
Sudah seminggu ini maira terus terusan memaksakan dan menyiapkan segala kebutuhan Zaidan dan sudah seminggu pula ia selalu menghindar setiap kali lelaki itu berada di rumah ia akan segera bersembunyi .
Ia tak ingin sang suami marah dan mencaci makinya lagi . Ia sudah cukup senang dengan keadaan nya sekarang . Lebih baik ia terus bersembunyi dari suami nya dari pada nanti ia bertemu tapi justru malah menyakitkan hatinya .
Saat ini kebetulan Zaidan libur dari kerjanya karena pekerjaan pria itu telah di selesaikan jauh jauh hari . Lelaki itu tengah duduk bersantai di ruang tamu nya . Sebelah tangan nya memegang sebuah buku dan sebelah nya lagi tengah memegang cemilan yang akan di makan oleh pria itu .
Diam diam Maira memperhatikan sang suami dari jauh . Ingin rasanya ia ikut duduk di samping sang suami dan bercengkrama bersama . Namun itu tidak akan mungkin terjadi . Mengingat sang suami begitu membencinya .
Sebenarnya Maira tak tau apa yang membuat lelaki itu begitu membenci nya . Namun ia juga tak berani bertanya pada suaminya itu .
Maira ingin hidup dengan bahagia ia ingin membuka lembaran baru bersama sang suami ia tak ingin terus terusan bersembunyi . Maka gadis itu pun memutuskan untuk menemui Suami nya mungkin bukan sekarang tapi nanti .
....
....
...
...
Zaidan merasa aneh pasalnya sudah seminggu ini ia tak melihat wanita itu sejak ia memarahinya . Rasa penasaran Zaidan pun kian tak dapat di bendung lagi .
Bukan apa apa ia tak mau ada masalah baru yang di timbulkan wanita sialan itu . Sudah cukup selama ini wanita itu berulah dan membuat masalah .
Zaidan meletakan bukunya di atas meja ruang tamu .Kemudian lelaki itu berjalan ke arah kamar wanita yang menyandang setatus sebagai istrinya itu . Di bukanya kamar tersebut tak ada seorang pun di sana .
" Apa dia kabur " batin Zaidan lalu lelaki itu berjalan membuka lemari baju istrinya . Di sana masih lengkap tak ada satu baju pun yang hilang .
" Apa dia mandi " ucap Zaidan lirih namun tak ada suara air di kamar mandi . Zaidan semakin heran di manakah istrinya itu berada .
" Mas sedang apa . " ucap seseorang yang baru saja memasuki kamar nya . Mendengar itu Zaidan segera membalikan badan nya dan mendapati istrinya itu tengah berada di ambang pintu kamar nya .
" Dari mana saja kamu . " ucap Zaidan dingin matanya menatap tajam wajah Maira . Entah kenapa setiap kali Zaidan melihat wajah istrinya itu ia akan sangat kesal .
__ADS_1
" Maira habis dari dapur mas . " ucap Maira pelan gadis itu menunduk takut tak berani memandang wajah suami nya .
" Dimana bi Maya ?" tanya Zaidan beralasan ia tak mau sang istri tau kalau ia sedang mencari nya bukan mencari pembantu nya itu .
" Tadi bi Maya izin pulang mas karena anak nya sedang sakit . Jadi maira izinkan . " ucap maira pelan . gadis itu masih tak mau menatap wajah Zaidan .
Niat jahat Zaidan pun muncul lelaki itu mendekati maira dan berbisik di telinga gadis itu .
" Sejak kapan kamu berkuasa di rumah ini .Atas izin siapa kamu mengizinkan bi Maya untuk cuti punya hak apa kamu di rumah ini " ucap Zaidan dingin . Lelaki itu tersenyum sinis saat melihat wajah Maira mulai ketakutan .
Zaidan masih memandang gadis itu sejenak kemudian ia melangkah menjauhi maira sebelum lelaki itu pergi ia mengucapkan sesuatu di telinga Maira .
