Menikahi Ipar Kakak Ku

Menikahi Ipar Kakak Ku
Bab 15


__ADS_3

 


Zaidan terbangun dari tidurnya ketika azan subuh berkumandang . Lelaki tampan itu tak lupa menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim . Di gelar nya sajadah panjang milik nya lalu lelaki itu bersujud memohon apun kepada pencipta nya .


 


Setelah menunaikan kewajiban nya pria itu pun berjalan menuju dapur karena sedari tadi tenggorokan lelaki itu mulai kering . Kaki jenjang lelaki itu melangkah melewati sebuah kamar yang telah terbuka pintu nya .


Suara seseorang menghentikan langkahnya . Suara itu seperti suara seorang wanita yang tengah memuntahkan isi perutnya . Merasa penasaran Zaidan pun memasuki kamar disamping kamar nya itu .


Di lihat nya pintu kamar mandi di kamar tersebut telah terbuka . Zaidan pun berjalan menuju kamar mandi itu dan ....


Betapa terkejutnya dia melihat Maira telah terduduk di lantai dengan lemas tak berdaya . Wajah wanita itu tampak pucat .


Tak berapa lama kemudian Wanita berkerudung itu jatuh pingsan di kamar mandi . Zaidan terkesiap dengan apa yang dilihatnya .


Dengan segera lelaki itu menghampiri sang istri . Wajah lelaki itu tampak panik melihat kondisi sang istri .


" Maira bangun Ra . " ucap Zaidan menepuk nepuk pipi Maira pelan . Namun tak ada pergerakan sama sekali dari gadis itu .


Tanpa menunggu lama lagi Zaidan segera membawa istri nya itu ke rumah sakit . Entah kenapa hati Zaidan begitu gelisah .


Cemas dan kawatir itu yang Zaidan rasakan saat ini . Zaidan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi . Sesekali mata Zaidan melirik sang istri yang masih tak menunjukan pergerakan apapun .


Tak berapa lama Zaidan pun sampai di rumah sakit terdekat dari rumah nya . Lelaki itu langsung membawa istrinya masuk ke dalam rumah sakit itu .


Seorang dokter memeriksa Maira sedangkan Zaidan hanya bisa menunggu di luar ruangan tempat Wanita itu di rawat .


" Bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya Zaidan langsung saat melihat dokter yang telah memeriksa Maira keluar dari ruangan di mana Maira di periksa .


" Tenang pak istri anda hanya terlalu kelelahan makanya ia jatuh pingsan tadi . Kondisi fisiknya saat ini sangat lemah sebaik nya ia istirahat dulu . Jangan terlalu banyak beraktivitas itu akan membuat kondisi nya semakin membaik . " ucap Doker itu menjelaskan .


Zaidan tak menjawab lelaki itu merasa bersalah karena membiarkan sang Istri mengerjakan pekerjaan rumah dan bukan nya melarang ia justru malah menyuruh wanita itu bekerja terlalu keras hingga kini . Kondisi Wanita itu memburuk .


Zaidan meremas rambutnya frustasi . Rasa bersalah nya semakin besar ketika mengingat perlakuan nya terhadap wanita itu padahal wanita itu tengah mengandung .


Mengingat itu membuat Zaidan sadar bahwa selama ini ia salah memperlakukan Maira . Namun rasa gengsi lelaki itu begitu tinggi hingga ia tak mau meminta maaf pada Maira .

__ADS_1


Lelaki itu hanya bisa memendam rasa bersalah nya sendiri .


....


....


...


...


...


....


Maira menatap aneh pada ruangan di sekitar nya . Bau obat itu mulai tercium di hidungnya ketika ia baru membuka mata. Ia baru sadar kalau dirinya telah berada di rumah sakit .


" Kamu sudah bangun ?" tanya Zaidan datar . Lelaki itu menatap nya tanpa ekspresi sedikit pun .


Maira hanya mengangguk lemah . Tenggorokan nya terasa kering wanita itu hendak bangun dan mengambil gelas yang berada di samping tempat tidur nya.


Namun belum sempat Wanita itu bangun . Zaidan lebih dulu mencegah nya . Dengan perlahan Zaidan mengambilkan minum untuk sang istri .


