
Zaidan terus merasa aneh dengan dirinya , karena sedari tadi ia terus menginginkan apapun yang ia lihat .
Seperti tadi saat lelaki itu berangkat ke kantor lelaki itu melihat seorang anak kecil memakan ice krim dengan begitu nikmat nya .
Membuat lelaki itu menelan ludah nya seketika dan langsung membeli ice krim yang sama persis dengan yang gadis kecil itu makan tadi .
Lalu saat lelaki itu melewati sebuah pasar ia melihat ada penjual balon dan gulali yang kebetulan tepat berada di samping jalan .
Seketika Air liur Zaidan langsung menetes, awalnya Zaidan berusaha menahan keinginan nya itu tapi entah kenapa hal itu malah membuat nya sakit hati .
Lalu dengan amat sangat terpaksa Zaidan pun akhirnya membelokkan mobil nya untuk putar arah dan kembali kepasar yang ia lalui tadi .
" Beli gulali nya bang. " ucap Zaidan yang saat ini tengah berkerumun dengan anak anak kecil yang ikut mengantri untuk mendapatkan gulali nya .
Penjual itu nampak memandang nya aneh namun ia tetap membuatkan gulali pesanan Zaidan itu .
" Ini pak , untuk anak nya ya pak ?" tanya penjual itu dengan sedikit senyuman ramah nya .
" Iya . " jawab Zaidan berbohong karena ia tak mungkin mengatakan jika itu untuk dirinya ia bisa malu nantinya.
Lalu Zaidan berjalan ke arah penjual balon dan membeli balon berbentuk sapi yang menurut nya lucu. Zaidan merasa jijik dengan dirinya sekarang mengapa ia begitu seperti anak kecil .
Zaidan berjalan dengan membawa balon dan gulali di tangan nya , semua orang menatapnya dengan pandangan yang susah di artikan .
" Sialan . " ucap lelaki itu ketika sudah memasuki mobil nya .
Tak ingin terlihat seperti itu dan ditertawakan oleh karyawan kantor nya ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah nya tanpa pergi ke kantor terlebih dahulu .
...
...
..
__ADS_1
Maira merasa bosan sedari tadi ia hanya duduk tanpa mengerjakan apapun , wanita itu terbiasa dengan pekerjaan rumah dan sekarang ia harus duduk saja hal itu membuat ia sedih dan gelisah .
Ia pun mengambil remote tv dan memencet mencet tombol di remote tersebut , mencari Chanel yang sekiranya bisa mengusir rasa bosan nya .
" Assalamualaikum . " salam seseorang ketika baru saja memasuki rumah. Maira yang sedari tadi duduk di ruang tamu pun mengalihkan perhatian nya .
Dan ia sangat terkejut melihat suaminya pulang dengan membawa balon dan gulali di tangan nya .
Wajah suaminya begitu lesu dan tak bersemangat. Maira yang melihat itu pun mengurungkan niat nya untuk memarahi Zaidan karena suami nya itu belum saat nya pulang dari kantor .
" Ada apa mas ?" tanya maira yang lebih dulu mengambil tas kantor di tangan suaminya .
" Anak kamu benar benar menyiksa ku Ra ... " ucap Zaidan kesal .
" Maksud mas gimana ?" tanaya maira ikut duduk bersama suaminya di sofa ruang tamu .
" Aku seperti anak kecil hari ini , itu bukan keinginan ku melainkan keinginan anak dalam kandungan mu itu . " tutur Zaidan, Maira paham sekarang kenapa suami nya itu membawa balon dan gulali .
" Aku kira mas beli in maira gulali Sama balon " ucap wanita itu berusaha mengubah suasana hati suaminya .
" Mau aja kalau yang beli in mas " ucap Maira seketika membuat Zaidan tersenyum. Zaidan merasa maira adalah malaikat yang selalu membuat hatinya sejuk dan damai .
