
Setelah author berfikir lama akhirnya author akan melanjutkan cerita ini . Meskipun autor agak sedikit lupa karena. cerita ini memang sudah berbulan bulan tak up ... jadi mohon memaklumi dan mohon di ingatkan jika ada yang salah dengan cerita ini .
selamat membaca.
Hari ini Zidan tak kekantor karena dirumahnya sedang ada tamu penting . Tamu penting itu adalah ibunda nya tercinta dan sang ayah tentu nya. Mereka datang untuk menjenguk Maira .
" Gimana sayang apa masih sakit bekas sesar nya ?" tanya Zahara perhatian , seraya mengusap jilbab menantu nya itu.
" Enggak ada kok ma. " ucap maira tersenyum, melihat itu zahara pun tak khawatir lagi dengan menantunya karena dilihatnya sang mantu sudah mau tersenyum tidak seperti dulu lagi .
" Alhamdulillah kalau begitu. Oh iya apa selama kamu sakit Zaidan merawat mu dengan baik nak ?" tanya Zahara yang khawatir dengan tingkah sang anak .
" mas Zaidan baik kok ma , dia juga yang bantu maira mandi . " jawab Maira dengan polosnya hal itu membuat Zaidan malu . Istrinya itu benar benar polos.
" Tentu saja Aku baik buktinya maira cepet sembuhnya . iya kan sayang ?" tanya Zaidan mengalihkan perbincangan Zahara . Maira hanya mengangguk setuju dengan suami nya .
" Alah paling kamu cari cari kesempatan kan " ucap Zahara tak percaya dengan sikap anak nya itu .
" Ih mama sok tau deh . oh iya gimana masalah Zahara sama zain udah selesai belum ?" tanya Zaidan pada ibunya itu .
" Seperti nya mulai ada titik terang dan kita doa kan saja ya . " ucap Zahara Mendokan yang terbaik untuk masalah rumah tangga anak nya itu .
" Papa kok dari tadi diam saja ?" tanya Zaidan melirik ayah nya diam diam .
" Memang nya kenapa ? toh kalian asik sendiri ya udah papa diam saja . anggap saja papa tak ada di sini .
" Kamu ini mas mas , udah tua kok masih aja ngambekan sadar umur kenapa . " ucap Zahara ketus .
" Eh eh ... ada yang berantem ini . " ucap Zaidan yang sadar akan sikap ibunya yang tak seperti biasanya itu .
" Mama mu ini marah dan gara gara papa gak izinin dia buat ikut campur masalah Zain dan zaila mereka kan sudah berumah tangga seharusnya mereka bisa menyelesaikan masalah nya sendiri . " ucap papa Zaidan tenang .
__ADS_1
" Bener yang di katakan papa ma ... mereka harus belajar mandiri jangan sesekali mengandalkan orang lain . " ucap Zaidan membela ayah nya .
" Kalian sama saja tak mengerti perasaan seorang ibu . Wajar saja dong aku ikut campur kan aku khawatir dengan anak anak ku apa salah nya juga. " gerutu Zahara sewot Faiz yang mendengar itupun terkekeh . ia tau istrinya itu tak mau mengalah sama sekali .
" Iya deh yang ibunya anak anak . " ucap Faiz mengecup pipi Zahara dari belakang wanita itu .
" Mas ini ... kita ini udah tua mas gak usah kayak anak muda lagi ih ....Zahara kan jadi malu di lihat mantu sama anak . " ucap Zahara dengan pipi memerah karena malu .
" gak usah malu ma ...Zaidan udah sering lihat kalian bermesraan bahkan dari orok ." ucap Zaidan terkikik geli melihat kelakuan orang tua nya .
" Dasar anak durhaka. ." ucap Zahara dan Faiz bersamaan , namun ketiga nya pun tertawa riang seperti tak ada masalah dalam hidup mereka .
Maira yang melihat itu pun senang setidak nya maira terhibur malam ini dengan kelucuan keluarga suaminya itu .
" Kamu mau makan sekarang apa nanti sayang biar aku siapin ?" ucap Zaidan menatap istrinya lembut .
