
Sedari tadi Zaidan terus tersenyum bahagia begitupun dengan maira yang saat ini tengah bersandar di bahu sang suami .
" Aku senang Allah mempercayakan malaikat kecil di dalam rahim ku lagi mas . " Ucap maira mengungkapkan perasaan nya pada sang suami .
" Begitupula aku Ra ... Aku gak nyangka sebentar lagi akan menjadi ayah . " ucap Zaidan mengusap perut Maira lembut .
" Tapi aku kawatir mas ." ucap Maira tiba tiba murung mendengar perkataan dokter tadi sungguh mengusik hatinya.
" Tak usah kawatir Ra kata dokter kamu hanya perlu beristirahat dan tak melakukan pekerjaan yang berat . " ucap Zaidan menenangkan hati Maira .
" Lalu bagaimana dengan tugas ku sebagai seorang istri mas , apa aku harus mengenyampingkan itu semua . " ucap Maira tak enak hati jika harus istirahat di rumah tanpa melakukan apa pun .
" Jangan pikirkan soal itu , toh ada pembantu ini . Yang penting anak kita sehat sayang. " ucap Zaidan tersenyum lembut .
" iya mas , oh iya mas udah beritahu keluarga kita tentang kabar bahagia ini . " tanya Maira menatap mata suaminya lembut .
" Sudah sayang , semua nya sudah beres . " ucap Zaidan yang telah mengabari keluarga nya dan juga keluarga maira .
" Umi dan Abi mu belum bisa datang karena mereka masih sibuk urusan di pesantren , sementara Mama papa dan Zahara akan datang nanti malam . " ucap Zaidan memberitahu istrinya itu .
" Alhamdulillah kalau begitu , em ...mas Zain datang juga mas ?" tanya maira pelan .
" Iya , Apa perlu aku melarang nya datang jika kamu masih tak enak hati ?" tanya Zaidan yang mengerti perasaan istrinya itu .
" Jangan mas biarkan mas Zain datang lagi pula aku sudah memaafkan nya , aku tak mungkin terus menghindari nya mas . " ucap Maira memeluk suami nya erat .
" Ngomong ngomong soal Zain aku jadi pengen nyuruh dia buat ngambil in rambutan di belakang rumah kita ya sayang . " ucap Zaidan membayangkan Zain memanjat pohon rambutan yang entah kapan Zaidan menginginkan itu .
" Mas ini ada ada saja , mas Zain kan tamu disini masak mas suruh manjat pohon sih mas . " ucap maira sedikit tak setuju dengan permintaan suaminya yang menurutnya aneh itu .
" Tapi aku pengen banget Ra .. gak tau kenapa mungkin ini permintaan bayi dalam kandungan kamu yang mau ngerjain paman nya . " ucap Zaidan nyengir , lelaki itu tak menyangka calon anak nya sudah bisa bersikap jahil walaupun masih di dalam kandungan .
" Sabar mas nanti malem kan Mas Zain kesini , tapi setahu aku mas Zain itu paling gak mau kalau di suruh manjat manjat . " ucap Maira memberi tahu sang suami .
" Pokoknya Zain harus mau kalau gak mau aku bakal hajar dia abis abisan ." ucap Zaidan kekeh dengan permintaan nya .
__ADS_1
" Mas ih gak boleh gitu lah masak mas Zain gak mau mas mau maksa sih. " ucap maira menasehati sang suami.
" Biarin aja . " ucap Zaidan tak bisa dinasehati , keputusan lelaki itu sudah bulat .
" Dasar ... ya udah terserah mas aja . " ucap maira berdiri dan berlalu ke kamar .
" Kamu marah ...?" tanya Zaidan dengan berteriak .
" Enggak , aku mau mandi dulu gerah soal nya . " teriak maira lagi . Zaidan pun hanya diam lelaki itu juga bingung dengan dirinya kenapa ia begitu ingin Zain melakukan hal itu .
...
...
...
