Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
epilog


__ADS_3

" Hihihi ...." tawa cekikikan seorang anak perempuan saat melihat saudara nya tengah melemparkan sebuah barang ke dalam kolam .


" iat ... tu beyenang " ucap anak itu memberi tahu saudaranya .


" Ano .... anti papa arah ..." ucap anak perempuan memperingati .


" Ona angan eras eras bial papa gak dengel .." jawab anak lelaki yang tak terima dengan ucapan saudara nya .


" Udah Ano angan ain lagi anti etauan papa , ayo kita pelgi aja " Ajak gadis perempuan itu menarik tangan saudaranya meninggalkan tempat itu .


Di lain sisi Zaidan tengah sibuk mencari cari sesuatu , berkali kali ia berdecak kesal karena tak kunjung menemukan apa yang ia cari .


" Cari apa sih mas ...?" tanya maira menghampiri Zaidan .


" Handphone aku sayang , tadi aku taruh sini tapi kok gak ada ya , kamu liat gak ?" tanya Zaidan balik seraya mengangkat bantal sofa di hadapannya .


" Ya kamu naruh nya sembarangan nanti kalau di ambil orang baru kebingungan . Biar aku bantu cari "ucap Maira pergi hendak menuju halaman belakang Karana tadi Zaidan habis dari sana barangkali suaminya itu lupa dan handphone nya tertinggal di sana.


Maira terus berjalan namun di tengah jalan nya ia ditabrak oleh dua malaikat kecil nya yang tengah terburu buru .


" Viona , viano kenapa kalian lari lari seperti itu , nanti kalau jatuh bagaimana ?" tanya maira seraya menggeleng geleng kan kepala nya .


Wanita itu sungguh heran dengan kelakuan sang anak yang terlalu aktif dan terkesan nakal .


" Maap mama " ucap kedua nya menundukkan kepala , takut jika mama nya akan marah.


Melihat anak nya yang takut maira pun tersenyum dan mengusap kepala anak nya sayang , seketika pandangan kecil itu menatap ibu nya dengan senyuman .


" Mama gak marah kok sayang , mama cuma kasih tau adek sama kakak kalau jalan itu harus hati hati nak, kalau jatuh gimana nanti lutut kalian berdarah terus mama kasih obat deh , emang kalian mau mama kasih obat ." ucap Maira menakut nakuti sang anak agar anak nya itu mengerti dan tidak berlari lagi saat berjalan .


" Ndak au ..." ucap keduanya bebarengan .


" Nah makanya kalau jalan pelan pelan aja ya anak mama yang ganteng dan cantik. " ucap maira mengusap kepala anak nya dengan penuh kasih sayang .


" ok mama . " jawab mereka lagi yang membuat maira menyunggingkan senyumnya .


" Oh iya mama mau tanya , Viona sama viaono lihat handphone papa gak nak ?" tanya Maira lembut .


" Tu ...." tunjuk kedua anak kecil itu pada sebuah kolam besar di samping rumah mereka .


Maira terkejut mendengar jawaban dari kedua anak nya , wanita itu segera meninggalkan sang anak dan melihat ke dalam kolam.


" Astaghfirullah ... Viano Viona " teriak maira .


Zaidan yang mendengar teriakan itu pun langsung menyusul istrinya .

__ADS_1


" Ada apa sih sayang , bikin panik aja kamu . " ucap lelaki itu ngos ngos San karena berlari dengan terburu buru tadi .


" Itu mas handphone kamu ..." lirih maira seraya menunjuk handphone Zaidan yang telah tenggelam .


Mata lelaki itu mendelik melihat handphone nya di dalam kolam , lelaki itu segera mengambil handphone tersebut dan mengutak Atik nya .


" Gimana mas ?" tanya maira prihatin .


" Rusak Ra , gak bisa nyala ini " ucap Zaidan mengibas ngibas kan handphone nya .


" Maafin mereka ya mas , mereka kan anak kecil belum tau ini benda penting atau bukan . " ucap maira membela sang anak ia takut suaminya itu akan memarahi anak anak nya .


" Kemana mereka tadi ?" tanya Zaidan tak menggubris omongan maira .


" Mas mau apa ?" tanya maira khawatir .


Zaidan tak menjawab dan memilih mencari keberadaan anak nya , cukup lama Zaidan mencari dan akhirnya lelaki itu menemukan sang anak yang tengah bersembunyi di bawah meja kerja nya .


" Viano Viona sedang apa kalian disitu ha ...?" tanya Zaidan menarik anak nya keluar dari persembunyiannya .


