
Zaidan terus tersenyum membawa seikat rambutan di tangan nya . Sementara itu Zain malah terus menggaruk badan nya yang sedari tadi Gatal.
" Udah mas " tanya maira yang melihat suaminya datang dengan membawa rambutan di tangan nya .
" Udah nih , banyak kan " ucap Zaidan tersenyum senang .
" Loh Zaidan kamu kok bawa rambutan , kapan beli nya ?" tanya Zahara
" Zaidan gak beli , Zain yang ambilin buat Zaidan ." ucap Zaidan membuat semua orang terkejut namun tidak dengan maira yang sudah Mengetahuinya.
" Kamu manjat pohon malem malem mas ?" tanya Zaila tak percaya dengan apa yang di lakukan suaminya itu.
" Ya terpaksa dek , gara gara mas Zaidan yang maksa aku. " ucap Zain melirik Zaidan kesal .
" Zaidan ini aneh aneh saja. " ucap Zahara yang tak di hiraukan oleh Zaidan lelaki itu berjalan ke arah karpet depan tv rumah nya dan memakan rambutan itu dengan lahap nya .
Hal itu sungguh membuat semua orang kaget dengan kelakuan Zaidan yang aneh .
" Anak itu kenapa ?" tanya Zahara meminta jawaban maira .
" Mas Zaidan lagi ngidam ma . " ucap maira menatap suaminya dengan tawa ringan ketika melihat suaminya itu begitu lahap memakan rambutan nya .
" Astaga jadi anak itu yang ngrasain ngidam nya . " ucap zahara menggeleng kan kepala nya pelan .
" Lihat Zaidan kayak gitu papa jadi ingat waktu mama mengandung Zaidan , zaila dan Zaino ." ucap Faiz tersenyum mengingat masa masa itu .
" Ingat gimana pa ?" tanya Zaila penasaran .
" Dulu itu papa gak bisa selalu jagain mama kalian dan akhirnya mama kalian malah ngerepotin om Yaksa buat penuhin ngidam nya. " ucap Faiz menjelaskan .
" berarti anak nya kak Zaidan mirip dia dong yang selalu ngerepotin orang lain waktu di perut " ucap zaila cekikikan .
" Kamu ini ada ada aja la ...Amit amit kalau sampai mirip Zaidan " ucap Zahara bergidik ngeri .
__ADS_1
" emang kenapa ma ?" tanya maira penasaran.
" Nakal nya ... nauzubillah tuh anak sampai bikin kepala mama nya mau pecah . " ucap wanita itu kesal karena kelakuan sang anak waktu kecil .
" Zaidan mana ada nakal yang ada tuh Zaidan pinter makanya sering buat mama marah karena mama selalu Zaidan pinterin " ucap anak itu terkikik geli .
" Kamu ini ada ada aja . " ucap Zahara menatap anak nya sinis .
" ya emang bener kan yang Zaidan katakan "
" Iya deh iya anak mama yang ganteng , udah kamu diem aja disitu lanjutin makan nya ganggu in aja kesenangan mama dapet cucu baru . " ucap Zahara memperingati sang anak .
" Ukey deh ukey " ucap Zaidan tak lagi membantah sang ibu .
" kira kira anak kamu cewek pa cowok ya Ra . "ucap Faiz yang langsung di hadiahi pukulan ringan dari tangan Zahara ke lengan lelaki itu .v
" Ya mana tau mas , kan masih kecil belum kelihatan lah " ucap Zahara kesal pada suaminya yang tak paham paham juga padahal mereka sudah memiliki 3 orang anak .
" Dek ..." ucap Zain yang sudah tak tahan lagi karena rasa gatal di tubuh nya .
" Aduh gatel ini dek gara gara semut di pohon rambutan pasti . " ucap Zain kesal .
" Ya ampun mas , merah merah gitu . " ucap Zaila yang melihat tangan suaminya sudah penuh dengan bentol merah.
