Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 32


__ADS_3

Zaidan pulang dari kantor dengan wajah lesunya . Hal itu membuat Maira mengerutkan dahi nya heran .


" Ada apa mas ?" tanya wanita itu yang sudah lebih dulu mengambil tas kantor dari tangan suaminya .


"Aku lemes banget sayang ." ucap zaidan membuat maira memicingkan mata nya curiga .


" Lemes ...? , emang kamu abis ngapain ?" tanya Maira dengan nada yang tak biasa .


" Eh eh. .. kok gitu ngomong nya , aku gak abis ngapa ngapain loh sayang . " ucap Zaidan menarik tangan maira untuk duduk bersama nya di atas sofa ruang tamu .


" Terus kenapa ?" tanya maira penasaran .


" Aku abis muntah muntah banyak banget sampai bikin aku lemes . " ucap Zaidan dengan wajah murung nya .


" Kok bisa mas , emang kamu habis makan apa kok sampai muntah gitu ?" tanya wanita itu khawatir .


" Aku gak makan apa apa kok sayang , cuma itu gara gara parfum nya OB yang bikin aku nek jadi bawa an nya pengen muntah gitu . " ucalp Zaidan membuat Maira mengerutkan dahi nya heran karena selama ini Zaidan tak akan seperti itu .


Bahkan dulu ketika Siska datang Siska juga memakai parfum yang wanginya menyeruak sampai ke hidung Zaidan pun tak marah bahkan muntah lalu kenapa Sekang suami nya itu pingin muntah hanya gara gara parfum .


" Apa kita ke dokter aja mas " tawar Maira yang khawatir akan kondisi Zaidan .


" Enggak usah sayang, buatkan aku wedang jahe saja nanti juga lama lama baikan . " ucap Zaidan lembut .


" Ya udah mas ke kamar dulu sana , mandi terus ganti baju biar Maira buatkan wedang jahe nya. " ucap Maira hendak berdiri dari duduknya namun tubuh gadis itu di tarik oleh Zaidan hingga ia terduduk di tubuh lelaki itu .


" Mas ini ngagetin maira saja , Kalau maira jatuh gimana tadi . " ucap maira kesal .


Zaidan bukan nya menjawab malam memeluk tubuh istrinya erat lelaki itu membenamkan wajahnya di pundak maira. Berusaha mencium aroma mint di tubuh gadis itu yang sangat Zaidan sukai .

__ADS_1


" Mas nanti kalau di lihat orang gimana ?" tanya Maira tak enak hati .


" Sebentar saja sayang . aku suka nyium bau kamu bikin aku gak ngerasa mual lagi . " ucap Zaidan masih sibuk mengendus endus bahu maira .


" Ya ampun anak papa Faiz sama mama Zahara kok mesra mesra an di sini bukan nya di dalem kamar aja . " ucap seseorang yang masuk ke rumah itu tanpa permisi siapa laki kalau bukan sepupunya Adnan anak dari omnya Yaksa dan tantenya bela .


" Loe kira kira Napa nan , kalau masuk rumah orang tu permisi kek " ucap Zaidan langsung menurunkan maira dari pangkuan nya .


" Santai bro gak usah gugup gitu gue kesini cuma mau nengok in loe aja sekalian ngasih selamet . " ucap Adnan mengedipkan sebelah matanya.


" Selamet apa an ?" tanya Zaidan tak paham dengan omongan saudaranya itu .


" Ya Selamet atas pernikahan loe dengan nona yang cantik ini . " ucap Adnan mencolek lengan maira yang langsung di tepis oleh Zaidan .


" Jangan pegang pegang . Lagian loe gue nikah nya kapan loe Dateng nya kapan . " ucap Zaidan tak terima .


" Eh eh... santai bro kan gue berbisnis di luar negri jadi wajar dong kalau gue baru bisa nengok kin loe sekarang " ucap nya berharap Zaidan memaklumi .


" oh iya mas Adnan mau minum apa ?" tanya maira lembut .


" Terserah aja yang , dia mah apa aja di minum air kobokan juga dia doyan . " ucap Zaidan mengejek sepupunya itu .


" Enak saja Lo air kobokan ." ucap Adnan tak terima .


" Ya elah nan emang bener kan loe doyan air kobokan buktinya waktu kecil aja loe sering minum itu sampai Tante bela marah marah . "ucap Zaidan mengingat masa lalu saudara nya itu .


" Itu waktu kecil dan bukan sekarang ya kali sekarang gue masih demen minum gituan bisa sakit perut gue . " ucap Adnan tak terima .


" Udah udah kalian ini baru ketemu kok sudah debat kayak gitu , Ya udah aku tinggal dulu ya mas Adnan . " ucap Maira kemudian wanita itu pergi , memberikan ruang untuk sang suami dan saudara nya .

__ADS_1


" Eh ngomong ngomong muka loe pucet banget emang kenapa ?" tanya Adnan yang melihat muka sepupunya .


" Abis muntah gue gara gara OB di kantor gue , Pakai minyak banyak banget mana bau nya bikin enek lagi .tapi aneh nya gue jadi muntah terus semenjak nyium bau itu sialan tuh ob ." ucap Zaidan memaki OB kantor nya .


" Denger cerita loe gue jadi ingat pas nyokap gue hamil si bontot . " ucap Adnan mengingat masa lalu nya .


" Emang nya kenapa ?" tanya Zaidan penasaran .


" Dulu itu gue masih kecil ya seketat umur 8 tahunan lah , nah waktu itu gue disuruh beli sabun di toko sama nyokap karena stok di rumah udah abis .Terus kan uang nya 50 000 disuruh beli sabun yang agak mahalan aku akalin aja beli sabun yang harga nya 2000 an , menang banyak kan gue. " ucap nya dengan tawa cekikikan .


" Terus apa hubungan nya sama aku Adnan ?" tanya Zaidan bingung , dia rasa saudara nya itu mengada ada .


" Ya tunggu dulu sabar Napa , gue belum selesai ceritanya . " ucap nya ngegas.


" Iya iya . " ucap Zaidan pasrah .


" Terus gue kasihin tuh sama bokap gue yang lagi mandi, belum ada 1 menit gue kasih eh bokap gue muntah muntah cuy .... mama khawatir dong sama bokap gue , terus nyokap gue nganter bokap ke rumah sakit untuk di periksa . Eh setelah di periksa bokap gue gak sakit apa apa dan yang bikin bokap gue heran dokter nyaranin untuk periksa ke dokter kandungan . " ucap Adnan sambil mengemil makanan yang ada di meja ruang tamu Zaidan .


" Bokap loe hamil ???" tanya Zaidan terkejut.


" Gila loe ya mana ada laki bunting yang ada tuh cewek yang bunting. Begok banget sih loe dan ya nyokap gue lah yang hamil tapi bokap gue yang ngerasain muntah sama ngidam nya . " ucap Adnan kesal .


" Jangan jangan istri gue hamil lagi tapi yang ngidam gue ." ucap Zaidan menduga duga setelah mendengar cerita dari Adnan .


" Ya kenapa gak loe cek aja ke dokter siapa tau istri loe beneran tek dung " ucap Adnan memberi saran .


" Eh tapi kenapa loe bisa tau serinci itu soal nyokap loe yang hamil ?" tanya Zaidan curiga .


" Ya karena bokap gue yang cerita sendiri sama gue " ucap Adnan santai .

__ADS_1


Zaidan pun terdiam ia pun memutuskan untuk membawa istrinya ke dokter nanti setelah Adnan pulang , Semoga saja apa yang di katakan Adnan bukan kebohongan belaka .


__ADS_2