
Seperti yang diperintahkan Zaidan maira kini tengah berada di kantor milik suami nya itu . Ia berencana untuk mengantarkan makan siang sang suami .
Sebuah sambutan ia dapatkan dari resepsionis kantor tersebut bukan sambutan hangat melainkan tatapan meremehkan dan sinis yang ia dapatkan saat menayakan ruangan sang suami .
" Ruangan pak Zaidan ada di lantai paling atas . silakan langsung saja keruangan beliau , beliau sudah menunggu makan siang nya . " ucap Resepsionis itu sedikit sinis mata wanita itu meneliti penampilan Maira dari ujung kaki hingga kepala nya .
Tatapan nya seakan meremehkan Penampilan Maira yang memang terkesan sederhana itu . Maira hanya mengenakan Gamis panjang nya dan sebuah kerudung syar'i nya .
Orang yang melihat penampilan itu mungkin tak akan menyangka jika Maira adalah istri dari seorang bos besar perusahan . mungkin orang akan menilai maira seperti orang biasa tak ada kesan mewah di dalam penampilan gadis itu yang ada hanya lah kesan sederhana .
" ukey terimakasih mbk asalamualaikum . " ucap maira memberi salam sebelum pergi meninggalkan resepsionis sinis itu .
" Walaikumsalam . " jawab resepsionis itu acuh . tanpa memperdulikan sikap wanita itu maira pun berjalan menuju ruangan Zaidan yang kebetulan berada di lantai paling atas .
lorong lorong Maira lalui hingga ia sampai di depan ruangan Zaidan . namun langkah nya terhenti ketika melihat istri sahabat suami nya itu tengah berdiri di depan pintu ruangan suaminya seraya memohon untuk bertemu dengan Zaidan .
" Mas Zaidan Aku mohon mas buka pintu nya . tolong kasih tau keberadaan mas Ray ..." teriak gadis itu yang tentu saja membuat maira heran . Karena penasaran Maira pun mendekati wanita di hadapan nya itu .
" Mbk ...." sapa Maira seraya menepuk pundak istri Ray pelan .
Wanita yang sedari tadi berteriak seraya menangis itu pun mengalihkan pandangan nya ke arah maira .
" Maira ...." lirih wanita itu seraya berlinang air mata.
" Mbk ngapain di sini ?" tanya Maira pelan mata wanita itu menatap lekat wajah di hadapannya .
" Maira ....tolongin mbk Mai ...mbk gak tau harus minta tolong sama siapa lagi selain kamu hanya kamu harapan mbk satu satu nya . "Mohon wanita itu berlinang air mata . Melihat itu maita jadi merasa iba dan kasian .
" Apa yang bisa maira bantu mbk ?" tanya Maira lembut .
__ADS_1
" Tolong bujuk suami mu untuk memberi tahu keberadaan mas Ray . Aku tak mau masalah ku dan mas Ray berlarut larut aku harus menyelesaikan nya segera . " ucap wanita itu menatap lekat mata Maira berharap maira mau membantu nya .
" em...Jujur Maira tak bisa berjanji kalau mas Zaidan mau memberi tahu keberadaan mas Ray karena mas Zaidan bukan tipe orang yang suka di bujuk tapi maira akan berusaha sebisa maira .." ucap Maira membuat Wanita itu tersenyum dan mengangguk .
Kemudian Wanita itu mempersilakan Maira mendekati pintu ruangan suami nya dan mengetuk nya pelan.
....
...
...
..
Zaidan Merasa kesal pada orang yang sedari tadi mengganggu nya saat berkerja . Siapa lagi kalau bukan istri Ray itu , Sedari tadi wanita itu menggedor gedor pintu ruangan nya dan berteriak teriak .
Ingin Zaidan mengusir wanita itu dengan memanggil satpam namun Zaidan merasa tak tega karena kondisi wanita itu yang tengah mengandung . Jadi Zaidan hanya bisa membiarkan wanita itu berteriak-teriak di depan ruangan nya .
