Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 17


__ADS_3

Zaidan memandang lelaki di hadapannya dengan wajah datar dan tatapan nya yang tajam . Lelaki itu seperti tak menyukai orang di hadapan nya kini.


Lelaki yang tengah mabuk dan omongan nya nglantur entah kemana mana . Terlihat lelaki itu tengah frustasi mengatasi masalah yang di hadapi .


" Udah ..." ucap Zain meraih botol yang hendak di teguk oleh lelaki di hadapannya itu lagi .


" Sini in dan ....gue masih mau minum ..." teriak lelaki itu tepat di hadapan Zaidan . Bau alkohol tercium di hidung Zaidan , dasarnya Zaidan tak suka minum minum maka ia hanya berdecak tak suka akan bau yang di cium nya itu.


" Loe udah mabuk Ray ...Istri loe nyari in loe di rumah .." ucap Zaidan berusaha bersabar akan kelakuan sahabat nya itu .


Baru kali ini Zaidan melihat Ray frustasi seperti itu . Sahabat nya itu adalah orang yang baik jangan kan minum minum seperti itu datang ke bar saja Ray tak pernah .


Zaidan jadi penasaran masalah apa sebenarnya yang membuat sahabat nya itu jadi sefrustasi itu.


" ISTRI..." teriak Ray sedikit tersenyum mengejek ke arah Zaidan .


" Ia istri loe ..." ucap Zaidan setengah berteriak karena suara musik yang cukup kencang .


" Istri .....hhhhh... maksud loe cewek murahan yang tinggal di rumah gue itu . Ah... gue gak perduli dengan wanita ular seperti dia . Kelihatannya aja baik di luar tapi nyatanya busuk di belakang . " ucap Ray melampiaskan emosi nya menjadi satu . air mata pria itu mengalir membasahi pipi nya .


Rasa kecewa yang ia pendam kini tumpah ditengah tangis yang ia keluarkan . Zaidan menatap heran ke arah sahabat nya itu .


Baru kali ini ia melihat Ray menangis , selama ini sahabatnya itu adalah pria yang tegar dan sabar tak pernah menangis dan tak pernah terlihat lemah di depan orang lain .


tapi kini apa yang ia lihat .. Sahabatnya itu terlihat lemah dan lelah akan masalah yang dihadapi nya .


" Apa salah gue dan ...?, selama ini gue udah berusaha jadi suami yang baik . Gue turuti semua keinginan istri gue , gue bahagia in dia bagaikan ratu di istana gue . Tapi... apa balasannya ?, hanya karena gue jarang ada waktu buat dia . dia jadi berpindah ke pria lain . Dan sekarang dia tengah mengandung anak dari pria itu . "


Zaidan terdiam mendengar keluh kesah sahabatnya itu . Dalam lubuk hatinya ia merasa bersalah karena sama sekali tak memberi waktu untuk Ray berkumpul bersama istrinya .


" Maaf gara gara gue yang gak kasih waktu buat loe kumpul sama keluarga loe di hari libur semua ini pasti tak akan terjadi .


Selama ini gue kira dengan kerja kerja dan kerja bisa membuat orang bahagia tapi kenyataannya tidak seperti itu .


Ada kala nya kita harus menepikan masalah pekerjaan sejenak dan meluangkan waktu orang orang di sekitar kita .


Karena waktu tak bisa di beli dan tak selamanya kita bisa punya kesempatan untuk berkumpul bersama orang orang yang kita sayangi .

__ADS_1


Maaf sekali lagi Ray gue merasa bersalah akan semua yang telah terjadi . " ucap Zaidan serius . Kini lelaki itu tersadar bahwa pekerjaan bukanlah segalanya . Ada hal hal lain yang harus ia fikirkan .


" hehehe.... loe punya rasa bersalah juga ..." ucap Ray tertawa geli . Zaidan menatap jengah ke arah Ray . Bisa bisanya lelaki itu menertawakan permintaan maaf nya .


" Loe gak salah kok Dan .... gue kerja ...sudah seharusnya gue tanggung jawab sama pekerjaan gue .Mungkin emang takdirnya aja harus kayak gini . " ucap Ray sendu .


