Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab23


__ADS_3

Ray menatap layar hp nya yang telah padam ia merasa heran dengan bos nya yang tiba tiba menyuruh nya datang ke tempat biasa ia bertemu dengan bos nya itu dengan terburu buru .


"Sebenarnya ada masalah apa ya..." batin Ray dalam hatinya . tak mau memikirkan masalah itu terlalu lama Ray pun pergi mengendarai mobil nya menuju tempat yang di maksud zaidan tadi .


jarak antara apartemen Zaidan dengan cafe begitu dekat hingga Ray tak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke cafe tersebut.


"Bos dimana " tulis Ray pada sebuah pesan di hp milik nya ketika ia baru saja memasuki pintu masuk cafe tersebut .


Mendapatkan pesan dari Ray Zaidan segera berdiri dan melambaikan tangan ke arah sahabat nya yang tengah kebingungan mencari keberadaan nya itu .


Dengan langkah panjang ray segera menghampiri Zaidan dan betapa terkejutnya nya ia ketika mendapati orang yang ia benci tengah duduk berhadapan dengan Zaidan .


"Untuk apa mereka ada disini ?" tanya Ray menatap Desi penuh kebencian . sedangkan Desi hanya bisa menatap Ray sendu .


" Mas ... dengarkan penjelasan ku dulu . " ucap Desi kemudian dengan nada memelas .


"Jangan tunjukkan wajah memelas mu di depan ku karena itu tak ada gunanya . Lagian kenapa sih loe dan nyuruh gue kemari buat ketemu sama dia . " ucap Ray murka ...wajah nya merah menahan amarahnya.


" Maaf Ray tapi ...masalah tak akan selesai jika loe menjauhi masalah itu ...loe harus menyelesaikan nya dan ini adalah waktu yang tepat ." ucap Zaidan menepuk pundak Ray pelan . Ray hanya bisa terdiam karena apa yang dikatakan sahabatnya itu memang ada benarnya.


" kami tunggu di meja sebelah ya mas Ray ..." izin maira diangguki oleh Ray ...pelan . Kemudian Zaidan dan maira meninggalkan Ray sendirian bersama dengan istri dan sepupu istrinya .


" Duduk mas ...Kenalin ini Riko ..." belum sempat Desi melanjutkan kata katanya Ray sudah lebih dulu memotong omongan Desi .


" Tak usah basa basi ...aku muak melihat kau bicara yang tidak penting . langsung ke inti nya saja . " ucap Ray tegas dan dingin .

__ADS_1


" Mas salah paham tentang hubungan ku dengan Riko ...kami tak ada hubungan apa pun. Riko hanyalah sepupuku apa salah nya jika aku berpelukan dengan sepupuku sendiri setelah belasan tahun kami tak bertemu . kami hanya melepas rindu itu saja tak lebih . " ucap Desi ... menjelaskan semuanya .


" Kalau dia sepupumu kenapa aku tak mengetahui nya , bahkan ia tak datang di acara pernikahan kita sepupu macam apa itu ?" tanya Ray sedikit tak percaya pada penjelasan Desi .


" Dia tinggal di luar negri mas saat itu orang tuanya sakit jadi dia tak bisa datang . ini bukti paspor nya kalau kamu tidak percaya . " ucap Desi menyerahkan paspor milik Riko ke hadapan Ray . Ray meraih paspor itu dan membaca nya dengan seksama .


" setelah membaca itu terserah mas mau percaya atau tidak yang penting aku sudah membuktikan bahwa aku tak sama seperti apa yang mas fikirkan . Tapi Desi mohon demi Rehan anak kita dan anak dalam kandungan ku ini yang masih membutuhkan ayah nya . aku mohon pulang lah ke rumah . Setiap malam Rehan selalu bertanya kapan ayah nya pulang dan Desi gak bisa kasih jawaban ke anak itu . Hanya mas lah yang bisa . " cerocos Desi mengungkapkan kegelisahan hatinya .


