
Sudah seminggu sejak musibah yang menghampiri maira kini wanita itu telah sembuk fisik nya namun tidak dengan hati nya.Wanita itu terus merenung di sebuah kamar yang telah zaidan siapkan untuk anak nya , Mengamati setiap barang yang ada di sana membayangkan sang anak telah lahir dan bermain dengan riang nya .
Jujur Zaidan sedih melihat keadaan istri nya itu , Semenjak kehilangan buah hati nya istrinya itu lebih sering melamun . Wajah nya pucat karena tak mau makan sama sekali .
" Tuan " Sapa seorang wanita setengah baya yang membawa nampan yang masih utuh dengan lauk pauk nya .
Zaidan yang melihat itu langsung menghentikan aktivitas membaca nya dan meletak kan kaca mata nya ke atas meja .
" Tidak mau makan lagi bi ?'' tanya zaidan menatap wanita di hadapan nya .
" Maaf tuan ...tapi saya sudah berusaha membujuk nya tapi ...dia tetap tak mau mendengarkan . " ucap wanita itu .
" Tak masalah bi saya mengerti .Biar saya saja yang membujuk nya . " ucap zaidan tersenyum ramah . Kemudian lelaki itu langsung berjalan ke arah pintu dimana istri nya berada .
Di bukanya pintu itu dan ia bisa melihat sang istri duduk tak berdaya memandangi sebuah kereta dorong milik calon anak nya yang telah pergi .
'' Apa dengan memandangi nya seperti itu dia akan kembali dan berada di kereta itu . " ucap Zaidan kesal karena sang istri tak mau menerima kenyataan bahwa anak nya telah pergi .
" Selama ini aku mendiam kan mu karena kamu mungkin butuh waktu untuk menerima semuanya . tapi mau sampai kapan kamu seperti ini ... ? lihat lah dirimu ...apa kamu fikir anak mu akan senang di atas sana melihat ibunya bersedih karena kehilangan dirinya ?.. Jangan memperberat langkah nya menuju surga sayang .... Ikhlas kan lah walaupun berat. Bukan hanya kamu yang sedih aku pun juga bersedih atas semua nya tapi mungkin ini adalah takdir untuk kita .... Kita harus menerima nya dengan ikhlas . " ucap Zaidan membuat Maira meneteskan air mata nya , kemudian wanita itu memeluk suami nya erat dan menangis di dada suami nya itu .
" Aku sudah berusaha untuk ikhlas dan memaafkan semuanya tapi sulit bagiku menerima nya mas ....Aku sudah membayang kan wajah nya , membayangkan dirinya memanggil ku ibu tapi sebelum dia melihat dunia ini dia telah pergi . " ucap Maira sesenggukan di dada Zaidan . Zaidan yang mengerti akan kesedihan istrinya itu pun langsung mempererat pelukan nya dan mengecup kening maira , Berusaha menguatkan sang istri .
" Aku tau sayang ....tapi tak selama nya kamu harus bersedih sampai tak mau makan dan minum . Aku takut kamu jatuh sakit dan itu akan semakin membuat aku merasa gagal menjadi seorang suami . " ucap Zaidan ikut menangis meratapi kondisi istri nya itu .
" Mas jangan bicara seperti itu mas tidak bersalah sama sekali . Kalau ada orang yang harus disalahkan itu adalah Kak Zain. " ucap Maira kesal mengingat wajah kakak nya .
" Zain tak bersalah Ra ....ini semua takdir dan kita tak dapat menolak nya . Tak ada yang salah sayang . Kita hanya harus mengikhlaskan semuanya ." ucap Zaidan membuat Maira terdiam memikirkan kata kata suami nya yang memang benar .
" aku ikhlas mas ..." ucap Maira mengusap air matanya pelan .
" Aku akan berusaha ikhlas walaupun sulit mas . " lirih Maira lagi .
__ADS_1
" Aku akan selalu menemani mu , menghadapi cobaan bersama aku tak akan pernah meninggal kan mu ... dan semoga anak kita akan segera hadir lagi dalam perut mu . " ucap Zaidan serius namun disusul candaan yang mendapat sebuah cubitan kecil di pinggang nya oleh Maira .
