Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 38


__ADS_3

Zaidan sungguh tak menyangka jika kedatangan nya ke dokter justru malah memberi ia kejutan , sang anak akan segera lahir kedunia lebih awal dari perkiraan yang di berikan dokter


Awal nya Zaidan takut karena tanggal nya maju ia takut sang istri akan kenapa Napa nantinya namun dokter mengatakan jika terkadang perkiraan yang ia prediksi tak sesuai dengan kenyataan nya itu sering terjadi dan tak masalah .


Mendengar itu Zaidan sedikit lega namun ia juga was was sedari tadi lelaki itu mondar mandir di depan pintu ruang operasi sesar .


Maira memang tak di izinkan untuk melakukan persalinan normal karena mengingat wanita itu sudah pernah sesar sebelum nya dan ia juga sedang mengandung anak kembar jadi wanita itu harus melakukan operasi sesar walaupun ia tak menginginkan itu .


" Bapak Zaidan anda di panggil istri anda untuk menemani nya . " ucap seorang suster yang baru saja keluar dari ruang operasi .


" Kamu ini gimana sih mas aku mau operasi kamu malah gak mau nemenin , ini kan juga anak kamu ." kesal maira ketika melihat suaminya datang dengan santai nya .


" Maaf sayang aku cuma takut aku gak berani lihat . " ucap Zaidan dengan wajah memelas nya .


" Aku gak mau tau , kamu harus nemenin aku . " kesal Maira , Zaidan yang melihat istrinya marah pun Hanya bisa mengenyampingkan rasa takut nya dan menggenggam tangan wanita itu erat .


" Maaf sayang , Aku disini kok nemenin kamu , kamu yang tenang ya . " ucap Zaidan seraya mengecup punggung tangan wanita itu .


" Aku tau mas takut , aku juga sama takut nya jadi aku mohon temenin maira mas ... " ucap wanita itu semakin meyakinkan Zaidan bahwa saat ini istrinya itu tengah membutuhkan nya .


.


" Aku disini sayang, akan selalu disini berdoa lah semoga persalinan nya lancar dan anak kita sehat sehat semua .." ucap Zaidan seketika membuat maira tenang , wanita itu tak henti hentinya berdoa sementara di bawah sana dokter tengah membelah perut nya perlahan dan berusaha mengeluarkan sang anak dari dalam kandungan nya .


" oek oek oek ..." terdengar suara tangisan bayi yang seketika membuat Zaidan bernafas lega suster segera membersihkan bayi itu dan meletakkan nya di dada maira ...

__ADS_1


" Selamat pak Zaidan bayi anda laki laki , sangat tampan dan sehat . " ucap suster setelah meletakan bayi itu .


" Lihat mas dia mirip sekali dengan ku ..." ucap maira yang tengah mengamati wajah sang anak yang tengah berbaring nyaman di dada nya .


" Iya sayang.. " ucap Zaidan tak mampu berkata kata lelaki itu sangat bahagia.


" Oek oek oek ..." terdengar suara tangisan lain yang membuat Zaidan mengalihkan pandangan nya . Suara itu lebih kecil dari pada yang sebelumnya namun mampu membuat hati Zaidan tersentuh .


" Selamat pak Zaidan dan ibu maira anak kedua anda perempuan sangat manis putih dan cantik " ucap suster itu meletakan bayi di tangan nya kedalam dada sebelah kiri wanita itu.


" Bagaimana kondisi nya ?" tanya Zaidan pada suster tadi .


" Keduanya baik ... " ucap suster tersebut dan berlalu membantu dokter menyelesaikan tugas nya .


Mata Zaidan berbinar binar melihat bayi imut di dekapan maira dan ia begitu terkejut ketika melihat wajah putri nya yang sama persis dengan foto dirinya saat masih kecil .


" Dia apa mas ?" tanya maira yang masih berkaca kaca karena ia tak menyangka akan memiliki seorang bayi mungil bukan hanya satu tapi 2 sekaligus .