" Kamu pulang lah ke rumah Rehan pasti sendiri an saat ini . " ucap Ray berdiri . Desi menitihkan air matanya karena hanya seperti itu jawaban Ray ...apa sudah tak ada rasa sayang Ray untuk dirinya dan anak anak hingga lelaki itu bersikap seperti itu.


" tak usah menangis aku pulang menyusul nanti ...aku ambil barang barang ku dulu di tempat Zaidan. " ucap Ray mengusap air mata yang membasahi pipi Desi .Desi yang mendapat kan jawaban seperti itu hanya bisa tersenyum dan mengangguk pelan .


Riko tersenyum bahagia melihat sepupunya itu bahagia kini masalah yang menimpa keluarga sepupunya itu telah selesai dan ia bisa kembali ke luar negri dengan hati yang tenang .


..


..


..


"Menurut mas ...mas Ray akan menerima penjelasan mbk Desi atau enggak ya ?" tanya maira sesaat setelah meninggal kan meja dimana Ray dan Desi tengah menyelesaikan masalah mereka .


" Kamu mau pesan apa ?" tanya Zaidan tak membalas pertanyaan Maira.


" Mas kok malah balik tanya sih ...." kesal maira membuat Zaidan tersenyum .

__ADS_1


" Maaf ...lagian masalah Ray percaya atau tidak itu hanya bisa di jawab Ray sendiri kamu gak usah pusing memikirkan nya . Yang harus kamu pikirkan itu adalah calon anak kita karena sedari tadi ia sudah lapar dan butuh makanan. " ucap Zaidan membuat maira tersenyum malu . Karena sedari tadi perut wanita itu telah berbunyi beberapa kali .


" Tunggu apa lagi sayang cepat pesan sebuah makanan . " ucap Zaidan membuat maira segera meraih daftar menu di hadapannya .


Maira memesan 5 buah makanan berat dan itu membuat Zaidan sedikit heran pasalnya porsi makan maira biasanya tak sebegitu banyak nya .


" Kamu yakin mau makan itu semua ...apa tidak kebanyakan ?" ucap pria itu menatap maira .


" Apa mas keberatan kalau maira pengen makan itu semua?" tanya maira sedih mata gadis itu mulai berkaca kaca . Entah kenapa ia begitu cengeng akhir akhir ini dan itu membuat nya heran sendiri .


" Bukan begitu mas cuma takut mubazhir kan kita sebagai umat Islam tak baik membuang buang makanan . Banyak di luaran sana yang kekurangan bahkan tak bisa makan . masak kita mau membuang buang makanan ini . " nasehat Zaidan semakin membuat Maira sedih karena apa yang dikatakan benar semua .


" Tak usah menangis kalau kamu mau semua pesan lah " ucap Zaidan tersenyum mengusap pipi maira lembut. Lelaki itu begitu tak tega menolak permintaan istri nya .


" Tapi bagaimana kalau nanti tak abis ?" tanya maira sedikit berat hati .


" aku yang akan menghasilkan nya ..." jawab Zaidan membuat mata maira membesar .


" Nanti kamu kekenyangan . " protes wanita itu pada suami nya .


" Tak masalah ...asalkan kamu senang . " ucap Zaidan mengusap jilbab Maira pelan . hal itu membuat pipi gadis itu memerah menahan malu .


" Catat semua yang istri saya sebutkan tadi mas ." perintah Zaidan pada pelayan lelaki yang sedari tadi menyaksikan kemesraan antara suami istri tersebut .


" Baik pak ...mohon di tunggu pesanan nya . " ucap pelayan lelaki itu sedikit kikuk karena sedari tadi ia bagaikan obat nyamuk di antara Zaidan dan maira . Pelayan itu pergi dengan menggaruk tengkuknya malu .

__ADS_1


" Mas tak seharusnya bersikap selembut itu di depan orang lain malu tau ..." protes Maira .


" Untuk apa malu ...biarkan seluruh dunia tau ... kemesraan kita agar mereka iri melihat nya ..." ucap Zaidan terkekeh maira hanya bisa menunduk pipi gadis itu mulai memerah .


__ADS_2