Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 21


__ADS_3

 


Zaidan merasa aneh dengan pertanyaan sang istri namun lelaki itu tak mau membentak ataupun berkata kasar pada istrinya . Ia tau mungkin istri nya itu merasa iba pada rumah tangga Ray .


 


" Kenapa kamu tanya soal Ray ?" tanya Zaidan mengalihkan pandangan nya . Sejak tadi ia terus menatap istrinya tajam dan Zaidan tau itu membuat maira ketakutan jadi Zaidan lebih memilih mengalihkan pandangan nya ke arah kertas kertas di tangan nya untuk menghilangkan kesan takut pada istrinya itu.


" Tadi Maira gak sengaja ketemu istri nya mas Ray di depan ruangan mas ... "


" Jadi Wanita ****** itu yang nyuruh kamu nanya tentang Ray ?" tanya Zaidan tutup poin . Maira tau Zaidan bukan lah tipe orang yang suka basa basi .


" Mas gak seharusnya bilang istri mas Ray kayak gitu ." ucap Maira tak suka .


" Emang kenyataan begitu kok sayang .... lagian kamu ngapain sih urusin wanita itu " ucap Zaidan mulai tak suka karena sang istri membela orang yang telah menyakiti sahabat baik nya .


" Mas ...Maira tau mas kecewa dan benci sama wanita itu ...meski maira gak tau apa alasannya ...apa masalah nya ...tapi mas gak bisa dong hanya mendengar permasalahan dari satu pihak saja. mas juga harus dengarkan pihak yang lain dong . "


" Maksud mu apa ?" tanya Zaidan meletak kan kertas di tangan nya . Mata lelaki itu menatap mata Maira lekat seakan mencari jawaban atas pertanyaan nya .


" Maksud maira mas denger dulu ... penjelasan dari pihak istri nya mas Ray jangan hanya dari mas Ray saja siapa tau mas Ray cuma salah paham doang "


Zaidan terdiam sejenak memikirkan perkataan Maira dalam dalam . Setelah berfikir terlalu lama Zaidan pun sudah mengambil sebuah keputusan .


" Jadi gimana ?" tanya Maira pada sang suami .


" Ukey ...Bawa wanita itu kesini aku akan mendengarkan cerita dari pihak nya tapi jika cerita itu tak masuk akal, aku tak Sudi membantu nya ." ucap Zaidan membuat maira tersenyum senang saking senang nya Maira berlari dan memeluk leher sang suami erat .


Tentu saja hal itu membuat Zaidan terkejut pasalnya baru kali ini maira bersikap seperti itu terhadap nya . Tersadar akan perbuatannya maira pun melepaskan pelukannya dan menatap Zaidan yang masih bengong dengan malu malu .


" Kalau gitu Maira bawa istri mas Ray kesini ya mas..." ucap Maira salah tingkah .


" Em..." hanya itu jawaban Zaidan Karena Zaidan pun sama malu nya dengan sang istri .

__ADS_1


Tak lama Maira pun keluar ... di lihat nya istri Ray masih setia menunggu di depan ruangan suami nya . Wajah wanita itu tampak pucat keringat dingin membasahi wajah nya melihat itu Maira jadi tak tega . Dihampirinya wanita itu dan ditepuk pundak nya pelan .


" Mbk ..." panggil maira sedikit lembut .


" eh....gimana mai?" tanya wanita itu dengan wajah penuh harapan .


"Tadi aku udah bicara sama mas Zaidan dan alhamdulilah mas Zaidan mau ketemu sama mbk . Mas Zaidan mau dengar permasalahan dari pihak mbk bukan dari pihak mas Ray aja . " ucap Maira menjelaskan .


" Lalu Kapan aku bisa bertemu suami mu untuk menjelaskan semuanya ?"tanya wanita itu dengan antusias .


" Sekarang juga bisa mbk ...ayo .." ajak Maira , mereka pun akhirnya masuk keruangan Zaidan .


" apa yang ingin kau jelaskan cepatlah katakan aku tak punya banyak waktu . " ucap Zaidan tutup poin saat melihat sang istri datang bersama istri sahabatnya .


