Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 24


__ADS_3

Zaidan menatap pintu kayu dihadapannya dengan wajah datar . Raut muka pria itu tampak serius mengamati pintu apartemen nya itu , cukup lama zaidan menatap pintu itu hingga pintu kayu itu pun terbuka .


Seorang pria tampan membuka pintu itu dan memasuki nya tanpa ragu . Zaidan tersenyum tipis melihat pria itu .


" Aku tau kamu pasti akan kemari ..." ucap Zaidan membuat tubuh Ray berjingkat karena terkejut .


" Loe buat gue kaget aja ." teriak Ray seraya mengelus dadanya .


"gue kalau gak kemari mau kemana lagi , tapi tenang aja sebentar lagi gue balik ke asal gue lagi kok ." ucap Ray lagi seraya merapikan beberapa baju nya yang ia masukan ke dalam tas milik nya .


"Jadi loe udah mutusin buat balik ke rumah loe ?." tanya zaidan di angguki oleh ray .


" Gue memutuskan buat berdamai pada masalah . gue gak bisa terus terusan menghindar dan ujung ujung nya anak gue yang jadi korban . " ucap ray membuat zaidan tersenyum lebar di peluk nya sahabat nya itu cukup erat .


" Ini baru ray yang aku kenal ...ray yang lebih dewasa dalam menghadapi masalah apa pun itu . Bukan ray yang seperti anak kecil ... yang lari larian terus dalam menghadapi masalah nya . " ucap Zaidan bangga pada teman nya itu .


" Em ...gak pake peluk juga kalik dan gak enak di lihat istri loe tuh . " ucap ray seketika membuat zaidan langsung melepaskan pelukan nya lelaki itu baru sadar kalau disana masih ada sang istri yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku nya .


" Aku baru pertama kali liat kalian sangat mesra. " ucap Maira terkekeh geli melihat zaidan yang nampak malu . Karena baru pertama kali ia bersikap seperti itu sementara Ray hanya bisa menggaruk tengkuk nya bingung harus bersikap seperti apa .


" Aku hanya menghiburnya sayang ..." ucap Zaidan berjalan mendekati maira dan memeluk pinggang istri nya itu .


" aku tau mas ..."


" Ahm...kenapa malah kalian yang mesra mesra an di hadapan ku . Lagian kenapa sih kalian Kemari bukankah kalian sudah memiliki rumah yang lebih besar dari pada apartemen ini ?" tanya ray menatap pasangan suami istri itu .


" Gue kasian aja kalau harus pulang ke rumah kasian nanti maira kecapean . Kalau disini kan deket dari tempat kita ketemu tadi . " ucap Zaidan mendapatkan anggukan paham dari sahabatnya ray .


" em ...gitu ...ya sudah kalian lanjutkan saja mesra mesra an nya . Tapi di kamar ya takut nya nanti ada tamu masuk kalian malah ke ganggu ." ucap ray tersenyum mengejek .


" tentu tanpa loe suruh gue bakal ke kamar kok buat lanjutin . Iya kan sayang ?" tanya zaidan mengedipkan sebelah mata nya ke arah maira .


" Mas ..." protes maira karena malu akan kata kata zaidan yang membuat pipi gadis itu memerah .

__ADS_1


" Hhhhh oke oke gue pergi ...ya ..." pamit ray dengan tawa bahagianya . sementara Zaidan lelaki itu menatap istri nya dengan senyum jahil .


" Bagaimana pengganggu sudah pergi ayo kita lanjutkan di kamar sayang . "


" Lanjutin aja sendiri ..." ucap Maira menjulurkan lidah nya , kemudian wanita itu berjalan cepat ke arah kamar .


" Dasar ... bumil ..." ucap Zaidan menatap kepergian maira dengan senyum di wajah nya .


....


...


...


...


Tangan kekar nan berotot itu meraba raba samping tempat tidur nya yang telah kosong di tinggal pemilik nya . Seketika Zaidan langsung membuka matanya dan mencari keberadaan sang istri .


