Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
Bab 16


__ADS_3

" Jadi maksud mas . Mas menikahi Maira demi menyelamatkan rumah tangga Zaila . " ucap Maira tak habis fikir dengan apa yang di lakukan sang suami .


Bukan ia tak terima Ia dinikahi hanya karena alasan itu . Tapi apa yang membuatnya tak habis fikir adalah lelaki itu rela melepaskan kebahagiaan nya demi kebahagiaan Zaila .


" Hemm..." ucap lelaki itu membalas pertanyaan yang di berikan Maira .


" Apa mas mencintai Zaila ?" tanya Maira penasaran . Ia pikir sang suami juga mencintai adik nya sendiri sama dengan dia yang mencintai Zain .


" Salah jika kau berfikir aku mencintai adiku Zaila sama seperti dengan kau yang mencintai kakak mu sendiri yang tak lain suami adik ku . Aku mencintai adik ku karena dia adik ku ...aku hanya mencintai nya seperti kakak mencintai adik nya sendiri tak lebih dari itu . " ucap Zaidan membuat Maira sedikit mengagumi sifat Zaidan yang sangat menyayangi adik adik nya bahkan lelaki itu rela melakukan apapun demi sang adik .


Selama ini Maira mengira Zaidan adalah orang yang jahat pasalnya lelaki itu selalu berkata kasar padanya dan tidak menghargai nya sebagai seperti seorang istri .


Tapi nyatanya Zaidan tak seperti itu. Kenyataan nya Zaidan melakukan itu demi sang adik .


" Sudahlah jangan bahas soal itu lagi . yang penting sekarang aku sudah jujur alasan aku menikahi mu dan mengapa aku sangat membencimu . Yang lalu biar lah berlalu kenyataan nya sekarang kamu adalah istri ku .


Jujur aku tak suka menjalin hubungan dengan seorang perempuan . Ini kali pertama aku menjalin hubungan dengan yang nama nya perempuan.


Tapi karena aku sudah terlanjur terikat dengan mu maka aku akan menerima mu sebagai seorang istri dan kamu juga harus menerima ku sebagai suami mu .


Tolong jangan ganggu kehidupan rumah tangga adiku lagi . Lupakan lah masa lalu itu. Aku tau sulit bagimu untuk melupakan Zain tapi ... Kamu harus belajar melupakan dan mengikhlaskan nya karena dia bukan jodoh mu . " ucap Zaidan menasehati istrinya itu lelaki itu sedikit lega karena sekarang fikiran nya telah terbuka . Ia telah memutuskan untuk tidak membenci Maira lagi .


Karena bagaimanapun Maira tetaplah istrinya Ia tak boleh bersikap kasar lagi pada wanita itu . Apalagi ia tengah mengandung calon anak nya.


" Tapi Maira mengandung anak dari orang lain . Maira kotor mas ...apa mas akan tetap menerima Maira menjadi istri mas meski mas tau kenyataan itu ?" tanya Maira menatap wajah Zaidan yang masih datar tanpa ekspresi itu .


" Aku bukan orang munafik ...Jujur awal nya aku hanya akan memberi mu setatus sebagai istri begitu pula dengan anak yang kamu kandung . Tapi setelah aku fikir fikir ...aku tak akan melakukan itu . Aku menikahi mu maka artinya aku harus menerima kamu dan juga anak dalam kandungan mu dengan iklas . " ucap Zaidan membuat Maira sedikit lega . Wanita itu pun bertekad untuk melupakan semua masa lalunya dan memulai hidup barunya bersama dengan Zaidan .


Begitupun dengan Zaidan lelaki itu sudah membuka hatinya untuk Maira dan ia juga akan melupakan semua dendam nya kepada gadis itu . Mulai hari itu Hubungan keduanya semakin dekat tanpa dendam sedikit pun .


....

__ADS_1


...


...


...


...


Sudah seminggu Maira berada di rumah sakit dan kini wanita itu telah di perbolehkan pulang oleh dokter . Meski mual masih ia rasakan namun keadaan wanita itu semakin membaik .


