
Hari ini adalah hari libur Rafa ingin mengajak Arumi ke taman yang dulu biasa ia datangi.
"Mas Rafa ada apa pagi pagi sudah dirumah?"
"Aku mau ngajak kamu ke taman bunga yang biasa dulu kita datangi."
"Wah serius mas, aku mau banget," Arumi kegirangan karena memang taman itu tempat paling favorit bagi Arumi.
"Tunggu di sini ya mas, aku mau siap siap dulu." Rafa bahagia ternyata Arumi mau di ajak jalan.
"Ayo mas aku sudah siap!"
"Ayo," kemudian Arumi menggandeng tangan Rafa saking senang nya ia tidak sadar.
Arumi masuk ke dalam mobil Rafa dengan raut wajah ceria mereka juga terlihat bahagia.
Namun ada sepasang mata yang melihatnya, ia menahan gejolak di hatinya, siapa lagi kalau bukan jonathan!
Jonathan sengaja ke rumah Arumi karena di suruh Nita untuk menjemputnya namun apa yang di lihat Jonathan tidak sesuai harapan.
Ia juga mengikuti mobil Rafa dari belakang.
"Mereka mau kemana? aku harus mengikuti mereka."
"Makasih ya mas udah ajak aku jalan jalan hehe,"
"Kamu senang?"
"Tentu saja senang mas."
"Ada yang ingin aku bicarakan nanti!" ucap Rafa.
"Kenapa ga sekarang aja mas, ini kan lagi ngobrol juga."
"Nanti aja di taman aku ingin membicarakan sesuatu dengan kamu." perasaan Arumi menjadi tidak enak, apa yang dimaksud rafa? ia terus bertanya tanya dengan pikiran nya.
Setelah menempuh waktu satu jam, baru sampai di taman bunga yang selalu mereka datangi dulu.
"Ayo Arumi," Rafa menggandeng tangan Arumi untuk berjalan jalan di taman.
Jonathan yang melihatnya membuat hati ia panas, ingin rasanya ia menonjok Rafa akan tetapi ia tak punya hak lagi untuk soal ini.
"Indah sekali mas taman nya, ga berubah masih sama seperti dulu."
"Iya kan? kamu ingat apa saja di sini!"
"Banyak mas, aku masih ingat tapi yang lebih menyakitkan lagi aku masih ingat ibu ku sampai sekarang."
__ADS_1
"Itu wajar Arumi, menangis lah jangan di pendam." lalu Arumi menitikkan air matanya begitupun Rafa tak tega melihatnya lalu ia memeluk Arumi untuk menguatkan nya.
"Sial ngapain tuh si Rafa peluk peluk Arumi, ini tak bisa di biarkan!" Jonathan yang masih di dalam mobil ia langsung keluar, ingin lebih tahu apa yang sedang di lakukan mereka.
"Oh iya mas katanya tadi mau bicara sesuatu, Memang nya mau bicara apa sih mas?"
"Kamu ga sabar ya mendengarnya."
"Apa sih mas kok aku jadi kepo!"
"Arumi," lalu Rafa menggenggam tangan Arumi "mau kah kamu menikah dengan ku,"
"A apa mas," Arumi terkejut dengan Rafa yang tiba tiba melamarnya.
"Mau kah kamu menikah dengan ku Arumi."
"Apa mas Rafa serius,"
"Aku serius Arumi, Sudah lama aku mencintai mu dari sejak dulu, apakah kamu mau kembali pada ku? mari kita hidup bersama Arumi."
Namun Arumi hanya diam, ia bingung harus gimana cara menyikapinya karena di sisi lain Arumi masih ada rasa cinta pada Jonathan, namun ia juga tidak enak pada Rafa yang sudah menjaganya.
"Arumi jika kamu belum bisa menjawab pertanyaan ku, aku tidak apa apa, aku akan kasih waktu untuk kamu."
"Maaf ya mas Arumi belum bisa menjawab, akan Arumi pikirkan dulu "
"Em gimana ya mas, namanya pernah hidup bersama soal perasaan pasti masih ada mas,"
"Apakah kamu mau melupakan dia untuk ku."
"Beri aku waktu ya mas!" ucap nya.
"Aku akan memberimu waktu tiga hari Arumi."
