
Tak terasa kini usia kandungan maira sudah memasuki 7 bulan dan kini wanita itu jadi sering susah tidur karena perut nya yang semakin besar.
" ck...." wanita itu berdecak mengubah posisinya menjadi miring ke kanan tapi bukanya nyaman ia justru semakin tak bisa tidur .
" Mas ..." lirih maira membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas .
" Hemmm...." hanya itu jawaban dari Zaidan yang semakin membuat Maira kesal , lelaki memang tak paham dengan penderita perempuan .
" Bangun kenapa mas ..." ucap maira kesal tangan wanita itu memukul mukul lengan Zaidan kesal .
" Ada apa sih sayang ini masih malam loh , tidur lagi gih " ucap Zaidan yang masih memejamkan mata nya .
" Aku gak bisa tidur dari tadi mas . " ucap Maira .
Suaminya itu tak kunjung menjawab hanya suara dengkuran yang terdengar dari mulut suami nya itu .
" Dasar kebo. . " ucap maira marah , wanita itu pergi meninggalkan suami nya dan berjalan ke kamar tamu .
Wanita itu memutuskan untuk tidur disana karena ia bingung mencari kenyamanan di dalam tidur nya .
1 detik 2 detik maira akhirnya mulai memejamkan matanya dan perlahan lahan ia masuk ke dalam mimpi .
....
...
..
Zaidan terbangun dari tidurnya ketika mendengar azan subuh berkumandang , lelaki itu hendak menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim namun kala ia terbangun ia begitu terkejut melihat Maira sudah tak ada lagi di kasurnya .
" Kemana istriku . " ucap Zaidan kemudian Zaidan langsung berlari ke arah dapur bertanya pada pembantu nya apakah mereka melihat maira atau tidak .
Namun mereka semua tak mengetahui keberadaan wanita itu , dengan tergesa gesa Zaidan mengambil kunci mobil nya .
Lelaki itu merasa istrinya itu tengah marah dan mungkin sudah pergi dari rumah gara gara semalam ia mengabaikan nya .
Sebenarnya Zaidan tak bermaksud bersikap seperti itu tapi dia saat itu sangat lelah karena habis lembur menyelesaikan pekerjaan kantor nya .
__ADS_1
Jadi ia tidur dengan begitu nyenyak nya , ia tak mampu bangun saat maira memanggil nya tadi malam .
" Sialan ..." lelaki itu mengumpat kesal ia merasa bersalah terhadap istrinya .
Mobil yang di tumpangi Zaidan langsung melaju kencang membelah jalanan yang masih agak remang remang .
" Gue cari kemana ini ?" tanya lelaki itu dalam hatinya. Ia pun memutuskan untuk mencari maira ke rumah mertua nya .
Sesampainya di rumah orang tuanya , Zaidan langsung bergegas turun rumah itu masih nampak sepi seperti tak berpenghuni .
" Assalamualaikum umi ....Abah ..." ketok Zaidan pada pintu rumah itu namun tak ada sahutan orang di dalam nya .
" Eh den Zaidan " sapa seseorang yang saat ini tengah menghampiri nya dengan membawa tong sampah di tangan nya .
" eh mang Ujang , umi sama Abah kemana mang kok sedari tadi Zaidan panggil gak ada nyahut ya ?" tanya lelaki itu .
" Bapak sama ibu lagi pergi mas ke rumah saudara , mas sendiri ngapain ke sini ?" tanya mang Ujang heran melihat penampilan Zaidan yang masih menggunakan baju tidur nya .
" Maira kesini gak mang tadi malam ?" tanya Zaidan berharap semoga istrinya benar ada di rumah itu .
" Neng maira gak ada disini den , emang nya neng maira gak ada di rumah ya ?" tanya mang Ujang sedikit curiga dengan Zaidan .
" Oh begitu toh " ucap mang Ujang paham .
" Em sudah dulu ya mang saya mau nyusul maira kerumah mama . " ucap lelaki itu berpamitan .
" Aden gak mau mampir ngopi dulu ?" tanya mang Ujang menawarkan kopi barang kali majikan nya itu mau ngopi dirumah itu .
