
3 bulan berlalu dan kini Maira sudah bisa tersenyum kembali dan mengikhlaskan anak nya, ia juga sudah memaafkan Faiz seutuhnya .
Zaidan pun yang melihat perubahan istrinya itu cukup senang. ia senang istrinya sudah sembuh baik fisik atau hatinya .
Kini maira sudah bisa beraktivitas kembali seperti biasa . dan saat ini wanita itu tengah memasak makan malam untuk suaminya .
" Masih lama masak nya ...?" tanya Zaidan yang sudah memeluk maira dari belakang , wajah pria itu ia letakan di bahu wanitanya .
" Masih mas , mas udah laper ya ?" tanya maira mengusap pipi suami nya lembut .
" Sedikit sih sayang " ucap Zaidan jujur hal itu membuat Maira tersenyum . Akhir akhir ini memang Zaidan sering lapar hal itu membuat Maira tak heran jika suami itu sudah tak sabar menunggu masakannya matang .
" Sabar ya sayang sebentar lagi Mateng kok . " ucap Maira tetap melanjutkan memasak nya .
" tadi kamu panggil aku apa .?" tanya Zaidan menggoda istrinya .
" panggil apa emang nya ?" tanya maira pura pura tak tau .
" Sekali lagi dong sayang. " ucap Zaidan memohon pada wanita di pelukan nya itu .
" sayang .. " ucap Maira membuat Zaidan senang lelaki itu kemudian membenamkan wajah nya di pundak sang istri yang membuat nya geli .
" Jangan gitu mas nanti gosong lagi ." ucap Maira memperingati suaminya .
" Aku masih mau manja manja an sama kamu sayang . " ucap Zaidan masih memeluk maira .
" Lepasin dulu mas ... ih nanti kalau di lihat orang gimana ." ucap Maira sedikit kesal .
" iya deh ..." ucap Zaidan mundur karena sudah melihat wajah maira yang mulai kesal . Lelaki itu berjalan menuju kursinya .
" Ra ...akhir akhir ini aku kenapa ya .. bawaan nya laper terus apa aku sakit ya ra ?" ucap suaminya itu mengada ada .
" Mana ada orang sakit pengen makan terus mas mas kamu ini ada ada saja . " ucap maira menimpali omongan suaminya itu .
" Aku gak kerja aja ah hari ini nanti kalau aku laper di kantor siapa yang masakin. " ucap Zaidan beralasan . sebenarnya lelaki itu masih ingin bermanja manja pada istri nya .
'
" Gak ada alasan sayang . Nanti kalau kamu laper pesen aja di kantin atau gak telfon aku biar aku yang anterin makanan nya ke kantor . " ucap Maira membuat Zaidan memanyunkan bibirnya .
__ADS_1
Istrinya memang orang yang tak bisa ia bohongi .
" Makanan kantin gak enak sayang , aku udah gak doyan makanan kantin sejak kamu masakin aku makanan yang enak enak ." ucap Zaidan masih ingin membujuk istrinya agar mengizinkan nya untuk tak masuk kerja hari ini .
" Kalau gitu biar Maira yang anter makanan nya nanti . " ucap Maira tak kalah ngeyel nya di bandingkan Zaidan.
" Ayolah sayang .... lagi pula aku ini bos nya . " ucap Zaidan merengek .
" berhenti merengek seperti itu ya mas . sekali aku bilang tidak ya tidak . " ucap Maira tegas hal itu membuat Zaidan pasrah dan terpaksa menyetujui omongan suami nya .
" Ini masakan nya sudah matang ... " ucap maira meletakan sebuah ayam sambal ke depan Zaidan .
Zaidan hanya melirik nya . hal itu membuat Maira terkekeh melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil. .
" Beneran nih gak mau ?" tanya wanita itu dengan nada mengejek .
"'Enggak . " ucap suaminya ketus .
" Ya udah aku habisin ya ." ucap maira membuat Zaidan langsung menarik piring di depan nya dan menyodorkan piring nya ke arah Maira .
