Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
Bab 5


__ADS_3

 


Seminggu sudah setelah Zaidan membaca email dari Ray kini lelaki itu disibukan dengan pekerjaan an nya yang menumpuk , karena saat ini perusahaan pria itu tengah gencar gencar nya mengeluarkan produk baru untuk di pasarkan .


 


Zaidan pun pulang kerumahnya larut sekali ia sudah biasa pulang larut seperti saat ini. Lelaki itu bukan lah tipe orang yang suka menunda nunda pekerjaan nya .


Prinsipnya adalah jika bisa di kerjakan saat itu juga lalu untuk apa menunda nya sampai besok .


Lelaki itu memasuki rumah nya yang nampak sepi , seperti nya orang orang sudah lelap dalam tidurnya . Tangga demi tangga ia naiki .Kamar Zaidan memang berada di atas bersebelahan dengan kamar Zain dan zaila .


Saat lelaki itu hendak membuka pintu kamar nya ia berhenti sesaat karena melihat kamar sang adik yang masih terbuka pintunya dan lampu kamar adik nya nampak masih menyala terang .


Samar samar Zaidan mendengarkan orang yang tengah berdebat . Sebenarnya Zaidan bukan tipe orang yang suka ikut campur namun karena mungkin ini ada hubungannya dengan sang adik ia pun memutuskan untuk ikut campur .


Zaidan dengan perlahan mengendap endap ke arah pintu kamar zaila . Lelaki itu mulai mendengarkan apa yang sedang di debat kan sang adik dengan suami nya Zain .


" Aku ikhlas mas kalau kamu mau menikahi adikmu Maira. Kasian anak dalam kandungan nya pasti sangat membutuhkan sosok ayah . " ucap Zaila dengan nada tinggi di susul tangis yang keluar dari matanya .


" Akunya yang gak ikhlas la....sudah berapa kali aku bilang aku gak akan menikahi Maira . aku tau anak dalam kandungan Maira membutuhkan sosok seorang ayah tapi aku gak bisa menggantikan posisi itu karena aku hanya mencintai kamu . aku gak bisa nikah sama orang yang gak aku cinta i . Lagi pula aku telah berjanji bahwa aku hanya akan menikah satu kali seumur hidupku . " ucap Zain membuat Zaidan sedikit lega , karena itu artinya ia tak akan menduakan zaila .


" Tapi mas .... " ucap Zaila masih saja tak setuju dengan keputusan sang suami . Hal itu membuat Zaidan sedikit kesal dengan sang adik karena dari kecil adiknya itu selalu memikirkan perasaan orang lain tapi perasaan nya sendiri malah ia abaikan .


" Sudah ya la ....kamu tenang saja mas pasti bakal nemuin orang yang telah melecehkan adik mas . Akan aku buat pria itu bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan ke adik mas . Akan aku suruh ia menikahi Maira . " ucap Zain meyakinkan zaila yang saat ini tengah di peluk nya erat .


" Tapi bagaimana kalau mas gak menemukan pria itu ?" tanya Zaila kawatir .


" Pati ketemu kok sayang kamu tenang saja ya .... Sekarang kamu tidur ya ." ucap Zain membantu istrinya berbaring dan menyelimuti nya . Zaila yang merasa lelah pun akhirnya terlelap dalam tidurnya .


Namun Zain lelaki itu masih terjaga wajah nya sendu menatap wajah lelap sang istri . Sebenarnya ia ragu bahwa ia bisa menemukan orang yang telah melecehkan sang adik karena informasi yang ia dapatkan tak begitu jelas .


Zaidan mengepalkan kedua tangannya melihat kejadian itu . Ia beranggapan bahwa Maira hanya membawa masalah dalam rumah tangga adiknya . Dan ia tak bisa membiarkan itu terjadi ia harus mencari cara agar wanita bernama Maira itu hilang dalam kehidupan sang adik bagaimana pun caranya .


....

__ADS_1


....


...


...