" Ini buat kamu , tapi gulali nya aku yang makan ya , aku lagi pengen banget soal nya Ra . Takut anak kita ngiler nanti . " ucap Zaidan meminta izin nya .
" Ambil aja mas aku balon nya aja gak papa . " ucap maira langsung mengambil balon di tangan Zaidan .
" Terimakasih sayang kamu telah membuat hati ku menjadi hangat kembali . Apa dia nakal hari ini ?" tanya Zaidan mengusap usap perut maira yang masih terbungkus baju milik wanita itu .
" Dia sangat baik hari ini " ucap maira yang membuat Zaidan tersenyum senang .
" Aku berharap anak ini akan berbakti pada ibunya nanti . " ucap Zaidan penuh harap .
" Sama bapak nya juga dong mas kan bapak nya yang susah susah ngidam . " ucap maira terkekeh .
__ADS_1
" Iya semoga saja begitu ... dan kamu bayi kecil , kamu senang kan seharian ini nyiksa papa .. "ucap Zaidan mendekat kan wajah ke perut maira .
" Aku rasa dia akan mirip seperti mas " ucap Maira mengusap kepala suaminya lembut .
" Tentu saja mirip sayang dia kan anak kita . " ucap lelaki itu membenarkan apa yang dia omongkan sang istri .
" Aku jadi gak sabar menanti kan dia lahir ke dunia ini " ucap wanita itu sudah membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu .
" Semua butuh waktu sayang jadi bersabarlah , oh iya jadwal periksa kandungan kamu kapan ?" tanya Zaidan menatap istrinya itu lembut .
" besok mas , Mas bisa temenin Maira kan ?" tanya wanita itu seraya berharap sang suami mau ikut dengan nya ke dokter kandungan .
" Sebenarnya besok mas ada rapat penting tapi demi kamu Dan calon anak kita rapat itu bisa di undur . " ucap Zaidan mengenyampingkan urusan kantor nya dan lebih memilih mengantarkan istrinya itu ke rumah sakit .
" Jangan ditunda mas , kenapa gak mas anterin aku dulu nanti kalau udah selesai mas berangkat ke kantor buat rapat . " usul maira yang membuat Zaidan tersenyum .
" Yang aku suka dari kamu itu kamu tidak pernah egois dan kamu tak pernah mengeluh itu yang aku kagumi dari kamu istriku . " ucap Zaidan yang membuat maira tersenyum malu . Pipi wanita itu telah memerah .
Sementara Zaidan yang melihat pipi istrinya memerah pun terkekeh geli , istrinya masih saja malu padahal mereka sudah menikah 1 tahun lebih .
" Kamu ini dek dek masih saja malu malu kalau di puji seperti itu . " ucap Zaidan yang membuat maira kesal karena lelaki itu sudah mengejek nya .
" Makanya jangan muji maira kayak gitu lagi mas nanti pipi maira merah lagi . " ucap maira memalingkan muka nya dari tatapan Zaidan .
Zaidan yang melihat itu pun tersenyum jahil kemudian lelaki itu meraih dagu maira , menuntun muka maira agar berhadapan dengan nya .
" Aku akan terus memuji mu seperti itu karena mas suka wajah kamu yang kemerahan seperti itu . " ucap lelaki itu lembut kemudian tanpa aba aba Zaidan mencium pipi maira , lalu beralih ke bibir wanita itu .
Maira yang mendapatkan serangan mendadak itu langsung terkejut dan hanya diam menerima sebuah ciuman yang penuh dengan kelembutan .
" Aku mencintaimu sayang ... " ucap lelaki itu setelah melepaskan ciuman mereka .
" Aku juga mencintaimu mas ... dan juga anak di dalam kandungan ku , Apa kau melupakan nya ?" ucap maira pura pura kesal karena hanya ia yang mendapatkan pernyataan cinta .
__ADS_1
" Tentu saja aku juga mencintai anak unyu ku ini " ucap Zaidan mencium perut maira lembut dan penuh kasih .