" nasi goreng aja mas . " ucap maira tersenyum bahagia. ia bahagia memiliki suami seperti Zaidan yang tak pernah mengeluh mengurusi nya . Jangan kan mengeluh bernada tinggi saja tak pernah , walaupun kadang ia sangat merepotkan tapi Zaidan selalu melayani nya dengan tersenyum .
" perhatian sekali kamu dan sampai nanya istri mau makan apa dan pasti kamu mau beli in . mama bangga punya anak kayak kamu . " ucap Zahara bahagia .
" Maksudmu apa ?" tanya Zahara pada anak nya itu .
" Ya Zaidan masak sendiri lah. " ucap Zaidan tersenyum bangga .
" Kamu masak dan rasanya bakal kayak apa itu ?" tanya Faiz ragu akan keahlian memasak anak nya itu .
" Kayak nano nano pa rame rasanya . " ucap Zaidan bercanda .
" Kamu ini mas mas ada ada aja , enggak kok pa masakan mas Zaidan enak kok . " ucap maira membela suami nya itu .
" jangan di bela in Terus Ra nanti besar kepalanya tuh anak " ucap Zahara
__ADS_1
" Mama ini kenapa sih , berantem sama papa mesti Zaidan yang kena kalau gak gitu zailo kalau sama zaila aja gak pernah kayak gitu dari dulu sampai sekarang tetap aja kayak gitu . " gerutu Zaidan membuat zahara tersenyum kesal.
" Soal nya dari ketiga anak mama ,yang bandel itu kamu sama zailo kalau zaila mah anteng anteng aja . "ucap Zahara mengejek sang anak .
" Udah lah mas gitu aja kamu marah sama mama , katanya mas mau masakin aku . Aku dah laper Lo nunggu dari tadi . " ucap Maira membuat Zaidan tersenyum dirinya sampai lupa kalau sang istri kelaparan .
" maafkan aku sayang aku sampai lupa . Ya udah ya kamu tunggu sebentar disini aku akan meluncur ke dapur . " ucap Zaidan mengecup kening maira sebelum pergi .
" perlu bantuan gak dan " teriak mamanya .
" Enggak usah. " teriak Zaidan dari kejauhan .
" Kamu beruntung loh nak , Zaidan itu gak pernah senurut itu kalau sama mamanya . jangan kan di masakin di pijitin saja mama gak pernah mama jadi iri sama kamu . " ucap Zahara memegang tangan maira perlahan dan mengusap lembut tangan wanita itu.
" Mas Zaidan pasti juga menyayangi mama kok ma tapi gak di liatin soal nya dia gengsi mungkin . " ucap Maira
" Masak sih " ucap Zahara tak begitu yakin .
" Iya ma , dulu aja waktu mama sakit Zaidan yang paling kenceng nangis nya . " ucap Faiz mengingat masa masa itu .
" masak sih mas. kapan sih kok aku gak tau ya ?" ucap Zahara penasaran .
" iya dulu waktu kamu sakit lambung kan kamu sampai pingsan dia nangis kejer gak mau berhenti sampai kamu di bawa ke rumah sakit dia baru berhenti nangis dan bilang jangan bilangin mama Zidan malu . " katanya
" oh itu pantes aku gak tau mas . "
Pintu kamar maira terbuka membuat semua orang menengok kearah sana .
" Ma ...bumbu nasi goreng apa aja sih .?" tanya Zaidan meringis
" Ya ampun Zaidan . udah sini biar mama bantu in kamu, mama jadi kurang yakin kalau kamu masak sendirian . " ucap Zahara mengomeli anak nya yang sok bisa itu .
__ADS_1
" ya udah papa juga keluar sebentar ya sayang , gpp kan kalau kamu papa tinggal sendirian di sini. " ucap Faiz berpamitan kepada mantu nya itu .
" gpp kok pa . papa pergi saja . " ucap maira memberi izin kemudian lelaki itu keluar dari kamar mantu nya dan menutup pintu kamar itu lagi .