Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
Bab 33


__ADS_3

Sedari tadi Zaidan terus tersenyum bahagia begitupun dengan maira yang saat ini tengah bersandar di bahu sang suami .


" Aku senang Allah mempercayakan malaikat kecil di dalam rahim ku lagi mas . " Ucap maira mengungkapkan perasaan nya pada sang suami .


" Begitupula aku Ra ... Aku gak nyangka sebentar lagi akan menjadi ayah . " ucap Zaidan mengusap perut Maira lembut .


" Tapi aku kawatir mas ." ucap Maira tiba tiba murung mendengar perkataan dokter tadi sungguh mengusik hatinya.


" Tak usah kawatir Ra kata dokter kamu hanya perlu beristirahat dan tak melakukan pekerjaan yang berat . " ucap Zaidan menenangkan hati Maira .


" Lalu bagaimana dengan tugas ku sebagai seorang istri mas , apa aku harus mengenyampingkan itu semua . " ucap Maira tak enak hati jika harus istirahat di rumah tanpa melakukan apa pun .


" Jangan pikirkan soal itu , toh ada pembantu ini . Yang penting anak kita sehat sayang. " ucap Zaidan tersenyum lembut .


" iya mas , oh iya mas udah beritahu keluarga kita tentang kabar bahagia ini . " tanya Maira menatap mata suaminya lembut .


" Sudah sayang , semua nya sudah beres . " ucap Zaidan yang telah mengabari keluarga nya dan juga keluarga maira .


" Umi dan Abi mu belum bisa datang karena mereka masih sibuk urusan di pesantren , sementara Mama papa dan Zahara akan datang nanti malam . " ucap Zaidan memberitahu istrinya itu .


" Alhamdulillah kalau begitu , em ...mas Zain datang juga mas ?" tanya maira pelan .


" Iya , Apa perlu aku melarang nya datang jika kamu masih tak enak hati ?" tanya Zaidan yang mengerti perasaan istrinya itu .


" Jangan mas biarkan mas Zain datang lagi pula aku sudah memaafkan nya , aku tak mungkin terus menghindari nya mas . " ucap Maira memeluk suami nya erat .


" Ngomong ngomong soal Zain aku jadi pengen nyuruh dia buat ngambil in rambutan di belakang rumah kita ya sayang . " ucap Zaidan membayangkan Zain memanjat pohon rambutan yang entah kapan Zaidan menginginkan itu .


" Mas ini ada ada saja , mas Zain kan tamu disini masak mas suruh manjat pohon sih mas . " ucap maira sedikit tak setuju dengan permintaan suaminya yang menurutnya aneh itu .


" Tapi aku pengen banget Ra .. gak tau kenapa mungkin ini permintaan bayi dalam kandungan kamu yang mau ngerjain paman nya . " ucap Zaidan nyengir , lelaki itu tak menyangka calon anak nya sudah bisa bersikap jahil walaupun masih di dalam kandungan .


" Sabar mas nanti malem kan Mas Zain kesini , tapi setahu aku mas Zain itu paling gak mau kalau di suruh manjat manjat . " ucap Maira memberi tahu sang suami .


" Pokoknya Zain harus mau kalau gak mau aku bakal hajar dia abis abisan ." ucap Zaidan kekeh dengan permintaan nya .

__ADS_1


" Mas ih gak boleh gitu lah masak mas Zain gak mau mas mau maksa sih. " ucap maira menasehati sang suami.


" Biarin aja . " ucap Zaidan tak bisa dinasehati , keputusan lelaki itu sudah bulat .


" Dasar ... ya udah terserah mas aja . " ucap maira berdiri dan berlalu ke kamar .


" Kamu marah ...?" tanya Zaidan dengan berteriak .


" Enggak , aku mau mandi dulu gerah soal nya . " teriak maira lagi . Zaidan pun hanya diam lelaki itu juga bingung dengan dirinya kenapa ia begitu ingin Zain melakukan hal itu .


...


...


...


