Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
bab 18


__ADS_3

Semakin hari hubungan maira dan Zaidan mulai membaik sudah satu Minggu setelah berbaikan , dan kini keduanya tak canggung lagi untuk bicara satu sama lain.


Meski terkadang sikap keduanya masih kikuk dan Zaidan masih saja bersikap dingin . Namun Zaidan tak pernah lagi berkata kasar pada istrinya itu .


Ia sudah iklas menerima maira sebagai istrinya meski dirinya belum bisa bersikap sebagai suami seutuhnya namun ia akan berusaha belajar sedikit demi sedikit .


Hari ini Zaidan memang sengaja libur dari kerja nya . Lelaki itu ingin sedikit bersantai dan bisa menenangkan pikirannya sejenak dengan beristirahat di rumah .


Hari sudah larut namun Mata Zaidan tak kunjung terpejam . Ingatan nya melayang pada sahabat nya yang masih saja terpuruk dalam kesedihan .


Rasa benci mulai tumbuh di hati Zaidan untuk istri Ray . Ia tak habis fikir bisa bisa nya wanita yang terlihat baik itu ternyata menyimpan sebuah kebusukan .


mengingat istri Ray ia jadi teringat pada maira . awal nya ia mengira maira orang yang jahat tapi ternyata tak seperti itu . Zaidan tersenyum tipis saat mengingat kejadian kemarin di mana sang istri menangis di depan tv yang masih menyala .


Zaidan tentu saja panik melihat istrinya itu tiba tiba menangis . lelaki itu segera menghampiri sang istri dan duduk di samping nya .


" Kamu kenapa ?" tanya Zaidan saat itu . bukan nya jawaban yang Zaidan terima namun hanya sebuah tunjukan ke arah layar televisi yang menayangkan sebuah iklan es cream coklat keluaran terbaru .


" Kamu ingin itu ?" tanya Zaidan lagi .


" iya ..." ucap maira dengan mata berkaca-kaca . Zaidan tak habis fikir hanya karena sebuah ice cream maira harus menangis seperti itu dengan bingung Zaidan pun hanya bisa menuruti ke inginan dari maira.


mengingat kejadian itu membuat perut Zaidan geli . Pandangan mata lelaki itu menatap lurus ke arah luar jendela . Hujan yang datang tampak deras di susul petir yang membuat orang orang takut untuk ke luar rumah .


Hawa dingin mulai dirasakan oleh Zaidan merasa mulai kedinginan Zaidan pun keluar dari kamar nya dan memutuskan untuk membuat secangkir kopi .


belum sempat Zaidan sampai ke arah dapur laki laki itu tiba tiba berhenti karena lampu rumah nya tiba tiba saja padam .


Awalnya Zaidan merasa biasa saja akan kejadian itu . Dinyalakannya telvon genggam milik nya untuk dijadikan sebagai penerangan .


Kemudian lelaki itu melangkah lagi namun lagi lagi langkah nya terhenti saat mendengar suara tangisan. Tangisan itu begitu dekat dengan tempat nya berdiri .

__ADS_1


Bulu kuduk Zaidan pun mulai berdiri , fikiran laki laki itu kemana mana menduga duga suara apa yang ia dengar itu dan dari mana asal suara itu.


Dengan ragu dan penasaran Zaidan pun mengikuti arah dari suara tangisan itu . Suara itu berasal dari arah samping nya yang tak lain dan tak bukan adalah kamar dari Istrinya maira .


Zaidan memasuki kamar yang nampak gelap itu . suara yang Zaidan dengar semakin dekat dengan sedikit was was Zaidan pun mengarahkan cahaya telvon milik nya ke arah suara yang sudah sangat dekat dengan nya itu .


dan betapa terkejutnya dia saat melihat istrinya maira tengah menangis dengan sesenggukan diatas kasur empuk miliknya . .


" Kamu kenapa ?" tanya Zaidan panik lelaki itu langsung duduk di samping istri nya itu .


Tanpa menjawab maira langsung memeluk Zaidan dan itu tentu saja membuat Zaidan sedikit terkejut namun lelaki itu hanya bisa membiarkan sang istri bersandar di dadanya .


Sedangkan maira entah kenapa gadis itu merasa nyaman di dada Zaidan . Rasa takut yang ia rasakan hilang begitu saja saat memeluk lelaki itu .


" Tak apa semua akan baik baik saja . " ucap Zaidan menenangkan Maira . Lelaki itu tau maira sedang ketakutan sekarang jadi Zidan hanya bisa membengkak maira dengan kata katanya dan mengusap punggung maira lembut .


Merasa maira mulai tenang Zaidan pun ingin bertanya kembali namun ia urungkan karena Maira sudah tenang dalam dekapan nya . Wanita itu tertidur .


pandangan lelaki itu mengamati setiap pahatan pahatan di wajah Maira tanpa sadar Zaidan mendekat kan wajah nya dan mencium kening maira lembut .


" Aku tak tau kapan aku bisa mencintai mu namun yang aku tahu kini aku mulai menerima kehadiran mu dalam hidup ku . " ucap Zaidan lirih . setelah puas memandangi wajah sang istri pandangan Zaidan pun beralih ke arah perut Maira .


diusap nya perut itu lembut di luar baju yang di kenakan oleh maira . perut itu masih rata namun entah kenapa Zaidan merasa ada kehidupan di dalam sana .


Ia tak menyangka sebentar lagi akan menjadi ayah meski bukan ayah kandung tapi ia merasa senang dan bahagia tentu nya .


Lelaki itu tak sabar ingin bertemu malaikat kecil yang masih berada di dalam perut maira tersebut


kesenangan Zaidan buyar ketika mendengar telvon genggam nya berbunyi . Sebuah telvon yang menurutnya menjengkelkan itu membuat Zaidan berdecak tak suka .


Telvon tersebut dari orang yang selama seminggu ini membuat nya kesal .Siapa lagi kalau bukan istri Ray . Setiap hari semenjak Ray tinggal di apartemen nya istri Ray itu selalu menelfon nya dan menanyakan keberadaan Ray .

__ADS_1


Sebenarnya Zaidan ingin memberi tahu bahwa Ray ada di apartemen nya agar istri Ray itu tak menghubungi nya lagi namun hal itu ia urungkan atas permintaan Ray .


lelaki itu tak mau lagi bertemu dengan istri nya . Zaidan kesal sebenarnya dengan mereka berdua kenapa tidak menyelesaikan masalah mereka yang mungkin akan berlarut larut , jika tidak diselesaikan .


" Ada apa " ketus Zaidan ketika mengangkat telepon milik nya tersebut .


" mas tolong sampaikan ke mas Ray ...suruh dia pulang mas . sebenarnya salah ku apa sampai mas Ray marah dan tak mau pulang seperti itu ?" tanya wanita itu yang lagi lagi membuat Zaidan jengkel setiap telvon pasti kata kata itu yang ia dengar .


" Mana aku tau ,sudah dulu ya aku tak mau ikut campur masalah rumah tangga kalian tolong jangan ganggu aku . " ucap Zaidan langsung memutuskan sambungan telvon milik nya .


Zaidan mengerucutkan bibirnya kesal kemudian ia lebih memilih berbaring bersama istrinya dan memeluk istrinya itu erat erat hingga ia terlelap dalam tidurnya .


untuk pertama kali nya mereka berdua tidur dalam satu ranjang yang sama .


....


...


...


...


...


...


author ngebut ngetik nya maaf jika banyak kata yang salah soalnya author lagi kurang fokus gara gara anak author rewel ...


aku harap kalian gak bosen sama cerita ini dan jangan lupa like vote dan komen nya ..


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2