
Pagi pagi sekali maira bangun dan kini Wanita itu telah rapi dengan pakaian nya . Zaidan yang heran pun menatap curiga ke arah istrinya itu .
" Mau kemana ?" tanya zaidan jutek .
" ketemu sama temen " jawab Maira pelan sekali seakan akan Maira tak mau zaidan tau.
" Temen siapa ?" tanya zaidan lagi yang membuat maira semakin terpojok .
" ada lah mas .. udah dulu ya maira udah telat nih . " ucap maira terburu buru me masukan dompet ke dalam tas nya .
" Mas anterin ya sayang . "
" aku udah pesen taksi mas ...taksi nya udah di depan tuh udah dulu ya aku pergi dulu asalamualaikum . " pamit Maira tanpa mencium tangan Zaidan dan itu semakin membuat Zaidan curiga . tanpa Berganti pakaian dan setelah mencuci muka nya zaidan langsung mengikuti istri nya itu.
Mobil yang di kendarai Zaidan menuju sebuah rumah yang tak asing baginya . Rumah itu adalah rumah tempat ia di besarkan , Zaidan yang kini berhenti tepat di belakang taksi yang membawa istrinya itu mengerutkan kening nya heran .
" Tadi Malam bukan nya dia menolak untuk pergi ke rumah mama . Terus ngapain dia kesini . Aku rasa ada yang tidak beres di sini . " batin Zaidan .
Zaidan hendak turun dari mobil nya namun ia urungkan ketika melihat Zaila keluar dari rumah dan menghampiri Maira . Wajah adik nya itu tampak pucat dan sendu .
" Mbk ." sapa Zaila sendu ketika melihat Maira ada di hadapan nya . Maira yang tak tega melihat kondisi adik ipar nya itu langsung memeluk gadis itu ke dalam pelukan nya .
Seketika tangis Zaila pecah , Maira merasakan betapa sedih nya adik ipar nya itu . Kalau saja ia di posisi Zaila pasti ia tak bisa membayangkan apa yang terjadi.
" Aku harus bagaimana mbk ?" . ucap zaila di sela sela tangis nya .
" Kita bicarakan di tempat lain ya la ...kan mbk disini niat nya pengen ajak jalan jalan kamu sekalian kita diakusiin masalah kamu di tempat yang tenang . " ucap Maira di angguki oleh zaila . Mereka pun memasuki taksi yang tadi maira naiki .
" sebenarnya ada apa ini , kenapa Zaila kayak ada masalah dan sebenarnya apa yang di sembunyikan mereka dari ku .'' ucap Zaidan bertanya tanya kemudian lelaki itu mengikuti mobil yang membawa istri nya pergi .
...
__ADS_1
...
.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam kini Zaidan telah berada di sebuah restoran favorit maira dan saat ini ia duduk agak jauh dari tempat Zaila dan Maira duduk .
" Jadi Mas zain bener bener gak tau tentang kehamilan mu la ?" tanya Maira menatap Zaila penuh tanya sedangkan yang ditanya hanya menunduk dan mengguk pelan .
" Kamu gak berencana buat kasih tau mas Zain. siapa tau dia berubah fikiran . " nasehat Maira pada adik ipar nya itu .
" Buat apa aku kasih tau orang yang gak mau mempertahankan rumah tangga nya lagi mbk toh kehamilan ku mungkin memang sebaiknya tidak ia ketahui biar ia senang karena tak ada yang menghalangi dia buat bercerai dan bisa menikah dengan wanita pilihan nya . " ucap Zaila meneteskan air mata seraya menatap sendu ke arah kaca yang mengarah pada jalanan kota Jakarta yang nampak ramai .
" Sial aku gak bisa denger apa yang mereka omong kan . " ucap Zaidan kesal karena jarak yang agak jauh membuat lelaki itu tak bisa mendengar apa yang tengah di bicarakan istrinya dan adik nya itu . Dirinya hanya bisa melihat Zaila yang menangis dan Maira yang menggenggam tangan zaila lembut seakan menguatkan gadis itu .
" Mungkin bercerai memang pilihan yang terbaik . " lirih zaila lagi pandangan wanita itu seketika kosong .
" Kalau memang bercerai pilihan yang terbaik lalu bagaimana dengan anak yang ada di perut kamu La ....Kamu juga harus memikirkan dia jangan egois . Anak itu masih membutuhkan ayah nya membutuhkan kasih sayang kalian berdua fikirkanlah baik baik jangan terburu buru karena bagaimana pun juga anak kalian lah yang akan jadi korban bukan kalian . " ucap Maira bijak . Zaila yang mendengarkan nasehat itu pun seketika langsung menyentuh perut nya lembut .
Cukup lama zaila terdiam dan Maira hanya bisa menunggu apa keputusan wanita itu.
" Jelaskan padanya tentang kondisi mu saat ini mbk yakin mas zain tak akan membuat keputusan yang salah . mbk kenal suami mu dari kecil mbk hafal sifat nya . dia kakak yang baik teman yang baik dan insyaallah suami yang baik pula . " ucap Maira sedikit meyakin kan Zaila .
" Tapi bagaimana zaila bakal menjelaskan nya kalau zaila saja tak tau dimana keberadaan mas Zain zaila telfon gak pernah di angkat . "ucap zaila bingung .
" Kamu tenang saja biar mbk yang urus . " ucap Maira kemudian wanita itu mengeluarkan telepon genggam milik nya dan menghubungi sang kakak .
" hallo asalamualaikum . " ucap Maira ketika telepon telah tersambung .
" ....."
" Bisa ketemu di tempat biasa kak ada yang mau Maira bicara in sekaligus ponakan kakak nih diperut lagi pengen ketemu sama om nya . " ucap Maira sedikit bercanda .
__ADS_1
" ...."
" ukey maira tunggu ya kak ...jangan lama lama gak usah dandan juga loh ya .." ucap Maira ceria .
" ..."
" asalamualaikum . " ucap Maira di akhir telpon kemudian wanita itu menatap zaila seraya tersenyum .
" Kita tunggu Mas Zain dateng ya la ..." ucap Maira di angguki oleh zaila .
" Kamu kelihatan pucet banget la ...sebaiknya kamu makan dulu ya ...kasian loh anak kamu . mbk denger kamu belum makan dari kemarin . " ucap Maira kawatir akan kondisi Zaila .
" Gak usah mbk aku gpp kok . " tolak Zaila lembut .
" Udah gak boleh nolak gitu la ...ini demi anak kamu lagian aku gak mau nanti mas faiz nyalahin aku kalau kamu kenapa napa . " ucap Maira was was .
" ukey aku makan mbk tapi ini bukan karena mas zain ya mbk karena mungkin mas Zian gak akan kawatir soal kondisi tubuh ku yang sekarang . dia semakin jauh dan berbeda dari yang dulu mbk . " ucap Zaila sedih .
" Udah gak usah difikirin dulu sekarang kamu makan ya mbk pesenin makan . " ucap Maira tersenyum lembut . kemudian wanita itu memanggil pelayan dan memesan kan zaila beberapa makanan .
Sementara itu Zaidan terus memandang kedua orang tercinta nya itu dengan pandangan bertanya - tanya .
" Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari aku . " lirih Zaidan kesal .
Tiba tiba perasaan lelaki itu menjadi tak menentu seperti sesuatu yang besar akan terjadi sesuatu yang akan membuat nya merasa sedih dan terpukul entah sesuatu apa itu zaidan tak tau yang jelas hatinya mengatakan seperti itu
...
...
...
__ADS_1
..
...