Hari ini Zahara beserta keluarga nya datang ke rumah anak nya Zaidan . Wanita paruh baya itu sangat senang mendengar kabar kehamilan menantu nya .
" Assalamualaikum " teriak Zahara memasuki rumah sang anak sementara yang lain nya hany mengikuti dari belakang tubuh wanita itu .
" Waalaikumsalam , mama ini salam kok semangat banget kayak suara speaker masjid ." ucap Zaidan menegur ibunya itu .
" Oh iya gimana tadi kata dokter ?" tanya Zaila yang telah duduk di samping Maira .
" Baik dek cuma Maira harus lebih hati hati dan gak boleh terlalu kecapean karena dia habis operasi sesar dan belum ada setahun dia sudah hamil lagi . " ucap Zaidan menjelaskan .
" oh iya Zain mana .?" tanya Zaidan setelah menjelaskan pada adiknya zaila .
" Zain masih di luar sebentar lagi juga kesini . " ucap Zahara menjawab pertanyaan sang anak .
" Gak bisa gak bisa aku harus samperin dia sekarang. " ucap Zaidan langsung pergi menghampiri Zain .
" Orang itu kenapa , tumben tumbenan dia nyariin Zain sampai sebegitu nya . " ucap Faiz heran akan tingkah anak nya hari ini .
" nanti papa juga tau sendiri . " ucap Maira yang tak mau menggangu kesenangan suaminya itu .
__ADS_1
Mendengar itu semua menatap maira seakan bertanya ada apa tapi maira hanya tersenyum saja seakan akan tak ada apa apa .
Di lain sisi Zaidan telah bersandar di mobil milik Zain yang baru saja berhenti. Melihat itu Zain langsung keluar dari mobil nya .
" Mas ..." sapa Zain tersenyum ramah .
" Enggak usah senyum senyum ayo ikut aku ada tugas mendesak untuk kamu . " ucap Zaidan langsung menarik tangan Zain dengan tak sabaran .
Pria itu membawa adik ipar nya kesamping rumah berjalan terus hingga sampai lah mereka di halaman belakang rumah Zaidan .
" Ada apa ini mas , kenapa mas bawa aku kesini ?" tanya lelaki itu heran .
" Gue punya tugas buat loe dan loe gak boleh nolak kalau loe nolak gue bakal gak menganggap loe sebagai saudara gue lagi . " ucap Zaidan yang membuat Zain semakin tak mengerti .
" Tugas apa mas .?" tanya Zain penasaran dengan tugas yang membuat Zaidan begitu antusias .
" Loe lihat pohon rambutan itu ?" tanya Zaidan menunjuk sebuah pohon yang rindang di hadapan mereka .
" Kenapa dengan pohon itu ?" tanya Zain mulai dengan perasaan cemas .
Cukup lama zaidan terdiam kemudian lelaki itu berkata dengan cepat .
" Loe panjat pohon itu buat gue "
Zain menatap tak percaya ke arah kakak ipar nya itu , yang benar saja ini sudah malam dan dia disuruh memanjat pohon rambutan itu .
" Enggak ...yang lain aja deh mas jangan yang aneh aneh masak malem malem manjat pohon rambutan sih ." protes Zain yang langsung mendapatkan pelototan dari mata Zaidan .
" Loe panjat apa gue pecat jadi adik ipar . " ucap Zaidan mengancam yang tentu saja tak bisa di tolak oleh Zain lelaki itu terpaksa menaiki pohon itu .
Zain pun mulai memanjat pohon itu di ikuti dengan Zaidan yang saat ini tengah menanti rambutnya dengan tak sabaran .
" itu Zain sebelah sana merah merah " teriak Zaidan dari bawah pohon .
" Yang mana mas gak kelihatan dari sini . " ucap zain dengan kebingungan .
__ADS_1
" Itu di atas kepala loe . " teriak Zaidan lagi Zain pun mendongakkan kepala nya . Memang disana ada rambutan yang sudah siap di petik .
Lelaki itu pun menghela nafas nya berharap penderitaan nya akan segera berakhir .