" numpang mandi dulu sana Zain siapa tau gatel nya nanti hilang . " ucap Zahara menyarankan .
" Ya udah aku mau mandi dulu dek gak betah ini. " ucap Zain frustasi . Zain langsung pergi ke kamar mandi dekat dapur milik maira .
" Zain kenapa ?" tanya Zaidan yang baru saja dari dapur mengambil minum . Lelaki itu tak sengaja berpapasan dengan ipar nya itu .
" Ini semua gara gara kakak , mas Zain jadi gatel gatel tubuh nya gara gara manjat pohon rambutan . " ucap Zaila menatap kakak nya kesal .
" Ya mana aku tau kalau pohon itu ada semut nya . " ucap Zaidan santai .
__ADS_1
" Semua pohon Rambutan itu pasti banyak semutnya Zaidan " ucap Faiz memberi tahu .
" Ya maaf dek kakak gak tau soal itu , lagipula ini keinginan ponakan kamu . Emang kamu mau punya ponakan ileran . " ucap Zaidan memberi alasan yang membuat Zaila tak bisa marah lagi .
Zaila hanya bisa diam menahan kesal nya terhadap kakak nya itu . Sementara itu Zaidan kini telah duduk di samping sang istri dan menyerahkan segelas susu di tangan nya kepada maira .
" Ini apa mas ?" tanya maira heran . Tumben tumbenan suaminya itu mengambil kan minum tapi kenapa air itu berwarna putih kental .
" Susu ibu hamil sayang . " ucap Zaidan memberi tahu .
" Minum sayang habiskan , itu bagus untuk ibu hamil " ucap Zahara menasehati sang mantu .
Tanpa membantah Maira langsung menghabiskan susu itu hingga tak tersisa lagi .
" Kak maira hebat banget bisa habisin itu tanpa tutup hidung , sampai abis lagi. " ucap Zaila kagum .
" Emang nya maira kayak kamu yang disuruh minum susu kayak disuruh apa an aja pakai harus maksa maksa dulu baru mau minum " ucap Zahara kesal .
" Ya kan Zaila eneg ma ... bawa an nya kalau minum susu tuh kayak mau muntah gitu. " ucap Zaila beralasan .
" Pokok nya kamu gak boleh capek capek ya Ra . kalau butuh apa apa telfon mama aja pasti mama langsung Dateng kesini bawa apa yang kamu mau . " ucap Zahara dengan lembut . Tangan wanita itu kini meraih tangan mantunya dan mengusap nya perlahan .
" Iya ma pasti maira bilang kok . " ucap maira tersenyum. Gadis itu beruntung mempunyai mertua yang baik seperti Zahara .
Mertua nya itu tak banyak melarang , tak membela Zaidan saat Zaidan salah dan mau menerima dia walaupun maira pernah mengandung anak orang lain .
Bahkan dulu saat ia mengandung anak yang notabene nya bukan anak dari Zaidan Zahara tetap begitu perhatian dengan selalu mengirimkan buah dan sayur agar calon cucunya sehat .
Meski itu bukan cucu kandung nya tapi Zahara tak mempermasalahkan soal itu , bagi Zahara siapapun yang di lahirkan maira tetap akan menjadi cucu Zahra karena maira adalah istri dari anak nya .
"Makasih ya mama begitu perhatian pada maira padahal dulu maira udah mau ngerusak hubungan Zain dan zaila . " ucap Maira tak enak hati .
" Untuk apa berterimakasih nak , itu cucu mama tentu saja mama harus berikan yang terbaik untuk cucu mama . Dan lupakan saja masa lalu yang buruk itu karena masa masa seperti itu terkadang lebih baik untuk kita lupakan agar tak mempengaruhi masa depan kita " ucap Zahara menasehati mantu nya itu .
__ADS_1
Wanita paruh baya itu tak ingin membuat maira tak enak hati nya hanya karena masa lalu nya . Ia ingin mantu nya itu bahagia bersama dengan sang anak.