" Sebenarnya Mas Ray salah paham ...." ucap Desi menatap sendu kearah Zaidan .


" Salah paham apanya jelas jelas dia melihat mu sedang berpelukan dengan lelaki lain apa itu yang dinamakan salah paham ?" tanya Zaidan kesal , entah kenapa ia begitu kesal melihat wanita di hadapannya itu .


" Lelaki itu sepupu ku ...." teriak Desi berlinang air mata ia tak terima di tuduh terus terusan oleh orang orang yang belum tentu tahu kebenaran nya .


" Mas..." tegur Maira menggelengkan kepalanya seakan melarang Zaidan untuk berkata kasar lagi .


" Terserah kalian mau percaya atau tidak yang penting aku sudah menjelaskan nya , aku tak harus bagaimana lagi ...." ucap Desi berlinang air mata. Maira yang melihat itu semakin tak tega terlebih lagi Rena mengusap perut nya yang semakin membuncit .


Maira paham bagaimana emosi wanita hamil yang seringkali tak terkontrol karena dirinya juga tengah mengandung saat ini .Dengan sendu maira menatap Zaidan dengan tatapan memohon agar pria itu mau membantu Rena .


Sementara Zaidan menghela nafas lelah ia tak kuasa menerima permohonan Maira .


"Aku akan membantu mu asal kan kau punya bukti bahwa lelaki itu benar benar sepupumu . " ucap Zaidan membuat Rena tersenyum senang wanita itu menggenggam tangan Zaidan erat .


" Aku akan membawa buktinya segera ... terimakasih bersedia membantu ku . " ucap Desi tersenyum senang .


" Sudahlah ... tak usah berterima kasih.pulang lah aku masih banyak pekerjaan hari ini . " ucap Zaidan melepaskan tangan Desi dari tangan nya .

__ADS_1


Desi pun mengangguk patuh dan berlalu pergi . Maira dengan senyum manis nya menggenggam tangan sang suami .


" Kamu senang kan ?" ucap Zaidan membuat Maira mengangguk wanita itu memeluk leher suaminya mesra .


" Anggap saja mas melakukan itu semua demi kebahagiaan teman mas . Toh kita sesama manusia memang harus saling membantu . Tak memandang miskin ataupun kaya ...cantik ataupun jelek kalau memang butuh bantuan kita harus membantunya . " ucap Maira mengukir senyuman di bibir Zaidan .


" Memang tak salah aku memilih mu sebagai istri ku ....orang tua mu tak sia sia membesarkan mu ..."


" Mas jangan memuji ku terlalu tinggi.... aku masih banyak kekurangan " kata Maira merendah .


" Dan aku akan terima kekurangan mu ..." ucap Zaidan memandang wajah Maira mesra ... tentu saja itu membuat pipi Maira bersemu merah .


" Aku juga akan terima kekurangan mas apapun itu . " ucap Maira di balas Zaidan dengan senyuman .


" Bagaimana kabar anak ku ..." ucap Zaidan mengusap perut maira perlahan . ini kali pertama Zaidan menyebut anak maira sebagai anak nya.


" Kata dokter dia baik baik saja ." tutur Maira bahagia karena Zaidan mengakui anak nya sebagai anak lelaki itu meski hanya anak tiri .


" Kapan Jadwal cek up nya ?" tanya Zaidan masih mengusap perut maira lembut .


" Besok ..."


" Kalau begitu besok aku akan menemani mu pergi ke dokter kandungan , Aku ingin tau perkembangan nya . "


" Terimakasih ...." Ucap Maira membuat Zaidan mengalihkan pandangannya dari perut wanita itu ke wajah cantik wanita disampingnya itu .


" Untuk ...?" tanya Zaidan pada gadis itu .


" Terimakasih sudah mau menerima nya sebagai anak sendiri . " ucap Maira menitihkan air mata haru .


" Kamu istri ku dan aku telah menerima mu jadi sudah seharusnya aku menerima anak di dalam kandungan mu juga . " ucap Zaidan mengusap air mata Maira .... mereka pun hanya bisa tersenyum bahagia ...


...

__ADS_1


..


..


__ADS_2