
Maira bahagia melihat sang suami begitu lahap memakan masakan nya meski dari kejauhan Maira dapat melihat wajah puas sang suami saat makanan di piring nya tandas .
Maira sengaja bersembunyi di balik tembok yang memisahkan dapur dengan ruang makan agar sang suami tak melihat bahwa dirinya tengah memperhatikannya.
Maira lebih bahagia lagi saat sang suami meminta masakan nya lagi ke bi Maya . Meski dia minta pada orang yang salah lebih baik begitu dari pada sang suami tau dan tak mau memakan makanan yang ia masakan lagi .
Setelah sang suami pergi dan hilang di balik pintu rumah nya . Maira pun keluar menghampiri bi Maya yang tengah menatap tak percaya pada Pring piring yang saat ini telah kosong itu.
" Bibi kenapa ?" tanya Maira mengagetkan wanita yang sebenarnya masih gadis itu meski usia nya tak muda lagi .
" Eh nyonya ...maaf bibi cuma gak nyangka Aden sangat suka masakan nyonya . Baru kali ini bibi lihat Aden makan selahap itu sampai makanan nya abis tak tersisa . " ucap bi Maya menyampaikan ke heranan nya pada Maira .
" Syukurlah kalau ia suka bi ...tapi bibi jangan bilang kalau yang masak Maira ya !" perintah maira .
" Kenapa nyonya ?"
" GPP bi takut nya nanti Mas Zaidan merasa tidak nyaman . oh Iya tadi mas Zaidan minta dimasakin lagi kan buat makan siang nya . Nanti bibi aja ya yang anter ke kantor nya mas Zaidan maira cuma gak mau mas zaidan tau kalau masakan itu yang masak Maira. " ucap Maira membuat Bi Maya sedikit bingung karena tak seharusnya sang majikan bersikap seperti itu namun wanita itu hanya menurut saja dan tak terlalu banyak berkomentar .
" Ya udah sekarang bantuin Maira masak yuk bi ..." ajak Maira di angguki oleh bi Maya .
" udah berapa bulan usia kandungan nyonya . " tanya Maya saat wanita itu mulai membantu Maira memotong motong beberapa sayuran yang akan di masak majikan nya itu .
" Baru satu bulan lebih bi mau 2 bulan . " ucap Maira mengusap perut nya lembut .
" semoga kandungan nyonya baik baik saja ya sampai melahirkan nanti . " Doa bi Maya tulus .
" Amiin bi ...oh iya ngomong ngomong kenapa bibi belum menikah sampai sekarang padahal usia bibi udah cukup matang buat menikah ?" tanya Maira sedikit kepo dengan kehidupan pembantunya itu .
" Mana ada yang mau sama orang kayak bibi ini nyonya ." ucap wanita itu merendah .
__ADS_1
" Ada kok ... seperti nya mang Karmin suka sama bibi deh . " ucap Maira membuat Maya membulat kan matanya menatap maira tak percaya .
" Dari mana nyonya tau ?"
" Tentu saja Maira tau ...maafkan Maira ya bi ... sebenarnya Maira gak sengaja denger pembicaraan bibi dengan mang Karmin tadi malem " ucap Maira membuat pipi bi Maya memerah . Memang kemarin malam Karmin datang menemui nya dan menyatakan cinta nya ke pada nya .
Karmin adalah sopir pribadi Zaidan . usianya tak terpaut jauh dari bi Maya . dia seorang duda tanpa anak .
" Lalu bagaimana bi ...bibi terima gak pernyataan cinta mang Karmin ?" tanya maira sedikit menggoda wanita itu . Pipi bi Maya semakin memerah . wanita itu hanya mengangguk malu malu melihat itu Maira tersenyum senang ia merasa terhibur dengan sikap bi Maya yang menurut nya sangat lucu itu .
...
...
...
..
" Enak banget ya bos ?" tanya Ray menelan ludah nya sendiri melihat cara makan Zaidan yang begitu lahap seakan tak mau berbagi dengan siapapun .
" hemm..." hanya itu jawaban Zaidan membuat Ray sedikit kesal .Lalu lelaki itu hendak mengambil lauk Zaidan sedikit saja namun belum sempat tangan nya menyentuh makanan itu .
Tangan Zaidan sudah lebih dulu menyentil tangan nya . Untuk sesaat Ray mengasuh kesakitan akibat ulah Zaidan itu .
" Sakit tauk bos ...minta sedikit saja masak gak boleh sih emang se enak apa sih makanan itu ..sampai sampai loe belepotan kayak gitu mulut nya . " ucap Ray membuat Zaidan menghentikan makan nya . Lelaki itu meraih henphone nya dan melihat pantulan wajah nya di layar handphone milik nya .
Benar saja mulut nya nampak belepotan . Ia jadi teringat dengan Ray saat makan di cafe Minggu lalu dirinya begitu jijik dengan cara makan Ray . kini justru dirinya lah yang malah menjijikan .
Dengan segera Zaidan mengelap mulut nya dengan sapu tangan milik nya . lelaki itu menatap Ray dengan dingin sedangkan Ray hanya tersenyum meremehkan .
__ADS_1
" Malu kan loe Sekarang gitu aja pakai protes pas gue makan di cafe dulu ..." ucap Ray semakin membuat Zaidan malu .
" Mau gue pecat . " ucap Zaidan menatap Ray dengan pandangan tajam nya karena merasa di ejek oleh pria itu .
" Alah loe mah gitu ...curang suka nya ngancem gitu terus . gue kan jadi kalah Mulu kalau loe ngancem nya gitu terus . " ucap Ray di acuh kan begitu saja oleh Zaidan . lelaki itu lebih memilih membereskan kotak makanan di depan nya dan menyusunnya kembali seperti semula .
" Oh iya bos gimana malam pertama loe kemarin ?" tanya Ray kepada Zaidan . Ray memang satu satunya orang kantor yang mengetahui bahwa Zaidan telah menikah dengan Maira .
" Gak ada malam pertama pertama an ...karena gue suruh dia keluar dari kamar gue . Gue gak Sudi seranjang dengan cewek murahan seperti dia . " ucap Zaidan penuh kebencian . Ray sedikit terkejut dengan kata kata Zaidan yang di tujukan lelaki itu untuk sang istri .
" Jangan begitu Dan bagaimana pun itu istri loe ..gak seharusnya loe bersikap seperti itu terhadap nya . Lagian ngapain loe nikahin dia kalau ujung ujung nya loe gak nyaman sama kehadiran nya di kehidupan loe ?" ucap Ray menasehati Zaidan . Ray memang berani kepada Zaidan saat lelaki itu salah .
" Gue gak perduli . Lagian gue nikahin dia karena gue gak mau adek gue menderita karena dia loe tau lah ceritanya . Gue ingin membuat dia menderita saat bersama gue . " ucap Zaidan penuh emosi .
Sudah Ray katakan bukan Zaidan adalah orang yang keras kepala percuma saja menasehati teman nya itu . Karena bagaimanapun ujung ujung nya keputusan pria itu akan tetap sama tak akan berubah sedikitpun .
Hal itulah yang membuat Ray malas menasehati teman nya itu . Sedangkan Zaidan hanya acuh tak acuh ia tak perduli dengan nasehat sahabatnya baginya balas dendam itu perlu agar memberi pelajaran pada orang yang dianggap nya salah itu .
....
...
...
...
***Ayo dong like dan vote nya ...
biar author tambah semangat lanjutin nya*** ....
__ADS_1