Selama seminggu itu pula Zaidan tak berhenti menjaga istrinya . Ia selalu setia menjaga istri nya . Meski sikap Zaidan masih sedikit cuex tapi Maira yakin lama kelamaan sang suami akan merubah sikap nya itu .


Kini Maira kembali ke rumah Zaidan . Disana ia disambut oleh senyum bi Maya . Wanita separuh baya itu telah kembali bekerja sejak 3 hari yang lalu .


" Bagaimana keadaan nyonya . ?" tanya Wanita itu kepada Maira .


" Aku sudah agak lebih baik bi ..." ucap Maira membuat Bi Maya tersenyum senang . Ia bersyukur majikan nya telah sembuh dan bisa kembali pulang kerumah .


" Iya den " patuh bi Maya. Maira pun pergi ke kamar nya di antar oleh bi Maya .


Sedangkan Zaidan lelaki itu sedikit mengerutkan dahinya heran melihat nama yang tertera di layar handphone nya . Pasalnya orang yang menelfon nya jarang sekali menghubungi nya . bahkan hampir tak pernah.


Dan kenapa saat ini orang itu menghubungi nya . Zaidan pun tak tau dan lebih memilih mengangkat telvon tersebut .


" Halo Des . Ada apa ?" tanya Zaidan langsung pada poin nya sesaat setelah mengangkat telepon tersebut .


" Halo Mas Zaidan , Maaf Desi mengganggu waktu mas . Tapi apa mas tau keberadaan Mas Ray . Sejak semalam dia gak pulang kerumah aku kawatir terjadi sesuatu sama dia . " ucap wanita bernama Desi itu yang tak lain dan tak bukan adalah istri dari sahabatnya Ray .


" em ...Aku gak tau dia kemana . Tapi nanti aku bakal cari dia " ucap Zaidan sedikit bertanya tanya dalam fikiran nya .


Kemana sahabat nya itu pergi pasal nya baru kali ini sahabat nya itu tak pulang kerumah tanpa mengabari orang rumah terlebih dahulu .

__ADS_1


" Nanti kabarin Desi lagi ya mas . " ucap wanita itu sedikit sendu .


" Iya ." setelah itu sambungan telepon tersebut pun terputus . Zaidan masih mengutak Atik telvon milik nya berusaha menghubungi sahabatnya yang entah kemana itu namun , Ray sama sekali tak mengangkat telepon nya .


Dan itu semakin membuat Zaidan kawatir pada sahabat nya itu . Ray baru pertama kali ini tak mengangkat telvon darinya . Biasanya lelaki itu akan langsung mengangkat telepon saat ia menelpon nya .


Tapi kini jangankan mengangkat menyambung saja tidak .


" CK....sialan sebenarnya kemana pria itu . Menyusahkan saja. " gerutu Zaidan sedikit kesal . Lalu Zaidan langsung berjalan ke kamar nya untuk berganti baju ia memutuskan untuk mencari keberadaan teman nya itu .


Zaidan berjalan melewati kamar Maira yang masih terbuka .Maira yang kebetulan tengah menatap pintu kamar nya pun memanggil sang suami .


" Mas mau kemana ?" tanya Maira saat sang suami melewati nya begitu saja .


" Aku ada urusan mendesak . Tolong jaga rumah ." ucap Pria itu dengan nada datar . Wajah nya sama sekali tak memandang Maira .


Maira yang sudah biasa akan sifat sang suami pun hanya bisa terdiam dan membiarkan suami nya itu berlalu ke kamar nya . Wanita itu sedikit penasaran apa yang membuat sang suami begitu terburu buru . Namun dasarnya Maira adalah wanita yang tak mau ikut campur maka ia lebih memilih berlalu ke kamar nya .


....


....


...


...


...


***Maaf baru bisa up lagi karena author lagi pusing mendekati hari kelahiran ....


tolong vote dan like ya jangan lupa bagikan cerita ini ke teman temen kalian terimakasih*** .

__ADS_1


__ADS_2