" Luka ku belum sembuh kamu sudah memikirkan anak lagi ...." Ucap Maira kesal namun air mata nya sudah tak menetes lagi .
" Aku bercanda sayang ..." ucap Zaidan cekikikan .
" Aku tahu kamu bercanda . " ucap Maira menahan senyum nya .
" Kalau senyum senyum aja gk usah di tahan gitu ...Udah ah makan dulu nih , kamu belum makan lo dari tadi . " ucap Zaidan menyodorkan makanan ke hadapan Maira .
Maira kemudian mengambil makanan itu dan mencicipi nya .
" Kenapa ?" tanya zaidan yang melihat ekspresi Maira sedikit aneh ketika mencicipi makanan di hadapan nya .
" Ini sepertinya bukan masakan bibi deh " ucap Maira menatap curiga ke arah Zaidan .
" Emang bukan itu masakan aku sayang yang khusus aku buat untuk istri ku tercinta yang sedang bersedih . " ucap Zaidan
" Tentu saja itu kan masakan pertama ku dan selamat kamu menjadi orang pertama yang bisa menikmati masakan ku . " ucap Zaidan dengan PD nya .
" Pantas saja . " ucap Maira pelan .
" Pantas saja apa sayang ?" tanya Zaidan penasaran .
" Pantas rasanya amburadul . " ucap Maira cekikikan melihat ekspresi suami nya yang nampak kaget dengan jawaban yang ia berikan .
" tak masalah masakan ku gak enak yang penting kamu bisa tertawa kembali aku sudah senang . " Ucap zaidan membuat pipi maira bersemu merah
"Gak usah gombal mas ." ucap.Maira malu .
" Kenapa toh gombalin istri sendiri masak gak boleh apa kamu mau aku gombalin cewek lain hehehe "
__ADS_1
" Awas saja kalau berani . " Sela Maira membuat Zaidan terkikik .
" Tak akan berani dan tak akan terjadi karena aku sudah memiliki satu wanita di hati ku yaitu kamu ..." ucap.Zaidan tersenyum tulus .
" Sejak kapan mas jadi tukang gombal kayak gitu ? Mana Zaidan yang dingin yang omongan nya kasar ." ucap Maira malu .
" Zaidan yang itu telah pergi sejak Maira datang . " Ucap Zaidan semakin membuat maira malu .
" Udah ah mas ..Maira malu nih . udah ya jangan gombal lagi . " ucap Maira dengan tatapan memohon ke arah zaidan .
" Iya iya ....Maaf ya udah buat kamu malu kayak gitu sampai pipi nya merah kayak kepiting rebus . " ucap zaidan masih saja bercanda .
" Masih cantikan aku lah dari pada kepiting . " ucap Maira sewot .
" Tentu saja kamu kan manusia sayang tentu berdeda dengan kepiting karena kalian tak sama " ucap Zaidan cekikikan .
" Ih mas bercanda terus Maira kan lagi sedih . seharusnya mas hibur bukan ejek terus kayak gitu . " ucap Maira kesal .
" Ini cara aku menghibur mu sayang. bukan kah dengan begini kamu sedikit lupa masalah itu . " ucap Zaidan tersenyum .
" Ya ya ya kamu memang tak bisa di bantah mas ...terima kasih sudah menghibur ku ... dan semoga dia juga bisa tenang di sana ya mas . " ucap Maira menatap Zaidan dalam . Zaidan yang di tatap seperti itu pun paham bahwa sang istri tak benar benar terhibur karena masih ada kesedihan di mata istri nya itu dan entah kapan itu akan hilang .
...
...
...
...
Kalau aku lanjut ceritanya gimana ya ada yang masih setia baca kah . maafkan author yang gak sempet lanjutin karena author baru punya waktu sekarang.
__ADS_1
Kemarin kemarin author gak bisa up karena author baru saja menjadi ibu dan itu membuat autor tidak bisa membagi waktu . Harap kalian memaklumi