
Hari mulai gelap namun Zaidan tak keluar sama sekali dari kamar nya . Lelaki itu masih kesal dengan perbuatan sang istri yang telah membohongi nya .
Ingin rasanya ia menumpahkan rasa kesal nya pada gadis itu . Mencaci makinya kalau perlu tapi ....Zaidan merasa itu tak perlu di lakukan .
Sedangkan maira menatap ragu pintu kamar Zaidan yang saat ini tengah berada tepat di hadapan nya . di tangan wanita itu membawa nampan yang berisi makanan dan segelas air putih .
Setelah meyakinkan dirinya. Maira pun memutuskan untuk mengetuk pintu di depan nya itu .
Tok tok tok .
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Zaidan . Lelaki itu berjalan mendekati pintu dan membuka nya perlahan . Disana telah berdiri seorang perempuan yang tengah membawa makanan .
" Mas ini aku bawakan makanan . " ucap gadis itu menatap Zaidan sejenak . Zaidan tak membalas tatapan itu sama sekali tangan nya memperhatikan makanan di tangan Maira .
Tepat nya bukan makanan yang di perhatikan lelaki itu melainkan balutan perban yang membalut luka di tangan gadis itu . Untuk sejenak Zaidan merasa penasaran bagaimana tangan Istrinya itu bisa terluka .
Zaidan ingin bertanya namun ia urungkan karena dirinya masih marah dan kesal pada wanita itu . Zaidan menetralkan amarah nya di helanya nafas lelaki itu dalam dalam .
" Kamu makan saja makanan itu sendiri aku sedang ingin makan di luar . " ucap Zaidan dingin . Lelaki itu berjalan menjauhi sang istri dan pergi dengan mobil nya entah kemana .
Maira yang mendapat penolakan seperti itu hanya bisa meneteskan air matanya . Hatinya sakit mengingat sang suami menolak makanan yang ia telah siapkan dengan susah payah karena tangan gadis itu tengah sakit .
Rasa sakit semakin ia rasakan tak kala sang suami lebih memilih masakan luar dari pada masakan nya .
Dengan perlahan Maira berjalan menuju kamar nya .Di tatapnya makanan yang ada di tangan nya dengan sendu lalu wanita itu memakan sendiri makanan di tangan nya dengan tangis yang belum berhenti dari mata wanita itu .
Zaidan mengendarai mobil nya menuju sebuah cafe yang biasa ia kunjungi bersama Ray . Lelaki memutuskan untuk mengisi perut nya di cafe tersebut .
Setelah sampai di cafe tersebut .Zaidan memilih tempat duduk yang tak jauh dari kaca dimana ia bisa melihat pemandangan jalanan kota Jakarta yang nampak padat .
Di samping meja nya ada pasangan suami istri yang tengah makan sesekali di Sergai candaan . Mereka tampak bahagia saat makan bersama .
Zaidan memperhatikan mereka dengan pandangan yang tak biasa . Lelaki itu jadi teringat dengan Maira . Entah kenapa melihat pasangan suami dan istri itu ia jadi ingin makan dan bercanda seperti itu bersama dengan Maira.
__ADS_1
" Ayolah dan... kenapa loe berfikir seperti itu bukankah loe membenci nya . " teriak Zaidan dalam hatinya . Lelaki itu berdecak dan memutuskan untuk pindah meja menjauhi pasangan yang tengah asik bercengkrama itu . Ia tak ingin terus terusan teringat pada Maira karena melihat pasangan itu .
Tak berapa lama makanan yang ia pesan pun datang. Zaidan memakan makanan itu dengan tak berselera . Ia merasa makanan yang ia makan tak se enak masakan Maira .
....
....
..
...
Zaidan pulang tengah malam .Ia sengaja pulang malam karena ia tak mau bertemu dengan Maira . Dengan pulang malam mungkin gadis itu telah terlelap dari tidurnya hingga ia bisa menghindari bertatap muka dengan istrinya itu .