"I iya mas baiklah."
Jonathan masih terus saja memantau Arumi dan Rafa dari jauh, ia juga menyuruh seseorang untuk menguping pembicaraan mereka berdua.
Jonathan memberikan kode pada orang suruhan nya, untuk menyudahi nya, karena Rafa dan arumi kembali berjalan jalan di taman.
"Apa kau mendapatkan hasilnya?"
"Ya tuan aku merekam nya biar tidak lupa untuk menceritakan nya pada tuan,"
"Bagus, nih buat kamu, sekarang kamu boleh pergi," Jonathan memberikan beberapa uang lembaran. Lalu kemudian ia mendengarkan percakapan Rafa dan Arumi.
Tangan nya bergetar, hatinya sakit setelah mendengar Rafa yang melamar Arumi walaupun Arumi belum menjawab pertanyaan nya Rafa tapi hati Jonathan sesak.
__ADS_1
"Jadi Rafa masih mencintai Arumi, bagaimana jika Arumi menerima lamaran nya, apakah aku akan gila merelakan Arumi." ucap Jonathan sambil memegang dadanya yang terasa sakit.
Lalu jonathan memutar balikkan mobil nya, ia sudah mendapatkan informasi mengenai mereka berdua jadi ia lebih baik pulang saja.
"Jo mana Arumi, katanya kamu mau jemput dia," tanya Nita yang baru saja melihat Jonathan masuk ke dalam rumah.
"Maaf Bu Arumi nya sedang tidak ada di rumah!"
"Masa sih, apa jangan jangan kamu tidak menjemputnya?"
"Jo sudah ke rumahnya Bu, dia sedang jalan jalan bersama Rafa."
"Oh begitu, ya bagus lah kalau ada Rafa yang menemani nya!"
"Hem," kemudian Jonathan kembali ke kamarnya.
"Tapi tunggu Jo," Nita menghentikan langkah Jonathan.
"Ada apa lagi sih Bu,"
"Ko kamu kaya yang habis nangis, mata mu merah begitu."
"Jo cuma ngantuk aja Bu semalam kurang tidur, Jo mau istirahat."
"Oh ya sudah kalau begitu!"
"Kok aku jadi heran sama anak ku? lebih baik nanti sore aku ke rumah Arumi saja, ingin tahu apa yang terjadi," ucapnya.
Jonathan memang pria yang sombong,egois,dan pria yang dingin namun ia juga punya kelemahan ia juga bisa menangis setelah apa yang terjadi padanya.
Ia menangis mengingat Arumi yang sudah ia sakiti, hatinya masih sakit setelah tahu Rafa melamarnya , ia berfikir bahwa Arumi pasti menerima lamaran Rafa. Sungguh sakit hatinya seperti dulu Arumi yang pernah merasakan sakit seperti ini.
"Apa ini karma untuk ku yang sudah menyia-nyiakan arumi!" air matanya masih terus mengalir di pipi nya, baru kali ini jonathan menangisi wanita sampai segitunya.
Arumi sudah pulang dari taman bersama Rafa, ia juga membawa banyak belanjaan dari Rafa, hari ini Arumi benar benar di artikan oleh Rafa sampai penampilan pun bisa Rafa rubah. Arumi lebih terlihat cantik sekarang, rambut yang biasanya terikat namun sekarang terurai dan semakin membuatnya cantik bak bidadari.
"Mas Rafa makasih ya untuk hari ini, aku jadi malu sama mas!"
"Sama sama malahan aku senang bisa mengajak mu jalan jalan,"
"Sekali lagi terimakasih mas, semoga tuhan membalas kebaikan mu lebih dari ini."
"Sama sama kalau begitu aku pamit pulang dulu ya,"
"Iya mas, hati hati di jalan," lalu Arumi melambaikan tangan nya pada Rafa.
Hari ini ia sangat senang sekali namun ia juga tak enak hati pada Rafa yang sudah mentraktirnya sebanyak ini begitu juga dengan ucapan Rafa yang melamarnya, Arumi jadi terpikirkan lagi soal ucapan nya. Ia harus mengambil keputusan apa?
__ADS_1
"Ya Tuhan bantu aku untuk mengambil keputusan ini!" ucap Arumi dalam hatinya.