Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 37


__ADS_3

Zaidan pulang tergesa gesa lelaki itu meneriaki nama maira di seluruh penjuru rumah . Maira yang sedang nyenyak tertidur pun terbangun karena teriakan suaminya itu .


" Ih ....berisik banget sih pagi pagi . " ucap gadis itu bangun dari tidur nya , kemudian wanita itu berjalan keluar dari pintu kamar tamu , menatap kebawah di mana semua orang tengah sibuk berlalu lalang mencari cari dirinya .


" Ada apa sih maira disini " teriak maira dari atas balkon. Zaidan yang melihat sang istri pun langsung menghentikan teriakan nya , lelaki itu berlari menaiki tangga demi tangga dan memeluk istrinya erat seakan akan lega karena istrinya sudah ia temukan .


" Mas kenapa ?" tanya maira yang terkejut karena mendapatkan pelukan yang tiba tiba .


" Maafin mas Ra , jangan tinggalin mas ya sayang " ucap lelaki itu seraya menciumi kening maira lembut .


" Mas kenapa sih ?, siapa juga yang mau ninggalin mas ." ucap maira bingung dengan perkataan Zaidan .


" Mas kira kamu mau ninggalin mas Ra gara gara semalem mas gak bangun bangun waktu kamu lagi susah tidur . " ucap pria itu menatap istrinya lembut .


" Ya ampun mas masak maira mau ninggalin mas gara gara masalah sepele seperti itu sih , Maira cuma kesel aja mas tidur nya kayak kebo ya meskipun maira tau mas tidur karena kecapekan . " ucap wanita itu menjelaskan .


" Terus tadi kamu kemana sayang kok tiba tiba udah pergi aja dari kamar aku cari di dapur juga gak ada bahkan aku sampai cari kamu di rumah umi sama mama juga tapi hasil nya nihil . " curhat lelaki itu pada istrinya maira .


" Tadi malem maira pindah ke kamar tamu karena maira bingung cari tempat buat tidur-a yang nyaman dan maira ketiduran juga akhirnya di kamar tamu . " ucap wanita itu dengan santai nya .


Sementara Zaidan yang tadi panik pun mulai bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan sang istri .


" Mas ngapain gak cari ke kamar tamu dulu sih malah pergi ke rumah umi sama mama , mereka pasti panik deh lihat penampilan mas yang acak-acakan gitu sambil nyari in maira . " ucap Wanita itu tak habis fikir dengan pemikiran suaminya .

__ADS_1


" Ya maaf sayang aku udah panik duluan tadi ,aku kira kamu marah jadi nya aku beranggapan kalau kamu pergi dari rumah . " tutur Zaidan cengengesan .


" Dasar ,, ya udah sana hubungi mama sama umi nanti mereka nyari in maira juga lagi padahal kan maira di rumah aja gak pergi kemana mana . " ucap wanita cantik itu hendak pergi meninggalkan Zaidan namun belum sempat ia membalikan badannya Zaidan sudah lebih dulu memeluk pinggang nya erat .


" Maafin mas ya Ra udah mengabaikan kamu semalem mas tidak bermaksud seperti itu , seharusnya secapek apa pun mas , mas harusnya tetep prioritas in kamu yang sedang hamil dan sedang kesusahan . " ucap Zaidan dengan tutur kata yang lembut membuat hati maira luluh seketika .


" Enggak papa kok mas lagian mas kan capek kerja seharusnya maira yang harus paham kalau mas pasti kecapean , dan maira seneng kok mas dalam kesusahan seperti ini karena kesusahan seperti ini lah yang akan membuat maira kuat untuk menjadi seorang ibu sekaligus mengingat kan maira bahwa umi dulu saat mengandung maira pasti juga sangat kesusahan nya sama seperti maira . " ucap wanita itu berfikir dewasa , yang membuta Zaidan kagum dengan istrinya itu .


" Tetep saja mas harus nemenin kamu dan mendengarkan segala keluh kesah mu sayang karena mas gak bisa ngerasain gimana nikmat nya mengandung . Mas janji mulai hari ini mas akan menjadi suami yang baik dan suami yang akan selalu melindungi kamu dan anak kita " janji Zaidan pada istrinya itu .


" Em ...aku terharu dengan kata kata mu itu mas , ya sudah maira mandi dulu ya mas nanti maira siap kan sarapan buat mas . " izin wanita itu.


" Ya sayang . " kemudian wanita itu pergi berjalan menuju kamar nya sementara Zaidan hanya bisa menatap punggung istrinya itu dengan pandangan bahagia .


.


..


Tak terasa kini usia kandungan maira sudah memasuki bulan ke sembilan . wanita itu tampak semakin cantik meski sedang mengandung, bahkan tubuh wanita itu kini sudah seperti balon udara .


" istri ku semakin cantik saja . " ucap seorang lelaki yang tengah memeluk nya dari belakang .


" Cantik apa nya badan udah sebesar gajah ini. " ucap wanita itu sensi ia merasa suaminya itu tengah menghina badan gemuk nya .

__ADS_1


" Bagi ku tetep kamu yang tercantik Ra mau badan kamu Segede gunung pun kamu tetep yang tercantik di mata ku . " gombal Zaidan pada istrinya itu.


" Aduh mas ini masih pagi gak usah gombal begitu , anak kamu udah nendang nendang nih dia gak suka denger kata kata kamu . " ucap maira yang entah kenapa muak dengan gombalan suaminya itu ,Memang akhir akhir ini maira jadi lebih sensi dari biasa nya , salah ngomong sedikit saja wanita itu bisa marah dan itu yang membuat Zaidan sering mengajak nya bercanda .


" Maaf sayang .., tapi kamu beneran cantik kok Ra mas gak bohong , " ucap Zaidan yang kali ini serius dengan omongan nya .


Maira yang tak mendengar nada gurauan dari suaminya itu pun hanya bisa tersenyum malu .


" Mas jangan puji maira gitu ih , nanti pipi maira merah . " ucap wanita itu menepuk pelan tangan suaminya yang tengah memeluk nya erat .


" Aku merasa perut kamu kok lebih besar ya Ra dari pada orang hamil pada umumnya . " ucap Zidan mengusap perut maira lembut .


" Kan maira hamil nya bukan cuma satu anak mas, mas ini gimana ya jelas beda lah sama yang lain . " ucap wanita itu mengingatkan suaminya bahwa saat ini ia tengah mengandung anak kembar .


" oh iya mas lupa itu sayang , tapi perut kamu kok kayak kenceng gitu sayang ?" tanya Zaidan yang merasakan perut maira tak seperti biasanya .


" Maira juga gak tau mas udah 2 hari kayak gitu apa kita periksa saja kedokter ya ?" tanya maira sedikit was was .


" Kalau gitu nanti sore mas antar ke dokter ya sayang sekalian kita mampir ke rumah mama , mas denger Zaino main ke rumah bawa anak nya , mas pengen lihat keponakan mas itu. " ucap Zaidan mengutarakan niat nya pada wanita cantik itu .


" Mas pengen lihat anak nya atau mas pengen lihat Zaino karena kangen udah lama gak ketemu . " ucap maira mengejek Zaidan , gadis itu paham jika Zaidan merindukan saudaranya karena mereka memang sudah lama tak bertemu semenjak Zaino pindah ke luar negeri bersama istrinya.


" Kamu tau aja isi hati mas . " ucap Zaidan sedikit malu Karana ia tak bisa berbohong dengan istrinya itu , sementara maira hanya bisa tersenyum melihat Zaidan yang malu malu

__ADS_1


__ADS_2