Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 22


__ADS_3

 


Zaidan menatap takjub pada layar di depan nya . Disana terilah sebuah gambar yang memperlihatkan calon anak nya , entah kenapa melihat gambar itu muncul rasa haru dalam dirinya .


Bahkan ia sangat antusias saat mendengar suara detak jantung sang anak . Ini pertama kalinya Zaidan melihat perkembangan sang anak dan untuk pertama kali nya juga ia takjub akan perkembangan sang anak bahkan Zaidan sampai tersenyum dengan lebar nya .


Maira yang melihat Zaidan bisa tersenyum selebar itu merasa senang sekaligus terharu . Ia kagum pada Zaidan karena lelaki itu dengan ikhlas mau menerima dirinya dan sang anak .


Hanya rasa syukur yang mampu Maira panjatkan pada Allah SWT karena telah menghadirkan Zaidan dalam hidupnya .


Entah dimulai dari kapan yang jelas kini Maira mulai mencintai Zaidan dan ia juga baru sadar jika posisi Zain mulai tergantikan oleh Zaidan .


" Semua nya baik .,Tak ada masalah dalam kandungan nya . apa ibu masih merasa mual ?" tanya dokter kandungan mengalihkan perhatian Maira .


" Mual nya sudah berkurang dok . " ucap Maira tersenyum ramah .


" Berapa usianya ?" tanya Zaidan masih memperhatikan layar yang memperlihatkan calon anak nya .


" Usianya Baru memasuki 5 bulan . Ini pasti anak pertama bapak ya . " tebak seorang dokter muda yang tengah memperhatikan raut muka Zaidan .


" Iya ..." jawab Zaidan pelan .


" Bagaimana dokter tau ?" tanya maira pada dokter wanita yang kini tengah memeriksa kandungan nya .


" Terlihat dari muka mas nya begitu senang . " ucap sang dokter membuat maira tersenyum setuju .


" Ukey sudah selesai . obat mual nya tidak saya kasih lagi ya Bu kan mual nya sudah berkurang yang saya kasih vitamin nya saja . dan ini foto USG anaknya . " ucap dokter itu menyerahkan obat dan 2 lembar foto USG pada Maira .


" iya terimakasih dok ..." ucap maira dan Zaidan sebelum pergi meninggalkan tempat itu .


Sedari tadi Zaidan terus menatap foto di tangan nya dengan senyum yang tak pernah hilang di wajah nya . Maira yang melihat itu begitu senang di hampirinya sang suami dan di tepuk nya pundak Zaidan lembut .

__ADS_1


Mendapatkan tepukan lembut di pundak nya tentu saja Zaidan langsung mendongak ke atas menatap Wajah sang istri yang tengah menatap nya tersenyum .


" Ada apa ?"tanya Zaidan pada wanita yang entah sejak kapan mulai bertahta di hatinya itu.


" diminum dulu mas kopinya nanti keburu dingin . Fotonya di simpen dulu sedari tadi mas terus saja melihat foto itu sampai sampai kopi di hadapan mas tak mas hiraukan . " tutur Maira menatap kopi di meja sofa yang masih saja utuh tak berkurang sama sekali .


" maaf aku terlalu senang sampai sampai melupakan kopi yang kau buatkan untuk ku ."ucap Zaidan sedikit kikuk.


" Tak apa mas aku maklum kok . " ucap Maira tersenyum senang .


" sini duduk di samping ku . " Ucap Zaidan menepuk sofa di sebelah nya. Tanpa banyak bicara Maira pun menurut dan duduk di samping Zaidan .


" Kenapa begitu jauh ?, sini lebih dekat ..." ucap Zaidan di turuti maira . Wanita cantik itu mendekat duduk di samping suami nya sangat dekat hingga tak ada jarak di antara keduanya .


Zaidan meraih kepala maira dan meletakan nya bersandar di bahu milik pria itu.


" Aku sungguh tak sabar melihat dia lahir ke dunia. " ucap Zaidan seraya mengusap perut Maira pelan , sedangkan tangan kanannya memegang foto USG calon anaknya.