" papa..." ucap mereka cengengesan seperti tak ada yang terjadi .


" Mas sudah lah , lagian salah mas sediri naruh barang sembarangan udah tau anak nya jahil kayak gitu . " ucap Maira yang sedari tadi mengikuti suaminya .


" Anak papa sekarang pintar bersembunyi ya ..." ucap Zaidan menatap anak nya tajam , yang tentu saja membuat mereka ketakutan .


Melihat itu Zaidan pun ingin tertawa namun ia tahan .


" maap papa ..." ucap keduanya tak berani menatap muka zaidan.


Zaidan tersenyum senang karena sudah membuat anak nya ketakutan .Lelaki itu berjongkok di hadapan anak anak nya .


" Kenapa kalian gak mau natap muka papa ?" tanya Zaidan lembut .


" Akut ..." ucap keduanya yang membuat Zaidan terkekeh .


" Papa enggak marah kok sama kalian papa cuma gak mau Viona sama viano berbuat seperti itu lagi , Bukan masalah handphone nya sayang tapi demi keselamatan kalian . Gimana kalau nanti viano sama viona jatuh ke kolam terus tenggelam siapa yang bakal nolongin , kalian kan belum bisa berenang . " ucap Zaidan menjelaskan dengan tutur kata yang lembut .


" Maap papa " ucap keduanya lagi mengakui kesalahan mereka .


" Papa maafin tapi janji dulu sama papa , jangan ulangi lagi oke " ucap Zaidan memperingati sang anak .


" Ote .... " ucap kedua anak nya dengan senyuman sumringah .


" Anak pintar . " ucap Zaidan memeluk anak nya erat .

__ADS_1


" Maira kira mas bakal marahin mereka . " ucap maira menghampiri sang suami .


" Mana mungkin sayang , mereka kan kesayangan aku . " ucap Zaidan tersenyum .


" Padahal maira udah siap siap mau marahin mas balik kalau seandainya mas beneran marahin mereka . " ucap maira menarik viona kedalam gendongan nya .


" Kamu itu gak adil Ra ..." ucap Zaidan tak terima dengan apa yang di katakan istrinya barusan .


" Gak adil gimana sih mas ?" tanya maira tak paham dengan omongan suaminya itu .


" Ya gak adil aja kamu lebih sayang mereka dari pada aku . Kalau aku yang buat salah aja kamu marahnya sehari semalem gak berhenti berhenti tapi kalau mereka yang salah kamu belain sampai sampai aku yang kena marah . " ucap Zaidan mengerucutkan bibirnya .


" kamu cemburu mas ?" tanya maira dengan pandangan geli , bisa bisa nya lelaki itu cemburu dengan anak nya sendiri .


" Ya emang kenapa kan aku cinta kamu jadi wajar dong kalau aku cemburu . " ucap Zaidan menggendong viano dan menatap maira genit .


" Ya tapi gak sama anak juga kali mas cemburunya , lagian kamu punya tempat tersendiri di hati aku begitu pun anak anak karena aku mencintai kalian semua . " ucap maira menjelaskan perasaan nya .


" Apa alasan kamu mencintai ku ... ?" tanya Zaidan penasaran .


" Karena mas adalah lelaki terhebat yang pernah Maira temui , lelaki yang mau menerima maira dengan segala kekurangan maira dan itu yang membuat maira jatuh cinta sama mas . " ucap wanita itu sedikit malu dengan apa yang ia ucap kan .


Zaidan yang mendengar itu pun langsung tersenyum senang kemudian lelaki itu menurunkan viano dan viona dari gendongan mereka .


Tanpa aba aba Zaidan langsung mengangkat maira ke gendongan nya dan berlari meninggalkan anak nya sendirian .


" Aku juga mencintaimu maira ..." ucap lelaki itu bahagia .


" Tayang unggu in ..." ucap viano yang berlari mengejar mama dan papanya .


" Mas ih ... udah aku bilang kalau ada anak anak jangan manggil gitu , tuh kan viano niru in . " ucap maira kesal , wanita itu mengerucutkan bibirnya seraya tangan nya merangkul leher Zaidan erat .


Cup ...


Satu kecupan mendarat di pipi wanita itu dan itu berhasil membuat wanita itu diam seketika , pipi nya sudah memerah karena menahan malu .


Dan itu membuat Zaidan tersenyum senang , ia merasa bahagia dan semoga selamanya akan selalu seperti itu ...


....


.


. .


............................ The end ....................................

__ADS_1


__ADS_2