
Zaidan terbangun dari tidurnya ketika azan subuh berkumandang . Lelaki tampan itu tak lupa menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim . Di gelar nya sajadah panjang milik nya lalu lelaki itu bersujud memohon apun kepada pencipta nya .
Setelah menunaikan kewajiban nya pria itu pun berjalan menuju dapur karena sedari tadi tenggorokan lelaki itu mulai kering . Kaki jenjang lelaki itu melangkah melewati sebuah kamar yang telah terbuka pintu nya .
Suara seseorang menghentikan langkahnya . Suara itu seperti suara seorang wanita yang tengah memuntahkan isi perutnya . Merasa penasaran Zaidan pun memasuki kamar disamping kamar nya itu .
Di lihat nya pintu kamar mandi di kamar tersebut telah terbuka . Zaidan pun berjalan menuju kamar mandi itu dan ....
Betapa terkejutnya dia melihat Maira telah terduduk di lantai dengan lemas tak berdaya . Wajah wanita itu tampak pucat .
Tak berapa lama kemudian Wanita berkerudung itu jatuh pingsan di kamar mandi . Zaidan terkesiap dengan apa yang dilihatnya .
Dengan segera lelaki itu menghampiri sang istri . Wajah lelaki itu tampak panik melihat kondisi sang istri .
" Maira bangun Ra . " ucap Zaidan menepuk nepuk pipi Maira pelan . Namun tak ada pergerakan sama sekali dari gadis itu .
Tanpa menunggu lama lagi Zaidan segera membawa istri nya itu ke rumah sakit . Entah kenapa hati Zaidan begitu gelisah .
Cemas dan kawatir itu yang Zaidan rasakan saat ini . Zaidan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi . Sesekali mata Zaidan melirik sang istri yang masih tak menunjukan pergerakan apapun .
Tak berapa lama Zaidan pun sampai di rumah sakit terdekat dari rumah nya . Lelaki itu langsung membawa istrinya masuk ke dalam rumah sakit itu .
Seorang dokter memeriksa Maira sedangkan Zaidan hanya bisa menunggu di luar ruangan tempat Wanita itu di rawat .
" Bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya Zaidan langsung saat melihat dokter yang telah memeriksa Maira keluar dari ruangan di mana Maira di periksa .
" Tenang pak istri anda hanya terlalu kelelahan makanya ia jatuh pingsan tadi . Kondisi fisiknya saat ini sangat lemah sebaik nya ia istirahat dulu . Jangan terlalu banyak beraktivitas itu akan membuat kondisi nya semakin membaik . " ucap Doker itu menjelaskan .
Zaidan tak menjawab lelaki itu merasa bersalah karena membiarkan sang Istri mengerjakan pekerjaan rumah dan bukan nya melarang ia justru malah menyuruh wanita itu bekerja terlalu keras hingga kini . Kondisi Wanita itu memburuk .
Zaidan meremas rambutnya frustasi . Rasa bersalah nya semakin besar ketika mengingat perlakuan nya terhadap wanita itu padahal wanita itu tengah mengandung .
Mengingat itu membuat Zaidan sadar bahwa selama ini ia salah memperlakukan Maira . Namun rasa gengsi lelaki itu begitu tinggi hingga ia tak mau meminta maaf pada Maira .
__ADS_1
Lelaki itu hanya bisa memendam rasa bersalah nya sendiri .
....
....
...
...
...
....
Maira menatap aneh pada ruangan di sekitar nya . Bau obat itu mulai tercium di hidungnya ketika ia baru membuka mata. Ia baru sadar kalau dirinya telah berada di rumah sakit .
" Kamu sudah bangun ?" tanya Zaidan datar . Lelaki itu menatap nya tanpa ekspresi sedikit pun .
Maira hanya mengangguk lemah . Tenggorokan nya terasa kering wanita itu hendak bangun dan mengambil gelas yang berada di samping tempat tidur nya.
Namun belum sempat Wanita itu bangun . Zaidan lebih dulu mencegah nya . Dengan perlahan Zaidan mengambilkan minum untuk sang istri .