" Aku juga begitu mas ..semoga saja semua berjalan lancar dan ia bisa lahir dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun . " ucap maira ikut memperhatikan foto di tangan suami nya itu .


" Amiin......" ucap Zaidan mengamini omongan sang istri .


Keduanya pun saling berpelukan tanpa memperdulikan kopi yang mulai dingin itu .


.


" Bukti apa yang kamu bawa?" tanya Zaidan pada orang di depan nya dengan nada dingin .Maira yang berada di samping nya hanya bisa menggenggam tangan suami nya lembut .


" Ini adalah saudara ku ...saat itu mas Ray salah paham karena melihat kami berpelukan . " ucap Desi menatap pria yang duduk di samping nya itu .


" Saudara tak membuat kalian lepas dari tuduhan perselingkuhan lagian ngapain kalian peluk pelukan segala di depan Ray lagi . Dan kenapa Ray gak tau kalau kamu punya saudaranya seperti dia . " Ucap Zaidan menatap pria di samping Desi tajam .

__ADS_1


" Sungguh ini adalah saudara ku mas Ray belum mengenal nya karena dia bekerja di luar negeri dan baru pulang sebulan yang lalu. Soal aku berpelukan dengan nya apa salah aku melepas rindu pada saudara ku dengan memeluk nya . Dan aku juga gak tau kalau mas Ray melihat itu semua yang aku tau dia tiba tiba marah tanpa alasan . dan saat aku mengetahui alasannya dan mau menjelaskan semua nya dia terlebih dulu pergi dan tak bisa di hubungi sama sekali .


Aku mohon beri tahu keberadaan mas Ray ....Anak ini membutuhkan kasih sayang ayah nya. " Ucap Desi menjelaskan seraya mengusap Perut nya yang semakin membesar itu .


Zaidan terdiam dalam hatinya ia sedikit tak percaya akan penjelasan Desi tapi melihat perut Desi yang membesar .... seperti nya Desi tak mungkin menjalin hubungan dengan orang yang di sebut nya saudara itu karena mengingat orang itu berada di luar negri dan baru pulang buktinya adalah paspor yang ada di depan matanya .


" Mas ..." Ucap Maira karena sang suami tak kunjung memberikan jawaban .


" Sebenarnya aku malas ikut campur masalah kalian tapi demi kebaikan anak dalam kandungan mu itu maka aku terpaksa harus ikut campur . " Ucap Zaidan .


Lelaki itu meraih telvon gegam nya dan menghubungi nomer Ray yang baru .


" Hallo bos ..." ucap Ray ketika sambungan telepon baru tersambung .


" Datang ke cafe indah tempat biasa kita ketemu . Aku tunggu gak pakai lama . " ucap Zaidan langsung memutuskan sambungan telepon yang masih menyala itu .


" Apa tadi Mas Ray ...?" tanya Desi dengan mata yang penuh harap .


" Sebentar lagi dia sampai kesini kita tunggu saja ." ucap Zaidan setelah meletakkan telvon genggam nya . dilirik nya maira yang tengah tersenyum bahagia.


Istrinya itu memang orang yang baik buktinya ia tersenyum senang atas kebahagiaan orang lain . ia jadi semakin mencintai Maira .


" Terimakasih ...aku berterimakasih pada kalian karena telah Sudi membantu ku . Kalau kalian menolak.aku tak tau harus minta tolong pada siapa lagi . " Ucap Desi berlinang air mata.


" Tak seharusnya kau berterimakasih sekarang karena aku tak bisa menjamin Ray akan menerima penjelasan mu atau tidak." ucap Zaidan masih saja jutek karena masih kesal dengan Desi yang memanfaatkan kebaikan istrinya agar dia mau membantu gadis itu .


" Mas ...." tegur Maira tak suka ...Zaidan tak menjawab dan hanya membuang mukanya merasa muak karena sang istri terus saja membela istri Ray .


***mumpung si kecil gak rewel jadi bisa up hari ini ..


jangan lupa like dan vote nya .

__ADS_1


terimakasih*** .


 


__ADS_2