" Dia mirip dengan ku waktu aku kecil . " ucap Zaidan tersenyum , ia berharap anak anak nya sehat selalu begitu pun dengan maira .


....


...


..

__ADS_1


Zaidan hanya tersenyum manis saat sang mama memarahi nya karena ia tak memberi tahu jika maira akan melahirkan , lelaki itu baru memberi tahu saat anak mereka telah lahir ke dunia ini.


" Kamu bener bener gak menganggap mama ya Zaidan , kamu kan bisa kabarin mama nak apa susah nya telpon sih . " ucap wanita itu membuang muka nya . ia sangat kesal dengan anak nya itu.


" Ya kan Zaidan udah ngabarin ya meskipun telat , tapi ma ... alasan Zaidan gak ngabarin mama ya karena Zaidan gak mau mama khawatir ."


" Alasan aja kamu , selalu saja membantah omongan mama " dengus Zahara tak suka dengan sikap anak nya itu .


" Sudah sudah ma ini kan rumah sakit gak baik ah berantem disini " ucap seorang lelaki yang saat ini tengah menenangkan amarah istrinya itu .


" Mas Faiz ini selalu saja membela anak nya " sindir Zahara kemudian wanita itu berjalan masuk ke ruangan di mana maira dirawat , sedangkan Faiz hanya bisa menghela nafas nya lega .


" Selamat ya nak kamu sudah menjadi seorang ayah , papa gak nyangka kamu yang dulu sering papa gendong sekarang sudah memiliki anak untuk di gendong sendiri. Ah ... kalau seperti itu papa jadi merasa semakin tua . Dan kamu sekarang kan sudah menjadi ayah , ayah cuma berpesan jangan menjadi ayah yang keras kepala jangan pentingkan ego sendiri terus kurangi waktu kamu dikantor untuk anak dan istri kamu , bertanggungjawab lah menjadi ayah yang baik itu harapan ayah nak " ucap Faiz menasehati anak nya itu.


" Papa ini bikin Zaidan sedih aja denger omongan papa , Zaidan jadi kepikiran waktu Zaidan kecil , Zaidan selalu saja nakal . " ucap lelaki itu mengingat masa lalu nya yang sungguh kelewatan itu .


" Ya semoga anak kamu tidak seperti kamu dan , kalau sampai kayak kamu siap siap aja kamu istighfar setiap hari . " ucap Faiz terkekeh kemudian lelaki itu menyusul sang istri di ikuti oleh Zaidan .


" Lihat pa cucumu ini wajah nya sangat mirip dengan Zaidan waktu baru lahir ." ucap wanita itu memperlihatkan seorang bayi cantik di gendongan nya .


" Wah ini mah Zaidan junior ma .." ucap Faiz bahagia ia jadi merasa teringat saat Zahara melahirkan untuk pertama kali nya. Saat itu Faiz benar benar bahagia sampai tak mampu di ungkapkan dengan kata kata .


" Maira kamu gak keberatan kan kalau mama yang ngurusin kamu nanti kalau udah pulang ke rumah soal nya umi kamu kan belum pulang dari luar negri ." tanya Zahara , wanita itu takut menantu nya tak nyaman dengan kehadiran nya di rumah Zaidan jadi ia meminta izin dulu pada menantu nya itu .


" Enggak kok ma justru maira seneng ada yang bantu in maira ngurus mereka apalagi maira kan baru jadi seorang ibu jadi maira belum paham cara mengurus seorang bayi dengan baik dan benar , mama kan lebih pengalaman dari pada maira . " ucap wanita sangat senang jika mama nya membantu nya mengurus si kembar .

__ADS_1


Maira merasa sangat beruntung memiliki mertua sebaik Zahara ia juga merasa beruntung dapat menjadi bagian dari keluarga yang baik itu .


__ADS_2