Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 28


__ADS_3

Maira menatap sendu pada pria dihadapan nya , wanita itu tengah menunggu jawaban pasti dari suami nya . Sedangkan sang Suami nya itu hanya diam tak kunjung menjawab .


Sampai akhirnya sang suami menghampiri nya dan memeluk nya seraya menangis .


" Maaf ...maaf aku tak bisa menjaga kalian ....maaf .." ucap Zaidan meneteskan air mata . Maira bisa merasakan pundak nya basah oleh air mata .


" Dimana bayi ku ...." lirih maira masih tak paham dengan apa yang di omong kan Zaidan.


" Ikhlas kan sayang ...ikhlas kan dia pergi ..." ucap Zaidan melepaskan pelukan nya dan menatap wajah maira dalam .


" Ini salah ku ..." lirih maira menahan air mata lalu wanita itu membuang muka nya dan memunggungi zaidan . Hati wanita itu sakit menerima kenyataan pahit yang tak mampu ia terima .


" sayang ..." lirih Zaidan sedih melihat sang istri yang begitu sedih sampai tak mengatakan hal apapun .


" Aku ingin sendiri mas ...." ucap Maira dengan suara yang bergetar ...


Tanpa berkata apapun zaidan pun pergi meninggalkan maira sendirian ia tau sang istri butuh waktu...


" Maafkan ibu nak ...ibu bukan lah ibu yang baik . Ibu tak mampu menjaga mu ...ibu ceroboh ..ibu bodoh ...andaikan ibu tak lari tadi mungkin kamu masih tetap berada di rahim ibu ...maafkan ibu karena telah membuat mu pergi sebelum melihat dunia ini ...."


" Setiap hari ibu selalu membayangkan wajah mu ...berangan angan wajah mu mirip dengan ibu namun kini angan nan itu tak akan terwujud karena kecerobohan ibu .Maafkan ibu nak maaf kan ibu ...". ucap maira di tengah tangis nya . Wanita itu sungguh menyesal andaikan ia tak lari saat itu mungkin ia masih bisa mendengar anak nya memanggil nya ibu .


....


....


...


Sementara itu zaina dan Zaila baru saja tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruangan di mana maira di rawat . Namun sebelum mereka melihat kondisi Maira Zaila lebih dahulu dihadapkan dengan kondisi sang kakak yang tampak sangat frustasi .

__ADS_1


Rambut lelaki itu terlihat berantakan , sedangkan wajah nya menunduk , kedua tangan lelaki itu memegangi kepala nya .


Zaila menghela nafas kemudian berjalan menghampiri kakak tercinta nya itu .


" Kak ..." Sapa Zaila membuat Zaidan mengalihkan pandangan nya menatap Zaila .


Zaidan hanya tersenyum getir ia tak mau terlihat sedih di hadapan adik tercinta nya itu.


" Kakak gpp kan .?" tanya Zaila kawatir melihat kondisi sang kakak .


" Gpp kok kamu kesini sama siapa ?" tanya zaidan yang masih belum mengetahui keberadaan Zain.


" Mas ..." sapa zai yang membuat zaidan langsung memberikan tatapan tak suka pada lelaki yang baru menyapa nya itu .


" Buat apa Loe kesini ?" tanya Zaidan ketus .


" Pergi ....loe gak berhak tau keadaan istri gue . karena loe yang telah menyebabkan anak gue pergi selama lama nya . Loe gak berhak disini pura pura kawatir akan keadaan Maira ...Karena nyatanya loe yang udah nyakitin Maira . " teriak Zaidan mencengkram kerah Baju Zain.


" Lepasin kak ini semua bukan salah Mas zain ...Maira Jatuh karena lantai nya licin . "ucap Zaila membela suami nya tangan gadis itu memegangi tangan zaidan yang mencengkram kerah baju zain.


" Apanya yang bukan salah zain ...jelas jelas Maira jatuh gara gara ngejar dia . " ucap Zaidan emosi namun lelaki itu menuruti kata kata Zaila dan melepaskan cengkraman nya di kerah baju zain.


