
Zain memandang wanita di depan nya dengan pandangan serius wajah pria itu begitu dingin . tak ada senyum seperti biasanya di wajah pria itu .
" Ada apa ?" tanya Zain dingin .
" Mas.." belum sempat Zaila melanjutkan omongan nya zaim sudah lebih dulu memotong omongan wanita itu .
" Aku bertanya pada Maira bukan kamu . " seketika hati Zaila sakit mendengar kata kata itu . matanya sudah mulai berkaca kaca ia tak menyangka akan mendapatkan respon yang kasar seperti itu dari zain bahkan lelaki itu tak mau memandang wajah nya .
"Mas zain gk seharusnya bicara kasar seperti itu ." ucap Maira memandang Zain tak suka . Zain yang mendapatkan pandangan tak suka dari adik tercintanya itu pun hanya menghela nafas lelah .
" Ada masalah apa? kenapa kamu bawa zaila kemari ." ucap Zain kemudian kini nada bicara lelaki itu tak seperti tadi .
" Mas zain kenapa mau cerai in mbk zaila ?" tanya maira menatap kedua mata kakak nya itu ia tau mata kakak nya itu tak bisa berbohong .
" Kamu gak usah ikut campur masalah mas . "ucap zain tak suka .
" jawab mas ." ucap maira meninggikan suaranya .
" Kalau kamu ngajak mas ketemu cuma buat bicara in masalah itu mending kamu gk usah ajak mas ketemu karena percuma kamu gak akan dapat jawaban apa pun dari mas . " ucap zain hendak berlalu pergi .
" Kalau begitu tolong dengarkan apa yang aku katakan setelah itu kamu boleh pergi . " ucap Zaila memegang tangan suami nya itu.
" Tak ada lagi yang perlu di jelaskan keputusan ku sudah bulat . tunggu surat dari pengadilan di rumah mu dan suka tidak suka kamu harus menandatangani surat itu . " ucap Zain seketika membuat lutut zaila lemas , tangan wanita itu serasa lemas hingga pegangan nya di tangan zain pun terlepas.
zain memandang zaila sejenak .
" Semoga kamu mendapat jodoh yang lebih baik dari aku . " ucap Zain pelan .
" Pergi ..." lirih zaila frustasi . Zain hanya diam tak bergerak sedikit pun .
" Aku bilang pergi ...." teriak zaila membuat Maira terkejut sementara faiz . Lelaki itu menuruti omongan zaila.
" Ini gak boleh terjadi . " lirih maira melihat Zaila menangis tertunduk . Maira pun langsung berlari mengejar Zain namun wanita itu lupa bahwa ia sedang mengandung wanita itu tak memperhatikan langkah nya hinga ia menginjak lantai yang licin seketika ia terjatuh perut wanita itu membentur meja dan darah segar pun keluar dari sela sela kaki nya .
__ADS_1
"Maira ..." teriak Zaidan keras dan lelaki itu langsung berlari menghampiri istrinya yang sudah lebih dulu terbaring di lantai dan menangis kesakitan .
zain yang mendengar teriakan zaidan pun seketika mematung . tubuh nya tak bisa bergerak sedikitpun .dan Zaila yang sedari tadi menangis langsung menghentikan tangis nya dan menyusul Zaidan .
" Maira . " lirih Zaidan langsung merengkuh tubuh istri nya itu ke dalam dekapan nya .
" Sakit mas ....perut ku sakit ...anak ku .." ucap maira kesakitan tangan Wanita itu memegangi perut nya .
" Kamu tahan ya sayang kita kerumah sakit segera . " ucap Zaidan berlinang air mata .
" Biar aku bantu mas .." tawar zain yang sudah berdiri di samping zaidan . Zaidan tak menjawab melainkan tangan pria itu yang memberi jawaban dengan sebuah pukulan yang telah mendarat di pipi Zain .
