapur untuk mempersiapkan makanan nya.


"Tuan makanan nya sudah siap,ayo kita makan,"


"Kamu bilang kita hah sejak kapan jadi kita,"


"Astaga aku selalu saja salah ,mau nya apa sih dia," umpat Arumi dalam hati


"Jangan mengumpat ku," kata Jonathan ketus


"Ya sudah tuan makan dulu,aku membuat sup daging sapi,rasanya di jamin enak,ayo dicoba," ucap Arumi lalu mengambilkan makanan nya kedalam piring untuk Jonathan


"Kenapa semakin hari semakin berani dia,membuatku geram," gumam Jonathan


Suap demi suap Jonathan menikmati masakan buatan Arumi memang sangat enak ini lebih enak dari masakan chef di rumah ibunya.

__ADS_1


"Ini kamu yang masak," kata Jonathan


"Ya tentu saja saya tuan,memang nya siapa lagi kalau bukan aku?"


"Kalau begitu aku ingin masakan mu setiap hari dan untuk bekal aku kekantor juga,"


"Baik tuan," Arumi senang sekali karena suaminya sangat menyukai masakan nya.


"Ngapain senyum senyum gitu,kaya orang stres," ucap Jonathan


"Hehe aku hanya senang aja,suamiku menyukai masakan ku,"


"Jangan pernah bilang aku ini suami mu, rasanya aku ingin muntah mendengar ucapan mu,"


"Kenyataannya memang tuan ini suami ku, baru juga kemarin nikah udah amnesia,"


"Ingat ya jangan anggap aku suami mu disini, kita suami istri hanya didepan ibu ku saja,ngerti kamu!"


"Iya ngerti, Arumi tak ingin berdebat lagi ia pergi meninggalkan suaminya.


"Aku ga akan menyerah untuk membuat suami ku jatuh cinta padaku,aku yakin seiring berjalannya waktu ia pasti ada rasa walaupun sekecil biji," lirih Arumi,ia mencoba untuk menerima semua ucapan Jonathan walaupun itu menyakitkan.


"Hem enak ya tiduran,bukanya nungguin suami makan," kata Jonathan tanpa sadar


"Apa? dia bilang suami,baru saja dia mengingatkan ku tapi dia sendiri yang mengakui," ucap Arumi dalam hatinya


"Aku capek tuan ingin istirahat,"


Jonathan tak mempedulikan Arumi lagi ia langsung naik ke atas tempat tidur dengan ponsel ditangan nya.


Arumi yang aneh dengan tingkah suaminya itu ia malah bergidik takut melihat suaminya yang sedang senyum sendiri.


"Biarin aja lah lebih baik aku tidur,mungkin dia sedang kesambet setan,"


Pagi hari yang cerah,Jonathan masih nyenyak dengan tidurnya namun beda dengan Arumi yang masih berkutat dengan pekerjaan nya.


"Ah lelah sekali,akhirnya beres,apa aku harus membangunkan dia?" kemudian Arumi mendekati Jonathan yang masih tertidur.


"Ya Tuhan ganteng sekali kalau dia lagi tidur gini," ucap Arumi dalam hatinya.


"Ngapain kamu disini hah," Arumi kaget tiba tiba Jonathan sudah bangun


"A aku hanya mau membangunkan mu ini udah siang,"


"Tak perlu,jangan pernah membangunkan ku apalagi menyentuhku,"Jonathan langsung bangun dan pergi menuju kamar mandinya


"Susah sekali punya suami yang sensitif an, huh lebih baik aku menyiapkan bekal nya saja karena dia ga mau aku menyiapkan pakaian nya,"


Arumi baru saja beres dengan kegiatan nya ia sudah di teriakin Jonathan lagi


"Arumiii,"

__ADS_1


"Ya tuan ada apa ,"


"Mana baju ku,ini sudah siang kau tidak menyiapkan keperluanku hah,"


"Kata tuan aku ga boleh menyentuh baju mu,ya udah aku ga mempersiapkan keperluan tuan,"


"Jangan banyak omong cepat ambilkan baju ku," Arumi buru buru mengambilnya lalu memberikanya pada Jonathan


"Tolong pasangkan dasi ku,"


"Aku ga bisa tuan,"


"Cih istri macam apa ga bisa pasang beginian," kata Jonathan "Nih lihat aku," lalu Jonathan mempraktekkan nya.


"Ayo coba pasangkan,"


"kenapa tuan membuka dasinya lagi,tadi kan udah rapih,"


"Kau ini selalu saja menjawab ku,ayo cepat pakaikan," Arumi memakaikan dasi dengan pelan dan hati hati karena takut salah lagi


"Sudah tua ,"


"Apa kau buta hah,ini terlalu miring.cepar ulang lagi," Arumi mengulang lagi namun menurut Jonathan salah dan salah sampai ia mengulang sepuluh kali,pada akhirnya Jonathan yang memasang sendiri.


"Gini aja ga becus," lalu kemudian Jonathan berangkat untuk bekerja


"Tuan ga makan dulu,"


"Nanti saja ini sudah siang," kata Jonathan


lalu Arumi memberikan bekal Jonathan untuk di bawa.


"Ini tuan bekalnya,"


"Hem ya," Namun Arumi masih mengulurkan tangan


"Nih uang buat belanja kamu,harus cukup satu bulan," pikir Jonathan Arumi meminta uang


"Bukan ini tuan,"


"Apalagi sih Arumi,apa ini masih kurang,"


Lalu Arumi memegang tangan suaminya dan mengecupnya.


"Ini maksud ku tuan,hati hati dijalan," Ari tersenyum namun Jonathan masih terkejut dengan tingkah Arumi yang semakin hari semakin berani.


"Cih aku kira apa," Jonathan langsung pergi meninggalkan Arumi.


"Yes akhirnya dia sudah pergi,aku jadi bisa santai dari semalam dia ngajak berdebat terus,oh tuhan apa aku bisa membuatnya luluh," lirih Arumi


Jonathan fokus mengendarai mobilnya sambil membayangkan tingkah Arumi yang menurutnya menjijikkan akan tetapi ia tak sadar dengan bibir nya yang tersenyum.

__ADS_1


"Argh kenapa aku jadi memikirkan dia," Jonathan mengacak ngacak rambut nya dengan frustasi


"Ga mungkin kan aku tertarik sama dia,dia bukan tipe ku,aku hanya ingin Clara dan aku akan secepatnya menikah dengan dia," ucapnya.


__ADS_2