" Saya buru buru mang , sudah dulu ya Assalamualaikum . " ucap Zaidan berlalu pergi meninggalkan mang Ujang sendiri .
" Waalaikumsalam . " ucap mang Ujang menatap punggung Zaidan yang semakin menjauh , dalam hati lelaki itu berharap semoga rumah tangga anak majikan nya baik baik saja .
....
...
...
__ADS_1
Zahara menatap sang anak dengan tajam , wanita itu begitu terkejut dengan kedatangan anak nya yang tiba tiba di pagi buta .
" Ada apa dan , kamu ini bikin Mama panik aja mama kira siapa pagi pagi gedor gedor pintu . " ucap Zahara memarahi anak nya . Ia juga heran kenapa sang anak masih memakai baju tidur nya .
" Maaf ma ." ucap lelaki itu menunduk sedih .
Zahara merasa heran dengan tingkah anak nya , tak biasanya sang anak nya itu . Biasanya anak nya itu selalu membantah saat ia marahi tapi hari ini anak nya tak membantah sama sekali dan malah meminta maaf itu yang membuat Zahara heran .
" Anak mama kenapa ?" tanya Zahara perhatian ,ia merasa sang anak butuh dukungan nya Sekarang .
" Maira ada disini gak ma ?" tanya Zaidan tak menjawab pertanyaan anak nya itu .
"Memang nya maira gak ada di rumah dan ?" tanya Zahara curiga ada apa apa dengan rumah tangga anak nya itu .
" Gak ada ma ... " ucap nya lirih .
" Kamu abis marahin maira ya kok maira bisa pergi tanpa pamit gitu . " ucap Zahara sewot .
" Zaidan tadi malam abis lembur ma, sampai rumah malem jam 1 malem terus Zaidan tidur pulas banget karena terlalu kecapek an , Zaidan sampai gak bisa buka mata Zaidan waktu maira manggil zaidan , Dia ngeluh gak bisa tidur tapi Zaidan diem cuma suruh dia buat tidur lagi karena Zaidan bener bener gak bisa buka mata Zaidan waktu itu . " ucap lelaki itu menjelaskan .
" Kamu ini dan dan , Maira itu sedang hamil wajar saja kalau terkadang dia tak bisa tidur dengan nyenyak karena perutnya yang semakin besar , seharusnya kamu tetep bangun walaupun secapek apa pun kamu karena kamu hanya bisa nemenin dia buat ngobrol dan dukung dia. Kamu gak bisa ngerasain bagaimana gak enak nya jadi orang hamil jadi kamu harus pahami istrimu dan temani dia disaat saat ia sedang capek dan lelah dengan kehamilan nya bukan nya malah asik tidur sendiri . " ucap Zahara menasehati .
Wanita itu paham bagaimana susah nya mengandung , karena ia juga pernah mengalami itu , ia tak menyalahkan maira karena memang anak nya lah yang salah .
" Terus Zaidan harus bagaimana ma ...?" tanya lelaki itu frustasi .
" Ya cari istri kamu sampai ketemu dan, " ucap maira memerintahkan anak nya itu untuk mencari keberadaan mantu tersayang nya .
" Tapi Zaidan harus cari kemana dong ma ?" tanya Zaidan tampak kebingungan .
" Mas sudah cari di rumah belum ?" tanya Zaila yang sedari tadi hanya diam menyaksikan perbincangan Kakak dan ibunya itu .
" Mas cuma cari di dapur doang la " ucap Zaidan yang membuat Zaila menghela nafas lelah .
" Mas ini gimana sih , sebelum cari di tempat lain mas seharusnya cari dulu rumah mas , siapa tau kak maira ada di halaman belakang kan mas gak tau . " ucap Zaila kesal menurut nya kakak nya itu terlalu bodoh jika sudah panik seperti itu .
" Ya kan mas panik la , ya udah mas cari di rumah dulu nanti mas kabarin lagi Assalamualaikum . " ucap lelaki itu pergi .
__ADS_1
" Waalaikumsalam . " ucap Zaila dan Zahara bersamaan.
" Zaidan Zaidan ..." lirih Zahara menggeleng gelengkan kepala nya melihat kelakuan sang anak .