Hari ini Zahara beserta keluarga nya datang ke rumah anak nya Zaidan . Wanita paruh baya itu sangat senang mendengar kabar kehamilan menantu nya .


" Assalamualaikum " teriak Zahara memasuki rumah sang anak sementara yang lain nya hany mengikuti dari belakang tubuh wanita itu .


" Waalaikumsalam , mama ini salam kok semangat banget kayak suara speaker masjid ." ucap Zaidan menegur ibunya itu .


" Oh iya gimana tadi kata dokter ?" tanya Zaila yang telah duduk di samping Maira .


" Baik dek cuma Maira harus lebih hati hati dan gak boleh terlalu kecapean karena dia habis operasi sesar dan belum ada setahun dia sudah hamil lagi . " ucap Zaidan menjelaskan .


" oh iya Zain mana .?" tanya Zaidan setelah menjelaskan pada adiknya zaila .


" Zain masih di luar sebentar lagi juga kesini . " ucap Zahara menjawab pertanyaan sang anak .


" Gak bisa gak bisa aku harus samperin dia sekarang. " ucap Zaidan langsung pergi menghampiri Zain .


" Orang itu kenapa , tumben tumbenan dia nyariin Zain sampai sebegitu nya . " ucap Faiz heran akan tingkah anak nya hari ini .


" nanti papa juga tau sendiri . " ucap Maira yang tak mau menggangu kesenangan suaminya itu .

__ADS_1


Mendengar itu semua menatap maira seakan bertanya ada apa tapi maira hanya tersenyum saja seakan akan tak ada apa apa .


Di lain sisi Zaidan telah bersandar di mobil milik Zain yang baru saja berhenti. Melihat itu Zain langsung keluar dari mobil nya .


" Mas ..." sapa Zain tersenyum ramah .


" Enggak usah senyum senyum ayo ikut aku ada tugas mendesak untuk kamu . " ucap Zaidan langsung menarik tangan Zain dengan tak sabaran .


Pria itu membawa adik ipar nya kesamping rumah berjalan terus hingga sampai lah mereka di halaman belakang rumah Zaidan .


" Ada apa ini mas , kenapa mas bawa aku kesini ?" tanya lelaki itu heran .


" Gue punya tugas buat loe dan loe gak boleh nolak kalau loe nolak gue bakal gak menganggap loe sebagai saudara gue lagi . " ucap Zaidan yang membuat Zain semakin tak mengerti .


" Tugas apa mas .?" tanya Zain penasaran dengan tugas yang membuat Zaidan begitu antusias .


" Loe lihat pohon rambutan itu ?" tanya Zaidan menunjuk sebuah pohon yang rindang di hadapan mereka .


" Kenapa dengan pohon itu ?" tanya Zain mulai dengan perasaan cemas .


Cukup lama zaidan terdiam kemudian lelaki itu berkata dengan cepat .


" Loe panjat pohon itu buat gue "


Zain menatap tak percaya ke arah kakak ipar nya itu , yang benar saja ini sudah malam dan dia disuruh memanjat pohon rambutan itu .


" Enggak ...yang lain aja deh mas jangan yang aneh aneh masak malem malem manjat pohon rambutan sih ." protes Zain yang langsung mendapatkan pelototan dari mata Zaidan .


" Loe panjat apa gue pecat jadi adik ipar . " ucap Zaidan mengancam yang tentu saja tak bisa di tolak oleh Zain lelaki itu terpaksa menaiki pohon itu .


Zain pun mulai memanjat pohon itu di ikuti dengan Zaidan yang saat ini tengah menanti rambutnya dengan tak sabaran .


" itu Zain sebelah sana merah merah " teriak Zaidan dari bawah pohon .


" Yang mana mas gak kelihatan dari sini . " ucap zain dengan kebingungan .

__ADS_1


" Itu di atas kepala loe . " teriak Zaidan lagi Zain pun mendongakkan kepala nya . Memang disana ada rambutan yang sudah siap di petik .


Lelaki itu pun menghela nafas nya berharap penderitaan nya akan segera berakhir .


__ADS_2