" seperti nya kau sangat haus ..." ucap Zaidan seraya terkekeh melihat kelakuan Maira.
Maira tertegun baru kali ini dia melihat Zaidan terkekeh seperti itu . Ini kali pertama juga ia melihat ekspresi Zaidan yang seperti itu .
Zaidan yang sadar kalau dirinya baru saja terkekeh pun menghentikan kekehan nya . Lelaki itu menetralkan kembali wajah nya dan kembali dengan sikap dingin nya .
" Kenapa aku bisa disini Mas ?" tanya Maira yang heran karena tiba tiba ia terbangun di sebuah ruangan bernuansa putih itu .
" Kamu pingsan di kamar mandi jadi aku membawa mu kesini . " ucap Zaidan menjelaskan .
" Terimakasih mas sudah membawa Maira kesini . Dan maaf telah merepotkan . " ucap Wanita itu tak enak hati . Ia tersadar jika dirinya mungkin menyusahkan bagi Zaidan .
Sementara Zaidan entah kenapa ia tak suka dengan kata kata merepotkan itu . Ia merasa mempunyai kewajiban untuk menjaga Maira tak seharusnya Wanita itu bersikap seperti itu .
" Tak usah berterima kasih . " ucap Zaidan singkat lelaki itu menatap Maira dengan wajah dingin nya . Maira yang di tatap seperti itu pun hanya bisa menunduk takut .
__ADS_1
" Oh iya boleh Maira bertanya ?" tanya Wanita itu takut takut pada Zaidan .
" Apa ?" Tanya lelaki itu penasaran dengan apa yang akan ditanyakan Wanita yang kini menyandang setatus sebagai istrinya itu .
" Kenapa Mas begitu membenci Maira dan kenapa pula mas bersikap seolah olah tak perduli pada maira tapi aslinya tidak begitu . "ucap Wanita itu memberanikan diri bertanya pada Zaidan .
Zaidan tak langsung menjawab lelaki itu lebih memilih menatap Ke luar jendela yang ada di kamar inap yang di tempati Maira.
" Jika kau bertanya alasan kenapa aku membenci mu .... Sebenarnya aku bukan membenci mu . Jika aku membenci mu mungkin aku bisa saja membunuhmu saat ini juga tapi aku tidak melakukan nya bukan . Itu artinya aku tak membenci mu .Aku hanya sangat kesal karena mu . " ucap Zaidan masih tak mau menatap mata Maira .
Lelaki itu lebih memilih memperhatikan rerumputan dan bunga bunga yang ada di taman rumah sakit . Kebetulan jendela di Kamar inap Maira menghadap ke taman tersebut sehingga Zaidan bisa menikmati keindahan taman itu.
"Lalu kalau mas kesal apa alasan nya . Dan kenapa mas menikahi Maira kalau mas mempunyai rasa kesal terhadap Maira ?" Tanya Wanita itu penasaran . Ia ingin tau alasan Zaidan kesal terhadap nya , agar wanita itu bisa memperbaiki kesalahannya .
" Aku hanya tak habis pikir kenapa kau begitu menginginkan suami adik ku . Bahkan kau sampai menjebak Zain hingga melukai hati adik ku . Aku tak terima akan hal itu karena aku begitu menyayangi Zaila dari kecil aku akan mematahkan semua hal yang membuat dia bersedih . Bahkan aku rela mengorbankan kebahagiaan ku demi kebahagiaan nya .
Oleh sebab itu aku menikahi mu karena aku tak mau kamu menghancurkan rumah tangga adik ku dengan alasan anak dalam kandungan mu itu . Aku kesal dan marah padamu ....aku pikir kau wanita yang licik dan jahat . Tapi ternyata itu semua tidaklah benar . " ucap Zaidan sedikit membuat maira terkejut .
Kini Wanita itu apa yang membuat sang suami menikahi nya dan alasan sang suami begitu kesal terhadap nya ..
....
...
....
...
....
...
***Ini masih ada lanjutannya ya ....
tunggu kelanjutannya ukey ...
dan jangan lupa Vote dan like nya ....
__ADS_1
terimakasih*** ...