" Kalau kakak berfikir seperti itu mungkin akulah orang yang paling bersalah karena kak Maira mengalami ini semua karena membantu ku menyelesaikan masalah ku dan mas zain. Aku yang meminta nya membantuku. " lirih zaila menunduk merasa bersalah pada sang kakak karena telah membuat maira mengalami hal ini .


" Enggak dek ....ini salah Mas ...masalah ini bermula dari mas . jadi kalau ada orang yang pantas di salah kan adalah mas dek kamu gak punya salah apapun jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri . " ucap Zain sendu matanya menatap Zaidan dengan penuh penyesalan . Zaidan yang mendapat tatapan itu pun hanya bisa membuang muka nya .


" Mas ...boleh aku tengok Maira sebentar saja , aku ingin tau keadaan nya . " ucap zain meminta izin zaidan .


" Maira ingin sendiri ....tapi kalau kamu ingin melihatnya masuk lah hibur dia .Dia sangat terpukul . " ucap Zaidan sendu mata nya menatap lurus ke arah taman rumah sakit yang nampak sepi .

__ADS_1


.....


...


...


...


Dan disinilah dia ....zain menatap seseorang yang tengah memunggungi pintu seseorang yang saat ini tengah berbaring menghadap jendela didepan nya dengan pandangan kosong.


" Maira ..." pangil zain lembut .


Maira tahu siapa yang memanggil nya itu iq hafal betul dengan suara yang sudah sering ia dengar sejak ia masih kecil . Namun wanita itu tak mau kembalikan tubuh nya menghadap lelaki itu di karenakan hati wanita itu masih sangat terluka atas kehilangan bayi yang ia idam idamkan kehadiran nya .


" maafkan mas Ra ...mas yang bersalah atas kejadian yang menimpa kamu . " ucap zain berjalan mendekati Maira dan mengelus pundak adik nya itu .


" Lupakan saja mas ...Yang penting anak mas tak kenapa napa meski anak ku yang menjadi korban dari ke egoisan mas . Maira ingin sendiri mas ...jadi Tolong tinggalkan maira sendiri .Dan soal memaafkan jujur Maira belum bisa memaafkan ...Maira butuh waktu untuk itu ." ucap Maira sendu .


"Apa segitu sulit nya kamu untuk memaafkan mas Ra ..?" tanya Zain


" Maira sudah menantikan kehadiran nya mas ....bahkan maira sudah membayangkan dia . Maira ingin memeluk nya . Mendengar nya memanggil maira ibu tapi ...kini semua itu hanya akan menjadi angan ... dan mas tau sebab nya apa ....Jadi jangan paksa maira untuk memaafkan mas sekarang karena ....tak mudah bagi maira untuk melakukan itu . Maira akan memaafkan mas ...Tapi Maira butuh waktu ..Jadi maira mohon keluar ....dan jangan muncul di hadapan maira sebelum maira memaafkan mas , karena setiap kali Maira lihat wajah Mas ....bayangan kejadian tadi selalu memenuhi kepala ku ...dan rasa bersalah pun muncul . Maira sangat tersakiti akan hal itu . " ucap Maira di tengah tangis nya .


zain berkaca kaca mendengar kata kata yang keluar dari mulut adik nya itu . Hati lelaki itu terluka dengan kata kata yang adik nya ucap kan . Namun ia juga tak bisa memarahi adik nya itu karena bagaimana pun juga adik nya lah yang paling terluka di antara semua orang .


" Kalau gitu Mas pergi ra ....dan semoga kamu lekas sembuh ...baik itu fisik maupun hati mu . " ucap zain meninggal kan Maira sendiri .


Maira yang mendengar langkah seseorang yang mulai menjauhi nya pun langsung membalik kan badan nya dan menatap punggung kakak nya .


" Maafkan Maira mas .... maaf karena Maira Belum bisa memaafkan Mas . " lirih Maira

__ADS_1


__ADS_2