Menikahi Pengawal Pribadi

Menikahi Pengawal Pribadi
Part 69


__ADS_3

Evan memperhatikan Jelita dengan mata tak berkedip, lalu tatapannya beralih pada jam di pergelangan tangannya. Masih jam sepuluh pagi dan ini hari libur mereka, tapi Jelita terlihat sangat rapih.


"Mau kemana sayang?" tanya Evan masih terus menatap istrinya. Jelita memakai dress berwarna gading panjang lengan dengan model payung sebatas lutut.


Riasan sederhana di wajahnya membuatnya tampak seperti gadis remaja.


"Aku mau menemani Sella belanja mas. Dia akan bertunanga dengan Jaka minggu depan. Ada apa mas?"


"Tidak ada sayang." Evan masih saja memperhatikan gerak istrinya yang tengah bersiap. Dia seakan tak rela istrinya berdandan tapi pergi dengan orang lain.


"Jaka belum ada mengabariku soal rencana pertunangan nya. "


"Mungkin nanti mas, lagi pula rencana pertunangan mereka di rencanakan dadakan. Ibu jaka dalam kondisi tak sehat dia ingin jaka segera menikah. "


"Ooo begitu. Kau pergi dengan siapa saja?"


"Hanya dengan Sella mas. Mas mau ikut?" tanya Jelita sembari mendekati suaminya. Evan menggeleng pelan dia ingin menghabiskan waktu bersama Alena seharian ini.


"Aku ingin bermain bersama Alena sayang. " sahut Evan sembari meraih tubuh istrinya yang sudah berdiri di depannya.


"Aku hanya sebentar, " ujar Jelita lalu menge cup pipi Evan kiri dan kanan. Evan terkekeh senang dia balas menge cup ubun-ubun istrinya penuh kasih sayang.


"Pergilah, tuh sepertinya suara mobil Sella. " ujar Evan sembari melepas dekapannya.


Benar saja mobil Sella sudah terparkir di halaman depan mansion mereka.


"Aku pergi mas, "


"Iya hati-hati sayang. "

__ADS_1


Jelita di sambut pelukan bahagia Sella. Wajah gundahnya beberapa waktu lalu telah berganti dengan senyum penuh rona bahagia.


"Duh yang mau lamaran. " ledek Jelita yang di sambut ekspresi malu-malu Sella.


"Jaka belakang terlalu banyak kejutan Je, tiba-tiba pulang, tiba-tiba akrab dengan keluargaku terus tiba-tiba lamaran."


"Kejutannya bagus kan. Harusnya gak apa-apa dong?"


"Iya sih. Jujur aku senang setengah mati saat ini. Kau pahamlah gimana rasanya dilamar orang yang kita cintai. "


Jelita mencebik. "Nyindir ya? Tau banget aku nikah paksa gak pakek lamar-lamaran. "


"Upps maaf aku lupa. Tapi endingnya bahagia juga kan. "


"Iya sih. "


"Udah ayo pergi, biar cepat pulang. " imbuh Sella.


"Aku dengar kau dan Sella akan segera bertunangan." tanya Evan mereka bersantai di gazebo taman belakang.


"Benar, butuh perjuangan untuk meyakinkan Sella sampai akhirnya dia bersedia di lamar. " curhat Jaka sembari mengulas senyum.


Evan yang sedang memperhatikan Alena bermain beralih menatapnya. "Itu salahmu, tidak semua wanita memiliki ambisi pada isi dunia dan Sella salah satunya setelah Jelita." tukas Evan sembari menepuk pundak Jaka.


"Saat kau sudah menikah nanti. Akan ada banyak keindahan yang tiba tiba terlihat begitu menggoda. Padahal sebelumnya tak pernah terlihat sama sekali. Itu adalah ujian terberat pada kesetiaanmu. Pada titik ini bila kau mampu bertahan, jalan mu kedepan sudah pasti akan mulus tanpa hambatan. Dalam berumah tangga hanya ada dua kunci agar tetap langgeng. Yang pertama adalah setia, yang kedua adalah percaya.Tanpa keduanya rumah tangga akan runtuh bagai bangunan tanpa pondasi." nasehat Evan pada Jaka. Dia berharap Jaka mencintai Sella seperti dia mencintai Jelita. Ada banyak wanita yang melampaui keindahan Jelita di luar sana. Tapi pandangan nya hanya tertuju pada Jelita seorang.


Jaka mengangguk tegas. "Aku pengagummu tuan. Cinta mu pada nyonya yang begitu dalam dan tak teralihkan adalah panutan untuk ku kedepannya." tegas Jaka.