" seperti nya kau sangat haus ..." ucap Zaidan seraya terkekeh melihat kelakuan Maira.


Maira tertegun baru kali ini dia melihat Zaidan terkekeh seperti itu . Ini kali pertama juga ia melihat ekspresi Zaidan yang seperti itu .


Zaidan yang sadar kalau dirinya baru saja terkekeh pun menghentikan kekehan nya . Lelaki itu menetralkan kembali wajah nya dan kembali dengan sikap dingin nya .


" Kenapa aku bisa disini Mas ?" tanya Maira yang heran karena tiba tiba ia terbangun di sebuah ruangan bernuansa putih itu .


" Kamu pingsan di kamar mandi jadi aku membawa mu kesini . " ucap Zaidan menjelaskan .


" Terimakasih mas sudah membawa Maira kesini . Dan maaf telah merepotkan . " ucap Wanita itu tak enak hati . Ia tersadar jika dirinya mungkin menyusahkan bagi Zaidan .


Sementara Zaidan entah kenapa ia tak suka dengan kata kata merepotkan itu . Ia merasa mempunyai kewajiban untuk menjaga Maira tak seharusnya Wanita itu bersikap seperti itu .


" Tak usah berterima kasih . " ucap Zaidan singkat lelaki itu menatap Maira dengan wajah dingin nya . Maira yang di tatap seperti itu pun hanya bisa menunduk takut .

__ADS_1


" Oh iya boleh Maira bertanya ?" tanya Wanita itu takut takut pada Zaidan .


" Apa ?" Tanya lelaki itu penasaran dengan apa yang akan ditanyakan Wanita yang kini menyandang setatus sebagai istrinya itu .


" Kenapa Mas begitu membenci Maira dan kenapa pula mas bersikap seolah olah tak perduli pada maira tapi aslinya tidak begitu . "ucap Wanita itu memberanikan diri bertanya pada Zaidan .


Zaidan tak langsung menjawab lelaki itu lebih memilih menatap Ke luar jendela yang ada di kamar inap yang di tempati Maira.


" Jika kau bertanya alasan kenapa aku membenci mu .... Sebenarnya aku bukan membenci mu . Jika aku membenci mu mungkin aku bisa saja membunuhmu saat ini juga tapi aku tidak melakukan nya bukan . Itu artinya aku tak membenci mu .Aku hanya sangat kesal karena mu . " ucap Zaidan masih tak mau menatap mata Maira .


Lelaki itu lebih memilih memperhatikan rerumputan dan bunga bunga yang ada di taman rumah sakit . Kebetulan jendela di Kamar inap Maira menghadap ke taman tersebut sehingga Zaidan bisa menikmati keindahan taman itu.


"Lalu kalau mas kesal apa alasan nya . Dan kenapa mas menikahi Maira kalau mas mempunyai rasa kesal terhadap Maira ?" Tanya Wanita itu penasaran . Ia ingin tau alasan Zaidan kesal terhadap nya , agar wanita itu bisa memperbaiki kesalahannya .


" Aku hanya tak habis pikir kenapa kau begitu menginginkan suami adik ku . Bahkan kau sampai menjebak Zain hingga melukai hati adik ku . Aku tak terima akan hal itu karena aku begitu menyayangi Zaila dari kecil aku akan mematahkan semua hal yang membuat dia bersedih . Bahkan aku rela mengorbankan kebahagiaan ku demi kebahagiaan nya .


Oleh sebab itu aku menikahi mu karena aku tak mau kamu menghancurkan rumah tangga adik ku dengan alasan anak dalam kandungan mu itu . Aku kesal dan marah padamu ....aku pikir kau wanita yang licik dan jahat . Tapi ternyata itu semua tidaklah benar . " ucap Zaidan sedikit membuat maira terkejut .


Kini Wanita itu apa yang membuat sang suami menikahi nya dan alasan sang suami begitu kesal terhadap nya ..


....


...


....


...


....


...


***Ini masih ada lanjutannya ya ....


tunggu kelanjutannya ukey ...


dan jangan lupa Vote dan like nya ....

__ADS_1


terimakasih*** ...


__ADS_2