" Loe udah mabuk banget sebaiknya kita pulang aja ya ..." ajak Zaidan .


" Gue gak mau pulang ke rumah hari ini . "


" Loe bisa pulang ke apartemen gue . " tawar Zaidan . Memang Zaidan mempunyai sebuah apartemen yang kini tak ia tempati lagi karena ia kini tinggal bersama maira di rumah baru mereka .


Ray pun hanya bisa pasrah dan tak membantah omongan Zaidan . Keduanya pun pergi meninggalkan tempat itu .


...


...


...


...


...


Maira tau selama ini memang suami nya jarang pulang tapi hubungan mereka baru saja membaik . apa mungkin mereka akan tetap seperti itu .


" asalamualaikum . " lamunan gadis itu seketika buyar ketika mendengar sebuah salam dari arah pintu yang sedari tadi ia pandang .


Seorang lelaki tampan dengan kemeja panjang nya memasuki rumah itu dan menghampirinya .


" Walaikumsalam ." jawab maira meraih tangan lelaki yang menyandang status sebagai suami nya itu .


Awalnya Zaidan ragu menyerahkan tangan nya untuk di cium oleh maira tapi melihat sang istri yang sudah menyodorkan tangan nya pun Zaidan jadi tak enak hati dan memberikan tangan nya untuk di cium oleh wanita itu .


sedangkan maira terdiam setelah mencium tangan suami nya . Ia seperti mencium bau yang pernah ia cium sebelumnya dari tubuh sang suami . ia mencium bau yang telah menghancurkan masa depan nya .


Ia tau bau apa itu . Namun maira tak berani menegur suami nya itu jadi ia hanya bisa diam dan terus berfikir yang tidak tidak .

__ADS_1


" kenapa menunggu ku pulang ?" tanya Zaidan tiba tiba membuat maira tersentak . Zaidan yang melihat keterkejutan sang istri pun hanya menatap nya penuh tanya .


" Tak apa Maira hanya tak bisa tidur . " jawab wanita itu berbohong . Zaidan tau maira berbohong namun lelaki itu tak memperdulikan nya dan lebih memilih berlalu ke arah lemari es yang tak jauh dari tempat ia berdiri .


sebuah apel ia ambil dari dalam lemari itu dan segelas air dingin . kemudian lelaki itu duduk dihadapan maira . Tanpa banyak bicara Zaidan langsung memakan apel di tangan nya .


Entah kenapa melihat apel yang dimakan Zaidan maira jadi ingin mencicipi apel itu juga . Maira terus memperhatikan Zaidan yang tengah asik memakan apel nya itu .


"kenapa ?" tanya Zaidan yang merasa sedari tadi di perhatikan oleh maira .


" Boleh gak aku minta apel mas sedikit saja ?" tanya maira takut takut pada sang suami .


" ambil saja di kulkas masih banyak kok ."


" Tapi aku pingin nya yang di tangan mas ...." ucap Maira memelas mata Wanita itu mulai berkaca kaca . melihat itu Zaidan merasa heran dengan tingkah istri nya itu .


" tapi ini bekas ku ..." jawab Zaidan merasa tak enak hati jika memberikan makanan bekas pada istrinya itu .bukanya menjawab maira justru malah menangis dan itu membuat Zaidan bingung baru kali ini ia menghadapi perempuan dan ia tak tau harus bagaimana .


" Jangan menangis ini ambilah ...." ucap Zaidan menyerahkan apel yang tadi ia makan tanpa ragu maira segera meraih apel itu dengan ceria dan memakan apel itu dengan lahap . Zaidan yang melihat tingkah aneh maira hanya bisa menggaruk tengkuknya sendiri .


.....


.


...


...


...


...


...


Alhamdulillah bisa up kembali setelah lama gak up . tolong di maklumi ya karena author lagi sibuk sibuknya ngurus si kecil yang baru lahir . tolong doa kan semoga author sehat selalu dan bisa up kembali .


terimakasih yang masih setia dengan cerita ini dan jangan lupa like dan vote nya . Author lagi butuh semangat dari kalian .

__ADS_1


__ADS_2