" Karena bi Maya tak ada kamu yang harus mengerjakan pekerjaannya . "
Maira terdiam ia berusaha memahami kata kata suami nya . Menggantikan tugas bi Maya berarti ia harus membersikan seisi rumah termasuk memasak.
Tunggu memasak ...Mengingat itu keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya saat mengingat bahwa seminggu ini ia lah yang memasak untuk suami nya dengan menggunakan nama bi Maya .
Itu artinya jika ia memasak kembali untuk pria itu dengan menggunakan namanya maka semua kebohongan nya akan di ketahui Zaidan . Dan Maira yakin lelaki itu akan murka .
Tak mau membuat Zaidan semakin marah karena ia belum membersihkan rumah akhirnya maira pun bergegas turun ke lantai bawah dan mengambil sapu untuk membersihkan lantai .
Setelah membersihkan lantai Maira mulai mengepel lantai itu Keringat dingin mulai bercucuran di dahi gadis itu . Sesekali tangan gadis itu menyeka nya .
Zaidan diam diam memperhatikan Maira dari jauh . Ada rasa aneh di hatinya saat melihat Maira mulai kelelahan terlihat dari keringat yang membasahi dahi gadis itu .
Mengingat Maira tengah mengandung membuat hati Zaidan sedikit tak tega pada gadis itu . Dengan perlahan Zaidan menghampiri Maira dan berdiri di hadapan wanita itu .
Maira yang tengah fokus mengepel pun berhenti saat melihat sebuah sepatu berada di depan nya . Wanita itu pun mengalihkan pandangan nya mencari tau siapa pemilik sepatu di hadapan nya itu .
Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Zaidan di depan nya . Saking terkejutnya wanita itu hampir saja terlonjak kebelakang kalau tidak Zain menarik tangan Maira. Mungkin wanita itu akan jatuh ke lantai .
Kini posisi mereka saling berpandangan dengan tangan Zaidan di pinggang wanita itu . dan tangan Maira di dada lelaki itu .
1 menit
5 menit
__ADS_1
10 menit
Mereka sama sama terpaku . Dalam hati mereka sama sama tengah menetralkan detak jantung yang semakin lama semakin cepat .
Sadar akan posisinya yang salah Zaidan pun melepaskan tangan nya di pinggang Maira dan berpaling dari gadis itu .
" Buat kan aku kopi . " ucap Zaidan membuat Maira tersadar dari keterpakuan nya .
" Tapi aku lagi ngepel mas ." ucap gadis itu yang masih memikirkan pekerjaan nya yang belum selesai .
" Tak usah di lanjutkan lagi pula lantai nya tak terlalu kotor . Buat kan aku kopi , aku tak menerima alasan apapun !" perintah Zaidan tak dapat di batah oleh Maira .
Sebenarnya Zaidan belum ingin ngopi . Ia meminta kopi agar Maira berhenti dari aktivitas mengepel nya itu . Karena Zaidan tau wanita itu kelelahan ia sedikit iba pada gadis itu .
Sejahat jahat nya dia . Ia masih memiliki sisi yang baik . Dan sisi baik dia kini muncul saat melihat Maira mulai kelelahan .
Zaidan berjalan menuju ruang tengah rumah nya . Di nyalakan kan tv di hadapannya uang sedari tadi padam . Lelaki itu merasa mengantuk sekarang karena semalam ia lembur menyelesaikan semua pekerjaan nya .
Tanpa sadar Zaidan mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan tv yang masih menyala . Maira yang telah selesai membuatkan kopi untum Zaidan pun sedikit terkejut melihat Zaidan telah tertidur di ruang tengah .
Tak tega membangunkan Zaidan . Maira pun hanya bisa membiarkan kopi di tangan nya dingin dan meletakan kopi itu di atas meja di hadapan Zaidan .
...
....
....
...
...
...
***vote dan like plis....
tunggu kelanjutannya ya*** ..
__ADS_1