Ini sudah seminggu setelah kejadian yang di lihat Zaidan . Kejadian dimana ia melihat perdebatan antara Zain dan Zaila dan lelaki itu belum mengambil tidak kan apapun terhadap gadis bernama Maira.


Karena ia belum ada waktu mengurusi soal itu . Pekerjaan an lah yang menghalanginya untuk melakukan hal itu . Bahkan akhir akhir ini ia sering tak pulang dan memilih tidur di kantor .Kini pekerjaan nya telah usai dirinya tinggal bersantai santai saja .


Saat ini ia baru saja pulang dari kantor nya namun ia heran karena melihat Zain ada di teras rumah padahal ini sudah larut malam .


" Lagi ngapain Zain kok sendirian aja ?" ini kali pertama Zaidan berbicara dengan adik iparnya itu .


"Lagi cari angin mas ." hanya itu jawaban Zain lelaki itu nampak sendu seperti nya sedang ada masalah .


" Mas boleh gabung ya kebetulan mas juga lagi pengen cari angin sebelum tidur . " ucap Zaidan sedikit berusaha ramah .


" Iya mas silakan ."


"Mas lembur terus ya belakang ini ?" tanya Zain memulai pembicaraan dengan kakak ipar nya itu .


"Ya begitulah kantor lagi sibuk sibuk nya . oh iya muka kamu kenapa kusut begitu ?" tanya Zaidan memperhatikan raut wajah adik iparnya itu sekilas .


" Cerita saja siapa tau mas bisa bantu . atau setidaknya beban kamu akan sedikit berkurang dengan bercerita . " ucap Zaidan dingin namun terkesan lembut. Zain menatap kakak iparnya dengan ragu namun bagaimana pun nantinya kakak iparnya juga akan mengetahui masalah nya sebesar apapun ia menutupi nya.


" Sebenarnya Zain lagi bingung mas ." kata Zain mulai berkeluh kesah .


" Kenapa ?" tanya Zaidan penasaran .


" Adik Zain sedang mengandung tapi lelaki yang menghamili nya malah sudah tiada . Zain bingung harus bagaimana karena Abi dan umi menyuruh Zain untuk menikahi Maira sebagai ganti nya karena telah mengasuh Zain dari kecil sampai besar . " ucap Zain frustasi .


" Lalu apa kamu mau menikahi Maira dan menduakan adik ku ?" tanya Zaidan sedikit mengepalkan tangannya .


" Mau bagaimana lagi mas Zain tak punya pilihan lain . Zain tak mau berhutang budi pada siapapun termasuk umi dan Abi . selama ini Mereka yang merawat Zain meski semua biyaya hidup Zain adalah peninggalan dari orang tau Zain tapi tetap saja mereka berjasa karena telah merawat Zain dan memberikan Zain kasih sayang seperti anak sendiri . "

__ADS_1


" Sebenarnya Zain sedikit kecewa dengan keputusan mereka karena mereka pamrih membesarkan Zain tapi apalah daya mereka juga mungkin bingung harus bagaimana lagi .


Karena anak dalam kandungan Maira membutuhkan sosok ayah dan Mana ada laki laki yang mau menikahi gadis yang telah ternoda seperti Maira mana ada yang mau menerima anak nya Maira selain Zain sendiri . " ucap Zain semakin membuat Zaidan marah tangan lelaki itu sudah mengepal dengan sempurna dan bersiap siap untuk meninju muka Zain namun Zaidan masih menahan nya .


" Lagipula mungkin Zaila setuju setuju saja karena ia kasian pada nasib anak dalam kandungan Maira itu . "


" Mungkin Zaila setuju tapi Gue enggak rela ." teriak Zaidan membuat Zain tersentak ia menatap Zaidan dengan pandangan bertanya sedangkan Zaidan menatap Zain dengan marah .


" Gue yang bakal nikahin adek loe ." ucap Zaidan menatap tajam Zain sedangkan Zain hanya bisa diam karena terkejut dengan apa yang dikatakan kakak ipar nya .


....


..


...


..


...


...


...


...


...


...


...


...


Vote dan like plis....

__ADS_1


__ADS_2