Zaidan bukan tak ingin menyelesaikan masalah nya dengan Maira tapi setiap kali lelaki itu melihat wajah maira dan ingin berbicara dengan istrinya itu . Ia selalu merasa kesal karena merasa di bohongi oleh wanita itu .
Oleh karena itu Zaidan selalu berusaha menghindari nya ia tak mau amarah nya terpancing dan ujung ujung nya ia akan mencaci maki Wanita itu . Ia tak mau membuat wanita itu terluka nantinya .
Zaidan berjalan memasuki rumah nya dengan santai lelaki itu hendak berjalan menaiki tangga rumah nya namun niat nya ia urungkan tak kala melihat sang istri tertidur di meja makan .
Tanpa sadar tangan lelaki itu mengusap pipi Maira lembut . Merasa tak tega membiarkan sang istri tertidur dengan posisi tak nyaman seperti itu . Akhirnya Zaidan pun mengangkat sang istri dan menggendong nya menuju kamar gadis itu .
Diletakkan nya tubuh Maira ke atas kasur . Pandangan Zaidan beralih dari wajah ke tangan gadis itu yang masih terbalut perban . Terlihat noda darah masih tembus di perban yang membalut telapak tangan istrinya itu .
Dengan perlahan Zaidan meraih tangan itu dan melihat nya sejenak . Zaidan mengambil kotak P3K yang telah berada di meja kamar istrinya itu .
Zaidan membuka kaitan perban di tangan Maira . terlihatlah luka bekas goresan yang masih belum mengering . Dibersihkan nya luka itu dengan perlahan dan dibalutnya kembali dengan perban yang baru .
Entah kenapa Zaidan merasa bersalah melihat tangan Maira yang terluka . Lelaki itu menebak bahwa luka yang di dapat Maira adalah luka akibat goresan piring yang tadi siang ia banting .
" Tak seharusnya aku memiliki rasa iba kepadamu mengingat apa yang telah kamu lakukan kepada adik ku . " ucap Zaidan menatap Maira sendu . tak ingin mengganggu tidur wanita itu akhirnya Zaidan pun menarik selimut dan menyelimuti gadis itu .
Zaidan mengalihkan pandangan nya dari Maira . Lelaki itu menatap meja di samping tempat tidur sang istri . Di sana terdapat sebuah piring diatas nampan yang isinya telah kosong .
__ADS_1
" Ia memakan nya." lirih Zaidan . dengan perlahan Zaidan meraih nampan itu dan membawanya ke dapur .
Zaidan membersihkan Piring itu kemudian mencuci nya dengan perlahan . Lelaki itu tak menyangka kalau Maira akan memakan makanan yang ia tolak tadi .
ia pikir wanita itu akan membuangnya atau memberikan makanan itu pada kucing peliharaan nya . tapi ternyata justru tebakan nya salah . Maira lebih memilih memakan makana itu .
Sebenarnya Zaidan bingung seperti apa sih istrinya itu . Selama ini ia selau menggap Maira itu wanita yang jahat tak berperasaan dan licik oleh sebab itu ia begitu membenci istrinya itu .
Tapi kalau Maira seperti itu kenapa Wanita itu tak membalas semua perlakuan jahat nya pada nya . Bisa saja kan sebenarnya ia meracuni makanan nya tapi wanita itu tidak melakukan nya.
dan kenapa pula wanita itu tetap bertahan padahal Zaidan selalu memperlakukan gadis itu dengan buruk . Kenap wanita itu begitu bersabar atas apa yang ia alami .
Ah. ...Zaidan pun bingung di buatnya . Tak ingin memikirkan hal itu akhirnya Zaidan pun memutuskan untuk menyelesaikan cuci piring nya dan bergegas tidur .
....
...
...
....
...
...
...
...
dukung author dengan
***Vote dan like plis ....
__ADS_1
tunggu kelanjutan ceritanya*** .