" Ambilin nasi dong . " ucap lelaki itu tersenyum manis . tanpa basa basi maira langsung mengambilkan nasi untuk suami nya itu .
" Tanpa kamu minta pasti abisin kok sayang kan ini masakan istriku tercinta . " ucap Zaidan tersenyum kemudian lelaki itu makan dengan lahap nya sedangkan maira juga ikut menemani suami nya makan .
Setelah memakan makanan nya Zaidan pun langsung berangkat ke kantor .
" Aku berangkat kerja dulu ya sayang kamu jangan capek capek di rumah kalau butuh apa apa telvon aku aja . baik baik di rumah ya . " ucap Zaidan di angguki oleh maira .
" hati hati di jalan mas . jaga hati dan mata kamu buat aku . " ucap maira menyentuh dada suaminya lembut dan meraba mata suami nya perlahan .
" ukey sayang kamu tenang saja hati ku ini sepenuh nya untuk mu seorang . " ucap Zaidan membuat pipi maira bersemu merah .
" Ya udah aku berangkat ya .." Ucap Zaidan menyodorkan tangan nya ke arah Maira . Maira pun dengan senang hati menerima nya dan meletakkan tangan itu ke kening nya . Tak lam setelah itu Zaidan mengecup kening pipi dan terahir bibir maira sayang . Hal itu membuat Maira sedikit terkejut .
" Mas kebiasa an sih kalau ada yang liat gimana . " ucap Maira sedikit tak terima dengan apa yang suaminya itu lakukan .
" Emang kenapa orang istri aku sendiri kok . ya udah aku berangkat ya assalamualaikum . " salam Zaidan
" Waalaikumsalam " ucap maira membalas salam dari Zaidan .
__ADS_1
....
...
..
Setibanya di kantor Zaidan langsung bersandar ke senderan kursi milik nya . Tak lama kemudian Ray datang dengan wajah ceria nya .
" Kenapa loe kayak seneng gitu ?" tanya Zaidan penasaran . Pasalnya dari tadi sahabatnya itu tak berhenti tersenyum .
" Anak gue udah lahir dong . " Ucap Ray bangga .
" Cewek apa cowok ?" tanya Zaidan ikut bahagia mendengar berita itu .
" Cewek seperti yang gue harapin " ucap Ray bahagia karena keinginan nya memiliki anak cewek telah terkabul .
" Enak dong loe udah sepasang anak loe cewek dan cowok . " ucap Zaidan .
" iya dong siapa dulu ayah nya . " ucap Ray besar kepala hal itu membuat Zaidan berdecak kesal .
" Gak gitu juga kali . " ucap Zaidan tak di ladeni oleh Ray mengingat hati lelaki itu tengah bahagia .
Tok tok tok ....
Pintu ruangan nya di ketok oleh seseorang .
" Masuk . " ucap Zaidan dengan nada datar nya . Kemudian seorang OB datang dengan membawa secangkir kopi yang Zaidan pesan .
Ob itu mendekat dan meletakkan kopi itu dihadapan Zaidan .Tiba tiba Zaidan merasa perut nya sedikit bermasalah ia seketika menutup mulut dan hidung nya .
" Kamu pakai parfum apa sih nyengat banget bau nya. " ucap Zaidan kesal , gara gara OB itu ia jadi mual .
" Saya hanya memakai parfum murahan saja pak karena saya tak mampu beli yang mahal . " ucap Ob itu menjawab omongan Zaidan .
" dari pada pakai parfum itu mending kamu gak usah pakai parfum sekalian . Udah udah kamu pergi dari sini, saya benar benar mual nyium bau parfum kamu . " ucap Zaidan sewot .
" Baik pak . " ucap Ob itu segera pergi dari ruangan Zaidan . Kemudian lelaki itu berlari menuju kamar mandi dan seketika ia memuntahkan segala isi perut nya ke dalam kloset . Ia pun terduduk lemas setelah memuntahkan isi perutnya .
Sementara Ray lelaki itu hanya mengangguk tengkuk nya bingung dengan apa yang di alami sahabatnya itu .
__ADS_1