Cukup lama wanita itu berteriak-teriak hingga akhirnya suara teriakan itu berhenti . Zaidan mengerutkan kening sejenak ia pikir wanita itu sudah lelah dan mungkin telah pergi dari depan ruangan nya .
" Mas ini maira ....boleh maira masuk ?" suara teriakan yang ia kenal dari depan ruangan nya membuat Zaidan tersadar bahwa sang istri pasti telah datang dengan makanan yang sudah ia nanti nantikan sedari tadi .
" Masuk ...." teriak Zaidan .
pintu yang sedari tadi tertutup kini mulai terbuka . Zaidan tersenyum ketika melihat wajah sang istri yang begitu cantik meski tak memakai riasan apapun di wajah nya itu .
dengan Perlahan maira menghampiri Zaidan dan duduk di hadapan lelaki itu . Di letakan nya rantang yang berisi makanan di hadapan Zaidan .
" Kenapa lama sekali mas sudah kelaparan ?" tanya Zaidan mengusap perut nya pelan wajah lelaki itu tampak ceria dengan sedikit senyuman .
" maaf mas tadi gas nya abis jadi aku nunggu tukang gas dulu buat pasangin gas nya aku gak berani kalau pasang sendiri ." ucap Maira membuat Zaidan mengangguk paham .
" ya sudah tunggu apa lagi ....mas sudah sangat lapar ." ucap Zaidan membuat maira tersenyum kemudian wanita itu segera menyiapkan makanan untuk suami nya itu .
__ADS_1
" ini mas silakan di makan ." ucap maira menyerahkan makanan lengkap dengan lauk pauknya ke hadapan Zaidan .
" Kamu gak ikut makan ?" tanya Zaidan
" Aku tadi udah makan mas di rumah sebelum ke sini . " ucap Maira memberi tahu.
" Em gitu....kalau begitu suapi aku ya ...aku tak bisa meninggalkan pekerjaan ku hanya untuk makan soal nya pekerjaan ku benar benar menumpuk hari ini bisa kan Sayang ?" ucap Zaidan menampilkan senyum jahil nya .
Mendengar kata sayang dari mulut Zaidan entah kenapa membuat Maira tersenyum malu . Kini pipi wanita itu terlihat merah melihat tingkah membuat Zaidan terkekeh pelan .
Tanpa menunggu lama maira pun mulai menyuapi sang suami dan Zaidan pun kembali bekerja dengan leptop nya .
Tak butuh waktu lama hingga makanan di tangan maira habis tanpa sisa .
" Seperti biasa masakan mu selalu enak dan membuat aku ketagihan setiap harinya. " ucap Zaidan memberikan sedikit pujian pada istrinya itu yang membuat Maira jadi salah tingkah di buatnya.
",Mas bisa saja ..." ucap maira seraya membereskan rantang dan sisa sisa makanan di meja kerja suami nya itu .
Hening sejenak zaidan nampak serius dengan leptop nya lagi lalu maira kini wanita itu bingung harus memulai pembicaraan dari mana . Wanita itu takut jika Zaidan akan marah jika menanyakan soal Ray namun Maira juga merasa kasian pada istri Ray akhirnya berani tak berani maira pun memutuskan untuk tetap menayakan hal itu pada suami nya .
" Mas .... sebenarnya kemana sih mas Ray berada ?" tanya maira dengan nada pelan namun masih bisa di dengar oleh Zaidan .
seketika Zaidan langsung menghentikan aktivitas nya dan menatap Maira tajam . menerima tatapan seperti itu membuat Maira takut gadis itu hanya bisa menunduk tak berani memandang suami nya lagi .
....
...
...
...
***Kira kira si Zaidan marah gak ya .... tunggu kelanjutannya ya kawan kawan jangan lupa like dan vote nya ...
__ADS_1
terimakasih***