
Zaidan tak habis pikir dengan wanita yang kini menyandang status sebagai istrinya itu . Bisa bisa nya wanita ular itu menyalahkan sang adik atas apa yang di alami nya .
Saat itu Zaidan baru saja kembali dari kamar mandi dan tak sengaja melihat sang istri tengah berbincang dengan adik nya .
Karena penasaran Zaidan pun mendekat dan mencuri dengar apa yang tengah di bicarakan istrinya dan adik nya itu .
" Selamat ya mbk atas pernikahan nya semoga mbk dan mas Zaidan bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah . " ucap Zaila tulus gadis itu memberikan senyum manis nya untuk Maira. Namun jawaban maira justru malah menyakitkan hati gadis itu .
" Saya tak butuh ucapan selamat dari kamu . Kamu senang kan aku gak jadi nikah sama mas Zain dan kamu senang kan melihat nasib ku yang begitu buruk . Kamu dengar ya ...semua yang aku alami ini tak akan terjadi jika mas Zain tak menyelamatkan kamu saat itu mungkin mas Zain masih sempat menyelamatkan aku dari pelecehan itu kalau kamu dia tidak lebih memilih menyelamatkan orang seperti kamu.
Mungkin sekarang kamu bahagia Karena mendapatkan cinta mas Zain tapi kebahagiaan kamu gak akan lama lihat saja nanti hidup kamu akan lebih menderita lagi dari pada aku karena kamu bahagia di atas penderitaan ku . " ucap Maira menatap remeh ke arah Zaila . Lalu Maira pergi begitu saja dan menemui tamu yang lain . Tak lama kemudian Zain datang menghibur Zaila .
Mengingat kejadian itu membuat Zaidan kesal setengah mati pada istrinya itu . Lelaki itu berjanji akan membalas perbuatan Maira tadi siang dengan cara yang lebih kejam .
Pintu kamar Zaidan terbuka menampilkan seseorang wanita yang masih mengenakan kebaya muslimah nya memasuki kamar tersebut . Zaidan yang kebetulan tengah duduk bersantai pun menatap wanita itu remeh .
" Mau apa kamu kemari ?" tanya Zaidan dengan suara dingin . matanya menatap tajam ke arah gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sendiri.
" Mau tidur mas ..." ucap Maira gugup wanita itu memegang tangan nya sendiri , wajah nya menatap Zaidan gugup .
" Tidur ...?" tanya Zaidan seraya terkekeh meremehkan .Sedangkan Maira bingung dengan sikap suami nya itu.
" Saya tidak Sudi seranjang dengan wanita murahan seperti kamu ." ucap Zaidan membuat Maira menatap Zaidan kecewa . Gadis itu tak menyangka suaminya akan mengatakan hal sekejam itu saat malam pernikahan nya .
" Kenapa ...? kamu tak terima dengan apa yang aku katakan . Memang benar bukan kamu itu gadis murahan buktinya kamu hamil di luar nikah . Sekarang keluar dari kamar ini dan pindah ke kamar tamu . Kamu akan tinggal di sana mulai sekarang . Barang barang mu juga sudah di taruh di sana jadi jangan ganggu saya lagi cepat sana pergi saya muak melihat wajah mu " ucap Zaidan membuat hati Maira serasa diremas . Baru kali ini ada yang berbicara sekasar itu padanya .
Tanpa sadar gadis itu meneteskan air mata. Zaidan acuh saja dan lebih memilih mengambil leptop nya dan mengecek beberapa email yang masuk di leptop nya .
__ADS_1
Merasa tak diharapkan oleh sang pemilik kamar akhirnya Maira berjalan menjauh dari kamar suami nya itu . ia berjalan menuju kamar nya yang tadi di ucapkan Zaidan .
Ingin rasanya gadis itu pergi dari rumah ini dan kembali ke rumah orang tuanya . Tapi gadis itu tak mampu karena ia tak mau jika nantinya ia di gunjinkan oleh para tetangga nya .
Bukan hanya dirinya yang malu nanti tapi orang tuanya juga pasti akan malu . Ia tak mau membuat kedua orang tuanya dalam masalah . Oleh karena itu ia akan bertahan di rumah ini meski pun hidup nya tak bahagia .
Zaidan menatap punggung istrinya yang menjauh . senyum licik terukir di wajah pria itu dirinya senang melihat sang istri yang saat ini tengah terluka.
" Ini baru awal Maira .... setelah ini kamu akan merasakan hidup seperti di neraka . " ucap Zaidan dalam hatinya .
....
....
....
...
...
Maira tersenyum lembut . Mulai saat ini kamar itu akan menjadi milik nya . Kamar yang akan ia tempati bersama calon anak nya nanti , Di usap nya perut gadis itu lembut .
" Mulai sekarang kita akan tinggal di sini sayang . Kita akan memulai hidup yang baru . Semoga saja hidup kita akan lebih bahagia lagi nantinya . " ucap Maira tanpa sadar mata gadis itu mulai menetes kan air matanya . Ia berusaha tidak menangis dan berusaha kuat atas takdir yang ia alami ini semua ia lakukan demi sang anak .
Henphone gadis itu berbunyi membuat ia langsung melihat henphone nya . Disana tertera nama sang ibu . Dengan segera maira mengangkat telvon itu .
" Asalamualaikum umi "
__ADS_1
" Walaikumsalam Ra ...gimana kamu udah sampai di rumah baru kamu kan ?" tanya sang ibu dengan nada gembira.
" Iya umi maira sudah sampai dari 30 menit yang lalu .." ucap maira dengan senyum terpaksa . Ia merasa rindu dengan ibunya itu padahal mereka baru saja berpisah 2 jam yang lalu .
" Syukurlah ...umi seneng dengar nya .lalu dimana suami kamu umi ingin berbicara sebentar . " ucap Mona membuat Maira bingung pasalnya ia tak mungkin memberikan telvon nya kepada zaidan karena lelaki itu jelas jelas tak mau jika dirinya mengganggu nya .
" Em...itu umi mas Zaidan nya udah tidur mungkin karena kecapekan gara gara acara tadi siang makanya dia ketiduran . Maira gak tega kalau bangunin dia ." ucap Maira berbohong dalam hati ia mengucapkan kata maaf karena telah berbohong pada sang ibu .
Ia terpaksa berbohong karena tak mau sang ibu mengetahui kelakuan suaminya itu . Ia tak mau ibunya bersedih .
" Oh gitu ...ya udah besok aja umi bicara nya . oh iya Ra inget pesan umi ya nak . jadilah istri yang baik istri yang nurut sama suami dan selalu dengar apa kata suami ya sayang karena surga kamu sekarang pindah ke suami kamu bukan di umi lagi . " ucap Mona membuat Maira ingin menangis bagaimana jika suami nya bersikap membencinya apakah ia tetap harus menurut dan mendengarkan semua perintah nya yang mungkin justru akan menyakitkan untuk nya .
" Iya umi Maira akan inget selalu nasehat umi . udah dulu ya umi maira mau tidur dulu besok kan maira harus bangun pagi nyiapin sarapan untuk mas Zaidan . " ucap Maira pamit pada ibunya .
" Oh iya udah nak ...umi juga mau tidur ini udah malem ...selamat malam sayang ... asalamualaikum ."
" Walaikumsalam . " jawab Maira mematikan telvon nya kemudian menangis di tengah gelap nya malam ...
....
....
....
..
segini dulu ya tunggu kelanjutannya nya jangan lupa vote dan like ....
__ADS_1