" Kalau sampai terjadi apa apa sama maira ...kamu akan berurusan dengan ku ."ucap Zaidan kemudian membawa maira pergi ke rumah sakit .
zain terdiam menunduk memandang sendu ke arah lantai yang masih tercecer banyak darah . zaila yang melihat itu pun langsung menghampiri zain .
" Ini salah ku ..." lirih Zain .
" Itu bukan salah mu mas tapi itu Salah ku . Seandainya Maira tak membantuku untuk menjelaskan padamu bahwa aku sedang mengandung mungkin ini tak akan terjadi." ucap Zaila sedih .
" mas terlihat tidak senang Apa karena mas tak akan bisa bercerai sebelum anak ini lahir . sebenarnya dalam hatiku Bertanya tanya apa alasan mas . tapi kini tidak penting lagi karena keputusan mas pun tak akan pernah berubah . " ucap zaila sendu .sementara Zain masih terdiam .
" Sebaiknya kita segera ke rumah sakit zaila takut terjadi apa Apa dengan Maira. " ucap zaila hendak berlalu pergi .
" Mas hanya tak mau kamu menjadi istri dari seorang narapidana . " ucap Zain membuat Zaila menghentikan langkah nya . kemudian wanita itu memandang Zain bertanya tanya .
" Apa maksud mas ?" tanya Zaila penasaran jantung wanita itu berdegug kencang .
" itu alasan mas mau menceraikan kamu karena istri dari Pasien mas mau melaporkan mas ke polisi . " ucap Zain lirih .
" kenapa ?" tanya zaila bingung harus bagaimana .
" Suami nya meninggal saat mas tangani . Mas bukan dokter umum mas ini dokter anak tak seharusnya mas menangani pasien itu mas salah La ..dan istri pria itu tak terima dan ingin mas menikahi nya dan menceraikan kamu kalau tidak mas akan di laporkan ke kantor polisi . "
__ADS_1
" Mas ..." lirih Zaila .
" Mas bukan takut.di penjara tapi mas hanya tak mau kamu menjadi istri narapidana . mas takut kamu di cemooh semua orang . jadi mas terpaksa mengambil keputusan itu karena mas fikir itu yang terbaik tapi ternyata mas salah . mas justru membuat Maira menjadi korban atas masalah masalah mas ." ucap Zain tersenyum getir. zaila tak menjawab dan hanya memeluk faiz berusaha menguatkan sang suami ia tau suami nya itu tengah bingung dengan masalah nya.
....
...
...
Sementara itu di rumah sakit Zaidan terus berdoa . Wajah kesakitan sang istri terus terbayang di fikirana nya .tangan lelaki itu gemetar nafas nya tercekat .
" Maafin aku ra ..aku gak.becus jagain kamu . " lirih zaidan . seketika kemarahan lelaki itu memuncak mengingat wajah zain... ia tak akan diam saja jika terjadi sesuatu pada maira dan anak nya .
" keluarga ibu Maira . " ucap seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang oprasi . Maira terpaksa menjalani oprasi sesar akibat kejadian yang ia alami tadi .
" Iya saya suami ny dok .bagaimana keadaan istri saya dan anak saya dok ?" tanya zaidan kawatir.
" alhamdulillah oprasi berjalan istri bapak baik baik saja sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat . " ucap dokter itu sedikit menenangkan hati zaidan .
" Lalu bagaimana dengan anak kami ?" tanya zaidan dengan wajah penuh harap .
" Maaf anak bapak tidak bisa kami selamatkan . kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tuhan berkata lain . " ucap dokter itu membuat zaidan sedih lutut pria itu lemas . Hatinya sakit mendengar itu apalagi maira nanti .
" Apa yang harus aku jelaskan ke Maira bagaimana menjelaskan nya . " ucap Zaidan bingung dengan apa yang terjadi . ia tak bisa membayangkan bagaimana respon Maira nanti .
....
...
...
...
__ADS_1
...