Evan menarik nafas panjang, ingatannya melayang jauh pada almarhumah ibunya. "Ibuku wanita yang sangat cantik dan cerdas. Memiliki kedudukan tinggi dan harta berlipah. Tapi sayang dewi keberuntungan tak berpihak padanya. Ayahku menghianati dia di usia pernikahan yang masih seumur jagung. Semua kelebihan yang dia miliki tak mampu membuat ayahku setia pada ibu seorang. Sejak mengetahui kebenaran itu, aku bersumpah akan mencintai istriku sampai mati. Hanya maut yang mampu memisahkan cintaku pada istriku. Kisah ibuku tak akan pernah terulang pada istriku." lirih Evan. Mendengar itu Jaka mengalihkan pandangannya menatap lekat wajah Evan di sampingnya. Tanpa kisah pilu rumah tangga ibunya, Jaka yakin Evan akan tetap setia pada istrinya. Sebab banyak lelaki peselingkuh yang berasal dari ibu yang di selingkuhi. Kisah ibunya tetap tak mampu membuat dia tetap setia. Tapi Evan memang kelaki setia yang langka di bumi ini. Biasanya harta dan kedudukan tak mampu mengendurkan kesetiaan seseorang pada pasangannya. Tapi Evan tidak begitu, pandangannya hanya tertuju pada satu wanita, ya itu Jelita.

__ADS_1


*****


Ball room bernuansa keemasan di sebuah hotel bintang lima terlihat sangat mewah. Tamu-tamu dengan gaya elegan terlihat berjalan anggun di atas karpet merah memasuki ruang acara resepsi pernikahan Sella dan Jaka. Wajah wajah bahagia terlihat memenuhi ruang. Sementara di atas panggung pelaminan tampak Sella dan Jaka juga menampilkan aura yang sama. Aura bahagia, sersenyum bahagia senantiasa menghiasi wajah keduanya. Setelah melakukan pertunangan lima bulan lalu, akhirnya hari ini pesta pernikahan mereka terlaksana dengan sempurna.


Diantar tamu undangan terlihat Evan dan Jelita duduk sembari menatap keduanya dengan rona bahagia. Tapi kali ini ada yang beda dengan penampilan Jelita. Gaun mewah yang dia pakai terlihat longgar menutupi gundukan kecil di perut Jelita. Ya, Jelita tengah hamil empat bulan saat ini. Berita yang menambah deretan kebahagiaan untuk Jelita juga Evan.


Manik hitam Evan tak lepas dari sosok Jelita yang tampak sedikit cabi. Bentuk tubuh yang mulai nampak bertambah bobotnya itu terlihat semakin seksi di mata Evan. Jemarinya menggenggam erat jemari Jelita seakan takut kehilangan istrinya di tengah tengah tamu undangan.


Saat tau Jelita kembali mengandung anaknya. Evan seperti terbang kelangit tujuh saking senangnya. Jelita kembali memberinya kebahagiaan yang tak terhingga.


Sementara hal serupa juga terlihat di atas pelaminan. Tatapan Jaka tak bisa lepas dari sosok Sella yang menjelma bak bidadari kayangan. Keindahan yang begitu sempurna yang selalu dia puja di setiap tarikan nafasnya.


Dia ingin mencintai Sella seperti Evan mencintai Jelita. Cinta sejati yang tak pernah mati.


******


Ruang bersalin terdengar riuh oleh lengkingan tangis bayi laki-laki yang baru saja lahir kebumi.


Dia adalah putra Evan dan Jelita. Buah hati yang kedua hasil dari hubungan cinta mereka. Wajah lelah Jelita terlihat berbinar menatap putranya, air mata haru terlihat mengenang di pelupuk mata Jelita. Perjuangannya bertaruh nyawa terbayar lunas oleh tangis putranya.


Sementara Evan setia mendapinginya sejak tadi. Menyaksikan bagaimana perjuangan istrinya melahirkan putra mereka. Perjuangan yang menambah rasa cintanya pada Jelita.


"Aku memberimu putra mas," bisik Jelita sembari menengadah menatap Evan di sampingnya.


Evan mengangguk. "Terimakasih." bisiknya dengan suara serak. Dia hampir menangis melihat perjuangan istrinya yang begitu dahsyat.


Dengan lembut dia membelai puncak kepala istrinya, melabuhkan ciuman sejuta cinta yang dia punya.


Tidak ada lagi yang di inginkan Evan kecuali keinginannya membahagiakan Jelita dan kedua buah hatinya. Mencintai Jelita selamanya adalah tekatnya.

__ADS_1


TAMAT


Hai mak, terimakasih atas dukungannya untuk cerita ini. Terimakasih yang tak terhingga untuk readers tercinta semoga di beri kesehatan dan kemudahan dalam segala urusan. Aminnn...


__ADS_2