Mata tajam nya menyusuri se isi kamar dan mendapati sebuah not kecil berisikan sebuah pesan dari sang istri .


begitulah isi surat itu yang membuat zaidan berdecak . Lelaki itu sedikit kesal karena tak membangun kan nya untuk mengantar mereka berbelanja .


Tapi apa mau dikata sang istri mungkin tak tega membangunkan ia dari tidur nya . hingga kini Zaidan pun memutuskan untuk menyusul istri nya itu .


sementara itu maira tengah berjalan jalan memilih milih sayuran bersama ke dua orang tua nya di tengah tengah keramaian pasar .


" Masih kurang apa lagi ya ma ?" tanya Maira pada zahara yang tampak diam melamun wajah wanita itu sendu tak ada raut kebahagian sama sekali di wajah nya .


Mona yang kebetulan tau akan kesedihan Zahara pun langsung menjawab pertanyaan yang putri nya ajukan untuk Zahara tadi .


" Daging kan belum sayang ...kita beli daging dulu ya ..." ucap Mona membelai rambut sang anak .


" ehm... okey ." ucap Maira yang sedikit heran akan sikap Zahara . Namun wanita itu lebih memilih berjalan menuju toko daging .

__ADS_1


" Kamu kan udah janji gak bakal kelihatan sedih di depan maira . " ucap mona menatap mata Zahara lembut .


" Maaf mon tapi ...sekuat apapun aku tak memikirkan masalah ku dan bersikap biasa saja tapi tetep aja aku kepikiran .. " ucap Zahara sendu .


" Aku tau mungkin sulit bagimu menghadapi itu semua ... dan aku minta maaf " ucap Mona meneteskan air mata. Merasa bersalah akan kejadian yang menimpa Zahara .


" Untuk apa kamu minta maaf mon , kamu gak salah kok. "


" Meskipun zain bukan anak kandungku tapi aku lah yang mendidik nya dari kecil . Maafkan aku yang gagal mendidik anak hingga menyakiti anak mu ... " ucap mona mulai sesenggukan .


" sebenarnya ada masalah apa " ucap Maira mematung yang membuat Zahara dan mona menoleh seketika .


" Maira ..." lirih Zahara dan mona .


" Mama dan umi nyembunyi in apa dari maira ?., kenapa dengan mas faiz dan mbk zaila .


" em.. gak ada apa apa kok nak udah yuk kita lanjut belanja nya . " ucap mona tak ingin memberitahu maira karena takut maira kepikiran nanti nya .


" Tolong katakan ma , umi ...Maira gak mau blanja dan gak mau pulang kalau umi dan mama gak kasih tahu maira . " ucap Maira membuat zahra dan mona saling berhadapan .


" jawab ma ...umi ..." bentak maira kepada Zahara .


" Maira ...gak baik bentak bentak orang tua kayak gitu . " tegur mona tak enak hati . Mata wanita itu menatap Zahara yang nampak sedih .


" Biarkan mbk toh aku yang salah karena tak memberi tahu maira soal Zain dan zaila ...tapi kita bicarakan masalah ini di restoran aja ya nak , gak enak bicara di sini . " ucap Zahara tersenyum maklum kemudian Zahara berjalan menuju restoran di sebrang .


" Kamu liat ...kamu telah membuat mama mu bersedih ..." ucap mona membuat Maira sedikit merasa bersalah wanita itu terus memandang punggung Zahara yang semakin menjauh dari pandangan nya .


" Maira hanya ingin tahu kebenaran nya umi ." lirih maira membuat mona menghela nafas .


" Kebenaran itu yang akan membuat kamu kepikiran nanti nya dan umi dan mama kamu gak mau itu terjadi , makanya kami merahasiakan nya darimu tapi karena kamu ngeyel baiklah ayo kita dengarkan cerita mama kamu . " ucap Mona menuntun sang anak mengikuti langkah Zahara .


...

__ADS_1


...


...


__ADS_2